NovelToon NovelToon
Dua Hati Mencintai

Dua Hati Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agustin Hariyani

Cinta tidak pernah salah.
Yang salah… hanya waktunya.
Zara mencintai Kenzy dengan cara yang tenang.
Seperti rumah yang selalu menunggu untuk ditinggali.
Seperti doa yang diucapkan pelan setiap malam.
Ia tidak pernah menuntut masa lalu Kenzy.
Ia hanya ingin menjadi masa depan yang dipilihnya.
Namun takdir tidak pernah sesederhana itu.
Karena sebelum Zara… ada Eve.
Perempuan yang pernah menjadi dunia Kenzy.
Yang mencintainya ketika hidup belum dipenuhi luka.
Yang menggenggam tangannya sebelum badai menghancurkan segalanya.
Eve tidak pergi karena tidak mencintai.
Ia pergi karena mencintai terlalu dalam.
Dan ketika ia kembali,
Ia tidak datang untuk merebut.
Ia hanya datang dengan hati yang belum selesai.
Kenzy berdiri di antara dua perempuan yang sama-sama mencintainya dengan cara yang berbeda.
Satu adalah masa lalu yang penuh pengorbanan.
Satu adalah masa kini yang penuh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Hari-hari  Zara sebagai asisten pribadi Kenzy Maheswara dimulai tanpa pengalaman… tapi penuh keberanian.

Dan sedikit nekat.

Jam 07.55 pagi, Zara sudah berdiri di depan ruang kerja Kenzy dengan tablet di tangan dan catatan kecil penuh sticky notes warna-warni.

Ia menarik napas.

“Profesional. Fokus. Jangan lebay. Jangan overthinking.”

Pintu terbuka.

Kenzy masuk dengan langkah tenang.

Zara langsung berdiri tegak.

“Selamat pagi, Pak. Jadwal Bapak hari ini sudah saya susun ulang. Meeting dengan klien Surabaya saya geser ke pukul sepuluh karena mereka delay penerbangan. Presentasi sudah saya siapkan di email Bapak. Dan kopi Americano tanpa gula sudah tersedia indah di meja bapak”

Kenzy berhenti.

Menatapnya.

“Kamu baru enam hari kerja.”

“Iya, Pak.”

“Kamu yakin belum pernah jadi asisten pribadi?”

Zara tersenyum bangga.

“Belum, Pak. Tapi saya sering jadi asisten hidup bibi saya. Jadi kurang lebih mirip.”

Kenzy menahan senyum.

“Mirip bagaimana?”

“Bedanya cuma satu. Kalau bibi saya marah bisa lempar sandal. Kalau Bapak paling cuma lempar tatapan.”

Kenzy terdiam.

Zara langsung menutup mulutnya sendiri.

“Maaf, Pak. Refleks.”

Kenzy menghela napas pelan.

“Ada satu hal yang harus kamu pelajari.”

Zara tegang.

“Apa itu, Pak?”

“Berhenti bicara sebelum otakmu selesai berpikir.”

Zara mengangguk cepat.

“Siap, Pak. Sedang proses update sistem.”

Kenzy hampir tertawa. Hampir. Namun ia sembunyikan

Walaupun cerewet, Zara cepat belajar.

Ia hafal jadwal Kenzy dalam seminggu.

Ia tahu Kenzy tidak suka rapat terlalu lama.

Ia tahu nada suara Kenzy berubah sedikit kalau sedang kesal.

Ia bahkan tahu kapan harus diam.

Dan itu membuat Kenzy… terkesan.

Suatu siang setelah meeting besar, Kenzy berkata singkat,

“Good job Zara.”

Zara membeku.

“Pak… barusan Bapak memuji saya?”

“Ya.”

“Secara langsung? Tanpa sindiran?”

Kenzy menatapnya datar.

“Perlu saya tarik kembali?”

“Tidak, Pak! Saya simpan di hati!”

Kenzy memalingkan wajah karena kalau tidak… dia akan ketawa.

Dan dia tidak mau terlihat terlalu manusiawi.

Puncaknya… terjadi saat presentasi dengan klien penting.

Zara berdiri di samping layar, mengoper slide.

Kenzy sedang menjelaskan grafik penjualan dengan serius.

Tiba-tiba,

Klik.

Slide berubah.

Bukan grafik.

Tapi…

FOTO KUCING MEMAKAI DASI.

Ruangan hening.

Kenzy berhenti bicara.

Zara menatap layar.

Lalu menatap tablet.

Lalu menatap Kenzy.

“Pak… itu bukan bagian strategi marketing kita.”

Klien mulai menahan tawa.

Kenzy menatapnya perlahan.

“Penjelasan?”

Zara panik.

“Itu… itu motivasi pribadi saya, Pak. Supaya kerja keras kayak kucing cari makan.”

Satu klien tersedak menahan tawa.

Kenzy memejamkan mata sebentar.

“Slide berikutnya. Sekarang!!!.”

Zara cepat mengganti.

Presentasi lanjut dan berjalan lancar.

Tapi setelah klien keluar.

Pintu tertutup.

Sunyi.

Zara pelan-pelan mundur.

“Pak… saya bisa jelaskan.”

Kenzy menatapnya.

Lima detik.

Sepuluh detik.

Lalu…

Dia tertawa.

Tertawa pelan tapi nyata.

Zara bengong.

“Pak… Bapak ketawa?”

Kenzy menggeleng kecil sambil mengusap pelipisnya.

“Kamu benar-benar… sesuatu.”

Zara nyengir.

“Positif atau negatif, Pak?”

“Saya masih memutuskan.”

“Tapi…jangan terulang Kembali”

Lalu mereka berdua tertawa Bersama.

 Sore itu

 sepulang Zara bekerja ia berjalan kearah taman.

Kakek Jo sudah menunggu.

“Nah, ini cucu matahari Kakek! Gimana kerjaannya?”

Zara langsung duduk dan mulai cerita dengan heboh.

“Kakek tahu nggak! Tadi aku bikin malu bosku! Slide presentasi keputer foto kucing pakai dasi!”

Kakek Jo pura-pura terkejut.

“Wah, bosmu marah dong?”

“Awalnya sih iya kelihatan dingin banget, matanya terlihat seperti mau mencekik laher aku.”

“Tapi setelah meeting selesai dan semua klien pulang dia ketawa! Ketawa loh, Kek! Kayak nemu tombol rahasia.”

Kakek Jo tersenyum lebar.

“memangnya bosmu itu orangnya gak bisa ketawa?”

“Banget! Serius. Dingin. Tatapannya bisa bikin WiFi putus.”

Kakek Jo menahan tawa.

“Terus kamu nggak takut?”

Zara mengangkat bahu.

“Takut sih. Tapi ya… dia juga manusia. Kadang kesel sama aku, kadang ketawa sendiri. Kayaknya dia juga nggak biasa punya asisten kayak aku.”

Kakek Jo tertawa kecil.

“Bagus. Tetap jadi Zara ya.”

Zara mengangguk.

“Tentu dong, Kek. Kalau aku berubah jadi kalem dan anggunly, dunia bisa gonjang ganjing.” Zara tertawa

Kakek Jo menatapnya lembut.

Dalam hatinya ia berkata,

“Akhirnya ada yang bisa bikin kenzy ketawa.”

Tapi tentu saja ia tidak bilang itu.

Ia hanya tersenyum dan berkata,

“Ceritakan lagi tentang bosmu itu. Kakek penasaran.”

Dan Zara pun lanjut ngoceh tanpa sadar bahwa yang duduk di depannya adalah kakek dari bos yang sedang ia ceritakan dengan penuh ekspresi.

1
Azahra Wicaksono
🤣🤣😄
Retno Isusiloningtyas
jodoh Ken ore nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!