Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Atas perintah Antonio, para petugas kepolisian segera mengepung area hutan. Mereka harus menyelamatkan Raka dan menangkap ketiga preman yang menjadi pelaku penculikan.
Dengan membawa senjata lengkap mereka berjalan memasuki hutan liar yang jauh dari pemukiman.
Namun, mereka dibuat terkejut saat melihat ada tiga orang pria berpostur tinggi dan besar tergeletak tak bernyawa, dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Sepertinya mereka telah diserang oleh segerombolan anjing liar, karena banyak luka gigitan di sekujur tubuh mereka. Bahkan ada bagian tubuh mereka yang tidak utuh.
Mereka sudah mencari keberadaan Raka, tapi anak kecil itu tidak ditemukan, hingga polisi tidak bisa memastikan anak tersebut masih hidup atau sudah meninggal.
"Maafkan kami, Tuan Antonio, kami sudah mencari keberadaan anak itu, tapi sama sekali tidak menemukan jejaknya," ucap kepala polisi dengan nada menyesal.
"Tapi Bianca bilang dia sedang terluka parah. Tidak mungkin dia bisa kuat berjalan dengan kondisi seperti itu," ucap Antonio.
Kepala polisi menjelaskan, "Kami hanya menemukan tiga mayat para pelaku penculikan. Mereka semua sudah mati. Kemungkinan besar mereka dimangsa oleh sekelompok anjing liar."
Antonio terkejut mendengarnya. "Apakah mungkin anak itu juga telah dimangsa oleh sekelompok anjing liar itu?"
Kepala polisi menjawab, "Kami belum bisa memastikannya. Tapi jika seandainya dia dimangsa, seharusnya kami menemukan bagian tubuhnya atau pakaiannya, tapi kami tidak menemukan satu jejak pun tentang dirinya."
Bianca yang mendengar penjelasan polisi itu, dia menangis terisak-terisak. "Dia gak mungkin meninggal kan, Pa? Bianca yakin dia masih hidup."
Antonio memeluk putrinya. "Papa janji Papa pasti akan terus mencari keberadaan anak itu. Jangan nangis lagi ya, Bianca sayang."
Antonio berpikir, anak itu telah sangat berjasa atas keselamatan Bianca. Dia pasti akan terus mencari keberadaannya.
...****************...
18 tahun kemudian...
Pagi ini terlihat seorang gadis cantik terengah-engah saat terbangun dari tidurnya. Keringat dingin membasahi dahinya. Selama delapan belas tahun ini, dia sangat sulit tidur dengan nyenyak.
Dia selalu dibayang-bayangi dengan mimpi buruk saat dirinya yang sedang diculik. Saat itu dia sangat ketakutan dikunci sendirian di dalam gudang.
Tak lama kemudian ketiga penculik itu membawa anak bernama Raka yang sedang pingsan ke dalam gudang.
Tak disangka, ternyata anak laki-laki itu adalah penyelamat hidupnya. Bahkan Raka rela terluka demi menyelamatkannya dan menyuruhnya untuk melarikan diri.
Jika bukan karena Raka, mungkin dia sudah tidak ada lagi di dunia ini. Karena saat itu dia dan Raka akan menjadi korban penjualan organ.
Jadi, wajar saja sampai kini Bianca masih mengalami trauma, apalagi dengan suasana yang gelap. Meskipun dia tidak pernah menunjukkan rasa traumanya. Sebagai penerus perusahaan ayahnya, dia harus menjadi seorang CEO yang sangat dingin dan tegas.
Bianca tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Dia memiliki mata yang indah, rambutnya panjang dan bergelombang. Selain itu, dia berkulit putih dan memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Tak heran jika banyak pria yang menginginkannya.
Dan sampai sekarang dia masih dihantui perasaan bersalah pada Raka. Dia pikir dengan dia melarikan, dia bisa meminta bantuan kepada seseorang untuk menyelamatkan Raka. Namun kenyataannya, hanya dirinya yang berhasil selamat, sementara Raka menghilang tanpa jejak.
Sampai kini, Raka telah menghilang. Dia tidak tahu apakah Raka masih hidup atau memang sudah meninggal. Dia sudah mencoba mencari keberadaan anak laki-laki itu, tapi belum juga ditemukan.
Bianca berjalan menuju balkon kamar, dia memejamkan mata sambil menghirup udara pagi yang membuatnya merasa sedikit lebih tenang.
"Raka, apa kamu masih hidup?" gumamnya di dalam hati.
Dia sangat berharap, anak laki-laki itu masih hidup. Dan berharap Tuhan akan mempertemukan mereka.
Dia teringat dengan kenangannya dengan Raka. Saat itu, mereka sama-sama dikurung di dalam gudang yang gelap. Raka mencoba menenangkannya, hingga mereka saling berbagi cerita. Raka bilang dia bercita-cita ingin menjadi dokter. Bianca yakin, jika seandainya Raka masih hidup, dia pasti akan menjadi dokter yang hebat. Karena anak laki-laki itu memang sangat cerdas.
Meskipun dia baru bangun tidur, tak mengurangi kadar kecantikannya. Gaun merah yang dia kenakan, semakin memperlihatkan pesona dan keanggunannya.
Sampai-sampai para pelayan yang sedang membersihkan halaman belakang mansion saling berbisik dengan nada penuh kekaguman.
"Sultan mah beda, mau tidur jungkir balik saja tetap terlihat cantik saat bangun tidur. Kita-kita mah kalau bangun tidur sudah kayak keset yang dipakai se-RT."
Pelayan yang lainnya menimpali, "Hus! Jangan sampai terdengar oleh Nona Bianca. Tahu sendiri kan kalau dia sedang marah? Bisa-bisa kita tidak bisa tidur 7 hari 7 malam."
Kedua pelayan itu pun bergidik ngeri.
Bianca memang cantik seperti bidadari. Tapi jika marah, para pelayan merasa seakan-seakan kiamat akan segera tiba.
ahh author nya pasti riset dl ini👍👍👍@DF_14 ᴶᵘʳᵃᵍᵃⁿ ᴱˢ ᴮᵃᵗᵘ good job thor👍
I know you gonna make it, Dy 👏...
Biancaaaa kasih reward special untuk Dylan yaakkk /Drool/....
Awass ditagih lho janjinya wkwkwkwk...
Selalu melarikan diri dari kenyataan dan lari dari tanggu gjawab 😡👊✊...
Mental pecundang telah mendarah daging ☹️....
Luar biasa, nasib baik masih menyertaimu Miler...
Biarkan yang berkompeten saja yang turun tangan menangani pasien....
Jangan berisik dan nyrimpeti...
Cukup diam, anteng, dan renungi kesalahan yang seringkali terjadi ketika menangani pasien..
Siap2 menerima konsekuensi..
Karena kecerobohan dan kelalaianmu...
Yang sudah berada di level yang sangat membahayakan pasien 😱😡...
Meski ada yang sedang meregang nyawa di depan mata /Panic/...
Lakukan sesuatu semaksimal mungkin papa, semampu yang Anda bisa..
Langkah awal ini akan sangat berarti sebagai salah satu dukungan moral untuk Dylan...
Percayalah papa itu akan menjadi hal luar biasa yang akan selalu diingat oleh Dylan sepanjang hidup..
Bobby sebentar lagi keangkuhanmu akan digantikan dengan penyesalan seumur hidupmu😩