NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Raja Exorcist Lionil Porche

Gra!!, naga petir meraung keras di langit atas, tubuhnya bergerak mengejar Reyhan dengan mulut terbuka untuk mengoyaknya.

Reyhan berhenti berlari membalik badan menatap Naga petir dengan tajam.

"Ada apa? Apa kau sudah lelah?" Cibir naga petir.

Reyhan mengangkat tangannya ke atas. "Aku adalah putri petir, tidak layak aku di permalukan seperti ini"

Ziutss!

Petir berkumpul di tangannya membentuk bola petir besar warna merah.

Naga petir menggeram. "Apa kau berniat menghancurkan seluruh tempat ini?!"

Reyhan tak menjawab, namun hatinya tiba-tiba goyah seakan-akan Reyhan yang putri petir kurung memberontak.

Naga petir terkejut melihat kejadian itu, namun putri petir kembali dapat kendali tubuh Reyhan.

"Hanya memberontak sekali saja tidak akan bisa merubah apapun, dan aku akan menghancurkan semuanya jika artinya melenyapkan penganggu"

Mata naga petir mengalir petir. "Kalau begitu maumu, kau harus merasa terhormat merasakan nafas dari ras naga"

Naga petir berdiri tegak dan mulutnya terbuka, keduanya bersiap melancarkan serangan yang sangat kuat.

Jenderal Andika merasakan aura yang kuat dari atas langit dengan perasaan tak enak.

"Aktifkan perisai markas!" Teriak Andika.

Instruktur yang mendengarnya langsung menyampaikan nya pada pihak kendali, segera markas besar DGA di tutupi perisai energi yang keras.

"Bola petir!!" Putri Petir melempar nya ke arah naga petir itu.

"Semburan petir!" Naga petir menyemburkan nafas nafasnya berupa petir biru yang ganas.

Ziutss... Bom!!

Keduanya jurus saling menelan satu sama lain sebelum menciptakan ledakan keras.

Awan-awan sampai tersingkir dan semua orang di bawah bisa melihat betapa mengerikannya serangan putri petir terhadap naga petir.

Krak!, suara retakan terdengar dari atas. Andika dengan cepat terbang di tengah-tengah lapangan.

"Roh ruang, waktunya bekerja" Andika memejamkan matanya lalu menahan tekanan dari jurus yang saling menelan.

Roh ruang juga bekerja keras bersama Andika.

Putri Petir melihat serangannya terhenti dengan kesal. "Ahh!!" Teriaknya sembari menambah daya dorong.

Namun ras apapun pasti akan kalah dengan ras pundak, naga petir menyemburkan lebih banyak nafas petir hingga bola petir itu hancur.

Mata putri petir terbelakak ketika nafas petir semakin dekat.

"Jedar!"

Tubuh Reyhan langsung di sambar petir begitu banyak dari serangan naga petir.

Naga petir menyipitkan matanya melihat Reyhan berdiri lemas di udara dengan tubuh membungkuk ke depan.

"Reyhan, apa kau sudah bangun?"

Namun Reyhan menatap naga petir dengan mata masih memerah seolah-olah putri petir menolak pergi.

Naga petir menggeram kesal lalu berteriak sekencangnya untuk memberikan rasa rakut pada putri petir.

"Keluarlah, kau sudah cukup membuat keributan hari ini"

Putri Petir melihat wajah naga petir yang serius dan mengerikan jika di perhatikan dari dekat.

Tiba-tiba tubuh Reyhan langsung lemas, Andika merasakan energi Putri Petir hilang di tubuh Reyhan pun seketika menangkapnya sebelum jatuh ke tanah.

Andika memerhatikan tubuh kurus dan lemah Reyhan setelah mengalami hal berat seperti itu.

Zahra mendekat dengan cemas. "Maaf Jenderal, apakah Reyhan akan baik-baik saja? Saya takutnya petinggi Organsiasi Exorcist akan menganggapnya bencana"

Andika menggeleng. "Aku tidak yakin" ia menatap Reyhan dengan kasihan. "Takdirnya akan di penuhi ketidakpastian"

Andika berjalan masuk kembali ke dalam markas DGA untuk merawat Reyhan, setelahnya dia membereskan kekacauan yang terjadi.

Tapi berita menyebar dengan cepat, markas besar tentara Demon Global Army di serang monster roh! Bukan Iblis!

Informasi ini menyebar dengan cepat sampai telinga Organsiasi terkuat di dunia. Exorcist Amerika.

Area 51, area terlarang di Amerika Serikat justru adalah tempat organsiasi Exorcist ini berdiri dengan besar.

Bangunan megah seperti kerajaan berdiri, di ruangan aula ketua Exorcist Amerika bersama komandan unit 1,2,3, dan 4.

Raja Exorcist Amerika, Lionil Porche seorang pria yang harusnya berumur 45 tahun dan menua tapi dia tetap muda seperti remaja.

Lionil menatap 4 komandan yang hadir dengan dingin sebelum memulai bicara. "Kudengar ada masalah di markas DGA, kenapa bisa seperti itu?"

Komandan unit 1 mengangguk lalu menjawab dengan tegas. "Kemunculan 2 roh ras pundak berebut tubuh seorang murid saat ingin berlatih mendapatkan roh"

Lionil sama sekali tak bereaksi. "Hanya itu? Lalu kenapa kudengar ada banyak Gate muncul dan roh naga petir?" Ucapnya serius.

Komandan unit 2 melanjutkan. "Mungkin roh naga petir sudah menjadikan Reyhan sebagai penerusnya karena dia mengatakan nya sendiri"

Lionil mengusap dagunya, ia tersenyum tipis. "Menarik, berikan data tentangnya padaku"

Semuanya mengangguk lalu komandan unit 4 bertanya. "Raja, kenapa kita tidak membawa anak itu ke zona merah Chengdu?"

Lionil menggeleng serius. "Chengdu bukan wilayah mainan anak-anak, setidaknya anak itu harus melewati ujian DGA atau usaha kita sia-sia"

Namun komandan unit 3 memberi saran. "Tapi saya rasa itu tidak apa-apa karena anak itu adalah anak yang tangguh, saya rasa dia bisa bertahan hidup di Chengdu"

Komandan unit 1 menyela. "Saya setuju, apalagi kekuatan anak itu luar biasa sampai Exorcist Grandmaster Andika kesulitan melawannya"

"Jadi kalian berpikir membuatnya jadi senjata kita?" Tebak Lionil.

Keempat komandan saling tatap lalu mengangguk.

"Kita sudah buntu Raja, jika kita tidak buru-buru menemukan orang kuat maka kota seperti Chengdu akan datang ke-2 dan 3 kalinya" desak komandan unit 3.

Lionil menghela nafas. "Baiklah, ikutkan dia ujian Chengdu bulan depan bersama senior-senior nya"

Segera keempat komandan tersenyum lega dan buru-buru mengerjakan hal mendesak tentang persetujuan Raja soal Reyhan.

Lionil mengetuk meja dengan jarinya, dia bergumam nama Reyhan seperti tertarik padanya.

"Aku menunggu kejutan darimu, Reyhan" Lionil berdiri lalu keluar ruangan.

....

4 hari kemudian, Reyhan kembali bangun namun kali ini dia justru terbangun di ruangan aneh.

"Ini..." Reyhan berdiri dan berjalan ke depan namun dia justru menabrak kaca yang sangat bening.

Reyhan mendesis dan meraba kaca di depannya dengan mengeluh. "Hei aku dan tahu ini! Aku bukan bahan eskperimen!"

Segera Reyhan dapat mendengar suara tapi dari pengeras suara.

"Maaf mengurung mu Reyhan, aku adalah Exorcist Grandmaster, Exorcist terkuat Asia saat ini namaku Andika termasuk Jenderal atas DGA"

Reyhan mengerutkan keningnya. "Apa? Ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku di kurung?" Reyhan mengeluarkan petirnya untuk memecahkan kaca ini.

Tapi Reyhan terkejut karena tiba-tiba petirnya hilang. "A-apa ini?"

"Ruangan ini anti energi, jadi kau hanya manusia biasa saja disini Reyhan" jelas Andika.

Reyhan mendecakkan lidahnya lalu duduk dan menarik nafas untuk tenang. "Jadi kenapa kau mengurungku kesini?"

Segera kaca yang dia tabrak sebelumnya, layar asli muncul dan itu adalah Andika dan Asuna di balik sana.

Asuna tersenyum lebar saat tahu Reyhan baik-baik saja. "Tuan... Syukurlah anda selamat"

Reyhan tersenyum penuh kebingungan. "Ada apa ini sebenarnya?"

Andika menjentikkan jarinya. "Sudah kuduga, apa kau ingat kejadian 4 hari lalu dimana kau di rasuki roh putri petir?"

Reyhan menggeleng tak ingat. "Saya di rasuki?"

Andika menunjukan video dimana Reyhan melawan naga petir di langit bahkan.

Reyhan tercengang tak percaya kalau itu dirinya. "T-tapi saya sama sekali tak ingat dan sadar waktu itu" ia akan berusaha membela dirinya sendiri.

Andika menghela nafas. "Aku tahu, tapi sepertinya ada orang yang ingin memakaimu" tegasnya.

"Memakaiku?" Reyhan menaikan alisnya. "Siapa?"

"Raja dari segala Exorcist" ucap Andika berat. "Dia adalah ketua organsiasi Exorcist Amerika Serikat, Lionil Porche"

Reyhan terdiam di tempatnya. "Jadi apakah aku akan di hukum karena masalah ini?"

Andika mengangkat bahunya tak tahu. "Kita hanya bisa menunggu informasi dari Raja, meksipun DGA organsiasi tertinggi tapi juga harus memberi wajah padanya" Andika membalikkan badannya.

"Untuk sementara temanmu Asuna aku akan menjaganya, aku tidak boleh membiarkanmu keluar dari ruangan itu"

Asuna terkejut dan memandang Andika dengan kesal. "Apa kau bilang? Kenapa kau tidak melepaskannya!"

Andika membalas dengan cepat. "Karena aku tidak mau ambil resiko, kalai Putri Petir kembali maka kerusakan yang di timbulkan lebih besar nantinya"

Asuna tersentak. "T-tapi-

"Asuna" sela Reyhan. "Tidak apa, percayalah" Reyhan tersenyum. "Aku tidak apa-apa disini"

Asuna mengangguk lesu. "Saya mengerti tuan, tapi kalau tuan di pindahkan tanpa saya... Saya akan kembali ke rumah dan melatih diri" matanya terpejam.

Reyhan sama sekali tak mengerti maksud melatih diri tapi dia mengangguk. "Bersemangat lah"

Setelah itu Andika membawa Asuna pergi, tapi Asuna menolak tinggal bersama Andika. Jadi Asuna memutuskan tinggal di kamarnya.

Andika menghela nafas berat, dia tidak suka dengan keputusan ini tapi ini adalah keputusan Master Exorcist dalam suara terbanyak.

"Terkadang meskipun aku pangkatnya paling tinggi, aku masih tidak bisa memaksimalkan hak ku sebagai Grandmaster"

Andika langsung pergi ke ruang kerja untuk membahas urusan keamanan Global.

Begitu ruangan berisi Andika, 4 Master, dan 12 ketua divisi, rapat pun Andika mulai.

Meja tiba-tiba memunculkan hologram bumi dan menunjukkan 12 titik merah sensitif Gate.

"Tuan-tuan dan nyonya, saya mendapatkan laporan bahwa ada 12 titik sensitif Gate di belahan dunia" Andika membahas dengan serius. "12 titik ini masih tidak di ketahui jenis apa, kenapa bisa begitu?"

Salah satu ketua divisi menjawab. "Tuan Jenderal Grandmaster sebenarnya saat saya dan tim Exorcist bersama tentara kesana, saya tidak memiliki data kecocokan Gate level manapun"

1 dari 4 Master mencemooh. "Huh paling alat yang kamu pakai sudah rusak, percuma saja di beri anggaran besar"

"Apa anda bilang?" Ketua divisi itu tentu saja tidak terima. "Saya berani mengorbankan nyawa saya disana!"

"Sudah jangan berkelahi saat rapat" Andika memberi mereka tekanan ruang sebelum dia hilangkan. "Saya akan lanjutkan, 12 titik sensitif ini akan di ambil alih oleh Organisasi Amerika, Barat Selatan dan DGA"

Master lainnya mengerutkan kening tak suka. "Lalu urusan Chengdu?"

"Chengdu adalah urusan Organisasi Barat Utara dan Asia, serta kemiliteran nya masih tanggung jawab kita" Andika mengangguk tegas. "Kalau tidak ada pertanyaan segera pergi"

"Baik!" Semuanya berdiri lalu pergi.

Andika sendiri masih di ruangan menatap Gate sensitif dengan tak nyaman. "Gate ini bisa terbuka bersamaan jika ada yang mengaktifkan mereka" Andika mendesis.

Secepatnya Andika ingin membentuk barisan DGA dan keamanan Exorcist agar Gate tidak terjamah Iblis.

Pada pukul 12 tengah malam, pasukan DGA bergerak menuju 12 titik berbeda dengan mengerahkan pasukan 20.000 orang.

Asuna dari restoran bersama Zahra memerhatikan kepergian pesawat-pesawat dan kapal perang dari laut.

"Apa ada keadaan segenting ini yang bisa membuat kerahkan Tentara dalam jumlah besar kecuali Chengdu?" Gumam Zahra.

Asuna menggigit makanannya dengan tak selera. "Tapi kenapa tuan saya harus di penjara disana?"

Zahra tersenyum canggung. "Asuna... Aku tahu kecemasan mu tapi Reyhan akan baik-baik saja, dia itu lelaki kuat"

Asuna tak bisa apa-apa selain mengiyakan. "Ngomong-ngomong kenapa nona Zahra selalu berada disini? Apa nona Zahra tidak ada hal untuk di lakukan?"

Zahra terkejut dan mengalihkan tatapannya dengan malu. "A-ah itu karena aku di promosikan sebagai Senior jadi tugasku di tentukan ketua divisi ku tapi aku belum memilih. Jadi aku masih menganggur lama"

Asuna mengangguk paham. "Ngomong-ngomong apa nona Zahra tahu kekuatan tempur DGA ini seperti apa? Dan apa anda kenal Raja Exorcist Lionil Porche?"

Zahra tersenyum tipis. "Asuna kamu berani juga ya, Organsiasi DGA ini misterius dan kemampuan nya di gadang-gadang lebih dari Exorcist. Soal Raja Exorcist Lionil Porche aku tahu"

Zahra menatap lobster besar di piringnya. "Dia adalah keturunan Exorcist Legenda pertama, bahkan dia juga Exorcist Legenda terkuat saat ini mungkin melebihi Nyonya Alisa"

Zahra memotong tangan lobster dengan apinya. "Tapi yang menjadikannya Exorcist Legenda adalah kekuatannya yang tak masuk akal"

Asuna berpikir sejenak tapi tidak mengerti. "Tak masuk akal?"

"Ya, kekuatan nya adalah Transformasi"

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!