NovelToon NovelToon
Lentera Abadi Di Makam Bintang

Lentera Abadi Di Makam Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Sistem
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzuki chan

​Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
​"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
​Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31 tribulasi salju hitam dan keberangkatan sang Kaisar bayangan

Dua bulan telah berlalu sejak benih Teratai Mayat ditanam di jantung Ibu Kota.

Ibu Kota Kekaisaran Bintang Agung kini memiliki wajah ganda. Di permukaan, pembangunan kembali berjalan pesat berkat dana yang mengalir dari sitaan aset para pangeran pemberontak. Namun di bawah bayang-bayang, sebuah ekonomi gelap yang baru telah lahir. Mutiara Roh Yin yang diproduksi dari kawah pusat telah menjadi mata uang yang paling dicari di pasar gelap seluruh benua.

Xing Shenyuan berdiri di balkon menara pengawas, menatap kawah yang kini telah berubah menjadi danau ungu gelap yang tenang. Di tengah danau itu, sesosok gadis duduk bersila di atas daun teratai raksasa.

Lin Xiaoyue.

Selama dua bulan terakhir, Xiaoyue tidak pernah meninggalkan danau itu. Kulitnya yang dulu cerah kini tampak seputih porselen, dan rambut hitamnya mulai menampakkan semburat perak di ujungnya. Suhu di sekitar kawah turun drastis, bukan karena cuaca, melainkan karena Qi es yang dipadatkan secara ekstrem oleh gadis itu.

"Fondasi adalah segalanya, Xiaoyue," bisik Shenyuan pada angin. "Jika kau tidak bisa menanggung dinginnya kematian, kau tidak akan pernah bisa menggenggam hangatnya keabadian."

Shenyuan sendiri merasa jauh lebih baik. Meditasi rutin dan asupan energi murni dari Makam Bintang telah menstabilkan fondasinya hingga 75%. Retakan pada Jiwa Baru Lahir-nya hampir tak terlihat, digantikan oleh jalinan energi yang lebih ulet. Meskipun ia belum naik ke Tahap Menengah, kekuatan murninya sekarang jauh lebih padat dibandingkan saat ia membunuh Xing Jian.

Tiba-tiba, langit di atas Ibu Kota berubah.

Awan hitam bergulung dengan cepat, membentuk pusaran raksasa tepat di atas kawah. Namun, ini bukan awan badai biasa. Kilatan petir yang muncul di dalamnya berwarna biru pucat, dan alih-alih guntur, suara yang terdengar adalah rintihan angin yang menyayat.

"Tribulasi Inti Emas," gumam Su Yan yang muncul di belakang Shenyuan. Wajahnya penuh kekhawatiran. "Tuan, apakah dia akan selamat? Tribulasi ini terlihat jauh lebih ganas daripada Tribulasi Inti Emas pada umumnya."

"Itu karena dia berlatih di bawah bimbinganku," jawab Shenyuan tenang. "Dia tidak hanya membentuk Inti Emas biasa. Dia membentuk Inti Salju Jiwa. Langit sedang mencoba menghancurkan anomali ini sebelum ia benar-benar mekar."

Tribulasi: Ujian Kehendak

BOOOM!

Petir pertama menyambar. Bukan berupa kilatan cahaya, melainkan sebuah tombak es raksasa yang terbungkus listrik biru.

Xiaoyue membuka matanya. Pupilnya kini benar-benar putih. Ia tidak menghindar. Ia berdiri di atas teratai, mengangkat busurnya yang telah ia perkuat dengan tulang-tulang iblis dari Makam Bintang.

"Langkah Angin Pembeku: Sembilan Penjuru!"

Xiaoyue melompat. Di udara, ia melepaskan sembilan anak panah secara bersamaan. Anak-anak panah itu meledak saat bersentuhan dengan petir langit, menciptakan badai salju lokal yang menahan serangan pertama.

Namun, langit tidak berhenti. Sambaran kedua dan ketiga datang lebih cepat.

Shenyuan memperhatikan dengan tangan di belakang punggung. Ia siap mengintervensi dengan Lentera Abadi jika keadaan mendesak, namun ia tahu bahwa bantuan dari luar akan membuat Inti Emas Xiaoyue menjadi cacat. Seorang kultivator harus menanggung bebannya sendiri.

"Bertahanlah, Xiaoyue. Hancurkan ketakutanmu, maka kau akan menghancurkan langit," batin Shenyuan.

Di tengah danau, Xiaoyue mulai berdarah. Bahunya robek oleh pecahan es langit, namun matanya tetap tajam. Ia mulai menyerap energi Yin dari Teratai Mayat di bawahnya untuk menopang Qi-nya yang mengering. Ini adalah langkah berisiko tinggi; energi Yin yang terlalu banyak bisa merusak kesadaran.

"Aku... tidak akan... menjadi beban!" Xiaoyue meraung.

Di dalam Dantiannya, kabut energi es yang liar mulai memadat. Sebuah butiran bulat sempurna berwarna putih mutiara dengan guratan hitam mulai terbentuk. Itulah Inti Emas-nya.

Sambaran terakhir, petir ketujuh, turun dengan kekuatan penuh. Langit seolah-olah ingin meratakan kawah itu.

Xiaoyue melepaskan semua Qi-nya dalam satu tembakan pamungkas. "Seni Rahasia: Panah Pemutus Aliran!"

Cahaya putih meledak. Ibu Kota sesaat tertutup salju di tengah musim panas. Saat cahaya meredup, keheningan kembali. Xiaoyue jatuh berlutut di atas daun teratai, napasnya tersengal, namun di atas kepalanya, sebuah aura emas yang dingin terpancar dengan stabil.

Ranah Inti Emas (Golden Core) Tahap Awal — Berhasil.

Login Harian: Hadiah untuk sang Murid

Shenyuan melangkah di atas air, mendekati muridnya yang kelelahan. Ia melihat Xiaoyue yang tersenyum lemah sebelum jatuh pingsan. Dengan satu gerakan tangan, ia menyelimuti Xiaoyue dengan jubahnya.

"Sistem, aku berada di lokasi Tribulasi yang baru saja usai. Energi langit masih tersisa di sini. Lakukan Login."

> [Sistem Login Harian Makam Bintang]

> [Lokasi: Sisa Medan Tribulasi Salju Jiwa]

> [Status: Siap untuk Check-in.]

>

"Login."

> [Ding! Check-in berhasil!]

> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Pil Restorasi Embun Surga" (Tingkat Surga) dan "Manual Busur Bintang Sembilan Langit".]

> [Deskripsi Item:]

> * Pil Restorasi Embun Surga: Memulihkan seluruh luka fisik dan menstabilkan Inti Emas yang baru terbentuk tanpa efek samping.

> * Manual Busur Bintang Sembilan Langit: Teknik memanah tingkat tinggi yang menggunakan rasi bintang sebagai jalur proyektil.

>

Shenyuan memasukkan pil itu ke mulut Xiaoyue. Seketika, luka-luka di tubuh gadis itu menutup, dan napasnya menjadi teratur.

"Bawa dia ke ruang istirahat," perintah Shenyuan kepada Su Yan yang baru sampai di lokasi. "Biarkan dia tidur selama tiga hari. Setelah dia bangun, berikan manual ini padanya."

Dewan Bayangan: Instruksi Terakhir

Malam harinya, Shenyuan mengumpulkan Su Yan dan beberapa pemimpin pasukan hantu yang sudah mulai memiliki kesadaran sendiri (berkat asupan Mutiara Roh Yin).

"Aku akan berangkat ke Barat besok pagi," ujar Shenyuan langsung pada intinya.

Su Yan membungkuk. "Saya telah menyiapkan rute tersembunyi, Tuan. Namun, mata-mata kita melaporkan bahwa Sekte Pedang Langit telah mengirim Penatua Agung Bai ke perbatasan. Dia adalah ahli Jiwa Baru Lahir Tahap Akhir. Mereka sepertinya tahu Anda akan bergerak."

"Biarkan dia menunggu di sana," Shenyuan menyeringai. "Aku tidak akan lewat jalur darat. Jalur darat terlalu lambat."

"Lalu...?"

Shenyuan mengeluarkan Fragmen Peta Bintang. Logam itu berdenyut ke arah Barat.

"Aku akan menggunakan Langkah Dimensi untuk melompati titik-titik koordinat yang ditunjukkan peta ini. Ini akan memakan energi yang besar, tapi akan memangkas perjalanan satu bulan menjadi tiga hari."

Shenyuan menatap Su Yan. "Tugasmu di sini adalah menjaga stabilitas. Jika Sekte Pedang Langit menyerang, jangan lawan mereka di luar tembok. Tarik mereka masuk ke dalam jangkauan Teratai Mayat. Biarkan tanaman itu yang memakan mereka. Gunakan formasi yang kubuat untuk mengaktifkan 'Pertahanan Kabut Kematian'."

"Sesuai perintah, Tuan. Bagaimana dengan Kaisar?"

"Jika dia berulah, potong satu jarinya. Jika dia berulah lagi, ganti dia dengan pangeran lain yang lebih kecil. Kita tidak butuh raja, kita butuh simbol," jawab Shenyuan dingin.

Keberangkatan ke Barat

Keesokan paginya, saat fajar baru saja menyingsing, Shenyuan berdiri di puncak gerbang barat. Xiaoyue sudah bangun dan berdiri di sampingnya, meski wajahnya masih sedikit pucat.

"Guru, saya siap ikut," tegas Xiaoyue. Busur barunya tersampir di punggung.

Shenyuan menatap muridnya sejenak. Ia bisa merasakan fondasi Xiaoyue yang sangat kokoh. Tribulasi itu benar-benar menyingkirkan semua kotoran dalam bakatnya.

"Barat bukan tempat yang ramah, Xiaoyue. Di sana adalah tempat pembuangan bagi mereka yang diusir oleh hukum sekte lurus. Di sana, kekuatan adalah satu-satunya hukum."

"Saya tidak takut, selama saya di belakang Guru."

Shenyuan mengangguk. Ia mengaktifkan energi dari lenteranya. Cahaya ungu mulai membungkus mereka berdua.

"Target kita adalah Kota Tak Bertuan (No Man’s City) di pinggiran Gurun Kematian. Di sana, gumpalan daging 'Pelahap Bintang' itu terlihat terakhir kali. Kita harus menemukannya sebelum ia menemukan inang yang cukup kuat untuk bermutasi."

Dengan satu hentakan kaki, ruang di depan mereka seolah-olah terlipat. Suara seperti kain yang robek terdengar pelan, dan dalam sekejap, sosok Shenyuan dan Xiaoyue menghilang dari pandangan, meninggalkan riak energi perak yang perlahan memudar.

Su Yan berdiri di gerbang, menatap langit kosong itu dengan tangan terkepal di dada.

"Semoga keberuntungan bintang bersamamu, Tuan..."

Perjalanan Dimensi

Di dalam celah dimensi, Shenyuan merasakan tekanan yang luar biasa. Meskipun fondasinya sudah stabil, membawa orang lain melakukan Langkah Dimensi berkali-kali adalah beban yang berat.

Derrrr...

Ia melihat "jalan" di depan matanya—garis-garis cahaya yang hanya bisa dilihat oleh mata batinnya. Ini adalah jalur yang ditinggalkan oleh para ahli kuno Makam Bintang.

"Sistem, berikan koordinat lompatan kedua. Pastikan kita mendarat di area dengan kepadatan energi yang cukup untuk pengisian ulang."

> [Memproses...]

> [Titik Lompatan Terdeteksi: Pegunungan Roh Terlarang.]

> [Peringatan: Wilayah ini adalah habitat Elang Petir tingkat tinggi.]

>

"Tidak masalah. Mereka hanya akan menjadi camilan bagi Tie Zha."

Shenyuan mencengkeram bahu Xiaoyue lebih erat. "Tahan napasmu, lompatan berikutnya akan sedikit kasar!"

BOOM!

Mereka keluar dari celah dimensi di atas puncak gunung yang diselimuti petir. Benar saja, puluhan Elang Petir raksasa langsung terbang mengepung mereka.

Shenyuan bahkan tidak berhenti. Ia hanya mengibaskan lengan bajunya. Panji Sepuluh Ribu Jiwa berkibar, dan Tie Zha keluar dengan tawa menggelegar, langsung menyapu burung-burung itu dengan gada hitamnya.

Shenyuan terus melangkah, matanya tertuju pada cakrawala Barat yang jauh, di mana badai pasir hitam mulai terlihat.

Lantai Keempat Makam Bintang menunggunya. Dan ia tidak akan membiarkan apa pun, baik itu monster dari luar angkasa atau sekte-sekte kuno, menghalangi jalannya.

* Kultivasi Shenyuan: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Stabilisasi: 78%).

* Kultivasi Xiaoyue: Inti Emas Tahap Awal (Baru).

* Lokasi: Pegunungan Roh Terlarang (Dalam perjalanan ke Barat).

* Target Utama: Menemukan sisa-sisa Pelahap Bintang & Membuka rahasia Kota Tak Bertuan.

1
Seorang Penulis✍️
Tess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!