NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Lempar batu sembunyi tangan

Sepertinya memang resiko menjadi seorang ketos, seorang yang menjadi center, publik figurenya sekolah, orang nomor satu diantara organisasi siswa itu ya digosipi, diikuti gerak-geriknya... tak terkecuali Mainaka.

Pamornya lebih mencolok ketimbang seorang Arjuna atau anak-anak famous lainnya di sekolah. Terlebih, Mainaka seorang yang memang sudah terlihat sejak pertama kehadirannya di sekolah ini menjadi siswa baru dengan seragam putih birunya.

Dia cukup ganteng, keren dan tak banyak bicara yang tak penting, tapi cakap sekalinya bicara, meski dalam hal materi tak semua tau siapa Naka.

Ia masih bicara dengan pak Bowo sambil berjalan keluar dari ruang guru, hingga berpisah di belokan dekat dengan perpustakaan. Sempat terdiam sejenak, Naka ingat dengan dessert box pemberian bunda Shanum yang tadi pagi ia masukan ke dalam tas. Hari ini ia libur membeli onigiri dan roti, memilih hanya membeli air mineral saja.

Depan Belakang Oke

(Savero) Ka, kalo udah selesai ketemu pak Bowo, ke ruang OSIS....masih pada disini kok.

(Canza) Nih Ka, nih...temen-temen Lo ghibahin Lo sama geng Ceriwis gue ngga ikutan ya, baru datang gue...mana sambil rujakan lagi.

(Mainaka) rujakan apa? Beresin lagi, jangan sampe kena file atau ngotorin ruangan...

(Lutfi) rujakan bibir, wkwkwkwkwk!

(Savero) temen-temen Lo, anyingg...lah. Lo bukan temen Naka, Lo temennya Arjuna gitu?

(Lutfi) hahaha, temen setan.

Naka mampir sebentar ke dalam kelasnya demi mengambil dessert box pemberian Shanum lalu membawanya ke ruang OSIS.

Benar, dari luar saja ia masih mendapati beberapa pasang sepatu, meskipun tak lagi menemukan sepatu milik anggota lain seperti Chika, Airani dan Adit.

Hanya ada Pandu yang begitu sibuk bersama Nabila sebab tugas yang diminta Naka untuk beres segera tak bisa ia tunda lagi.

Lalu ada Vero, Lutfi dan Canza.

Baiknya Canza, yang datang membawa seabrek-abrek cemilan untuk mereka termasuk Pandu dan Nabila, "nih gue mah baik orangnya!"

"Baik kok koar-koar...bilang aja Lo lagi nyaleg..." Vero menerima minuman isotonik dari Canza.

Pandu dan Nabila masih mencatat dan mengetik, sementara Lutfi...kertas yang banyak coretannya itu bersiap ia rapikan dibantu Vero.

"Thanks, ngga minta ganti kan Za?" kekeh Pandu menerima minuman yang sama dengan Savero. Canza menggidik sekali, "harganya jadi 50 ribu."

"An jir .." umpat Pandu ditertawai Lutfi, "ntar gue minta gantiin sama Mima."

Canza mencebik, "ngga usah bawa-bawa nama nene lampir. Puas banget tangan gue dicakar...." Canza memperlihatkan lengannya yang dipenuhi oleh bekas cakaran Jemima, Pandu terkekeh, temannya itu memang sejenis kucing hutan.

"Ya lagian Lo doyan banget ganggu. Suka Lo sama Jemima?" sewot Pandu.

Vero mendengus sembari menyeringai melihat betapa mudahnya isi hati Canza ditebak apalagi oleh Pandu.

"Engga lah. Gue cuma seneng godain doang...galak." Canza menggelar jajanan yang ia beli.

"Sungkem Lo sama Pandu, Za...pengen deketin Mima belajar dulu jadi admin lambe turah, biar nyambung sama Pandu..." tawa Vero memantik tawa Nabila dan Lutfi.

"Si alan." Umpat Canza dan Pandu bersamaan. Mereka kembali pada kegiatannya yang terjeda oleh obrolan random itu.

Naka sudah melepas sepatunya disana, membuat mereka notice kedatangan Naka.

"Wey Ka, sini...masih pada rame kok ngomongin lo yang jelek-jelek, gabung yuk gabung jangan sungkan..." ajak Canza. Nabila, ia tak bisa untuk tak berhenti tertawa terlebih mereka mengucapkan itu seolah tanpa beban, dan memang betul...Naka terlihat kebal saja dibully begitu. Hanya mereka saja mungkin yang berani.

"Gila sihhh, anak-anak OSIS tuh sat set banget kerjanya...salut banget gue! Ketakutan dan kepatuhan kalian pada ketua OSIS yang diktator ini patut diacungi jengkol!" angguk Canza lagi mengoceh melihat betapa sibuknya Pandu, Lutfi dan Nabila.

Siapa juga yang tak tertawa mendengar ocehan Canza itu, bahkan Pandu yang ingin sekali menggeprek kepala Naka karena tugas darinya telah berhasil menyita waktu istirahatnya hari ini seketika tertawa.

Memang betul, patuh dan takut beda tipis...tapi ya betul yang dibilang Vero...Naka memang sudah stelannya begitu, cara kerjanya begitu sejak awal dilantik dan mereka memang sudah seharusnya terbiasa. Toh memang benar juga, hasil tak menghianati usaha. Meski harus berda rah-da rah dan merangkak bercape-cape ria.

"Haha saravvv. Berani banget dia, soalnya bukan Arjuna yang lagi dia hina.."

"Justru lebih serem dipecat dari pertemanan...sayangnya Naka terlalu kebal dan budeg dihina begitu sama temen sendiri." Lagi, Vero yang kini bersuara dihadiahi tonjokan kecil Naka yang duduk di sampingnya dan membuka dessert box.

"Dikerjain sekarang Ndu, Bil?" tanya Naka dengan tanpa dosanya. Pandu mencebik, "ya elah Ka, tadi kan Lo mau secepatnya....balik sekolah mesti udah setor, ngga inget? Muka Lo udah kaya mau nelen gue sama Bila aja kalo ngga beres..."

Naka hanya mengangguk, "oh, ya udah terusin kalo gitu."

Si an jing, hahaha! Lutfi terkekeh.

"Lah, Lo ngga ngerjain tugas Lo juga, Fi?" tanya nya pada Lutfi yang kemudian membuat pemuda itu mengangkat kertas penuh coretan, "ntar dirapiin Gista."

"Weyyyy, punya makanan istimewa dari orang istimewa! Bagi dong..." alis Vero naik turun ia mainkan. Jelas Savero yang paling tau...sebab ia ada disana sebagai saksi bisu Shanum memberikan dessert box itu, bisu karena mulutnya disumpal suapan nasi kuning sehingga ia kesulitan berkata-kata.

"Beli cuma satu doang Ka, pelit banget...nih umat ada banyak kalii..." cibir Canza.

"Apa dapet dikasih dari adik kelas ya?" Lutfi yang kini menaikan turunkan alisnya, sudah menjadi hal biasa jika Mainaka mendapatkan sesuatu dari adik kelas atau teman satu angkatan bahkan tak jarang pula senior kelas XII. Sampai detik ini saja, entah itu Naka, Vero ataupun Canza bahkan Arjuna pun sering menerima coklat, dessert box, minuman, sampai satu box donat berkartu ucapan manis.

"Cewek mana lagi nih? Kelas mana?" tanya Lutfi. Pandu melirik itu, tapi Nabila yang bersuara, "wahhh, laris manis nih kaka-kaka OSIS!"

"Dari cewek spesial, adek ketemu gede..." bukan Naka tapi Vero yang bersuara lagi tanpa ijin.

"Shanum ngga suka cowok playboy, Ka..." celoteh Pandu memancing semuanya untuk melihat ke arah ketua divisi Organisasi dan Kaderisasi ini.

Naka memasang tampang clueless, sementara yang lain sudah melipat bibirnya kencang-kencang.

Mungkin pertanyaan yang ada di benak Naka, kenapa harus Shanum? Dan pandangannya praktis saja melirik ketiga kawannya itu, apa yang terjadi...atau lebih tepatnya apa yang mereka bicarakan di belakangnya barusan?

"Arjuna yang ramah yang jarang peminatnya plus jaga hati aja kena tolak, Ka....apalagi modelan Naka yang baru aja posting lagi bareng cewek." Kembali Pandu war-wer-worr bicara tanpa rem tanpa filter.

"Lo ngomong apa sih, ada sesuatu yang gue ngga tau?" tanya Naka.

Pfffttt...

"An Jing dia nih Ka!" tunjuk Canza pada Lutfi, Lutfi justru menunjuk Vero begitupun Vero menunjuk Pandu, "nih dia Ka, yang mulai.... stalking Ig lo...."

.

.

.

1
Iccha Risa
simpel ya Ka
Iccha Risa
waduhhhh 🤣🤣
Iccha Risa
ini tamu2 yg diundang balik sono, ntar aja diskusinya
lestari saja💕
sweet bgt naka...😍😍😍
lestari saja💕
yg cowok datar,ga ada jaim2nya,yg cewek kepolosan😂😂😂hadehhhh
lestari saja💕
ga lah num kn tadi kmu cuma kasih kaos ma celana training
Iccha Risa
auhhh Sha kasihan mw makan tapi hrs sembunyi, nyusahin sndri
lestari saja💕
entah knp klo dicium kok jadi lemes yaaa😂😂😂😂
lestari saja💕
yaaa rujakan lagiiiii😂😂😂
lestari saja💕
aseeeekkk😋
lestari saja💕
jangan sampe ada tawuran antar sekolah aja...tapii melihat power nya naka???semoga ga terjadi
lestari saja💕
gpp num ada sensasi degdeg kesel marah dan jengkel
Nurs_tars
gaya pacaran anak jaman now y mainx terlalu jauh
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
uluh2 apa gak gelantungan eta kanjut euy 🤣....aduh gemes pengen remes gak sih sha 🤣
lestari saja💕
jangan ngereog ya num
Nurs_tars
fiks turunan ganesha
Nurs_tars
ya Allah pake dibahas lg
@Arliey🌪️🌪️
ko gw jadi ikut membayangkan yang tidak tidak🤭🤣🤣
Iccha Risa
ampun posisimu amat sulit Sha udh mah laper deuhh ga nguntungin 🤣 si mas mas ketos ini malah santai banget ...
Nurs_tars
dr kucing betina jd jelly y sha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!