NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:502
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: KECEMBURUAN BERBAHAYA DI SEKOLAH

Pagi harinya di SMA Garuda Bangsa, suasana kelas 12-A tampak riuh sebelum bel masuk berbunyi. Clara duduk di mejanya, berusaha merapikan catatan pelajaran milik Arsen yang sempat tertunda kemarin. Wajah Clara terlihat sedikit memerah dan canggung setiap kali teringat bagaimana ia terbangun pagi tadi—berada dalam dekapan hangat Arsen yang melingkarkan lengan tegapnya begitu posesif sepanjang malam.

"Clara?"

Sebuah suara memecah lamunan Clara. Dion berdiri di samping mejanya. Laki-laki itu tersenyum tipis, lalu meletakkan sebuah kotak hadiah berukuran sedang yang terbungkus rapi di atas meja Clara.

Clara menengadah dengan raut cemas. "Dion? Ini... apa?"

"Buka aja," ujar Dion pelan. "Aku tahu kamu sering lemas karena anemia, apalagi akhir-akhir ini kamu kelihatan makin capek. Di dalam ada suplemen penambah darah kualitas bagus sama beberapa buku novel yang dulu pernah kamu bilang mau baca. Aku beliin khusus buat kamu."

Clara menatap kotak itu dengan perasaan campur aduk. "Dion, makasih banyak... tapi aku nggak bisa terima ini. Kamu udah terlalu sering bantu aku, aku nggak mau merepotkanmu lagi."

"Kamu nggak pernah ngerepotin aku, Clara," potong Dion tulus, menatap mata Clara dengan tatapan hangat. "Kita teman dari kecil. Aku cuma mau lihat kamu tersenyum dan sehat lagi, kayak dulu sebelum semua masalah ini datang."

Namun, sebelum Clara sempat mendorong kotak itu kembali, sebuah langkah kaki tegap mendekati meja mereka. Suasana di dalam kelas mendadak hening seketika. Hawa dingin yang menusuk seolah merayapi ruangan saat Arsen berdiri tepat di samping Dion.

Mata hitam Arsen tertuju pada kotak hadiah di atas meja, lalu beralih menatap Dion dengan kilat amarah yang mematikan.

Brak!

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Arsen menyambar kotak hadiah itu dan menghantamkannya ke lantai hingga terkelupas. Tidak berhenti di situ, Arsen menginjak kotak berisi botol suplemen dan buku tersebut dengan sepatu pantofelnya hingga terdengar suara pecahan kaca dan kertas yang robek hancur.

"Arsen! Apa-apaan kamu?!" pekik Dion emosi, mengepalkan tangannya dan maju melangkah.

"Sudah kukatakan padamu, bukan?" suara Arsen rendah, bergetar oleh kecemburuan yang membakar dadanya. "Jangan pernah berani menyentuh atau memberikan barang sampahmu pada milikku."

"Dia bukan barang milikmu, Arsen!" bentak Dion, tidak lagi mampu menahan rasa geramnya. "Clara itu manusia! Kamu cuma memanfaatkan utangnya buat mengekang dia!"

Arsen tertawa dingin, senyum sinis menakutkan terukir di wajahnya. Ia melangkah mendekati Dion, menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan. "Ingat posisimu, Dion. Satu telepon dariku hari ini, dan bisnis ekspor-impor milik ayahmu akan gulung tikar sebelum matahari terbenam. Kamu mau mencoba keberuntunganmu?"

Ancaman itu membuat Dion membeku di tempat. Wajahnya memucat mendengarnya.

"Arsen, cukup!"

Suara nyaring Clara memecah ketegangan. Clara berdiri dari kursinya, matanya berkaca-kaca menatap Arsen dengan rasa marah dan takut yang bercampur aduk.

"Jangan bawa-bawa keluarga Dion!" tegas Clara dengan suara gemetar, berani menatap langsung mata tajam Arsen. "Aku yang bekerja padamu, aku yang punya utang! Kamu bisa menghukumku, tapi kamu tidak punya hak menghancurkan hidup orang lain cuma karena ego dan rasa cemburumu yang gila ini!"

Seluruh murid di kelas menahan napas. Belum pernah ada seorang pun di sekolah ini yang berani membentak atau menunjuk Arsen tepat di wajahnya.

Arsen membeku sejenak. Ada rasa terkejut melintasi matanya saat mendengar Clara menyuarakan kemarahannya begitu lantang demi membela Dion. Rasa memiliki yang tersakiti dan amarah meluap-luap dalam dada Arsen.

Arsen menyambar pergelangan tangan Clara dengan erat. "Ikut aku. Sekarang."

Tanpa memedulikan Dion atau pandangan syok teman-teman sekelasnya, Arsen menyeret Clara keluar dari kelas menuju area belakang sekolah untuk menuntaskan amarahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!