NovelToon NovelToon
PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

PEMBASKET GANTENG DAN JANDA SEXY

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nina Sani

Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.

Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.

Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.

Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENCI TAPI SUKA

Seminggu berikutnya menjadi minggu paling menjengkelkan dalam hidup Anela.

Karena Rico ternyata tidak bercanda soal mengejarnya.

Dan itu membuat semuanya… semakin rumit.

Hari ketiga setelah Rico datang ke showroom, Anela keluar kantor menjelang sore.

Langit mulai jingga.

Ia berjalan menuju parkiran sambil membuka kunci mobilnya.

Lalu ia berhenti.

Seseorang bersandar santai di kap mobilnya.

Tinggi.

Bahu lebar.

Topi hitam.

Kemeja abu-abu dengan lengan digulung.

Rico.

Anela memejamkan mata sebentar.

“Serius?” gumamnya.

Rico tersenyum kecil begitu ia membuka mata lagi.

“Aku tungguin.”

Anela melipat tangan di dada.

“Kamu tahu ini namanya stalking?”

Rico mengangkat bahu santai.

“Aku parkir legal.”

“Kamu juga ganggu hidup orang.”

“Cuma hidup kamu.”

Anela memutar mata.

Ia berjalan mendekat, mengambil tasnya dari kap mobil tanpa menyentuh Rico.

“Kamu gak punya kerjaan?”

“Latihan pagi. Selesai jam dua.”

“Lalu?”

“Lalu aku mikirin kamu.”

Anela berhenti membuka pintu mobil.

Menoleh tajam.

“Kamu kira itu romantis?”

Rico berpikir sebentar.

“Sedikit.”

“Enggak. Itu mengganggu.”

Rico tidak tersinggung. Malah terlihat… menikmati.

“Kenapa kamu masih marah banget?”

“Karena kamu playboy.”

“Karena artikel itu?”

“Karena aku lihat sendiri kamu dicium perempuan lain.”

Sunyi sebentar.

Rico berdiri tegak dari mobil.

Sekarang jarak mereka cuma satu langkah.

“Aku gak nyium dia balik.”

“Wow. Terima kasih sudah menjaga standar moral,” kata Anela sinis.

Rico hampir tertawa.

Tapi kemudian ia menatap Anela lebih serius.

“Kenapa kamu peduli?”

Pertanyaan itu membuat Anela terdiam sesaat.

Ia cepat menutup pintu mobil yang belum sempat ia buka.

“Aku gak peduli.”

Rico mengangkat alis.

“Kalau gak peduli, kamu gak bakal segalak ini tiap lihat aku.”

Anela mendesah kesal.

Masalah dengan Rico adalah pria itu terlalu tenang.

Seolah semua serangan verbalnya hanya hiburan kecil.

Ia berjalan memutar ke sisi pengemudi.

Rico mengikutinya.

“Tolong jangan ikuti aku,” kata Anela.

“Aku cuma jalan.”

“Kamu jalan di belakangku.”

“Karena kamu di depan.”

Anela berhenti mendadak.

Rico hampir menabraknya.

Ia menatap pria itu tajam.

“Kamu nyebelin.”

Rico mengangguk ringan.

“Sering dibilang begitu.”

“Dan kamu pikir itu lucu?”

“Enggak.”

Ia menatap Anela dengan ekspresi yang lebih lembut.

“Aku cuma gak mau kamu menjauh sebelum kamu benar-benar kenal aku.”

Jantung Anela berdetak sedikit lebih keras.

Kalimat itu terlalu serius untuk pria dengan reputasi seperti Rico.

Ia cepat menepisnya.

“Yang aku tahu cukup.”

“Apa?”

“Kamu atlet terkenal, mantanmu banyak, perempuan masih nyium kamu di café.”

Rico menghela napas pelan.

“Dan kamu?”

“Apa aku?”

“Janda cantik yang pura-pura dingin tapi sebenarnya penasaran sama aku.”

Anela hampir tersedak.

“Wow. Percaya diri sekali.”

Rico tersenyum sedikit.

“Kalau gak penasaran, kamu gak bakal masih berdiri di sini ngobrol sama aku.”

Anela membuka pintu mobil cepat.

Masuk ke dalam.

Tapi sebelum menutup pintu, ia berkata:

“Aku ngobrol karena kamu menghalangi mobilku.”

Rico menunduk sedikit ke arah jendela yang masih terbuka.

Tatapan mereka bertemu lagi.

Dan sialnya, kedekatan itu membuat Anela terlalu sadar betapa menariknya pria ini.

Garis rahang yang tegas.

Mata yang tajam tapi hangat.

Tubuh atletis yang terlalu mudah diingat oleh tubuhnya.

Anela memalingkan wajah.

Ia benci fakta bahwa chemistry itu masih ada.

Rico bicara pelan.

“Aku gak main-main sama kamu.”

Anela tertawa pendek.

“Semua playboy bilang begitu.”

“Aku bukan playboy.”

“Media bilang begitu.”

“Media juga pernah bilang aku selingkuh padahal aku lagi di luar negeri.”

Anela menatapnya lagi.

Sejenak ada keraguan kecil di kepalanya.

Tapi ia cepat menutupnya.

“Masalahnya bukan kamu playboy atau enggak.”

Rico menunggu.

“Masalahnya aku gak mau hubungan setengah-setengah lagi.”

Kalimat itu keluar lebih jujur dari yang ia rencanakan.

Rico memperhatikannya beberapa detik.

Lalu berkata pelan,

“Bagus.”

Anela mengerutkan dahi.

“Bagus?”

“Aku juga gak mau yang setengah-setengah.”

Sunyi lagi.

Untuk pertama kalinya, Anela tidak langsung punya jawaban sinis.

Rico mundur satu langkah dari mobil.

Memberinya ruang.

“Pulanglah,” katanya.

Anela terkejut.

“Kamu gak ikut ngejar lagi?”

Rico tersenyum tipis.

“Aku masih ngejar.”

Ia mengetuk ringan atap mobil.

“Cuma gak hari ini.”

Anela menyalakan mesin mobil.

Tapi sebelum pergi, ia menatapnya lagi.

Rico masih berdiri di sana.

Tenang.

Percaya diri.

Dan… terlalu menarik untuk ukuran pria yang membuatnya kesal seperti ini.

Mobil Anela akhirnya keluar dari parkiran.

Namun sepanjang perjalanan pulang, pikirannya justru makin kacau.

Karena semakin Rico mengejarnya—

Semakin ia kesal.

Tapi juga… semakin penasaran.

Dan yang paling ia benci adalah satu kenyataan kecil:

Belum pernah ada laki-laki yang se gigih ini mengejarnya.

Dan belum pernah juga ada laki-laki yang membuatnya merasa sehidup ini.

............

1
Sartini 02
semangat kak....👍
Nina Sani: makasih kakak say 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!