Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.
Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.
Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah ke Rumah Alex
Di rumah peninggalan orang tuanya, Elina terdiam dan melamun. Ia mulai mengemas satu persatu pakaian yang ada di lemari bajunya. Baginya semua terasa seperti mimpi, ia tidak pernah membayangkan semua kejadian ini akan terjadi padanya.
Elina kembali bertanya pada dirinya dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca, apakah ia yakin bisa melalui semua ini.
"Sampai kapan?" tanya Elina pada dirinya sendiri.
Setelah selesai berkemas, ia mulai menatap setiap sudut rumah, kembali mengingat semua kenangan yang ada di dalamnya. Elina merasa seperti meninggalkan kehidupan lamanya. Namun ia tidak punya pilihan lain, selain pindah ke rumah Alex. Semua demi keselamatannya.
Tak lama setelah Elina mengemas barangnya, ia mendengar suara mobil terparkir di depan rumahnya. Dibalik jendela kamar, Elina menatap keluar, memastikan apakah itu adalah mobil Alex. Mobil Alex terparkir di depan rumah Elina, ada dua anak buahnya yang berdiri dengan sikap penuh waspada melihat sekitar.
Elina membawa barangnya keluar dari rumah, Alex yang melihat barang Elina segera memerintahkan anak buahnya untuk mengangkat barang tersebut ke bagasi mobil.
Elina perlahan berjalan menuju mobil dan naik ke mobil Alex, entah mengapa walau sudah beberapa kali bertemu dengan Alex, jantungnya berdetak begitu cepat. Sepanjang perjalanan ia melamun menatap keluar jendela mobil. Dibenak Elina kota ini tidak lagi terlihat sama.
Sepajang perjalanan suasana di dalam mobil hening, tidak ada percakapan diantara mereka berdua ditambah angin malam yang masuk melalui kaca jendela mobil membuat suasana semakin dingin.
Setengah jam berlalu, mereka sudah sampai di depan rumah Alex. Rumah dengan banyak kamera pengawas, pagar tinggi dan lampu sorot membuat rumah yang tampak seperti mansion itu bagaikan benteng pertahanan.
Ketika mobil hendak masuk, anak buah Alex dengan sigap membuka pagar. Mereka berdua masuk tanpa banyak bicara. Elina merasakan banyak tatapan mata yang tertuju padanya, mata yang tajam tanpa senyuman namun tidak mengancam.
Rumah yang sangat besar, dengan lantai marmer dan dinding kaca besar serta perabotan modern yang sempurna, membuat suasana rumah itu terasa lebih dingin. Berbeda jauh dengan rumah Elina yang setiap sudut memiliki sentuhan hangat.
Alex menuntun Elina menuju kamar yang akan ditempatinya nanti.
"Ini kamar yang akan kamu tempati" ucap Alex.
"Berapa lama aku akan tinggal di rumah mu?" tanya Elina dengan suara pelan.
"Sampai kamu bisa melunasi hutang keluargamu atau bisa lebih lama lagi jika itu diperlukan" ucap Alex.
Elina tahu kalau Alex akan menjawab seperti itu bahwa situasi ini bisa saja lebih lama dari yang ia bayangkan, tak sadar ia pun menghela nafas dengan suara cukup keras membuat Alex dapat mendegarnya.
"Hummmmh"
Malam pertama di rumah itu terasa aneh baginya, membuatnya merindukan kamarnya yang penuh kehangatan.
Elina berbaring di kasur, menatap langit-langit kamar yang begitu tinggi. Kamar yang begitu mewah dengan kasur besar, lemari mewah. kamar mandi modern yang luas, lebih luas dari kamar Elina, tapi tetap saja terasa seperti bukan rumah baginya. Tidak ada kehangatan di dalamnya, sangat sunyi.
Ponsel Elina begetar, nama Alex muncul di layar ponselnya "Tidurlah cepat, jangan keluar dari rumah. Anak buahku akan tetap berjaga di depan kamar, ough iya dan jangan lupa makan, ada makanan yang sudah disediakan disamping kamar mu, besok pagi kita makan bersama di meja makan" ucap Alex yang bagaikan perintah bagi Elina.
"Baiklah" ucap Elina.
Elina memakan makanannya perlahan. Setelah selesai makan ia pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Elina yang sudah merasa lelah membaringkan tubuhnya di kasur. Ia mencoba untuk menutup mata dan menenangkan diri, tapi bayangan Alex terus saja terlintas dipikirannya. Tatapannya yang dingin, tangan kekar, wajah tajam namun tampan dan bagaimana cara dia menghentikan orang-orang yang mengganggu dan mengancamnya, semua teras seperti di film.
Elina melamun, ia berpikir bagaimana caranya agar dia bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan dunia baru yang tidak ia kenal, dunia yang begitu berbahaya.
Saat pagi telah tiba, Alex memperkenalkan Elina kepada semua staf yang ada di rumah itu.
Semua pelayan, pengawal, bahkan koki semuanya terlihat profesional dan ahli dibidangnya. Elina merasa seperti tamu asing disebuah kerajaan milik raja iblis yang menakutkan.
Alex yang muncul sesekali untuk memastikan Elina makan dan tidur dengan baik. Memastikan ia tetap aman selama berada di rumah itu.
Namun setiap kali Alex muncul, Elina merasa tatapan Alex seperti memeriksa barang yang sangat berharga, sesuatu yang harus dijaga dan tak boleh lecet sedikitpun.
Menjelang sore, Elina berjalan-jalan mengelilingi rumah itu. Hingga akhirnya ia sampai di teras rumah Alex. Ia menatap kota yang jauh di bawah sana.
Entah bagaimana ia merasa takut, tapi juga merasa aman. Mungkin karena untuk pertama kalinya sejak ancaman itu muncul, ia merasa aman karena berada di rumah Alex, dimana kamera pengawas dan penjaga ada dimana-mana. Tidak memungkinkan musuhnya untuk masuk dirumah itu.
Namun, Elina tahu bahwa rasa aman itu datang dengan harga yang tidak murah. Ia sudah masuk ke dunia seorang mafia, dunia ya g tidak ramah untuk orang biasa sepertinya.
Saat makan malam tiba, Alex pulang ke rumah. Ia memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Elina untuk makan malam. Elina berjalan perlahan menuruni tangga, ia melihat Alex yang sudah duduk di meja makan.
Alex mempersilahkan Elina untuk duduk. para koki yang sedari tadi sudah mempersiapkan makanan di meja makan segera menyuguhkan makanan dipiring Alex dan Elina "Pilihlah makanan yang ingin kamu makan, ada banyak pilihan, pembantu akan mengambilkannya untukmu" ucap Alex.
"Iya makannya sangat banyak hingga aku bingung untuk memilihnya" ucap Elina sambil menggaruk kepalanya.
"Kamu harus makan yang banyak, jika perlu habiskan, biar kamu tetap sehat, aku tidak ingin kamu kurus selama ada di rumah ku" ucap Alex.
Elina berkata dalam hatinya "Bagaimana aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini, ada-ada aja nih orang. Aku tidak serakus itu untuk menghabiskan semuanya" ucap batin Elina.
Disela-sela makan, Alex bertanya pada Elina bagaimana harinya selama berada di rumah ini, apakah iya membutuhkan sesuatu "Bagaimana hari pertamamu di rumah ini ? Jika membutuhkan sesuatu atau ingin membeli sesuatu kamu bisa memanggil pengawal untuk membelinya" ucap Alex.
"Hari ku biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, aku hanya merasa sedikit asing dengan suasana rumah ini, mungkin karena ini kali pertamaku ada disini. Tapi selama berada disini aku merasa aman" ucap Elina
"Iya lama-lama kamu juga akan terbiasa, kalau begitu kamu pergilah ke kamarmu dan beristirahat dengan baik" ucap Alex dengan lembut.
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥