NovelToon NovelToon
Friendzone With Idol

Friendzone With Idol

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cinta Murni / Kekasih misterius
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Soju Kimchizz

Menjadi Takara tidaklah mudah. Bagaimana rasanya sahabatmu satu-satunya sekaligus orang yang kamu cintai dalam diam dimiliki oleh jutaan orang di dunia? Dia bersinar terang, terlalu terang hingga Takara tak sanggup melihatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soju Kimchizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Finally!

Setelah berbulan-bulan berkutat dengan debu maket, revisi sketsa yang tak ada habisnya, dan malam-malam tanpa tidur yang ditemani kopi dingin, hari yang dinantikan Takara akhirnya tiba. Jadwal sidang tugas akhir, gerbang terakhir menuju gelar sarjananya, sudah resmi keluar.

Orang pertama yang ia kabari tentu saja Jake.

"Jake, minggu depan gue sidang!" ucap Takara lewat panggilan suara, nadanya campuran antara lega dan gugup yang luar biasa.

"Serius? Wah, akhirnya! Architect-to-be kita bakal segera resmi!" suara Jake di seberang sana terdengar sangat antusias, bahkan lebih ceria daripada saat ia memenangkan penghargaan musik. Jake tahu betul seberapa keras Takara berjuang, betapa banyak air mata yang jatuh di atas kertas kalkir itu.

Meskipun jadwal latihan untuk konser tur dunianya sedang gila-gilaan, pikiran Jake langsung melayang ke Amsterdam. Ia tahu ia tidak bisa hadir secara fisik. Ia tidak bisa berdiri di depan ruang sidang untuk memeluk Takara begitu gadis itu keluar dengan kabar kelulusan. Namun, Jake tidak mau membiarkan momen terbesar Takara berlalu tanpa kehadirannya dalam bentuk lain.

Begitu panggilan berakhir, Jake segera menyambar ponselnya lagi. Di tengah waktu istirahat latihan yang hanya sepuluh menit, ia sibuk menjelajahi internet. Jarinya bergerak lincah mengetik kata kunci dalam bahasa Inggris dan Belanda: "Best Florist in Amsterdam", "Flower delivery near University of Amsterdam".

Ia sangat selektif. Ia tidak ingin bunga sembarangan. Ia ingat betul bahwa Takara sangat menyukai tulip, bukan merah yang terlalu mencolok, tapi perpaduan kuning dan putih. Kuning untuk persahabatan yang ceria, dan putih untuk ketulusan yang murni.

"Halo? Yes, do you speak English?" ucap Jake pelan di sudut ruang latihan, mencoba menghubungi salah satu toko bunga artisan di kawasan kanal Amsterdam.

Kendala bahasa dan perbedaan waktu sempat membuatnya frustrasi. Beberapa toko tidak bisa melakukan pengiriman mendadak, yang lain tidak memiliki stok tulip kuning yang segar. Namun, Jake tidak menyerah. Di sela-sela dentuman musik latihan grupnya, ia berkali-kali melakukan panggilan internasional sampai akhirnya ia menemukan sebuah toko bunga besar yang sanggup memenuhi permintaannya.

"Saya mau buket yang paling besar. Tolong pastikan tulipnya mekar sempurna hari itu," pesan Jake dengan sungguh-sungguh. Ia bahkan meminta kartu ucapan khusus tanpa nama pengirim yang jelas, hanya inisial dan sebuah kalimat kecil yang bermakna dalam bagi mereka.

Hari sidang itu pun tiba. Takara berdiri di depan para penguji dengan tangan sedikit gemetar, mempresentasikan rancangan gedung yang ia bangun dengan segenap hatinya. Di dalam benaknya, ia membayangkan Jake sedang menyemangatinya dari jauh.

Dua jam kemudian, pintu ruang sidang terbuka. Takara keluar dengan mata berkaca-kaca, ia dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan.

Saat teman-teman kuliahnya datang memberikan selamat, seorang kurir bunga dengan sepeda khas Amsterdam muncul di depan gedung fakultas. Ia membawa sebuah buket tulip raksasa yang sangat cantik, warnanya kontras dengan langit Amsterdam yang sedikit mendung.

"For Miss Takara?" tanya kurir itu.

Takara menerima buket itu dengan bingung. Begitu besar dan berat hingga ia harus memeluknya dengan kedua tangan. Di tengah kelopak tulip yang segar, terselip sebuah kartu kecil:

"Selamat, Sarjana Arsitektur. Akhirnya ada satu orang lagi yang tahu jalan pulang, lewat gedung yang lo bangun sendiri. Proud of you, Ra. - J"

Takara menghirup aroma bunga itu dalam-dalam. Di tengah kerumunan orang, ia merasa seolah Jake baru saja membisikkan selamat tepat di telinganya. Hatinya yang tadi tegang kini melunak sepenuhnya. Jake mungkin adalah milik dunia, tapi untuk hari ini, perhatian sebesar ini membuktikan bahwa Takara tetap menjadi prioritas utama di sela-sela jadwal dunianya yang megah.

"Makasih, Jake," bisik Takara, matanya kembali basah, namun kali ini sepenuhnya karena bahagia.

———

Di backstage sebuah acara penghargaan di Seoul, Jake menatap foto yang baru saja dikirimkan Takara. Foto gadis itu yang tersenyum lebar sambil memeluk buket tulip tulip kuning-putih raksasa di depan gedung universitasnya. Takara terlihat begitu bersinar bukan karena riasan panggung atau lampu sorot, tapi karena pencapaian murni dari kerja kerasnya sendiri.

Jake mengusap layar ponselnya, tepat di bagian wajah Takara yang sedang tertawa. Ingin rasanya ia mengunggah foto itu di akun resmi grupnya atau di media sosial pribadinya, lalu menuliskan kalimat: "Lihat, sahabat terbaik gue baru saja jadi arsitek! Gue bangga banget sama lo!"

Namun, jemarinya berhenti tepat di atas tombol share. Ia tahu betul apa yang akan terjadi jika ia melakukannya. Dalam hitungan detik, jutaan orang akan membedah siapa sosok Takara, mencari tahu alamatnya di Amsterdam, hingga mengusik ketenangan hidup yang selama ini susah payah Takara bangun.

Dengan helaan napas berat, Jake akhirnya memilih jalan yang paling aman. Ia menyimpan foto itu di folder tersembunyi, lalu meneruskannya ke grup obrolan keluarganya di Brisbane.

**Jake: **Look! Takara baru saja lulus sidang S1-nya dengan hasil memuaskan! She's officially an architect now! 🥳

Seketika, ponselnya ramai dengan balapan pesan dari ibunya dan Leah.

Leah: OMG! Kak Takara keren banget! Kak, lo jangan kalah ya sama dia!

Ibu: Sampaikan salam sayang dari Ibu ya, Jake. Ibu bangga sekali sama Takara. Kapan dia pulang ke Brisbane untuk merayakannya?

Jake tersenyum pahit membaca balasan keluarganya. Setidaknya, di lingkaran kecil itu, ia bisa mengekspresikan rasa bangganya tanpa perlu bersembunyi. Namun, ada bagian dari dirinya yang merasa sesak; kenyataan bahwa ia harus memperlakukan pencapaian terbesar orang paling berharga dalam hidupnya seperti sebuah rahasia negara.

"Jake, lima menit lagi stand by di samping panggung!" teriak seorang staf.

Jake segera mematikan ponselnya dan menyerahkannya pada manajer. Ia berdiri, merapikan setelan jasnya yang berkilau, dan memasang kembali topeng "bintang internasional"-nya.

Saat ia berjalan menuju panggung diiringi teriakan riuh ribuan penggemar, Jake berbisik dalam hati, "Dunia mungkin nggak tahu seberapa hebatnya lo hari ini, Ra. Tapi buat gue, gelar lo itu jauh lebih berharga daripada piala yang bakal gue pegang malam ini."

———

Takara akhirnya mengunggah rangkaian momen berharga itu ke akun Instagram pribadinya. Di foto pertama, ia berpose di depan gerbang kampus bersama tiga teman seperjuangannya, tim yang sama-sama melewati malam tanpa tidur demi menyusun ribuan kata dalam laporan tugas akhir. Wajah-wajah dalam foto itu tampak sangat lega, jenis kepuasan yang hanya didapat setelah melewati badai akademik yang panjang.

Namun, fokus utama dalam setiap jepretan itu tetaplah buket tulip pemberian Jake. Takara memeluknya sangat erat, seolah-olah jika ia mengeratkan pelukannya, ia bisa merasakan kehadiran fisik pria itu di sana.

Di salah satu foto, Takara berpose sendirian di tepian kanal. Ia menyandarkan kepalanya pada kelopak tulip yang segar, matanya terpejam dengan senyum tipis yang tulus. Bagi orang asing yang melihat, itu hanyalah foto seorang sarjana baru yang sedang bersyukur. Namun bagi Jake, yang saat itu sedang memantau dari balik layar di Seoul.

Takara tidak menuliskan caption yang panjang atau menyebut nama siapa pun. Ia hanya menuliskan satu kata singkat:

"Finally. 🎓"

Ia tidak perlu menandai Jake. Ia tahu Jake akan melihatnya. Ia tahu Jake sedang memperhatikan tiap detail di foto itu lewat akun rahasianya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!