Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Di perhatikan
Rania merasa lega ketika dia sudah melihat Bagaimana keadaan yang di desa Pandan Arum itu, Tadi mereka sempat bertemu dengan beberapa orang dan terlihat begitu ramah sekali sehingga membuat Rania merasa tidak perlu takut untuk datang ke tempat ini, sebab masih bisa untuk beramah tamah terlebih dahulu dan kini hanya tinggal mencari keberadaan Purnama.
Mbok Inem yang masih ketar-ketir karena dia tahu sendiri bahwa Purnama ini bukan wanita yang ramah seperti orang lain di desa tersebut, Dia memang mau membantu orang namun bila tidak cocok maka yang ada wajah judes dan menakutkan itu akan selalu menghiasi dirinya, jadi lebih baik bila mereka tetap berhati-hati terlebih dahulu.
Yang penting nanti Purnama mau membantu Rania karena Mbok Inem sudah memikirkan bagaimana nanti bila ternyata tuyul itu memang mengincar gadis ini, tadi pagi saat terbangun saja Mbok Inem sudah merasa cemas ketika melihat luka lebam yang ada pada bagian dada sehingga dirinya merasa perlu memohon bantuan saat ini juga.
''Udara ketika masuk ke dalam sini langsung berubah.'' batin Mbok Inem.
Memang ketika mereka memasuki Desa Pandan Arum maka semua suasana yang ada di desa itu langsung berubah total, tadi ada perasaan merinding ketika belum mencapai Desa ini dan seolah ada yang terus mengikuti, Bahkan bukan hanya merasa diikuti tapi kabut itu juga menyesatkan mereka berdua sehingga kesulitan untuk menemukan Desa Pandan Arum ini.
''Kini semua desa sudah sangat ramai dan hanya punya kita yang belum ya.'' Rania berkata kepada Mbok Inem.
...''Ini adalah Desa impian semua orang, banyak yang berbondong-bondong Membeli tanah di sini untuk pindah.'' jawab Mbok Inem....
...''Pasti karena mereka merasa dilindungi kalau tinggal di desa yang sama dengan Purnama.''ujar Rania....
''Ya oleh sebab itu mereka sangat mau tinggal di desa ini, Selain tempat yang aman maka Desa ini terasa begitu nyaman sekali.'' Mbok ini menatap sekitar dengan seksama.
''Apa Yang ini rumah Mbak Purnama itu?'' tanya Rania ketika mereka sudah tiba di depan rumah besar.
''Iya, kan orang tadi bilang kalau rumah dia ada usaha laundry.'' jawab Mbok Inem dan dia juga berkeliling untuk memastikan terlebih dahulu.
''Ketuk pintu nya, Mbok.'' Rania sudah tidak sabar lagi.
Mbok Inem segera mengetuk pintu rumah tersebut karena mereka memang datang bertamu untuk meminta bantuan dari Purnama, padahal sekarang memang sudah malam tapi mau bagaimana lagi karena mereka juga tidak sengaja datang bertamu semalam ini, tentu ini semua karena mereka yang tersesat akibat kabut gaib di perjalanan Desa mati tadi.
Masih untung ada Julia dan juga Airin sehingga mereka mampu datang ke desa pandan arum sehingga bisa bertemu dengan purnama juga, Kalau tidak ada dua gadis cantik itu maka dapat di pastikan mereka berdua akan terus tersesat dan kemungkinan besar akan kembali lagi di desa asal mereka.
''Assalamualaikum.'' Mbok Inem mengetuk pintu terlebih dahulu.
Rania sudah harap-harap cemas karena takut bila ternyata nanti Purnama malah tidak ada di dalam rumah, suasana yang ada di luar juga terasa mencekam sehingga gadis ini berulang kali menoleh ke samping, dia merasa seperti ada seseorang yang sedang duduk di kursi panjang dekat usaha laundry milik Purnama.
''Kau jangan memperhatikan dia seperti itu karena Gadis itu sepertinya sudah merasa.'' Jeno memarahi Aksara.
''Gadis itu sedang dalam bahaya besar.'' Aksara berkata dengan serius.
''Aku juga merasa begitu sejak tadi dan kalau diperhatikan dia juga merasa ada yang tidak beres.'' jawab Jeno.
''Dia sudah sangat dekat dengan bahaya itu dan bila tidak segera ditolong maka dia akan terjebak.'' ucap pendekar Pedang emas.
Jeno memperhatikan lebih jauh dan memang benar Rania terlihat sedang begitu cemas sekali seperti ada sesuatu yang sedang dia takuti, Sebenarnya sekarang Gadis itu dapat merasakan bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya, namun Rania tidak bisa melihat Apakah orang itu memang ada atau hanya halusinasi yang timbul di dalam hati.
''Mana Purnama? aku sudah tidak sabar pula ingin mendengar cerita dia itu kena apa.'' Jeno bangkit berdiri dan akan masuk ke dalam rumah.
''Iblis yang sedang mendekati dia itu akan menghisap seluruh kekuatan milik gadis ini.'' tebak Aksara.
''Ya, tadi aku juga melihat tanda pada bagian bahu namun tidak terlalu jelas.'' angguk Jeno.
''Kasihan dia.'' lirih Jeno.
Jelas mereka berdua merasa kasihan karena ini dapat mereka Rasakan Sendiri bahwa Rania memang dalam bahaya, Oleh sebab itu kedua member Purnama segera masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Purnama itu sendiri agar Purnama segera memberikan bantuan terhadap Rania.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.
smg purnama sgra membantu mereka 👏
maaf baru sempat baca lg ,,, badan baru pulang istirahat di RS slma bbrpa hari 🥺