NovelToon NovelToon
Sinyal Dari Lantai 4.5

Sinyal Dari Lantai 4.5

Status: tamat
Genre:Fantasi / Misteri / Action / Tamat
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Di dunia ini, semua gedung tinggi secara hukum tidak boleh memiliki lantai 13 atau 4. Namun, seorang pemuda bernama Genta , seorang tukang servis lift yang punya insting tajam, menemukan bahwa lantai-lantai yang "hilang" itu sebenarnya ada secara fisik, tapi hanya bisa diakses dengan kode lift tertentu.

Lantai-lantai tersembunyi ini (Lantai 4.1, 4.2, dst.) adalah kantor pusat "Konsorsium Semesta "organisasi yang mengatur segala hal "kebetulan" di dunia. Mulai dari kenapa sandal jepit selalu hilang sebelah, sampai kenapa harga cabai naik tiba-tiba. Genta tidak sengaja terjebak di Lantai 4.5 dan membawa kabur sebuah "Remote Pengatur Sial".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghuni Lantai Minus

Genta melompat ke dalam manhole di distrik Sum ida dengan perasaan dejavu yang sangat tidak menyenangkan. Namun, seperti kata Aki, selokan Tokyo memang berbeda. Alih-alih bau limbah domestik yang pekat, udara di sini berbau seperti ozon, kabel terbakar, dan logam dingin. Di sekelilingnya, dinding beton gorong-gorong dilapisi oleh ribuan kabel serat optik yang berpendar biru redup, berdenyut seperti pembuluh darah raksasa yang menyuplai energi ke seluruh kota.

"Genta, kamu berada di 'Data Pipe 01'. Ini adalah jalur pembuangan sisa-sisa komputasi dari server Seky Tree," suara Sarah terdengar sedikit statis di telinganya. "Hati-hati, cairan yang mengalir di bawah kakimu itu bukan air biasa. Itu adalah cairan pendingin yang sudah terkontaminasi oleh energi *glitch*. Jangan sampai menyentuhnya secara langsung kalau kamu tidak mau sarafmu mengalami *lag* selama tiga hari."

Genta berjalan dengan hati-hati di pinggiran pipa baja yang licin. "Sarah, kenapa tempat ini terasa seperti... hidup?"

"Karena memang hidup," Aki menyahut. "Di bawah Tokyo, data-data yang dianggap sampah oleh ZEN-Life tidak benar-benar mati. Mereka menumpuk dan membentuk kesadaran kolektif yang liar. Para teknisi Nexus menyebut mereka sebagai 'The Forgotten'. Mereka adalah sisa-sisa takdir yang dibatalkan karena tidak sesuai dengan estetika Kenji."

Tiba-tiba, dari kegelapan di depan Genta, muncul belasan pasang mata yang berpendar kuning. Bukan mata manusia, tapi lensa-lensa kamera tua dan sensor gerak yang menempel pada sosok-sosok manusia yang tubuhnya sudah dimodifikasi dengan barang rongsokan elektronik.

"Hentikan langkahmu, Orang Asing," suara itu terdengar seperti gabungan dari ratusan rekaman telepon yang dipotong-potong. "Kamu membawa aroma [NOL]. Kamu membawa aroma kehancuran yang kami rindukan."

Genta mengangkat kunci inggris emasnya, siap siaga. "Saya cuma lewat, teman-teman. Saya ada urusan servis di atas sana."

Sosok-sosok itu mendekat. Mereka adalah para tunawisma digital Tokyo orang-orang yang dihapus oleh sistem ZEN-Life dan akhirnya tinggal di gorong-gorong, menyambung hidup dengan mencuri energi dari kabel-kabel Nexus. Pemimpin mereka, seorang wanita dengan lengan robotik yang terbuat dari bagian mesin cuci tua, menatap kunci inggris Genta dengan takjub.

"Kunci itu... itu berasal dari Lantai Nol di Jakarta," bisik wanita itu. "Namaku Mika. Kami sudah menunggu seseorang yang bisa membawa 'Koreksi' ke kota yang terlalu sempurna ini."

Genta menurunkan senjatanya. "Kalian tahu soal Jakarta?"

"Kami tahu segalanya yang dibuang oleh Kenji," Mika menunjuk ke arah aliran cairan pendingin. "Setiap kali Kenji menghapus sebuah kemungkinan buruk di atas sana, datanya dibuang ke sini. Kami hidup dari kegagalan-kegagalan itu. Dan kami tahu, malam ini Seky Tree akan melakukan 'Sin ron tion Global'. Jika itu terjadi, kebebasan berpikir di seluruh dunia akan menjadi sejarah."

"Maka dari itu saya butuh masuk ke sana," kata Genta. "Bisa tunjukkan jalannya?"

Mika menggeleng pelan. "Jalur menuju Seky Tre dijaga oleh 'The Firewall' bukan perangkat lunak, tapi monster mekanis yang dirancang untuk memakan segala sesuatu yang punya frekuensi liar seperti kamu. Tapi... jika kamu bisa memberikan kami sedikit energi dari kunci emasmu untuk menghidupkan kembali pemanas di pemukiman kami, kami akan membantumu mengalihkan perhatian monster itu."

Genta melihat ke arah teman-temannya di kejauhan, lalu kembali ke kunci inggrisnya. "Servis gratis buat kalian. Saya teknisi, bukan politikus."

Genta menempelkan kunci inggrisnya ke sebuah generator tua di sudut ruangan. Dia memutar parameter energinya, menyalurkan sedikit getaran [NOL] ke dalam mesin tua itu. Seketika, mesin itu menderu hidup, mengeluarkan hawa hangat yang membuat para penghuni gorong-gorong itu bernapas lega untuk pertama kalinya dalam waktu lama.

"Terima kasih, Teknisi," Mika membungkuk kecil. "Sekarang, ikuti kabel merah itu. Itu adalah jalur suplai daya darurat yang jarang dipantau. Tapi waspadalah, saat kamu sampai di fondasi Seky Tree, kamu harus bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya, karena di sana waktu dikendalikan sepenuhnya oleh algoritma Kenji."

Genta berpamitan dan berlari menyusuri kabel merah sesuai petunjuk Mika. Semakin dekat dia dengan Seky Tree, semakin kuat tekanan di kepalanya. Dia mulai mengalami halusinasi visual dia melihat dirinya sendiri sedang duduk di rumah di Jakarta, memakan mie instan dengan tenang, seolah-olah semua petualangan ini tidak pernah terjadi.

"Genta! Jangan percaya apa yang kamu lihat!" Sarah berteriak di telinganya. "Itu adalah 'Probability Field'! Seky Tree sedang mencoba menawarkan takdir alternatif yang nyaman supaya kamu menyerah!"

"Gue... gue pengen pulang, Sarah..." gumam Genta, langkahnya mulai gontai.

"Genta Pratama!" suara Aki menggelegar. "Ingat lift nomor empat! Ingat bau selokan Jakarta! Kenyamanan itu adalah penjara paling mewah yang pernah dibuat! Kamu adalah teknisi, dan tugasmu adalah memperbaiki kenyataan yang rusak, bukan lari ke dalam mimpi yang indah!"

Genta menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Dia menghantamkan kunci inggris emasnya ke pahanya sendiri untuk menciptakan rasa sakit yang nyata. Rasa sakit itu memecah halusinasi.

"Sori, Ki. Sori, Sarah. Saya kembali," napas Genta memburu.

Dia sampai di sebuah pintu baja raksasa dengan logo Nexus yang bercahaya keemasan. Ini adalah gerbang masuk ke ruang jantung Seky Tree. Di depannya, berdiri sebuah makhluk mekanis setinggi empat meter yang bentuknya terus berubah-ubah antara bentuk serigala dan gumpalan kabel—The Firewall.

"Genta, kotak dari Pak Sato! Gunakan sekarang!" perintah Sarah.

Genta mengeluarkan kotak kayu washi berisi Logic Bomb. Namun, saat dia hendak membukanya, The Firewall melompat ke arahnya dengan kecepatan yang mengerikan. Genta berguling ke bawah perut monster itu, melihat ribuan sirkuit yang terbuka.

"Logika mesin selalu punya celah di bagian pendinginnya," gumam Genta.

Dia tidak meledakkan Logic Bomb-nya dulu. Dia menggunakan kunci inggris emasnya untuk mengganjal kipas pendingin utama di punggung monster itu.

KRAAAAK!

The Firewall menjerit statis, tubuhnya mulai mengeluarkan asap karena kepanasan. Di saat itulah, Genta membuka kotak Logic Bomb dan menempelkannya tepat ke panel kontrol pintu baja.

LOGIN DETEKSI : UNKNOWN ERROR.

Pintu itu terbuka perlahan, menampakkan sebuah ruangan yang berisi ribuan tabung kaca berisi cairan otak manusia yang terhubung ke satu server raksasa di tengah ruangan. Di sana, Kenji berdiri, membelakangi Genta, sedang menatap pemandangan Tokyo dari ketinggian 634 meter.

"Kamu terlambat lima detik, Genta," ujar Kenji tanpa menoleh. "Sinkronisasi baru saja dimulai. Seluruh dunia baru saja menerima pembaruan ZEN-Life terbaru. Mulai sekarang, kemiskinan, kejahatan, dan... 'Teknisi' seperti kamu, tidak akan punya tempat lagi di peta dunia."

Genta menatap server raksasa itu, lalu menatap kunci inggrisnya yang kini retak karena menahan beban monster tadi. "Mungkin saya terlambat buat dunia, Kenji. Tapi buat nge rusak barang... saya selalu punya waktu."

Genta berlari ke arah server utama, bukan untuk menancapkan kunci, tapi untuk menghantamkan seluruh tubuhnya ke arah kabel daya utama yang menjadi tumpuan hidup seluruh gedung.

"Genta! Itu bunuh diri!" teriak Sarah.

"Bukan bunuh diri, Sarah! Ini namanya Gour ding!"

Ledakan cahaya biru menelan seluruh ruangan. Di luar, Menara Seky Tree yang tadinya bercahaya putih bersih, tiba-tiba berkedip merah dan padam total. Seluruh Tokyo menjadi gelap gulita dalam hitungan detik.

Di tengah kegelapan itu, Genta bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang masih berdegup. Dia masih hidup, tapi dia merasa berada di tempat yang sangat jauh.

"Selamat, Genta," suara Baskoro terdengar lagi, namun kali ini terasa sangat dekat, seolah-olah dia berbisik di samping telinga Genta. "Kamu baru saja mematikan lampu dunia. Sekarang, mari kita lihat apa yang akan dilakukan manusia dalam kegelapan."

Genta membuka matanya, dan dia tidak lagi berada di Tokyo. Dia berada di sebuah padang pasir putih yang luas, berdiri di depan sebuah lift tunggal yang pintunya terbuka lebar.

"Selamat datang di Lantai Terakhir," ujar sebuah suara asing.

1
Melissa McCarthy
mantap bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!