NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Trauma masa lalu / Kebangkitan pecundang / Antagonis Jahat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yourfee

Ervana yang lahir dari keluarga Moses merasa hidupnya berubah setelah kehadiran anak angkat keluarganya yang begitu disayang semua anggota keluarganya. Orang tuanya dan kakak laki-lakinya lalu memperlakukan Renita, adik angkatnya dengan penuh kasih sayang. Ia diasingkan, semua hal yang menjadi miliknya kini direbut perlahan oleh Renita Moses. Air mata dan kesakitan itu membuatnya nyaris gila. Ervana kalah dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak biasa, bunuh diri. Namun, jiwanya yang terperangkap dalam kegelapan sepertinya masih enggan untuk meninggalkan dunia penuh dosa ini. Ervana lalu kembali dengan versi baru yang membuat keluarganya tercengang.
"Aku kembali hanya untuk memberi pelajaran pada mereka bahwa aku tidak pantas diperlakukan seburuk ini". Persis ketika ia membuka matanya, kehidupan baru menyambutnya. Ervana lalu hidup menurut kepercayaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourfee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. Rumah sakit jiwa tempatnya

 Seorang dokter muda berperawakan tinggi tegap melangkahkan kakinya dengan gerakan terukur khas seorang pria terhormat. Sang dokter mendekat ke arah Ervana yang menatap nanar wajahnya. Berbagai jenis pemeriksaan mulai dilakukan. Ervana diberi berbagai macam pertanyaan yang terasa sangat asing di telinganya. Apa ini? Seperti sebuah jerat yang rasanya terlalu kencang di lehernya. Cara sang dokter mencatat jawaban dan memperhatikan wajahnya seperti terlalu terukur dan penuh perhitungan. Jantungnya berdegup kencang, sebuah kejadian luar biasa mungkin sedang menunggunya.

"Bagaimana dokter?" Lucas Moses mendekat ke arah sang dokter yang terlihat sibuk memasukkan berbagai perlengkapannya ke dalam tas kerjanya. Sang dokter menghela napasnya dengan berat seolah tak siap memberikan fakta menyakitkan ini.

"Maaf Tuan Lucas, ini mungkin sedikit mengejutkan tapi kurasa Nona Ervana harus dimasukkan ke rumah sakit jiwa". Hening, Ervana bahkan masih sibuk mencerna setiap kata yang keluar dari bibir sang dokter. Rumah sakit jiwa? Tiga kata itu seperti momok paling menakutkan bagi gadis itu. Ya Tuhan, hidupnya benar-benar sangat kacau sekarang.

Lucas menatap wajah lesu sang adik sekali lagi sebelum mengeluarkan sebuah keputusan paling menyedihkan yang tidak pernah Ervana inginkan.

"Aku setuju".

"TIDAK! AKU TIDAK GILA". Ervana melemparkan semua barang yang ada atas meja di depannya lalu berteriak bak orang gila. Gadis itu bahkan menjambak rambutnya sendiri. Lucas menyaksikan itu semua dengan perasaan sakit. Bohong sekali jika ia tidak terluka dan sakit hati. Adik yang dulu begitu disayanginya kini benar-benar sangat menyedihkan.

"Dia benar-benar gila". Samar-samar, Ervana mendengar suara bisikan ibunya yang kini menatapnya dengan sorot mata penuh ketakutan.

"Aku tidak gila". Gadis itu berucap lirih nyaris seperti sebuah bisikan.

"Mungkin rumah sakit jiwa adalah tempatnya. Ia terlalu menakutkan akhir-akhir ini". Sedetik kemudian suara berat Efendi mendominasi isi pembicaraan sore itu.

"Aku tidak gila aku tidak gila". Suaranya melemah persis ketika sang dokter menyuntikkan obat penenang berdosis tinggi ke tubuh Ervana.

"Terima kasih atas bantuannya, Dokter".

"Sama-sama, Tuan Lucas. Ini semua sudah menjadi tugas saya dan jika boleh berpendapat saya menyarankan agar Nona Ervana segera dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Di sana ia akan mendapatkan perawatan intesif".

"Ini saat yang tepat untuk mengirimnya ke rumah sakit jiwa. Aku takut ia akan membalaskan dendamnya pada Renita". Lucas menatap tubuh lemah adiknya sekali lagi. Perasaan tak tega menghampirinya namun ia tak mempedulikan itu semua.

"Lebih cepat lebih baik, Lucas. Ibu takut ia menyakiti Renita". Ucap Eva sambil memeluk erat tubuh Renita yang masih mempertahankan actingnya sebagai sosok paling menyedihkan di rumah besar ini.

"Telpon ambulans". Ucap Lucas dengan suara bergetar. Renita tersenyum licik lalu segera menghubungi ambulans rumah sakit kota itu. Ah, skenario yang diciptakannya ternyata begitu berhasil. Waktu menunjukkan pukul lima sore ketika tubuh lemah Ervana dibawa pergi oleh mobil ambulans itu. Di balik pagar tinggi milik keluarga Moses, seorang pengawal terlihat menyeka air matanya yang turun tanpa permisi sejak tadi. Ah, hidup sang nona sungguh sangat tragis. Ia bahkan pergi tanpa didampingi keluarganya. Rasanya sungguh menyedihkan, namun sang pengawal merasa tidak punya otoritas untuk membela sang nona. Bian hanyalah seorang pengawal baru yang dipekerjakan oleh keluarga Moses. Di ujung jalan, mobil ambulans berbelok perlahan lalu hilang di tikungan kecil. Bian mendesah putus asa. Rasanya ia belum pernah menganggap dirinya sepecundang ini.

1
EMA
Semangat kk lanjut nya 💪 💪
EMA
Semangat kk 💪💪💪
Afee: Makasih kaaa🥰
total 1 replies
EMA
Lanjut kk
Alvi
lanjut thorrrr🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!