NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Jerry segera mengangkat tangan kanannya ke udara, meminta keheningan dengan gestur yang anggun.

“Tapi sebagai tuan rumah yang baik,” lanjut Jerry, matanya kembali melirik tajam ke arah sosok Sora yang tetap bergeming di kursinya, “rasanya gak adil kalau malam audit tahunan ini cuma dilewati dengan taruhan biasa. Biar gua sendiri yang putar roda keberuntungan untuk putaran penentuan ini.”

Jerry mencondongkan tubuhnya ke depan meja, menatap lurus ke arah topi pet kanvas Sora.

“Gimana, Sobat Muda?” tanya Jerry dengan nada menantang yang dibungkus keramahan palsu. “Uang kemenangan satu koma tujuh miliar lu masih ada di atas meja. Lu mau tarik tunai sekarang dan bawa pulang sekoper uang, atau lu punya nyali buat taruhan putaran ganda lawan sang pemilik rumah kasino?”

Ruangan mendadak kembali hening. Para pengusaha menahan napas, menanti jawaban dari pemuda bertopi pet itu.

Di bawah naungan tudung topinya, Sora hanya menyeringai tipis.

Ini adalah panggung yang telah ia rancang sejak hari pertama ia keluar dari klinik kontainer Dok Han. Jerry yang tamak, Jerry yang arogan, Jerry yang selalu percaya bahwa keahlian tangannya mampu mengendalikan setiap putaran roda permainan.

Sora perlahan mengangkat tangannya. Tangan kirinya yang buntung ia biarkan tetap tersembunyi di saku jaketnya, sementara tangan kanannya yang masih utuh meluncur perlahan ke atas karpet beludru meja nomor tiga.

Tanpa sepatah kata pun, Sora mendorong seluruh tumpukan cip emas dan hitam bernilai satu koma tujuh lima miliar rupiah itu melintasi garis batas taruhan.

Seluruh modal kemenangan. Tanpa sisa sepeser pun.

Tumpukan cip itu bergeser di atas karpet beludru, lalu berhenti tepat di atas sebuah kotak angka tunggal di sektor tengah meja.

‘Angka 17 Hitam.’

Desah napas tertahan terdengar serempak dari puluhan pejudi yang menonton. Beberapa pengusaha bahkan menggelengkan kepala tanda tak percaya.

“Gila…” bisik seorang pengusaha kayu di baris depan. “Satu koma tujuh miliar dipasang di satu nomor tunggal lagi… anak ini nekat bukan main.”

Mata Jerry menyipit. Ada kilatan keterkejutan yang melintas cepat di pupil matanya sebelum berganti menjadi seringai buas seorang predator yang merasa mangsanya menyerahkan leher secara sukarela.

“Tujuh belas Hitam,” gumam Jerry pelan, mengangguk puas seraya meraih bola gading putih berdiameter dua puluh milimeter dari wadah beludru. “Pilihan angka yang berani, Sobat. Tapi angka tujuh belas itu angka sial buat orang yang terlalu serakah.”

Jerry memegang bola gading itu di antara ibu jari dan jari telunjuk kanannya.

Sora memperhatikan gerakan jemari Jerry dari balik lensa kacamata tembaganya.

Ia mengenali posisi itu. Ia mengenali cara Jerry mengunci pergelangan tangannya pada sudut empat puluh lima derajat sebelum melempar.

‘Teknik Lemparan Lengkung Bandar.’

Sebuah teknik manipulasi putaran manual kuno yang dahulu diajarkan langsung oleh Jerry kepada Sora lima tahun lalu di gudang belakang ruko. Dengan memanfaatkan putaran sudut pergelangan tangan yang presisi, seorang bandar ahli dapat meluncurkan bola gading dengan lintasan bergelombang yang dirancang khusus untuk membuang bola ke sektor angka merah ganjil di seberang roda, menjauhkannya dari angka tujuh belas hitam dengan kepastian sembilan puluh lima persen.

Jerry mengira dirinya masih menjadi guru yang memegang seluruh kendali rahasia meja. Jerry tidak pernah menyadari bahwa murid yang ia campakkan ke selokan comberan kini sedang duduk di hadapannya, membaca setiap gerakan otot jarinya bahkan sebelum bola itu lepas ke udara.

“Semoga hoki lu masih ada, Sobat,” bisik Jerry dengan seringai kejam.

Dengan ayunan pergelangan tangan yang bertenaga, Jerry memutar piringan mahoni berlawanan arah jarum jam, lalu melesatkan bola gading ke lingkar lintasan luar dengan lengkungan kurva yang membelah udara.

Zrrrr… klak-klak-klak.

Bola gading meluncur kencang di atas dinding mahoni, memantulkan kilatan lampu kristal saat piringan roda berputar kencang di bawah kendali langsung sang pemilik kasino.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!