"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cokelat yang Meleleh dan Sangkar Jakarta
Pagi itu, Bandung terasa jauh lebih hangat bagi Juno. Bayangan ciuman semalam masih tertinggal di bibirnya, membuat senyumnya tak kunjung luntur sejak ia bangun tidur. Dengan sisa uang lembur dari gudang, Juno menyempatkan diri mampir ke toko alat lukis paling lengkap di kota.
Ia membeli satu set cat minyak kualitas terbaik yang selama ini hanya bisa dilihat Kyra dari balik kaca etalase, lengkap dengan sekotak cokelat praline kecil yang harganya setara dengan jatah makannya selama tiga hari.
"Ra, tunggu di taman dekat gedung jurusanmu ya jam 4 sore. Ada sesuatu yang harus aku bilang," pesan singkat itu Juno kirimkan dengan jari yang gemetar karena antusias. Ia ingin meresmikan segalanya. Ia ingin mengikat Kyra dengan janji yang lebih serius sebelum mereka lulus.
Di sisi lain kota, Kyra sudah bersiap pergi ke taman. Namun, sebuah mobil mewah hitam yang sangat ia kenali tiba-tiba terparkir di depan gerbang kostnya. Pintu terbuka, menampakkan sosok Kenzo dan ayahnya yang sudah bertahun-tahun tidak ia temui.
"Ayah? Kak Kenzo? Kenapa kalian ada di sini?" jantung Kyra mencelos.
"Kyra, Ayah menyesal. Ayah sadar Ayah salah," ucap ayahnya dengan wajah penuh drama, tampak sangat sedih. "Ayah sudah menjemput ibumu dari desa. Dia ada di dalam mobil. Ayah ingin kita kembali jadi keluarga."
Kyra melihat ibunya duduk di kursi belakang, tatapannya kosong, rambutnya acak-acakkan. Sang ayah terus merayu, membisikkan janji manis bahwa ia akan membawa ibu Kyra ke rumah sakit jiwa terbaik di Jakarta agar bisa sembuh total.
"Tapi ada syaratnya, Kyra," bisik Kenzo dengan nada dingin yang tidak pernah Kyra dengar sebelumnya. "Ayah dalam masalah besar. Hanya kamu yang bisa bantu. Kita harus ke Jakarta sekarang juga."
Kyra bimbang. Ia melihat ibunya yang terus menggumamkan nama ayahnya dengan sisa-sisa kewarasan yang hilang. Hati Kyra hancur. Ia tidak tahu bahwa ini adalah perangkap; ayahnya sedang terlilit hutang besar pada Nathaniel Sagara, dan Kyra adalah alat tukarnya.
Pukul empat sore, Juno berdiri di taman jurusan seni. Ia menggenggam kotak cat dan cokelat itu dengan erat. Matanya menyapu setiap sudut, namun sosok gadis yang ia cintai tidak kunjung muncul.
Satu jam berlalu. Dua jam.
Juno mulai gelisah. Ia menelepon ponsel Kyra berkali-kali, namun hanya suara operator yang menjawab. "Ayo, Ra... angkat. Jangan bikin aku takut," gumamnya cemas.
Juno berlari menuju kost Kyra. Namun, saat ia sampai di sana, kamar itu sudah terbuka lebar. Semua barang-barang Kyra sudah tidak ada, hanya tersisa beberapa coretan sketsa di lantai dan aroma cat yang masih segar.
"Kyra! Kyrania!" teriak Juno panik. Ia bertanya pada pemilik kost, yang hanya menjawab, "Tadi dia dijemput bapak-bapak pakai mobil mewah, katanya mau pindah ke Jakarta."
Juno terduduk di lantai depan kamar kost Kyra yang kosong. Cokelat di tangannya sudah meleleh karena panas dan keringat, sama seperti hatinya yang mendadak hancur berkeping-keping. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa Kyra pergi tanpa pamit? Mengapa setelah semalam yang begitu indah, Kyra meninggalkannya begitu saja?
Di dalam mobil yang melaju kencang menuju Jakarta, Kyra terus mencoba menghubungi Juno. Namun, di bawah pengawasan ketat ayahnya, ia tidak bisa bicara banyak.
"Ayah, aku harus pamit pada Juno. Dia orang yang menjagaku selama ini!" tangis Kyra pecah.
"Tidak ada waktu, Kyra. Kalau kamu turun sekarang, Ayah tidak akan membawa ibumu ke rumah sakit. Kamu mau ibu mati dalam keadaan gila?" ancam ayahnya dengan kejam.
Kyra terisak, ia menatap ponselnya yang terus menampilkan nama 'Juno' di layar. Dengan jari gemetar, ia mengirimkan satu pesan terakhir sebelum ayahnya merampas ponsel itu.
"Juno, maafkan aku. Aku harus menyelamatkan Ibu. Jangan cari aku. Teruslah bermimpi, dan lupakan aku. Maaf..."
Kyra menatap ke luar jendela, melihat jalanan Bandung yang semakin menjauh. Ia baru saja meninggalkan dunianya, cintanya, dan separuh jiwanya demi sebuah janji palsu tentang kesembuhan ibunya. Ia belum tahu, bahwa di Jakarta, sebuah sangkar emas bernama Nathaniel Sagara sudah menantinya dengan dingin.
[FLASHBACK OFF]
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/