NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Perjamuan Berdarah Dingin

Aula utama kediaman Duke Killian malam itu diselimuti keheningan yang mencekam, kontras dengan kemewahan lilin-lilin kristal yang menerangi setiap sudut ruangan. Di ujung meja panjang terbuat dari kayu mahoni hitam, Duke Killian duduk dengan keanggunan seorang predator. Jubah hitamnya yang berhias sulaman perak tampak berkilau di bawah cahaya temaram. Sepasang mata merah pekatnya menatap tajam ke arah Elena yang duduk tepat di seberangnya.

Elena mengatur napasnya agar tetap tenang. Di kehidupan pertamanya, melihat Killian dari kejauhan saja sudah cukup membuat bulu kuduknya berdiri. Pria itu dijuluki "Sang Tirani Berdarah Dingin" bukan tanpa alasan. Reputasinya di medan perang dan kekejamannya terhadap para pengkhianat sudah melegenda di seantero kekaisaran. Namun malam ini, Elena tahu dia tidak boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun. Ketakutan hanya akan membuatnya terlihat seperti mangsa, bukan seorang sekutu.

"Anda tidak menyentuh hidangan Anda, Nona Elena," suara Killian memecah keheningan, berat dan bergema rendah. "Apakah makanan di kediamanku tidak sesuai dengan selera seorang putri bangsawan?"

Elena tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kepatuhan yang palsu namun terlihat sangat meyakinkan. "Sama sekali tidak, Yang Mulia Duke. Hidangan Anda sangat luar biasa. Hanya saja, pikiran saya sedang dipenuhi oleh hal lain yang jauh lebih menggugah selera."

Killian mengangkat satu alisnya, meletakkan gelas anggur perak yang sedari tadi diputarnya. "Oh? Dan apa yang bisa lebih menarik daripada jamuan makan malam di kediamanku?"

"Masa depan kekaisaran ini," jawab Elena tanpa ragu, menatap lurus ke dalam manik mata merah pria itu. "Dan bagaimana kita akan menyingkirkan lalat-lalat pengganggu yang mencoba merebut apa yang seharusnya menjadi milik Anda."

Mendengar ucapan Elena, Killian terkekeh pelan. Suara kekehannya terdengar dingin dan berbahaya. "Lalat pengganggu? Maksudmu suamimu—ah, maaf, maksudku tunanganmu yang terhormat, Gavin?"

Tangan Elena yang berada di bawah meja mengepal erat hingga kuku-kukunya memutih saat mendengar nama Gavin disebut. Rasa sakit dari kehidupan masa lalunya—saat dia dibakar hidup-hidup di sel penjara bawah tanah setelah seluruh hartanya dikuras dan putranya dibantai—kembali membakar dadanya. Namun, Elena berhasil mempertahankan ekspresi wajahnya yang tenang dan anggun.

"Dia belum menjadi suamiku, dan demi dewa, dia tidak akan pernah menjadi suamiku lagi," desis Elena dengan nada yang penuh penekanan. "Gavin hanyalah seorang ambisius yang bodoh. Dia mengira dengan mendekati adik tiriku, Misha, dia bisa mendapatkan dukungan dari faksi bangsawan barat. Dia tidak tahu bahwa dia sedang berjalan menuju jurang kematiannya sendiri."

Killian menopang dagunya dengan satu tangan, menatap Elena dengan ketertarikan yang semakin dalam. Sejak wanita itu mendatangi kediamannya tiga hari lalu dan menawarkan sebuah aliansi, Killian terus mengamati gerak-geriknya. Elena yang dia kenal dari laporan mata-matanya adalah seorang Nona Muda yang naif, lemah lembut, dan sangat mencintai Gavin. Namun, wanita yang berdiri di hadapannya sekarang terasa seperti orang yang sama sekali berbeda—seolah-olah dia telah merangkak keluar dari neraka yang paling dalam.

"Aliansi yang Anda tawarkan melibatkan informasi rahasia mengenai rute pasokan senjata rahasia milik faksi barat yang dikelola oleh keluarga Gavin," ujar Killian, mengingatkan Elena pada kesepakatan mereka. "Bagaimana seorang gadis yang mengurung diri di dalam mansion mewah bisa mengetahui informasi militer tingkat tinggi seperti itu?"

Elena sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. Tentu saja dia tahu, karena di kehidupan pertamanya, dialah yang secara naif membantu Gavin menyusun rute tersebut menggunakan pengaruh dan dana dari keluarganya sendiri.

"Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing, Yang Mulia," jawab Elena diplomatis. "Anggap saja saya mendapatkan pencerahan dari mimpi buruk yang sangat panjang. Yang perlu Anda ketahui adalah informasi yang saya berikan seratus persen akurat. Besok malam, kereta kuda pertama yang membawa bijih besi ilegal akan melewati perbatasan lembah hitam. Jika Anda mengirim pasukan bayangan Anda ke sana, Anda tidak hanya akan memotong jalur keuangan Gavin, tetapi juga memiliki bukti kuat untuk menjatuhkannya di hadapan Kaisar atas tuduhan makar."

Killian terdiam sejenak. Ruangan itu kembali hening, hanya menyisakan suara gemercik lilin yang meleleh. Atmosfer di sekitar Killian terasa begitu menekan, seolah-olah udara tipis sengaja diciptakan untuk menguji mental Elena. Namun, Elena tetap bergeming, menatap Killian dengan tatapan mata yang penuh keyakinan dan kebencian yang murni.

"Kebencianmu pada Gavin begitu nyata, Elena," kata Killian perlahan, menyebut nama depan Elena untuk pertama kalinya. "Itu bukan kebencian seorang wanita yang cemburu karena dikhianati oleh kekasihnya. Itu adalah kebencian seseorang yang telah kehilangan segalanya."

Jantung Elena berdegup kencang, namun dia berhasil menguasai diri. Killian sangat tajam, kemampuannya membaca orang sungguh mengerikan. "Jika Anda tahu bagaimana rasanya mengorbankan seluruh hidup Anda untuk seseorang, hanya untuk dibalas dengan belati yang menusuk jantung Anda dan melihat orang yang Anda sayangi dihancurkan, maka Anda akan mengerti mengapa saya berada di sini, Yang Mulia."

Killian berdiri dari kursinya. Langkah kakinya yang berat terdengar mendekati tempat duduk Elena. Setiap langkah pria itu membuat ketegangan di dalam ruangan semakin memuncak. Ketika dia sampai di samping Elena, Killian membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya ke telinga Elena. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan bau besi yang samar—ciri khas seorang prajurit—langsung menusuk indra penciuman Elena.

"Aku menyukai tatapan matamu," bisik Killian, suaranya begitu dekat hingga membuat Elena merinding. "Mata seorang pendendam yang siap membakar seluruh dunia demi tujuannya. Baiklah, aku akan menerima aliansi ini sepenuhnya. Aku akan mengirim pasukanku ke lembah hitam besok malam. Jika informasi yang Anda berikan terbukti benar, maka mulai detik ini, aku adalah sekutumu, dan seluruh kekuasaanku adalah senjatamu."

Elena menoleh, menatap mata merah Killian yang kini berada hanya beberapa sentimeter dari wajahnya. "Dan apa yang Anda inginkan sebagai imbalannya, Yang Mulia? Saya tahu seorang tirani tidak pernah memberikan bantuan secara cuma-cuma."

Killian tersenyum misterius, sebuah senyuman yang tampak menawan namun mematikan. Dia menegakkan kembali tubuhnya dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah kota kekaisaran yang gemerlap di kejauhan.

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!