Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jemput sekolah
"kamu bawa motor sendiri.?" tanya ethan pada aruna saat mereka sedang sarapan
"engga, lagi males aja, mau nebeng kakak" jawab aruna sambil mengunyah roti panggang nya
"ngga mau satria anter kak..?" suara satria muncul di belakang aruna
"loh.. Kirain udah jalan..? Eh... Koq kamu pake baju bebas dek..?" bukannya menjawab aruna malah balik bertanya
"satria ada pertandingan nanti siang jadi mau latihan aja pagi ini, sekolahnya absen dulu"
"enaknya...." aruna lesu mendengar jawaban sang adik
"kak aru kalo lomba juga dapet libur kan, kenapa setiap satria libur kakak keliatan iri...?" tanya satria heran
"kakak pengen libur kalo orang-orang libur dek..." jawab aruna asal
"ada-ada aja kamu sayang" hito datang sambil mengacak rambut anak perempuannya, lucu dengan keluhan anak gadisnya
"aahh... Papi... Rambut aru jadi berantakan nih..." kesal aruna pada papinya yang senang sekali mengacak rambutnya walau akhirnya akan kembali rapi entah ethan atau satria yang merapikan nya
"hahaha... Kenapa, papi seneng pegang rambut kamu tau..."
"mami... Suaminya nih, genit banget sama aru...." teriak aruna karena leana masih di dapur menyiapkan susu untuk anak-anak nya
"khusus sama aru mami ngga akan marah, tapi kalo sama yang lain jangan harap" mata tajam leana menatap hito tanda peringatan telah di pasang
"mami bercanda aja.. Selama ini emang papi pernah macem-macem dibelakang mami..? Jangankan macem-macem baru niat aja pasti udah kena pasung mommy" ujar hito mengingat mommy nya yang tambah galak saat ia punya anak
"hahaha... Bagus dong ternyata grandma the best.." aruna puas dengan sikap takut papinya di depan sang mami.
Aruna sangat menyukai sikap pria cinta pertama nya, yang selalu bisa menempatkan dirinya di mana pun itu. Papi bisa menjadi suami dan ayah yang hangat saat di rumah juga selalu memberikan contoh terbaik buat anak-anak nya, papi juga jadi atasan yang bijaksana terlihat dengan pesatnya perkembangan perusahaan ketika dipegang oleh nya, papinya juga bisa jadi anak berbakti pada kedua orang tuanya juga mertuanya, dan papinya juga bisa jadi teman untuk para sahabatnya. Aruna sangat mengagumi papinya juga sang kakak.
"ya udah yuk dek berangkat..." ethan berdiri dan membereskan piringnya yang ia pakai dan menatap sang adik
"sama satria aja kak, udah lama satria ngga anter kak aru" pinta satria pada kakak lelakinya
"gimana dek..?" tanya ethan pada aruna
"ya udah, aru sama satria aja kak. Lumayan ganti tebengan hehe..."
"ya udah ayo berangkat nanti kena macet..." ajak ethan pada kedua adiknya
Aruna juga satria pun menyelesaikan sarapannya dan berpamitan pada ke dua orang tuanya
"satria langsung nanti ya mi, kayanya pulang sore..." pamit satria pada leana
"iya, hati-hati ya. Semoga di mudahkan dan di lancarkan" do'a tulus seorang ibu untuk sang anak
Aamiin....
Semua yang mendengar pun mengaminkan dan berharap anggota termuda di keluarga mereka dapat yang terbaik.
.
"waw... Liat tuh... Aruna sama siapa lagi..? Biasanya kalo ngga bawa motor matic nya dia bareng sama ethan"
"aruna emang dulu pernah di anter juga sama cowo itu deh kayanya, tapi udah lama engga soalnya bareng ethan mulu"
"koq bisa sih ethan sama aruna, tuh liat ethan malah nunggu aruna di parkiran sambil liatin aruna turun dari motor eh...eh... Di bukain juga dong helm nya" suara heboh keluar saat satria membantu membuka helm aruna yang agak macet
"aruna ngga takut di tinggal ethan apa ya..? Cowo seperfect ethan masih di selingkuhin di depan mata"
"kalo udah cinta ya gitu kali...."
Gerombolan siswi yang duduk di taman dekat parkiran itu pun tak luput melihat keakraban satria juga aruna dan keberadaan ethan yang menurut mereka sangat menyedihkan.
Setelah selesai berpamitan aruna pun berjalan masuk dan ethan pun berjalan mendekati aruna, aruna seperti biasa langsung mengapitkan tangannya ke lengan ethan tanpa ragu membuat para siswi yang mengomentari aruna melongo.
.
"pulang sekolah jam berapa..?" Sebuah pesan masuk ke ponsel aruna saat jam istirahat
"jam 2 kak, kenapa..?" balas aruna
"jalan sama kakak yuk..." Ajak yudistira tanpa ragu
"Kemana..?" tanya aruna memastika sebelum meminta izin
"ada tempat wisata kuliner baru buka, mungkin kamu suka"
"Waw... Makan.. Aru mau kak..." balas aruna semangat
"lagi istirahat kan..?" tanya yudistira
"iya..." balas aruna
Tak lama ponsel aruna berbunyi dan aruna langsung mengangkatnya
"halo kak.." sapa aruna
"ethan ada di deket kamu..?" tanya yudistira langsung
"ada...kenapa" jawab aruna sambil melirik ke arah kakaknya yang kini melihat padanya
"kasih telponnya ke ethan, kakak mau ngomong sebentar" pinta yudistira
Aruna pun tanpa bertanya lagi langsung memberikan Ponselnya pada ethan, ethan mengernyitkan alisnya bingung walau ia langsung mengambil ponsel sang adik tanpa tau siapa yang ada di sebrang sana
"halo" suara berat ethan mengawali percakapan mereka
"halo ethan, ini yudis, em... Kakak mau izin mau jemput aruna pulang sekolah. Mau ajak wisata kuliner"
"kakak udah izin papi..?" tanya ethan
"kebetulan tadi udah telpon om hito sebelum ajak aruna"
"kalo udah izin papi ya ngga apa-apa kak..." jawab ethan santai
"makasih ya... Nanti saya jemput ke sekolah" suara senang terdengar di telinga ethan
Ethan memberikan ponselnya pada pemiliknya saat percakapannya selesai
"boleh..?" tanya aruna memastikan
"percuma kakak larang kalo papi udah ngasih izin, kamu juga mau kan di ajak..?" tanya ethan dan aruna malah cengengesan
"hehe... Wisata kuliner kak... Siapa yang nolak..." aruna beralasan
"alasan aja... " ledek ethan
Ethan sebenarnya tak keberatan dengan keberadaan yudistira, hanya saja saat ini adiknya masih sekolah, baru 17 tahun. Ethan hanya ingin berjaga-jaga walau adiknya bisa menjaga dirinya sendiri.
Sepulang sekolah ethan memberikan beberapa lembaran merah pada adiknya
"buat apa kak..?" tanya aruna bingung melihat sang kakak memberikannya uang cash
"pegang aja, jangan mengandalkan orang lain selagi kamu mampu, walau ada beberapa sudah bisa pakai QRIS tapi ada beberapa yang masih cash"
"makasih ya kak.. Hehe tau aja aru ngga pegang uang" jawab aruna asal, ia memang tak pegang uang tapi uang di Mbangking nya melebihi ekspetasi siswa SMA namun wajar untuk keturunan atmadja juga brata
"ya udah yuk.. Siapa tau kak yudis udah nunggu..." ajak ethan
Namun perhatian mereka teralihkan pada kerumunan orang di depan gerbang sekolah, ethan yang menemani aruna menunggu yudistira pun mau tak mau melihat kerumunan itu dan bisa melihat apa yang terjadi karena postur tubuh yang tinggi, dalam kerumunan itu ada seorang pria yang berdiri bersandar pada motornya dan melambaikan tangannya saat melihat ethan
"Ethan" panggilnya
Ethan yang dipanggil pun membalas lambaian tangan itu seketika kerumunan itu membelah dan membuat jalan untuk ethan
"ow... Temennya kak ethan... Pantesan ganteng"
"heh... Loe ribut aja dari tadi"
"ih.. Sirik aja, kenapa kesel ya dari tadi di cuekin sama mas ganteng"
"s*alan loe..."
"hahaha.. Ga usah kepedean deh, ethan aja ngga mau liat loe apalagi mas ganteng"
Beberapa komentar asal membicarakan seiring pria yabg memanggil ethan pun menghampirinya
"udah lama kak..?" tanya ethan
"lumayan buat bikin kerumunan kaya gini..." celetuknya asal dan matanya teralihkan saat melihat wanita imut di belakang ethan yang menunjukkan kepalanya "loh kamu bareng ethan ..?" tanyanya dengan mata berbinar
"iya hehe... Kak yudis bawa motor..?" tanya aruna pada pria yang ternyata adalah yudis
"iya, lagi pengen aja, ngga apa-apa kan..?" tanya yudis memastikan
"aman kak, motor kakak lebih aman dari motor ethan" ujat ethan sambil terkekeh kecil apalagi melihat motor yudis yang bernilai fantastis. Motor Harley Davidson Ultra Limited. Bukan tanpa alasan yudis memilih tipe ini, ia tetap ingin aruna nyaman walau hanya memakai motor
"nah... Kalo model kata gini aru juga nyaman kak, apalagi aru ngga susah naiknya" ucap aruna saat melihat motor yang dibawa yudis
"kakak cuma asal pilih aja" ucap yudis
"asal pilih tapi harganya hampir 1 M dek" bisik ethan membuat aruna melotot sambil menelan ludahnya dengan kasar
"gila... Sekaya apa nih orang...."