NovelToon NovelToon
Ketika Suamiku Kembali

Ketika Suamiku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:329k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Perhatian ini yang aku inginkan. Tapi ... kenapa rasanya asing?" ~Danira
...
Seperti biasa, Ezran pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Danira dan kedua anak mereka sudah terbiasa dengan rutinitas itu.

Namun ketika Ezran kembali, ada sesuatu yang terasa berbeda.

Pria yang biasanya sibuk, cuek, dan selalu punya alasan untuk menolak menghabiskan waktu bersama anak-anak, kini justru menjadi jauh lebih perhatian.

“Ma, Papa ... aneh,” ujar Arelio, anak pertama mereka.

Senara pun, ikut memperhatikan. “Iya, tumben nda malah-malah macam Papa tili Cindelela?”

Danira hanya terdiam. Ia juga merasakan perubahan itu.

Ezran mulai mengantar anak-anak, membantu pekerjaan rumah, bahkan memperhatikan hal-hal kecil tentang Danira yang selama ini tak pernah ia pedulikan.

Awalnya Danira bahagia. Namun semakin lama, perubahan itu justru membuatnya curiga.

Apa yang sebenarnya terjadi selama Ezran pergi Dan mengapa pria yang kembali ke rumah itu terasa begitu berbeda dari suami yang ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Seorang Ayah

Evran, itulah nama asli pria itu. Sosok yang selama beberapa hari terakhir terpaksa bersiwajah dan berpura-pura menjadi Ezran. Secara mendadak, ia diseret takdir untuk melakoni peran ganda sebagai seorang suami sekaligus ayah. Usianya memang sudah menginjak 33 tahun, tetapi sepanjang hidupnya ia belum pernah menikah atau membina rumah tangga. Sialnya, sekarang ia mendadak memikul tanggung jawab atas anak dan istri orang lain, sebuah beban berat yang harus ia tanggung hanya demi menuruti permintaan sang mama.

​"Pulanglah, nanti Danira curiga," ucap Ayzra pelan sambil mengelus punggung putra kembarnya yang sedang terduduk lesu di kursi tunggu koridor rumah sakit.

​Evran menunduk, menatap lantai keramik rumah sakit yang dingin. "Dia lagi di rumah orang tuanya," sahut Evran dengan suara serak dan pelan.

​"Dia enggak curiga sama kamu, kan?" tanya Ayzra cemas, memastikan kebohongan mereka belum terendus.

​Evran menghembuskan napas panjang yang amat berat. "Ma ... tapi sampai kapan kita mau begini? Ezran gak tahu kapan sadarnya. Lama-kelamaan Danira pasti curiga. Aku enggak tahu bagaimana sikap Ezran yang sebenarnya ke istrinya selama ini. Sikapku lama-lama justru membuatnya merasa aneh. Bagaimana cara Ezran memperlakukan keluarganya, aku sama sekali tak mengerti. Tapi dari apa yang kubaca dan lihat, Ezran sepertinya sering mengabaikan keluarganya."

​Ayzra menggeleng cepat, menolak kenyataan pahit itu. "Enggak mungkin kembaranmu begitu, Evran. Dia pasti memperhatikan istri dan anak-anaknya dengan baik. Intinya, kamu harus bersikap biasa saja. Kamu cukup penuhi kebutuhan istri dan anak-anak Ezran seperti yang biasa dia lakukan."

​Evran menghela napas kasar, memutar matanya frustrasi. Perdebatan batin bergejolak hebat di dalam kepalanya.

"​Kalau dia minta jatah bagaimana? Masa harus aku kasih juga?!" batin Evran menjerit frustrasi, merutuki situasi absurd yang mengimpitnya.

.

.

.

.

​Sementara itu, di kediaman orang tua Danira, suasana hangat khas keluarga berkumpul terjalin begitu alami seperti biasanya. Rumah sederhana itu mendadak hidup. Di sudut ruang tamu, Danira tampak duduk mengobrol pelan dengan ibunya. Di sisi lain, sang ayah sedang asyik berbincang bersama Arelio yang sangat antusias menceritakan perlombaan sekolahnya kemarin.

​"Aku bingung, Bunda ... Mas Ezran itu orangnya pendiam banget," bisik Danira pelan, meluapkan ganjalan di hatinya pada sang ibu. "Sementara aku ingin bercerita banyak hal ke dia. Aku ingin kita mengobrol santai tentang masa depan anak-anak. Tapi, Mas Ezran selalu sangat sibuk."

​Karmila, ibu dari Danira, mengulas senyum bijak seraya menghela napas pelan. Tangannya terulur mengusap lembut jemari putrinya. "Jangan ganggu kalau suamimu sedang sibuk, Nak. Biarkan dia fokus. Laki-laki itu tempatnya lelah. Kalau kamu menuntut dia ini dan itu saat dia capek kerja, dia bakal makin tertekan."

​"Sibuk itu cuma alasan, Bunda! Kalau istri sama anak emang prioritas utama, pasti gak bakal diabaikan begitu aja. Aku aja bisa tuh tetap teleponan sama si Dinda pas lagi berak!" celetuk Bara tiba-tiba tanpa dosa sebelum menghempaskan bokongnya di atas sofa, tepat di sebelah Arelio.

​Seketika tatapan mata Karmila dan Danira menyalang sinis ke arah pemuda itu. Bisa-bisanya Bara membawa perumpamaan itu di tengah obrolan serius. Karmila menggeleng-gelengkan kepalanya gemas melihat kelakuan putra bungsunya, lalu beralih menatap Danira lagi.

​"Jangan dengarkan adikmu," tegur Karmila menenangkan. "Selama suamimu masih memberimu nafkah yang cukup dan bertanggung jawab, selebihnya tak usah terlalu kamu pikirkan."

​"Benar kata Bara, Bun. Memang sesibuk apa sih dia?!" suara berat Surya Nugraha, ayah Danira mendadak menyambung percakapan dari arah sebelah. "Sampe turun dari mobil sekadar nyapa kita yang ada di teras aja gak mau? Besok pokoknya minta si Ezran itu datang ke sini. Tidak sopan sekali!"

​Danira menghela napas pelan, merasa makin bersalah atas ketidakmampuan suaminya bersosialisasi. "Iya, Yah ... Nanti aku minta Mas Ezran datang. Maaf ya, Yah, kalau kesannya Mas Ezran seperti tak peduli."

​Surya menghembuskan napas kasar penuh kekecewaan yang sudah lama ia pendam. "Ayah sebenarnya nyesel dulu sudah nikahin kamu sama si Ezran."

​"Ayah! Ih, kok ngomongnya begitu!" tegur Karmila cepat dengan tatapan kesal, merasa suaminya sudah bicara terlalu jauh di depan anak-anak. "Gak boleh bilang gitu, nyesel-nyesel segala. Gak boleh!"

​Surya hanya membisu, memalingkan wajah. Danira memang tidak pernah mengeluh atau bercerita tentang kepahitan rumah tangganya selama ini. Namun, hanya dengan melihat secara langsung bagaimana dingin dan angkuhnya sikap Ezran selama ini, Surya tidak bisa membayangkan seberapa sepi dan sengsaranya kehidupan putri kesayangannya itu. Tanpa kata lagi, pria paruh baya itu beranjak berdiri dan melangkah pergi menuju teras belakang, meninggalkan ruang keluarga yang mendadak diselimuti ketegangan tipis.

​Karmila mengusap bahu Danira. "Sudah, jangan dihiraukan omongan ayahmu. Dia cuma terbawa emosi."

​Bara yang masih menyimak justru manggut-manggut. "Ayah bener kok, Bun! Harusnya memang Ayah menyesal udah nikahin Kakak sama kanebo kering kayak dia!"

​"BARAAAAA! KAMU MAU BUNDA JEWER, HAH?!" pekik Karmila melotot kesal seraya mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

​Melihat adegan kejar-kejaran spontan antara ibu dan adiknya itu, Danira akhirnya terkekeh kecil. Tawa ringannya terlepas begitu saja. Suasana rumah inilah yang sebenarnya selalu ia rindukan, hangat, ramai, jujur, dan penuh warna. Sangat bertolak belakang dengan atmosfer dingin dan sepi seperti kuburan yang selalu menyambutnya di rumah Pranaja.

1
zahara
akhirnya terbongkar juga rahasia Evran
zahara
seharusnya Ezran tidak bersikap dingin dan mengabaikan Danira dan anak-anaknya kalau sayang, walaupun Tama mendoktrin Ezran tapi seharusnya Ezran bisa merasakan dan melihat kalau Danira mencintai Ezran dan tidak egois seperti Ayzra yang Tama ceritakan pada Ezran
zahara
pantas Ezran dan Danira bisa punya 2 anak ternyata sebenarnya Ezran cinta sama Danira
zahara
aku tunggu kak Rara
Bellz
aduhh makin penasaran 🔥
Nisa Via
noh Emak kalian enk nya diapain yaa
aku bantuin dech 😂😂😂
Aysah Meta
Yo Pantes si ibu Ayzra sayang betul sama si Ezran..wong kelakuannya 11 12 sama ibunya.Egois tingkat Kanker ganas.

trs kenapa abis koma kok km lembut sama danira Ezran..apa abis kepentok stir mobil kah atau gimana?

kasiannya ae si evran,gak dapat kasih sayang dr salah satunya..baik emak atapun bapaknya.
Rudy satria
oh pantas,mungkin nasip ayahnya juga begitu karn istri nya terlalu egois,mungkin lebih kame playing victim
Rudy satria
mudah²n si Ezran udah malas pulang pengen tetap sama mamanya,jadi keluarga danira tetep bahagia
Hindra Cechen
up thor
Tri Hastuti
kasian evran..
jujrlah pd danira mungkin dia bisa membantumu
Muezza UnU
kaaan kasihan Evran
bunda n3
Danira, kami sudah janji sama Evran ga bakalan marah dan akan percaya, seenggaknya Evran sudah memberikan kebahagiaan buat kamu dan anak anakmu. Evran juga korban keegoisan ibu mertuamu
AriNovani
pada akhirnya maknya akan di tinggalkan sma anak-anaknya
AriNovani
Mereka gk akan datang gk di kasih tau
AriNovani
nah kan apa yg Papa mu bilang itu benar Zran
~Ni Inda~
Emang begitu Mamamu...egois..
Penilaian Papamu benar

Jika dulu Papamu yg hancur krn keegoisan Mamamu...sekarang Evran
Dan sebentar lagi...kau yg dpt giliran Ezran
Maka kau akan tau seegois apa Mamamu

Dan jika saatnya itu tiba...jgn pernah kau menyalahkan & menyakiti Evran
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Rahma Wati
seruuuuuuu
Sugiharti Rusli
memang sih di sini yang patut disalahkan memang Ayzra yah, karena dengan maksud ingin merawat si Ezran, dia mengorbankan Evran dalam pusaran konflik yang rumit, mana sekarang si Ezran juga bertanya tentang ayah dan juga istrinya serta anak" nya yang ga pernah menjenguknya di rumah sakit,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!