NovelToon NovelToon
Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Kau Yang Ku Rawat Hingga Sembuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: SulSya

Selama 5 tahun Maya mengorbankan seluruh hidup dan cita-citanya demi merawat bagas, Suaminya yang koma dan lumpuh akibat akibat kecelakaan.

Maya harus bekerja keras banting tulang untuk biaya ruah sakit dan selalu setia menemani sang suami dengan air mata dan doa.

Akhirnya membuahkan hasil, Bagas perlahan-lahan sembuh.

Tapi apa yang Maya dapat, Setelah sembuh, Bagas mendapatan pekerjaan bagus dan ia malah menjalin hubungan dengan teman kantornya yang bernama Rania, Karena ia malu memiliki istri seperti Maya yang terlibat kusam akibat penderitaan selama bertahun-tahun.

Perceraian itu akhirnya terungkap saat Maya menemukan surat cerai di saat hari pernikahan mereka yang ke-7 tahun.

Maya pun harus bangkit dari kehidupan, pengorbanannya selama ini ternyata sia-sia, iya akan menunjukkan ketulusannya akan menjadi penyesalan terbesar Bagas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SulSya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Lampu sorot ruangan rapat lantai tiga puluh enam itu dipadamkan.

Layar proyektor raksasa yang baru saja menampilkan presentasi investasi senilai puluhan miliar rupiah kembali meredup.

Suara tepuk tangan riuh para pemegang saham perlahan surut, berganti dengan langkah-langkah sepatu kulit mahal yang meninggalkan ruangan satu per satu.

Di balik meja jati besar bertuliskan Direktur Utama, Bagas menyandarkan punggungnya pada kursi kulit hitam.

Ia melonggarkan ikatan dasi garis-garisnya, menarik napas dalam-dalam.

Matanya tak lepas dari sosok Rania yang berdiri di sudut ruangan, sedang sibuk merapikan berkas-berkas laporan keuangan.

"Laporannya sudah rapuh semua, Mbak Rania?" tanya Bagas, suaranya berat dan bergema di ruangan yang kini menyisakan mereka berdua.

Rania tersentak pelan. Tangannya yang memegang map manila sempat berhenti.

Ia merapikan rok span hitamnya sebelum melangkah mendekati meja kerja Bagas.

"Sudah, Pak Bagas. Semua berkas revisi dari tim audit sudah disatukan.

Tanda tangan Pak Bagas tinggal ditaruh di lembar persetujuan akhir," jawab Rania tenang, meski tatapannya sengaja dihindarkan dari mata pria di depannya.

Bagas terkekeh pelan. Ia tidak menyambut dokumen itu, melainkan mengulurkan tangan untuk menahan jemari Rania yang masih menempel di atas map.

"Rania," panggil Bagas lirih. Cengkraman jarinya hangat, menembus dinginnya pendingin udara ruangan. "Kita cuma berdua di sini. Jangan panggil 'Pak Bagas'."

Rania dengan cepat menarik tangannya, melangkah mundur setengah tindak.

Matanya membelalak panik saat ia melirik ke arah pintu kaca transparan yang menghubungkan ruangan itu dengan selasar kantor.

"Bagas, tolong jaga sikap!" bisik Rania penuh penekanan. "Ini masih di lingkungan kantor! Kalau ada staf lain atau Arya sampai lihat..."

"Arya nggak ada di sini, Ran," potong Bagas cepat.

Ia berdiri dari kursinya, melangkah mengikis jarak di antara mereka hingga aroma parfum kayu cendana milik pria itu memenuhi indra penciuman Rania.

"Arya cuma anak lapangan KKN yang baru lulus. Dia nggak tahu apa-apa soal dunia ini. Dia nggak bisa ngasih apa yang bisa aku kasih ke kamu."

"Ini bukan soal materi atau posisi di perusahaan!" seloroh Rania, dadanya naik turun menahan guncangan emosi.

"Arya itu pacar aku! Dan kamu... kamu itu investor utama yang ditunjuk perusahaan untuk proyek desa mereka!"

Bagas tersenyum miring. Ia meraih dagu Rania pelan, memaksa gadis itu untuk menatap matanya.

"Tapi kamu nggak bisa bohongin perasaan kamu sendiri kan, Ran? Semalam di hotel Restu... siapa yang datang waktu kamu butuh bantuan? Siapa yang nemenin kamu saat proyek itu hampir bangkrut?"

Rania bungkam. Katanya tertahan di kerongkongan. Ingatan tentang malam itu—malam ketika batas profesionalisme mereka hancur akibat tekanan pekerjaan dan rayuan manis Bagas—kembali berputar gencar di kepalanya.

"Itu kesalahan, Gas," lirih Rania dengan suara bergetar. "Malam itu... kita cuma terbawa suasana."

"Kesalahan yang bikin kamu datang lagi ke sini jam segini, kan?" Bagas berbisik pas di samping telinga Rania.

Tangannya merengkuh pinggang Rania, menariknya makin rapat tanpa memedulikan risiko pintu ruangan yang bisa terbuka kapan saja.

"Bagas, lepaskan..." ucap Rania, namun suaranya terlalu pelan, tanpa perlawanan yang berarti.

"Aku bisa jamin posisi kamu di jajaran direksi, Ran. Aku bisa bantu pendanaan penuh buat desa Arya tanpa bikin dia curiga.

Asal kamu tetap ada di samping aku. Cuma di balik panggung ini. Cuma kita berdua yang tahu," bisik Bagas penuh penawaran beracun.

Rania memejamkan mata rapat-rapat. Bayangan wajah Arya yang tulus dan jujur beradu keras dengan kenyataan pahit bahwa kariernya kini berada di genggaman Bagas.

Rasa bersalah menghujam dadanya, namun cengkeraman pesona dan kekuasaan pria di depannya seakan mengunci langkahnya.

"Kamu... jahat banget, Gas," gumam Rania pasrah saat merasakan hangat napas Bagas menyapu pipinya.

"Aku cuma mengambil apa yang seharusnya jadi milikku, Rania," balas Bagas sebelum akhirnya mencuri kecupan singkat di bibir gadis itu, menandai mulainya ikatan terlarang yang kini resmi terjalin di balik megahnya panggung bisnis mereka.

1
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs ambil keputusan yg tegas dan tepat jgn hanya karena cinta Maya jadi bodoh , biarkan bagas menyesal akibat perbuatan nya sendiri .
Ma Em
Bagas tdk tau diri diwaktu dia sakit Maya yg mengurusnya sekarang setelah sehat malah mau menyingkirkan Maya tanpa memberi kompensasi apapun , semoga usaha Bagas yg dia agung agungkan itu bangkrut dan menerima karma yg sangat menyedihkan karena sdh berkhianat .
SulSya: bener tuh kak, emang nggak tau dirinya itu si bagas
total 1 replies
SulSya
👍terimakasih kk penyemangat maya
Ma Em
Ayo Maya bangkit tunjukan pada Bagas bahwa tanpa dia Maya bisa cari uang dan sukses , buat Bagas menyesal karena sdh menceraikan mu Maya .
Ma Em
Alhamdulillah Maya selamat dan ada orang yg menolong .
Ma Em
Maya kamu kok bisa kalah dari Bagas sampai ngemis ngemis bikin malu saja , semoga Maya bisa sukses balas si Bagas buat dia menyesal dan berlutut minta maaf sama Maya tapi jgn mau untuk memaafkan nya .
Ma Em
Bagus Maya kamu hrs tegas jgn bisanya cuma nangis itu wanita lemah , Maya hrs berani buat Bagas menyesal setelah ditinggalkan sama Maya .
Ma Em
Thor yg benar nama suami Maya itu sebenarnya Bagas atau Aris jadi bingung , sebentar dipanggil Bagas sebentar dipanggil Aris .
SulSya: Rania mengaku kepada Maya bahwa nama pacar nya itu Aris kepada Maya agar tidak ketahuan sama maya
total 1 replies
Ma Em
Maya kamu jgn cuma nangis cepat bergerak dan selidiki kelakuan Bagas diluar rumah seperti apa kelakuan nya .
SulSya: iya itu, ini malah nangis aja
total 1 replies
SulSya
🙏🙏
Ma Em
Lelaki modelan Bagas yg tdk pantas ditolong sama maya dulu lbh baik biarkan saja dia cacat dan tdk bisa berjalan lagi , sungguh menyebalkan setelah sehat dan mapan malah melupakan Maya yg merawat dan banting tulang untuk membiayai Bagas .
SulSya: bener banget tuh kak, besok kita siksa dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!