NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

***

Alana termenung, wanita itu memilih masuk ke dalam kamar nya usai mengantar kepergian Miska, Yogi dan Lauren yang pamit duluan.

Sementara rekan Rayan masih menikmati perbincangan mereka. Alana yang merasa dirinya tak ada keperluan di sana memilih pamit pada Rayan dan yang lainnya.

Ucapan Lauren membuat nya sedikit terusik, ada rasa tak terima mendengar ucapan frontal Lauren tadi. Rasa marah dan kecewa.

Apa gue emang udah tertarik sama mas Ray?

Terlalu lama berperang dengan pikiran nya sendiri. Alana memutuskan untuk membersihkan tubuhnya kembali lantaran merasa gerah. Wanita itu masuk ke dalam kamar mandi.

Selang beberapa saat dia sudah menyelesaikan mandi nya. Alana keluar dari kamar mandi dan langsung melangkah ke arah walk in closet.

Mengambil hotpants, serta kaos kebesaran. Lantas ia langsung mengenakannya.

***

Di sisi lain, Rayan dan Ajril memilih duduk di teras sambil Ajril yang sedang menghisap nikotin. Asap keluar dari mulut dan hidung pria itu sejak beberapa saat yang lalu.

Dio, Tomi dan Bowo pamit pulang lebih dulu.

Rayan melamun, dia tak sengaja mendengar percakapan Alana dan kedua sahabatnya tadi. Pria itu penasaran , akhirnya menguping. Dia menunggu jawaban Alana mengenai perasaan wanita itu padanya, atas pertanyaan kedua sahabat nya itu. Namun Alana tak menjawab justru seakan terkesan mengalihkan , begitu pula mengenai Bian , Alana bungkam.

Akan tetapi bungkam nya Alana, jelas sebuah jawaban ya. Itu kesimpulan Rayan saat ini. Alana masih mencintai Bian.

Pria itu menghela nafas berat, membuat Ajril menoleh. Dahi Ajril mengernyit bingung, entah apa lagi yang terjadi pada sahabat nya ini. Tadi saat datang bahkan Rayan terlihat bahagia meskipun tak begitu ia tampakan. Namun setelah balik dari belakang tadi pria itu terlihat badmood.

"Alana lagi? " Tebak Ajril ." Why? "

Rayan tak menjawab, namun pria itu meraih sebatang nikotin milik Ajril. Langsung mengapit di bibir nya, tangan satu nya bergerak menyalakan pemantik.

Rayan memang sesekali akan merokok, jika pria itu merasa banyak beban pikiran atau sedang bermasalah. Pria itu langsung menghisap, dan mengeluarkan kepulan asap nya. Ajril geleng kepala saja.

"Sekali kali lo khilaf, lo t!duri dia. Mungkin  setelah itu lo bisa menguasai hatinya. " Usul Ajril.

Rayan geleng kepala dengan usulan sesat Ajril , meskipun dia ingin tapi tidak mungkin baginya melanggar ucapannya sendiri. Tak ada HB saat mereka sama sama belum memiliki perasaan.

Meskipun Rayan sudah mencintai Alana, namun berbeda dengan wanita itu. Jelas Alana tak memiliki perasaan pada nya.

Rayan menyesap kembali nikotin itu, dia menatap lurus ke depan.  "Apa gue harus menyerah sekarang." Gumam nya usai mengeluarkan asap hasil h!sapan nikotin itu.

"Saran gue ungkapkan saja perasaan lo. Setelah dia tahu, beri dia waktu untuk menyelami perasaanya sendiri. Kalau memang tidak ada harapan, baru lo nyerah." Terang Ajril.

"Tapi gimana dengan pak Wibowo? Dia sepenuhnya berharap gue bisa membahagiakan putri tunggal nya. " Terang Rayan dengan hembusan nafas berat.

April menarik nafas dalam dalam menatap Rayan dengan tatapan sulit di artikan.

"Lo terlalu gegabah ngambil keputusan. Padahal lo belum bertemu dengan dia sebelumnya. Hanya lewat foto yang sering kita lihat. Dan hanya berpatokan cerita pak Wibowo yang menjelaskan bagaimana putrinya."

"Lo salah, sebelum gue gabung dengan pak Wibowo. Gue sudah pernah bertemu dengan Alana. "

"What? Lo nggak pernah bilang. " Sanggah Ajril cepat.

"Lo ingat nggak sebelas tahun yang lalu gue cerita ada anak remaja yang tolongin gue saat itu. Yang Miko main keroyokan, karena meminta gue untuk tinggalin Aluna. "Aluna adalah mantan istri Rayan.

"Lo tahu Alana lah yang nolongin gue saat itu. Dengan berani dia nolong gue yang sudah babak belur, dan nyaris mati jika saat itu Alana nggak ada di sana. "

"Jadi dia Alana." Ajril sampai tercengang. Apakah ini memang takdir mereka bersatu, pikir Ajril.

Rayan mengangguk. Menyelam kembali kala itu tiba tiba Alana menjadi pahlawan nya.

_Flashback_

"Lo semua pengecut, berani nya main keroyokkan. " Cibir Rayan kala itu dengan wajah nya yang sudah lebam . Tubuh nya di ringkuk oleh dua orang. 

Sementara sesorang yang menginginkan Aluna mengeram kesal. Miko yang merupakan ketua geng itu amarah nya kembali mencuat lantaran hinaan Rayan barusan. 

Bug! 

Bruk!

Wajah Raya kembali mendapat bogeman, bersamaan tubuhnya yang di lepas begitu saja oleh kedua anak buah Miko. 

Cairan kental merah itu kembali keluar dari hidung Rayan. Kedua sudut bibirnya juga semakin pecah akibat pukulan berkali kali. 

Tubuh Rayan terkapar di tanah. Penderitaan laki laki itu tidak sampai di sana. 

"Aggggghhhhhh!!!!" Teriak Rayan kala jemari tangannya di injak oleh Miko. Dan sedikit menekan nya.

"Lepasin Aluna, Aluna itu milik gue sejak awal. " Tekan Miko. 

Ratan tertawa lemah. "Lo hanya obsesi sama Aluna. Karena Aluna selalu nolak elu sejak dulu ."  Kata Rayan dengan susah payah. "Aluna hanya cinta sama gue. "

"Sialan." Desis nya kembali menginjak tangan Rayan, karena kesabaran Miko habis. Pria itu mulai kalap. Dengan menatap anggota nya memalui ekor mata, pria yang di tatap itu mengangguk dan langsung meraih balok balok lalu mendekat ke arah Miko.

Miko langsung menerima balok itu. Cowok itu menyeringai , dengan tersenyum remeh pada Rayan yang sudah semakin tak berdaya. 

"Sampai kapan pun Aluna akan selalu menjadi milik gue. Asal elu tahu meskipun elu pacar nya, tapi tubuh nya sudah duluan gue rasakan. " Kata nya dengan tertawa puas. Sementara Rayan yang mendengar itu mengepalkan kedua tangannya dengan lemah. 

Bagaimana tidak lemah sepuluh lawan satu. 

"Rasakan ini, akan terasa nikmat ." Balok sudah mengudara ingin mengenai tengkuk Rayan. Namun sebelum itu terjadi kepala Miko terkena lemparan balok kecil tepat mengenai pelipisnya hingga berdarah. 

Belum sempat mereka mencari pelakunya, suara sirine polisi terdengar jelas. Membuat mereka kabur tanpa pikir panjang. 

"Sialan " Geram Miko sambil meringis. Bahkan balok tadi terlepas begitu saja dari tangan nya. 

Setelah anggota Miko pergi barulah Alana menghampiri Rayan. 

"Kakak." Panggil nya kala itu, dengan wajah bonyok Rayan mendongak menatap Alana yang nampak cemas melihat ke arah nya.

"Bertahanlah gue sudah hubungi ambulan. " Beritahunya dengan suara bergetar. 

Benar saja beberapa saat kemudian ambulan datang, Alana masih setia mendampingi Rayan dengan ikut ke dalam ambulan itu. Dan dia memberikan penjelasan pada tim medis di sana apa yang sudah di lihat nya. 

Sampai tiba di rumah sakit, Rayan langsung di tangani. Alana juga langsung mengurus administrasi nya. Sampai Alana mengetahui jika keluarga korban menuju kerumah sakit, saat itu juga Alana memutuskan untuk pergi dari sana. 

Setelah kejadian itu Rayan mencari keberadaan Alana untuk berterima kasih , namun sayang dia tidak menemukan Alana. Hingga beberapa tahun kemudian takdir membawa nya bertemu dan menikahi Alana saat ini. 

Di mana dia menjadi salah satu yang lolos untuk menjadi ajudan papi Wibowo. Dan mengetahui jika Alana putri pak Wibowo, lantaran foto keluarga yang di lihat nya menunjukan wajah penyelamat hidup nya.

Rayan berasa berhutang nyawa pada Alana. 

Demi membalas kebaikan Alana , Rayan berkerja dengan baik. Menjaga papi Wibowo dan memberikan perhatian yang tulus pada orang tua Alana.

Siapa sangka itu semua membuat pria tengah baya itu semakin menyukai kinerja nya. Hingga, hal apa pun pak Wibowo curhatkan padanya.

Mengenai apa yang sudah terjadi pada putrinya dan keberadaan nya yang sengaja ia asingkan demi nama baik keluarga nya juga.

Sedikit banyak Rayan mengetahui Alana. Dan tiba di mana pak Wibowo menawarkan dirinya untuk menjadi menantu nya. Karena pal Wibowo sudah sangat tersiksa, berpisah jauh dari putrinya. Dan tidak mungkin bagi pak Wibowo membawa Alana dan Kevin, jika Alana tidak memiliki suami. Dan lagi waktu nya semakin berkurang jika harus pulang pergi Indonesia, Jerman. Mengingat dia sangat sibuk sekali. 

Pak Wibowo memberikan waktu untuk Rayan berpikir. Meski pun begitu pak Wibowo berharap sepenuhnya Rayan akan menerima tawaran nya. Pak Wibowo merasa Rayan mampu membuat Alana dan Kevin bahagia. Dan Rayan sudah seperti anak nya sendiri. Selama lima tahun bersama Rayan selalu bisa ia andalkan. 

Tak membutuhkan waktu lama, Rayan langsung menerima. Hingga akhirnya Wibowo mengajak nya untuk bertemu Alana di makan malam kala itu. Pertemuan itu tentu hanya Rayan yang mengetahui Alana Sementara wanita itu sendiri tak mengenal nya sama sekali. Bahkan sepertinya Alana lupa sudah pernah menolong nya. Tapi jika di pikir pikir tentu Alana tak mengenal nya. Lantaran saat itu wajah nya babak belur. 

_Flashback off_

Rayan tersentak kala Ajril menepuk bahu nya. "Kenapa?" Tanya nya menoleh ke samping.

"HP lo bunyi. Panggilan dari luar negeri. " Kata Ajril sambil melirik ke ponsel Rayan yang menyala. Kening Rayan mengernyit, sedang berpikir siapa yang menghubungi nya. "Angkat aja, biar nggak penasaran. Kali aja rekan pak Wibowo. " Kata Ajril yang berpikir positif. Rayan mengangguk. Lantas segera ia meraih ponselnya dan menggeser tombol hijau.

Meletakkan ponselnya di samping telinga. Terdengar sapaan suara di sebrang sana yang membuat rahang tegas Rayan mengetat.

Hallo mas Rayan, aku kangen kamu. 

1
tia
kasihan nasib u rayan 😁
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!