Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13- CKOD 13
Vivian dan Desy masih berada di rumahnya. Desy mencoba menghubungi suaminya, tapi sejak tadi, nomor Sony tidak bisa di hubungi.
"Bu, bagaimana ini? aku tidak bisa menghubungi mas Sony?" tanya Desy panik.
Lagaknya saja mengancam suaminya dan menyuruh suaminya pergi. Padahal, dia juga termasuk wanita yang takut sekali kehilangan suaminya.
Sony Hermawan adalah anak dari salah satu manager di perusahaan keluarga Alexander. Desy menyukainya dan minta pada ayahnya menikahkannya dengan Sony. Karena jabatan yang janjikan untuk Sony di perusahaan Alexander juga cukup bagus. Maka ayahnya memaksa Sony menerima pernikahan itu.
Sony bahkan di berikan kepercayaan oleh Bima mengelola kantor cabang perusahaan milik Leo. Sudah selama 7 tahun ini, Sony menjadi direktur utama di sana. Selama itu pula, Sony bahkan tetap tinggal di rumah mertuanya. Karena Vivian tidak mau Desy tinggal di rumah sendiri. Karena Sony memang sering keluar kota. Itu untuk masalah pekerjaan. Tapi pria itu memang pria baik, dia benar-benar menjaga dan menghormati istri dan keluarga Alexander ini dengan benar.
Hanya saja semalam, Desy kembali marah. Karena Sony ketiduran di kamar Davin. Sony bermain dengan Davin, lalu membacakan cerita untuk anaknya itu sampai dia sendiri ketiduran.
Dini hari, dia terbangun dan kembali ke kamar Desy. Sayangnya Desy malah marah. Dia berpikir, suaminya sengaja, tidak mau tidur di kamarnya karena apa yang dia katakan sebelumnya.
Pertengkaran terjadi, dan Leo yang tidak sengaja mendengar pertengkaran itu malah jadi marah juga pada Bella.
"Mungkin suamimu sedang rapat. Makanya ponselnya di matikan. Jangan terlalu khawatir! Sony bukan pria yang akan mengkhianati istrinya, lagipula mana berani dia!" Vivian berkata seolah Sony takut pada keluarga Alexander.
Padahal, Sony hanya seorang pria baik yang menaruh rasa hormat cukup tinggi pada keluarga ini. Meskipun dia kurang setuju dengan perlakuan keluarga ini pada Bella.
Sementara itu, perawat yang bernama Mega itu sudah berada di sebuah toko buku. Dia tak bisa menemukan telepon umum. Sedangkan waktu istirahatnya sebentar lagi. Makanya, dia masuk ke sebuah toko buku, dan memberanikan dirinya meminjam telepon yang ada di toko itu.
Beruntungnya dia, pemilik toko mengijinkannya. Melihat seragam perawat dan sweater yang dia gunakan.
"Terima kasih, pak!"
"Iya mbak, ya sudah saya tinggal ya!"
"Iya, sekali lagi terima kasih!"
Mega segera menekan nomor yang ada di kertas catatan kecilnya itu. Cukup lama dia menunggu sampai ada yang menerima panggilan telepon itu.
"Halo, selamat siang..."
[Siapa ini?]
Terdengar suara yang sangat tegas di sebarang sana.
"Saya Mega, perawat di rumah sakit Cempaka. Bisa saya bicara dengan tuan Aditya?" tanya Mega seperti yang diperintahkan oleh Bagas padanya.
[Kenapa ingin bicara denganku?]
Suara yang terkesan dingin dan tegas itu bertanya dengan sangat datar.
"Aku diminta tuan Bagas menghubungi anda. Dan mengatakan tuan Bagas ada di rumah sakit. Bangsal nomor 298"
[Segera tutup teleponnya. Bersihkan sidik jarimu dari telepon itu]
Wajah Mega langsung menjadi serius.
"I... iya..."
Tut Tut Tut
Dan sebelum Mega meletakkan gagang telepon itu. Panggilan telepon itu sudah terputus. Sesuai yang diperintahkan oleh Aditya, Mega segara membersihkan telepon itu dengan tissue basah yang kebetulan dia bawa.
"Sudah, sekarang aku juga harus singkirkan kertas ini. Seperti kata tuan Bagas!" gumam Mega yang merobek sangat kecil keras di tangannya lalu membuangnya ke tempat sampah.
Mega berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada pemilik toko. Dia pun kembali ke rumah sakit.
**
Malam datang dengan cepat, bahkan sampai malam, tidak ada yang menjenguk Bella. Leo juga tidak datang. Mungkin pihak rumah sakit sudah memberitahu Leo kalau kondisi Bella masih sangat parah.
Tapi, sebenarnya Bella juga tidak berharap suaminya datang. Yang ada, dia akan mendengarkan kata-kata tajam menusukk hati, atau tatapan penuh kebencian dari Leo padanya itu.
Setelah minum obat, Bella pun tertidur. Setidaknya dia bisa tidur tanpa ada drama dan air mata.
Dan ketika malam semakin larut itulah, pintu kamar Bella tiba-tiba terbuka. Bukan dokter atau perawat yang datang. Bukan pula Leo atau Oscar. Tapi seorang pria bertubuh besar yang tampak sangat kurus, padahal dulu dia punya tubuh yang sangat atletis. Seseorang yang langsung menetaskan air matanya ketika melihat Bella terbaring dengan keadaan tubuh lemas di ranjang pasiennya.
Perlahan pria itu menghampiri Bella. Langkahnya sendiri tertatih, tapi dia berusaha terus mendekat ke ranjang pasien Bella.
"Bella..." lirihnya pelan. Sangat pelan, seperti sebuah bisikan.
Lampu di kamar itu, memang dinyalakan sebagian saja. Bagian tempat tidur Bella di matikan. Tapi cahaya itu cukup untuk menjaga pria itu bisa melihat, tangan Bella jag penuh dengan luka.
Tangisnya semakin menjadi.
"Mereka akan membayar ini, adikku. Mereka akan membayarnya!"
Ya, yang masuk ke dalam kamar itu adalah Bagas. Setidaknya dia punya waktu 15 menit, supaya bisa melihat adiknya. Setelah meminta Mega memasukkan obat sakit perut ke minuman penjaga yang berjaga di depan pintunya.
Bagas meraih tangan Bella, menggenggam dengan lembut.
"Tunggu sebentar lagi ya, kamu tunggu kakak sebentar lagi. Kakak sendiri yang akan datang menjemputmu keluar dari rumah neraka itu!"
Bagas yang tahu waktunya hampir habis. Segera menyeka air matanya dan mengecup kening Bella. Setelah itu dia pergi keluar dari ruangan itu.
Dengan cepat, Bagas kembali ke bangsalnya. Dia kembali berbaring di bantu oleh Mega.
"Penjaga itu sudah dekat, tuan cepat berbaring!" kata Mega.
"Mega, aku akan mengingat kebaikanmu!"
"Tidak masalah tuan. Ayahku bilang, aku bisa jadi perawat seperti sekarang karena tuan Bagas Prasetya. Aku bahkan merasa beruntung bisa membantu!" kata Mega yang segera menyelimuti dan memasang kembali infus Bagas.
Ceklek
"Bagaimana kondisinya? apa dia sudah bangun?" tanya petugas yang sudah kembali untuk berjaga.
"Belum tuan, saya sudah memeriksa semuanya. Belum ada respon sama sekali. Masih koma!" kata Mega berbohong.
Petugas itu mengangguk paham.
"Ya sudah, keluarlah kalau sudah memeriksanya. Jangan lama-lama berada di dalam!" kata petugas itu lagi.
"Baik tuan!" sahut Mega yang langsung membawa peralatannya keluar dari ruangan itu.
Mega menoleh sekilas ke arah petugas itu.
"Tuan, tuan terlihat sangat lelah. Di bangsal sebelah itu, ruangannya kosong. Lagipula pasien di bangsal 298 kan koma. Tidak bisa bangun juga. Tuan bisa istirahat disana!" kata Mega pelan.
Petugas itu mengangguk paham. Dia memang merasa kurang enak badan.
"Apa kamu tahu, dari tadi aku sakit perut. Sudah bolak-balik 4 kali ke toilet. Kamu punya obat?" tanya petugas itu.
"Tuan pasti masuk angin. Tuan sudah berjaga beberapa semalaman. Ini, minumlah. Ini obat masuk angin, tidur tuan akan lebih baik. Sakit perutnya juga akan hilang!" kata Mega.
Petugas itu meraih obat yang Mega berikan. Ya, dia pikir itu memang obat sakit perut. Padahal yang sebenarnya Mega memberikan obat tidur pada petugas itu.
***
Bersambung...
Namun terlihat biasa saja, di mata mereka yg tak pandai menjaga dan tak punya hati..
Dan kau terlihat berharga, ketika kau telah menjauh pergi..
Astaghfirullah.. Pengen aja suami Bella & keluarga nya ku maki².. 🤣
masa cuma seekor leo yg lagi kesurupan udah KO
masih ada yg lebih baik dari Leo yg pasti nya cinta tulus
Author, boleh ngamuk gak, sama suami & keluarga nya..?
Karena menurut ku keluarga suaminya ada gila²nya.. 🤭
Pengen aja jadi psikopat jika di posisi si Bella..
Biar di babat habis mereka semua.. 🤭
mudah mudahan ada penolong 🤲
mimpi aja kamu Leo 🤭