NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara

Pintu utama rumah keluarga Elios terbuka perlahan.

Viviane masuk dengan langkah pelan. Wajahnya pucat, matanya sembab, dan gerak tubuhnya tampak kaku seolah masih menahan perih.

Carlos yang sedang duduk di ruang tengah langsung berdiri.

“Viviane?” Ia berjalan cepat menghampiri. “Kenapa wajahmu seperti itu?”

Nyonya Ruby yang sedang minum teh ikut menoleh. “Sayang, ada apa?”

Tuan Leon yang baru turun dari tangga ikut berhenti ketika melihat kondisi putri angkatnya.

Viviane menggigit bibirnya. Suaranya gemetar. “Aku … aku tadi terkena kuah panas dan pedas .…”

“Apa?!” seru Nyonya Ruby, Carlos dan Tuan Leon dengan wajah panik.

Viviane perlahan memperlihatkan tangan dan kakinya. Kulitnya memerah dan tampak melepuh meski sudah dioles obat okeh dokter yang ada di klinik kampus tadi.

Carlos langsung mengepalkan tangan. “Siapa yang melakukan ini?!”

Viviane menunduk, bahunya sedikit bergetar.

“Jawab!” desak Carlos, nadanya meninggi. “Siapa yang berani menyakitimu?”

Viviane tetap diam.

Nyonya Ruby menghampiri dan memegang bahu gadis itu. “Viviane, jangan takut. Katakan pada Mami. Siapa?”

Tuan Leon juga menatap tajam. “Di kampus? Ada yang berani macam-macam? Siapa yang berani menyakiti putri dari keluarga Elios?”

Beberapa detik hening.

Viviane menarik napas pelan. “Kak … Naomi .…”

Begitu nama itu disebut, suasana langsung berubah.

“Apa?!” Carlos meledak.

Wajah Nyonya Ruby langsung mengeras. “Naomi lagi?”

Tuan Leon menghela napas keras. “Anak itu benar-benar sudah kelewatan.”

Viviane buru-buru berkata pelan, “Kak Naomi tidak sengaja …”

“Tidak sengaja?” potong Carlos tajam. “Sampai begini kau bilang tidak sengaja?”

Viviane menunduk lagi, terlihat seperti ingin membela tapi ragu.

Nyonya Ruby memeluknya erat. “Astaga … kulitmu ini biasanya sehalus porselen. Bagaimana kalau meninggalkan bekas?”

“Mami .…” bisik Viviane pelan.

Carlos berjalan mondar-mandir dengan emosi. “Sejak dia keluar dari rumah ini, dia makin liar. Tidak tahu diri!”

Tuan Leon mengeluarkan ponselnya. “Aku akan menelepon dokter spesialis kulit terbaik. Kulit Viviane harus kembali seperti semula. Tidak boleh ada bekas sedikit pun.”

“Terima kasih, Papi,” ucap Viviane lirih.

Carlos mendekat lagi. “Tenang saja. Aku akan memberikan pelajaran pada Naomi. Dia harus tahu batasnya.”

Viviane langsung mengangkat wajahnya. Matanya berkaca-kaca.

“Kak Carlo s… Mami … Papi … jangan hukum Kak Naomi. Dia mungkin masih labil karena tak terima keluar dari rumah ini .…”

Nyonya Ruby mengerutkan kening. “Kenapa kau masih membelanya?”

Viviane menggigit bibirnya. “Mungkin … mungkin aku juga salah.”

Carlos langsung memotong. “Kau tidak pernah salah.”

“Benar,” sahut Nyonya Ruby tegas. “Kau terlalu baik, Viviane. Itulah kenapa dia berani menindasmu.”

Viviane menunduk lagi, air matanya jatuh pelan.

Tuan Leon berbicara dengan nada berat, “Naomi harus diberi pelajaran agar dia mengerti posisinya.”

Carlos mengangguk keras. “Betul. Dia tidak boleh merasa bisa melakukan apa saja tanpa konsekuensi.”

“Tapi—” Viviane mencoba lagi.

“Tidak,” potong Nyonya Ruby tegas. “Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Termasuk dia.”

Carlos menatap ke arah luar jendela, rahangnya mengeras.

“Dia pikir setelah keluar dari rumah ini dia bisa semena-mena?” gumamnya. “Aku akan pastikan dia menyesal.”

Viviane berdiri di tengah mereka, wajahnya terlihat sedih.

Carlos menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri setelah emosinya meledak, ia takut jika Viviane takut melihat dirinya marah.

Ia menatap Viviane yang masih berdiri dengan wajah sendu.

“Sudah,” katanya lebih lembut. “Kau jangan terlalu banyak berpikir. Pergi istirahat dulu. Jangan sampai stres membuat lukamu makin sakit.”

Viviane mengangguk pelan. “Baik, Kak.”

Carlos mengusap kepala gadis itu dengan penuh perhatian. “Dan jangan bersedih. Kakak tidak suka melihatmu murung.”

Nyonya Ruby ikut menimpali, “Benar. Wajah cantikmu tidak cocok untuk menangis.”

Tuan Leon mengangguk setuju. “Fokus saja pada pemulihanmu.”

Carlos tiba-tiba teringat sesuatu. Sudut bibirnya terangkat tipis.

“Oh ya,” katanya, nada suaranya berubah lebih ringan. “Beberapa hari lagi, aada pelelangan barang langka.”

Viviane sedikit mengangkat wajahnya. “Pelelangan? Tempat para elite berkumpul kak?”

Carlos memgangguk. “Benar. Kakakk akan membawamu ke sana. Kalau ada barang yang kau suka, katakan saja. Kakak akan membelikannya untukmu.”

Mata Viviane yang tadi redup langsung berbinar terang.

“Benarkah, Kak?” suaranya terdengar lebih hidup.

“Tentu saja,” jawab Carlos tanpa ragu. “Anggap saja itu hadiah untuk menghiburmu.”

Viviane tersenyum lebar, menampilkan ekspresi imut yang biasa membuat seluruh keluarga Elios luluh.

“Terima kasih, Kak Carlos,” katanya manja.

Nyonya Ruby tersenyum penuh kasih. “Lihat? Sekarang sudah cantik lagi.”

Carlos terkekeh kecil. “Jadi jangan menangis lagi, ya. Besok kita bersenang-senang.”

Viviane mengangguk cepat. “Iya!”

Ia lalu berbalik menuju tangga, langkahnya jauh lebih ringan daripada saat ia masuk tadi.

Begitu punggungnya menghilang di lantai atas, Carlos berkata dengan nada tegas, “Naomi tidak akan lolos begitu saja.”

Tuan Leon menyipitkan mata. “Pastikan dia mengerti konsekuensinya.”

Di lantai atas, Viviane berdiri di balik pintu kamarnya yang tertutup. Senyum imutnya perlahan memudar digantikan seringaian kecil.

*

Ruang makan keluarga Atlas malam itu terasa hangat.

Tuan Bastian duduk di ujung meja, membaca sesuatu di tabletnya sambil sesekali menyeruput anggur.

“Pelelangan elit tahunan akan diadakan akhir pekan ini,” katanya tiba-tiba.

Max yang duduk di sisi kanan hanya mengangkat sedikit pandangannya. “Yang diadakan oleh konsorsium internasional itu?”

“Ya,” jawab Bastian. “Barang-barang yang dilelang bukan kelas biasa. Banyak kolektor besar dan investor hadir. Aku ingin kau datang.”

Max mengangguk singkat. “Baik.”

Naomi yang duduk di sisi kiri Nyonya Arumi hanya diam, mendengarkan percakapan mereka.

Tuan Bastian melanjutkan, “Beberapa item tahun ini cukup menarik. Peralatan teknologi prototipe, koleksi logam langka, bahkan beberapa aset properti.”

Max menjawab tenang, “Aku akan melihatnya.”

Naomi menunduk sedikit, pikirannya berjalan cepat. Tiba-tiba.

Ding!

Suara notifikasi halus terdengar di benaknya. Sebuah panel transparan muncul di hadapannya.

["Tuan! Anda harus ikut ke pelelangan itu. Di sana ada sesuatu yang dibutuhkan untuk menghadapi bencana salju."]

Naomi membeku sesaat. Dalam hati ia bertanya, Kau yakin, Sila?

["Tentu saja. Probabilitas keberhasilan meningkat 37% jika Anda memperoleh item tersebut."]

Naomi mengerutkan kening dalam hati. Apa itu?

["Sumber energi alternatif portabel dengan inti pemanas mandiri. Sangat langka dan juga sebuah tanah dataran rendah."]

Jantung Naomi berdegup sedikit lebih cepat. Ia tanpa sadar mengangguk kecil.

Gerakan itu membuat Max dan kedua orang tuanya menoleh bersamaan.

Nyonya Arumi tersenyum lembut. “Kamu kenapa, sayang?”

Naomi tersentak kecil. “Eh? Tidak apa-apa, Ma.”

Max memperhatikannya beberapa detik lebih lama dari yang lain.

Naomi menoleh ke arah kakaknya. “Kak … aku boleh ikut ke pelelangan itu?”

Max sedikit terkejut. “Kau tertarik?”

Naomi mengangguk. “Aku ingin melihat bagaimana suasananya. Sekali-sekali menambah pengalaman.”

Tuan Bastian langsung tertawa kecil. “Bagus. Anak muda memang harus melihat dunia luar.” Ia menatap Max. “Bawa adikmu. Biar dia punya pengalaman.”

Max tidak banyak bicara. Ia hanya mengangguk dengan wajah dingin seperti biasa. “Baik.”

Nyonya Arumi tersenyum hangat. “Tapi jangan terlalu malam, ya. Naomi masih kuliah.”

“Tenang saja, Ma,” jawab Naomi ringan.

Di dalam hatinya, ia kembali berbicara.

Sila, pastikan kita mendapatkan barang itu.

["Tentu, Tuan. Namun kemungkinan akan ada kompetitor kuat."]

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!