NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:696
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Restorasi yang Tak Sempurna

​Ledakan pertama menghantam bagian utara gudang, mengirimkan gelombang panas yang menggetarkan fondasi bangunan tua itu. Langit-langit seng berderit hebat sebelum akhirnya runtuh, menghujani ruangan dengan percikan api dan besi panas.

​Ryuga mendarat dengan keras di lantai semen, namun ia segera berguling dan menarik Kiara ke bawah sebuah meja kerja besi yang kokoh. Tubuh Ryuga menutupi Kiara sepenuhnya, menjadikannya tameng hidup saat serpihan beton mulai berjatuhan.

​"Pak Ryuga! Anda gila?!" teriak Kiara di tengah kebisingan api. "Lukisan-lukisan itu... datanya akan hilang!"

​Ryuga merintih saat sebuah kayu terbakar menghantam bahunya, tapi ia tidak melepaskan dekapannya. "Data bisa dicari lagi, Kiara. Tapi aku tidak bisa merestorasi nyawa yang hilang.

 Diamlah!"

​Di luar, Dino akhirnya berhasil merobek celananya yang tersangkut dan jatuh dengan tidak estetis ke tanah. Namun, saat melihat gudang mulai meledak, sisi pengecutnya menghilang.

​"Oh tidak! Sahabatku dan ATM berjalan ku ada di dalam!" Dino panik. Ia melihat sebuah truk tangki air tua yang terparkir di dekat gerbang. Tanpa pikir panjang, ia melompat ke kursi kemudi.

​"Aku tidak tahu cara mengendarai ini, tapi di video game kelihatannya mudah!" Dino berteriak sambil menginjak gas.

 Truk itu melaju zig-zag, menabrak pagar seng dan menghantam pipa pemadam api utama kawasan gudang hingga pecah, menyemburkan air ke arah pintu keluar.

​"MAKAN ITU, API! JANGAN SENTUH KIARA-KU!" raung Dino sambil terus memutar setir dengan gaya yang sangat amatir.

​Pelarian Menuju Laut

​Di dalam, asap hitam mulai memenuhi paru-paru. Ryuga mencoba berdiri, tapi wajahnya memucat. Jas mahalnya robek di bagian bahu, menampakkan luka bakar yang cukup dalam akibat kayu tadi.

​"Pak, Anda terluka parah," Kiara menahan tangisnya, tangannya gemetar saat menyentuh bahu Ryuga.

​"Jangan menangis. Itu tidak profesional," bisik Ryuga dengan senyum getir yang dipaksakan. "Lihat ke sana... pintu belakang menuju dermaga. Kita harus melompat ke laut."

​Mereka berlari menembus kobaran api. Sheila dan pengawalnya sudah melarikan diri lebih dulu begitu api membesar, meninggalkan mereka untuk mati. Saat mereka mencapai ujung dermaga, gudang di belakang mereka meledak untuk kedua kalinya.

​"Melompat sekarang!" Ryuga menarik Kiara.

​BYUuR!

​Dinginnya air laut yang asin menyergap mereka, memberikan rasa sakit yang menusuk pada luka bakar Ryuga. Kiara berenang dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menarik kerah baju Ryuga agar pria itu tidak tenggelam. Di bawah cahaya bulan dan kobaran api dari kejauhan, Kiara melihat wajah Ryuga yang mulai kehilangan kesadaran.

​Pinggir Pantai – 02.00 WIB

​Kiara menyeret tubuh Ryuga ke atas pasir pantai yang dingin. Ia segera menekan dada Ryuga, mencoba mengeluarkan air dari paru-parunya.

​"Ryuga! Bangun! Jangan berani-berani mati sekarang!" Kiara berteriak, air matanya kini benar-benar jatuh, bercampur dengan air laut di pipinya.

 "Kau belum melihatku memperbaiki jam tangan ayahmu! Kau belum mengajariku cara mengisi kanvas kosong itu!"

​Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Ryuga terbatuk hebat, memuntahkan air laut. Matanya terbuka perlahan, menatap wajah Kiara yang berantakan karena jelaga dan air mata.

​Ryuga mengangkat tangannya yang gemetar, menyentuh pipi Kiara. "Kau... memanggil namaku lagi."

​"Diamlah, bodoh," Kiara terisak sambil tersenyum lega.

​"KIARAAAA! PAK BOOOOS!"

​Dino datang berlari menyusuri pantai dengan celana yang compang-camping dan sisa-sisa air di bajunya. Ia langsung menjatuhkan diri di samping mereka, memeluk keduanya sekaligus.

​"Aku pikir kalian sudah jadi BBQ! Aku sudah menyiapkan pidato pemakaman yang sangat mengharukan!" Dino menangis sesenggukan. "Pak Bos, tolong jangan mati dulu, aku belum sempat minta naik gaji untuk aksi penyelamatan tadi!"

​Ryuga mendengus lemah. "Dino... kau berisik sekali."

​"Tapi aku menyelamatkan kalian, kan? Truk tangki air itu? Itu aksiku!" Dino pamer dengan bangga di tengah isak tangisnya.

​Kiara membantu Ryuga duduk. Mereka menatap ke arah gudang yang kini tinggal puing-puing membara di kejauhan. Semua data, lukisan, dan bukti fisik itu musnah. Restorasi kebenaran yang mereka rencanakan ternyata tidak sempurna. Mereka kehilangan segalanya malam itu.

​Namun, saat Ryuga menggenggam tangan Kiara erat-erat di atas pasir pantai, Kiara menyadari satu hal.

​"Datanya mungkin hilang," bisik Kiara.

​Ryuga menatapnya, matanya memancarkan ketenangan yang baru. "Tidak semuanya. Aku masih ingat pola di kanvas kosong itu. Semuanya ada di sini," Ryuga menunjuk kepalanya. "Dan aku punya kau. Itu lebih dari cukup."

​Di bawah langit pesisir yang mulai memerah karena fajar, adegan itu kini bukan lagi soal rahasia atau misi. Itu adalah tentang dua orang yang hancur, namun saling menemukan di antara puing-puing masa lalu.

*Sisa Abu dan Janji yang Utuh*

​Suara ombak perlahan menenangkan kebisingan di kepala mereka. Ryuga masih bersandar pada bahu Kiara, napasnya pendek dan panas akibat demam yang mulai menyerang tubuhnya yang terluka. Di kejauhan, sisa-isinya gudang tua itu masih mengepulkan asap hitam ke langit fajar.

​"Kita harus segera pergi dari sini," Kiara berbisik, matanya terus waspada memantau jalan setapak menuju pantai. "Sheila tidak akan membiarkan kita bernapas lega jika dia tahu kita selamat."

​Ryuga mencoba menggerakkan bahunya, namun ia meringis tertahan. "Mobil SUV-nya... hancur terkena reruntuhan. Kita benar-benar tidak punya apa-apa sekarang."

​"Eits, siapa bilang?!" Dino tiba-tiba berdiri dengan gaya heroik, meskipun celananya yang robek membuat penampilannya lebih mirip gelandangan daripada pahlawan. "Siapa yang punya kunci motor bebek paling tangguh se-Jakarta Utara?"

​Dino mengeluarkan kunci motornya dengan bangga. "Aku menyembunyikannya di balik semak-semak dekat dermaga sebelum truk tangki itu beraksi. Kita bisa bonceng tiga!"

​Ryuga menatap Dino dengan pandangan tidak percaya. "Bonceng tiga? Dengan lukaku seperti ini? Kau ingin aku mati karena jatuh dari motor butut mu, bukan karena peluru?"

​"Ini namanya taktis, Pak Bos! Motor bebek itu tidak terdeteksi radar, lincah di gang sempit, dan yang paling penting... gratis!" Dino membela diri.

​Perjalanan Pulang – 05.30 WIB

​Akhirnya, pemandangan paling surealis di tahun 2026 terjadi: Ryuga Soobin Dewangga, sang miliarder, duduk terjepit di tengah antara Dino yang menyetir dan Kiara yang memegangnya dari belakang. Motor itu melaju pelan menembus dinginnya kabut pagi.

​Tangan Kiara melingkar erat di pinggang Ryuga, menyangga tubuh pria itu agar tidak terjatuh. Ia bisa merasakan panas tubuh Ryuga merambat ke tangannya, sebuah pengingat bahwa pria ini baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirinya.

​"Ryuga," panggil Kiara lirih, suaranya teredam angin. "Kenapa kau lakukan itu? Kenapa kau memilih menyelamatkanku daripada kanvas itu?"

​Ryuga tidak menoleh, tapi ia menyandarkan kepalanya sedikit ke belakang, menyentuh helm Kiara. "Karena kanvas itu hanya menyimpan masa lalu yang mati, Kiara. Sedangkan kau... kau adalah satu-satunya hal yang membuat masa depanku terasa hidup."

​Kiara terdiam, jantungnya berdegup lebih kencang daripada mesin motor Dino. Perasaan ini bukan lagi sekadar percikan api; ini adalah kehangatan yang mulai menyembuhkan luka-luka lama di hatinya.

​"Aduh, tolong ya! Jangan pacaran di atas jok motor yang sempit ini!" keluh Dino sambil berusaha menghindari lubang di jalan. "Berat badan kalian ini membuat ban motorku menjerit! Pak Bos, setelah ini Anda harus membelikanku motor baru, atau minimal ban yang anti-peluru!"

​"Diam dan fokuslah berkendara, Dino," sahut Ryuga lemah, namun ada nada geli di suara nya.

​"Fokus? Bagaimana bisa fokus kalau di kaca spion aku melihat kalian sedang bermesraan? Kasihanilah nasib jomblo yang sedang menyelamatkan nyawa kalian ini!"

​Apartemen Kiara – 06.30 WIB

​Mereka akhirnya sampai di apartemen Kiara dengan selamat, meskipun Ryuga terlihat hampir pingsan saat turun dari motor. Kiara segera membantunya masuk ke dalam, sementara Dino bertugas menjaga pintu dan memastikan tidak ada yang membuntuti.

​Saat Kiara membaringkan Ryuga di tempat tidurnya yang sederhana, ia melihat robekan besar di baju Ryuga yang menempel pada luka bakarnya.

​"Ini akan sakit," ucap Kiara sambil mengambil botol antiseptik dan kain bersih.

​Ryuga menatap langit-langit kamar Kiara yang dihiasi beberapa poster jam tangan antik. "Lakukan saja. Rasa sakit ini mengingatkanku bahwa aku masih bernafas."

​Saat Kiara mulai membersihkan lukanya dengan lembut, Ryuga meraih tangan Kiara, menghentikan gerakannya sejenak. "Kiara... meskipun datanya terbakar, aku sempat melihat barisan angka terakhir di bawah simbol naga itu. Itu bukan sekadar frekuensi."

​"Lalu apa?" tanya Kiara penasaran.

​"Itu adalah tanggal," bisik Ryuga, matanya kembali tajam. "Tanggal dimana pengkhianatan yang sebenarnya akan terjadi. Dan tanggal itu... adalah besok pagi, saat rapat pemegang saham luar biasa."

​Kiara terpaku. Restorasi kebenaran mereka memang tidak sempurna, tapi mereka baru saja mendapatkan kepingan terakhir dari teka-teki itu.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!