Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kota cangnan bergetar
Kepala Klan Hu juga mendesah berat. Tidak ada yang bisa dilakukan, hanya saja ini memang peraturan dari Sekte tingkat 6 itu. Tidak bagus.
Guru Hu Mingxuan merasakan sesuatu, melihat ke luar kediaman klan.
"Hu Chenfeng, keluarlah!"
Suara kuat terdengar di seluruh kediaman Klan Hu.
"Ini si gila Tian Hu mencari masalah lagi."
Kepala Klan Hu, Hu Chenfeng, menatap keluar dengan dingin.
"Hati-hati. Ada ahli Grandmaster mengikuti mereka."
Suara guru Hu Mingxuan terdengar. Bahkan Hu Chenfeng dan Hu Mingxuan tak percaya. Kapan Klan Tian mengundang ahli Grandmaster?
Hu Mingxuan berlutut.
"Guru, mohon bergerak! Jika tidak, Klan Hu kami akan hancur!"
Dia menghentakkan kepalanya memohon.
Guru itu hanya menghela nafas tak berdaya. "Ya sudahlah. Dia bantu kali ini. Lagian ada untungnya, biar bisa mendapat sumber daya lebih di sekte."
"Baiklah, guru akan membantumu kali ini."
Hu Chenfeng dan Hu Mingxuan mengangguk senang. Mereka pun keluar.
"Kumpulkan seluruh pasukan! Klan Tian kali ini mau berperang habis-habisan!"
Suara Hu Chenfeng terdengar. Ribuan murid mulai berkumpul menuju gerbang kediaman.
——
Di sana, Hu Chenfeng dan Tian Hu—sesama kepala klan—bertemu.
"Tian Hu, kau yakin berperang habis-habisan kali ini?"
Hu Chenfeng menatap Tian Hu dengan marah. Pria ini selalu berperang melawannya memperebutkan kekuasaan Kota Cangnan.
Tian Hu tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... habis-habisan? Tidak juga. Klan Hu-mu akan kami bantai dan Klan Tian kami menjadi penguasa Kota Cangnan ini."
"Tuan He Chun, silahkan bergerak."
Tian Hu membungkuk ke langit.
Sosok pria tampan yang seperti perempuan turun dari langit. Menatap ke seluruh Klan Hu seperti semut memandang dewa.
"Klan Hu... salahkan saja nasib kalian sial hari ini."
Lalu dia menampar ke bawah. Sebuah telapak giok dahsyat ukuran ratusan meter turun dan menenggelamkan pasukan Klan Hu.
Para anggota Klan Hu—bahkan Hu Chenfeng dan Hu Mingxuan—merasa berat di tubuh mereka. Seperti gunung megah menimpa mereka. Sangat dahsyat dan kuat. Inilah Grandmaster Bela Diri. Satu serangan memindahkan gunung dan sungai.
"Hmp!"
Dengusan dingin terdengar. Sebuah aliran sungai deras memotong telapak itu, membuat belahan langit yang indah. Energi dahsyat menyebar di seluruh Kota Cangnan, membuat kericuhan.
"Apa? Apa yang terjadi? Ahli mana yang bertarung?"
"Mengguncang seluruh kota! Bukankah ini metode Grandmaster?"
"Astaga! Grandmaster Bela Diri ada di kota kita! Siapa dia?"
Banyak warga mulai bingung dan panik. Ini karena ketika dewa bertarung, pasti mereka akan menderita. Para kultivator tidak peduli hidup matinya manusia fana.
Lalu keluarlah lelaki tua berjalan di langit menghadap He Chun.
"Teman, ini Klan Hu di bawah perlindungan Sekte Zhong Tai kami. Bisa kah memberi muka kepada sekte kami?"
Guru Hu Mingxuan menatap pria tampan itu.
He Chun menatap pria tua di depannya, hanya tersenyum menghina.
"Huh... Sekte Zhong Tai? Hanya sekte kelas 6. Untuk apa memberi muka? Hari ini aku mau menghancurkan Klan Hu. Kau tak bisa menghentikanku."
Suara He Chun dingin menatap pria tua ini.
"Huh! Sombong! Kau hanya kultivator independen, berani menghina sekteku?"
Pria tua itu marah. Energi spiritual dahsyat keluar dari tubuhnya.
"Hahaha... kenapa? Rupanya kalau begitu, mari kita bertarung."
Lalu mereka berdua pun bentrok. Gelombang energi dahsyat keluar dari tubuh mereka, menenggelamkan seluruh Kota Cangnan. Bahkan banyak manusia biasa yang menderita akibat ledakan energi dahsyat di langit.
"Ahh... tolong!"
Salah satu orang kena sabitan qi dahsyat, memotong seluruh tubuhnya.
"Ibu!"
"Ayah!"
Banyak anak-anak kecil menangis terbang kena angin kencang. Luka mereka sangat parah.
Ini membuat seluruh warga merasa marah dan tidak berdaya. Mereka hanya warga biasa. Kenapa para kultivator tidak memikirkan jika mereka bertarung?
Semua Klan Hu dan Klan Tian menatap langit menunggu hasil pertempuran dengan gugup. Karena jika salah satu kalah, maka antara Klan Hu dan Klan Tian pasti akan musnah.
Pertarungan terus berlangsung 1 jam. Membuat gempa bumi dahsyat di seluruh kota. Banyak korban jiwa mencapai 1000. Anak-anak, wanita, bahkan para pria.
Para warga meratap, memohon ampun agar mereka pindah dari kota bertarungnya. Namun apakah kultivator peduli tangisan semut? Tidak. Mereka tidak peduli. Mereka hanya peduli pada diri sendiri saja.
Tepat saat itu juga, awan berputar di langit membuat pusaran dahsyat radius 100 mil. Sebuah pusaran dahsyat menghancurkan langit dan bumi. Tampak bayangan air seperti tsunami di atas awan akan jatuh dari langit. Seorang wanita paruh baya cantik muncul dari langit, mengenakan gaun merah dan wajah dinginnya menatap ke bawah.
Xiao Rou.
Dia telah sampai di Kota Cangnan.
"Siapa?"
He Chun dan pria tua itu menghentikan pertarungan mereka. Menatap ke langit dengan pucat. Melihat seperti tsunami dahsyat membentuk tornado di pusaran awan bergulung-gulung. Bahkan dari jarak yang sangat jauh.
(contoh)
Bahkan pertarungan He Chun dan pria tua itu seperti semut di depan penampakan ini.
Hu Chenfeng dan Tian Hu tercengang menatap langit. Kekuatan yang dahsyat mengubah langit?
"Ini alam apakah ini?"
Karena mereka dari Kota Cangnan kecil, jadi pengetahuan mereka hanya sebatas alam Grandmaster. Tidak mengenal alam Leluhur Bela Diri.
Lalu menatap sosok di tengah pusaran. Itu sosok familiar yang mereka ingat. Dimana menahan seorang wanita cantik dan hampir mereka perkosa.
Mata mereka membelalak dan tak percaya.
"Bukankah itu... Tetua Agung Ketujuh Klan Xiao? Xiao Rou?"
Xiao Rou menatap dingin. Dia bisa menyaksikan dimana banyak manusia biasa menderita dan meninggal. Banyak manusia biasa ini dulu adalah sahabat baik Klan Xiao mereka.
Dengan langkah anggun, dia turun ke bawah dan menatap ke Klan Hu dan Klan Tian, terutama kepala klan mereka.
"Kalian tidak berubah. Suka menindas, memperkosa, bahkan tidak pernah memikirkan perasaan orang-orang biasa di kota."
Suaranya menyebar. Dalam sekejap mata, energi lembut mengelilingi kota dalam radius 10 mil dan menenangkan dampak gelombang pertarungan oleh He Chun dan pria tua itu.
He Chun dan pria tua itu menatap Xiao Rou pucat. Ini tidak salah—seorang ahli Leluhur Bela Diri. Setiap gerakan mengubah langit dan bumi.
"Xiao... Xiao Rou?"
Tian Hu dan Hu Chenfeng tergagap. Mereka tak menyangka bahwa Xiao Rou sangat kuat, bahkan seperti dewa. Mereka pucat dan ketakutan. Mengingat perilaku mereka bejat, pasti tidak akan membiarkan mereka pergi.
"Klan Xiao! Kalian kembali untuk membalas dendam?"
Tian Hu menjerit. Dia sangat ketakutan dan tidak rela. Kemana Klan Xiao selama ini pergi? Kenapa hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, bahkan Xiao Rou sekuat ini?
"Dengan status klanku saat ini, tidak layak mengurus semut seperti kalian."
Xiao Rou berkata dengan acuh tak acuh. Lalu di langit, pusaran awan semakin mengerikan dan hampir menenggelamkan daratan di bawah.
"Senior! Senior!"
"Saya tidak ada hubungannya dengan kedua klan ini. Saya hanya diundang Klan Tian untuk menghancurkan Klan Hu. Tidak ada maksud lain."
He Chun ketakutan. Melihat bahwa kekuatan besar menimpa tubuhnya, sangat kuat dan seperti Gunung Tai.