NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya di Desa Kenanga

Sejak subuh, dapur besar dirumah baru Azura sudah mengepul uap harum. Aroma kayu manis dari nasi kebuli dan gurihnya santan opor ayam memenuhi udara. Ibu - ibu tetangga yang dikenal baik oleh Bu Sulastri tampak sibuk, ada yang mengulek bumbu, ada yang memotong daging, semuanya bekerja sambil bersenda gurau.

Di tengah keriuhan itu, Arumi seorang janda muda mempunyai dua anak balita suaminya meninggal, dan ia sekarang tinggal bersama neneknya di rumah kecil warisan kedua orang tua Arumi ,ia sekarang menjadi tulang punggung keluarganya setelah suaminya meninggal dua tahun lalu rumah mereka bangun di ambil oleh saudara suaminya usia anak Arumi empat dan lima tahun. Mereka anak yang pintar dan pengertian, Arumi dan neneknya ikut serta membantu dan mengajak anaknya ke rumah Bu Sulastri , anak Arumi berteman dengan cuci Bu Sulastri dengan Rafa, dan Rafa pun sangat senang karena ada teman bermain.

Arumi tampak telaten mengaduk kuali besar.

" Mba, Arumi, ini tolong bumbunya dicicipi dulu, sudah pas atau belum?" tanya Bu Sulastri ramah.

Arumi tersenyum."Sudah pas, Bu. Wangi sekali. Saya tidak menyangka mba Azura mau mengadakan selamatan sebesar ini. Biasa didesa kita hanya ketika acara resepsi pengantin itu pun sederhana saja. Dan ini desa kita terasa lebih hidup."

Setelah jam satu siang, ibu- ibu yang membantu memasak sebelum pulang kerumah mereka diminta untuk makan siang bersama dulu, setelah itu tak lupa Azura menyerahkan amplop tanda terimakasih kepada ibu- ibu yang sudah membantu , semua ibu ibu menolak karena mereka iklas membantu apa lagi selama bekerja mereka disuguhi makanan yang enak. Azura tetap memberikan amplop itu akhirnya mereka menerima, tak lupa ibu Sulastri memberi mereka bungkusan nasi untuk dirumah mereka. Dan berpesan untuk datang kembali nanti malam acara selamatan setelah isya .

Keluar dari halaman rumah Azura. Ibu ibu tadi mereka membuka amplop pemberian dari Azura mereka terkejut di dalamnya ada uang dua ratus ribu. Mereka sangat bahagia dan penuh rasa syukur. Sedang kan Arumi dan neneknya juga mendapatkan uang masing masing dua ratus ribu jika digabung menjadi empat ratus ribu.

" kebetulan sekali dirumah sudah tidak ada lagi beras mau beli apa. Gusti Allah mengirimkan bantuan lewat mba Azura," kata arumi pada neneknya.

Kabar ini tentu saja meledak di warung sayur. Ibu - ibu yang tidak di undang , terutama mereka yang dulu suka mencibir, kini hanya menggigit jari.

" Cuma bantu masak setengah hari dikasih dua ratus ribu? Duh, kalau tahu begitu , saya kemarin tidak ikut- ikutan Bu Tejo nyinyir," gerutu seorang warga, membuat Bu Tejo yang lewat hanya bisa melengos dengan wajah merah padam.

Malam harinya setelah acara selamatan rumah baru dan kesembuhan Farhan . Bapak - bapak membawa sembako premium. Dan juga ibu ibu yang membantu dari pagi juga mendapatkan sembako. Mereka sangat bersyukur sekali.

Tentu pastinya besok pagi akan menjadi cerita hangat di desa itu, karena pertama kali ada yang mengadakan acara memberi sembako.

Tiga hari kemudian.

Di halaman rumah Azura terpasang dekorasi megah yang elegan . Beberapa mobil plat merah tampak memasuki halaman rumah Azura, warga pun banyak menyaksikan dan ada beberapa yang di undang perwakilan dari setiap RT. Dan juga seluruh staf pengurus desa. Sosok sosok penting turun dari mobil ada bupati, kepala dinas perdagangan, perwakilan Bank dan instansi lainnya yang di undang Azura untuk meresmikan galery Azelena craft.

"saya tidak menyangka, di pelosok desa ini ada permata seperti Azelena craft, yang membuat hama di sungai menjadi emas berharga, ini adalah salah satu contoh UMKM masa depan," puji bapak bupati saat memotong pita peresmian.

Kamera ponsel dari media sosial Azura terus merekam. Azura tampil anggun dengan batik moderen dibalut hijab warna cream menambah aura kecantikan Azura terlihat. Promosi besar besaran pun dimulai.

Tidak terasa sudah dua bulan Azura di desa, kehadiran Azura membawa perubahan yang sangat baik di desa kenanga. Sungai yang dulunya penuh gulma eceng gondok kini bersih karena dipanen secara rutin untuk bahan baku kerajinan. Banyak ibu rumah tangga kini yang memiliki penghasilan sendiri dari menganyam.

Ekspansi Tanah di Desa Mawar

Sore harinya, setelah acara peresmian galeri oleh Bapak Bupati selesai, Azura duduk di ruang tamu bersama Pak Hadi. Di meja mereka terhampar beberapa peta desa dan catatan kecil.

"Ra," panggil Pak Hadi dengan wajah antusias. "Tadi Bapak bicara dengan Pak RT Desa Mawar. Ada warga di sana, Pak Kardi, butuh uang mendesak untuk biaya kuliah anaknya di luar kota. Dia mau lepas lahan perkebunannya."

Azura menyesap tehnya. "Berapa luasnya, Pak?"

"Dua hektar, tanahnya subur, dekat dengan mata air. Dia minta tiga ratus juta, Ra. Katanya surat-suratnya sudah SHM, lengkap semua. Bapak pikir, kalau kita ambil, ini bisa jadi tabungan masa depan."

Azura terdiam sejenak, menghitung di kepalanya. "Tiga ratus juta untuk dua hektar dengan surat lengkap itu sangat murah, Pak. Tapi kenapa dijual cepat begitu? Bapak sudah pastikan batas-batasnya tidak sengketa?"

"Bapak sudah cek ke kelurahan tadi. Aman, Ra. Pak Kardi itu orangnya jujur, dia cuma terdesak waktu."

Azura mengangguk mantap. "Baik, Pak. Besok kita cek lokasinya bersama Jihan, teman kuliahku dulu sekarang membuka kantor notaris di kabupaten Kalau oke, kita bayar tunai. Azura ingin kita punya lahan yang luas untuk pertanian modern. Kita tidak boleh hanya mengandalkan eceng gondok saja."

Pak Hadi menatap putrinya dengan bangga. "Bapak tidak pernah mengira, anak perempuan Bapak bisa sehebat ini berbisnis tanah." kata pak Hadi.

"Ini semua untuk kita, pak. Azura ingin nama keluarga kita besar karena kemanfaatan kita untuk orang lain." timpal Azura.

Bagi orang lain, angka tiga ratus juta mungkin besar. Tapi bagi Azura, tabungannya masih mencukupi. terlebih ,bulan ini adalah gajian pertamanya dari YouTube dan Facebook jika digabungkan hasilnya mencapai delapan puluh juta itu dari konten digital belum termasuk penjualan produk kerajinan yang mulai banjir orderan dari luar kota. Serta penjualan online yang setiap hari meningkat.

Keesokan harinya, Azura membawa Jihan, teman kuliahnya yang kini menjadi notaris sukses, untuk mengurus segala administrasi surat tanah tersebut. Azura ingin semuanya bersih secara hukum, belajar dari pengalaman pahitnya dengan Dimas.

Mimpi Baru di Malam Hari

Malam harinya, keluarga kecil itu berkumpul di ruang tengah yang hangat. Azura menatap Farhan yang kini sudah bisa berjalan tegap.

“Mas Farhan, aku ingin Mas yang mengelola lahan dua hektar di Desa Mawar itu,” ucap Azura serius.

Farhan tertegun. “Dua hektar itu luas, Ra. Mas harus mulai dari mana?”

“Kita akan buat perkebunan dan pertanian modern. Bukan pertanian biasa. Kita pakai sistem irigasi canggih, tanam buah-buah premium yang laku di kota. Aku yang akan bantu modalnya, dan Mas yang memimpin orang-orang desa untuk bekerja di sana. Kita buka lapangan pekerjaan baru.”

Mata Farhan berkilat. Semangat kepemimpinannya sebagai mantan kepala pengawas kembali bangkit. Malam itu, bapak, Azura, dan Farhan sibuk mencorat-coret kertas, mengatur konsep pertanian yang akan menjadi sumber kekayaan baru keluarga mereka. Itu tidak sulit juga Farhan ada lah lulusan kuliah pertanian jadi sangat paham bagaimana mengelola pertanian.

Luka yang Sama, Uluran Tangan yang Berbeda

Di tengah kesibukan yang mulai padat, Azura menyadari satu hal. Ia dan Farhan akan sangat sibuk dengan bisnis, sementara Rafa butuh perhatian lebih. Azura pun meminta tolong pada ibunya untuk mencarikan pengasuh yang bisa dipercaya.

Salah satu karyawan produksi Azura mendengar percakapan Azura dengan ibunya, karyawan itu mendekati Azura dan menyarankan seorang wanita bernama Bu Hana.

“Hidupnya sangat memprihatinkan, Mbak Azura,” cerita karyawan itu. “Suaminya pergi begitu saja, menikah lagi dengan wanita kaya di kota. Bu Hana tinggal di rumah reot peninggalan orang tuanya dengan dua anak yang masih sekolah.”

Mendengar cerita itu, hati Azura bergetar. Nasib Bu Hana hampir mirip dengannya—dibuang demi wanita lain yang lebih kaya.

“Bawa Bu Hana ke sini besok, Bu,” ucap Azura pada ibunya. “Kalau dia setuju, biarkan dia tinggal di sini. Anaknya juga bisa kita bantu sekolahnya.”

1
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!