NovelToon NovelToon
DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Dao Yin, Kekaisaran Yin berdiri di tengah empat kekuatan besar yang menyimpan ambisi pengkhianatan.
Saat perang pecah dan kekaisaran runtuh, Chen Long—pangeran Utara berdarah naga dan keturunan kesatria kuno—kehilangan segalanya.
Diburu manusia, iblis, dan akhirnya langit itu sendiri, Chen Long menapaki jalur kultivasi terlarang Yin–Yang, sebuah kekuatan yang tak diakui surga. Bersama Putri Yin Sunxin, pewaris darah murni Dewi Bulan, ia membangun kembali tatanan dunia dari reruntuhan, menantang iblis, menghancurkan para pengkhianat, dan menghadapi hukuman alam dewa.
Ketika Yin dan Yang bertabrakan dalam satu tubuh, lahirlah seorang anomali—
penguasa baru yang akan menentukan apakah dunia layak diselamatkan,
atau harus dihancurkan demi keseimbangan sejati.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 TIGA MALAM YANG TERSISA

Angin malam di ibu kota Yin tidak lagi terasa seperti angin. Chen Long duduk di tepi atap penginapan, kaki menjuntai di atas kehampaan tiga lantai, batu giok hitam terletak di telapak tangan kirinya yang terbuka. Batu itu tidak dingin seperti biasanya. Sejak tiga malam yang lalu, sejak ia mundur dari atap aula utama dan membiarkan pria misterius itu menyerah mencoba membuka jaringan getaran, batu giok ini terus berdenyut—bukan cepat, tidak pula lambat, melainkan dengan irama yang tidak stabil, seolah jantung seekor binatang yang terluka dan mencoba menyembuhkan diri.

Ia mengangkat batu itu ke arah bulan. Cahaya perak yang seharusnya dingin justru terasa hangat di kulitnya. Di balik permukaan batu yang halus, sesuatu bergerak bukan fisik, melainkan getaran yang sangat halus, sangat kecil, yang hanya bisa dirasakan oleh seseorang yang telah belajar mendengar dengan kulit. Getaran itu berkata, meski tanpa kata: Cepat. Waktunya tidak banyak. Sesuatu akan pecah.

Chen Long menutup jari di sekeliling batu giok. Ia tidak tahu siapa yang membuat pesan ini apakah Sunxin yang memberikan batu ini, atau nenek Xiao Feng yang membuatnya, atau mungkin jaringan getaran itu sendiri yang telah menyatu dengan batu selama bertahun-tahun. Yang ia tahu, ia tidak bisa lagi hanya duduk dan mengamati. Pria dengan satu arus Yang murni itu akan kembali. Dan kali berikutnya, ia mungkin tidak akan sendirian.

Di bawah, di halaman belakang penginapan yang dikelilingi dinding tinggi, Xiao Feng sedang berlatih. Chen Long bisa merasakan getaran langkah anak itu tidak stabil, masih goyah, namun ada kemajuan. Sejak Chen Long memberikan batu giok hitam itu untuk sementara, Xiao Feng mulai bisa "mendengar" bukan dengan telinga, melainkan dengan sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang bahkan anak itu sendiri belum mengerti. Chen Long tersenyum tipis. Senyum itu tidak sampai ke matanya. Ia ingat rasanya menemukan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan kepada siapa pun, karena tidak ada yang akan mengerti.

Ia melompat turun dari atap. Bukan dengan teknik melayang anggun para kultivator yang telah membuka nadi dan mengalirkan Qi ke seluruh tubuh. Melainkan dengan cara yang lebih kasar, lebih mentah Yin diturunkan ke kaki untuk membuat tubuh terasa ringan sejenak, Yang dinaikkan ke tangan untuk menyeimbangkan. Ia mendarat di tanah dengan bunyi yang terlalu keras untuk seseorang yang seharusnya terlatih, namun tidak ada yang mendengar.

Para penjaga kekaisaran yang berjaga di gerbang depan terlalu jauh, dan yang lebih penting mereka tidak lagi benar-benar "melihat" Chen Long. Sejak insiden di Aula Latihan Timur, sejak platform penyerap frustrasi dan bergetar hebat di bawah kakinya, sesuatu berubah dalam cara mereka memandangnya. Bukan lagi sebagai anomali yang perlu diawasi. Melainkan sebagai sesuatu yang... tidak bisa diawasi dengan cara biasa.

Xiao Feng berhenti berlatih saat Chen Long masuk ke halaman. Anak itu berdiri di atas satu batu besar yang tidak stabil batu dari dasar sungai yang Chen Long minta dua minggu lalu dengan satu kaki, lengan terentang, tubuh bergoyang perlahan.

"Pangeran," kata Xiao Feng, suaranya terengah namun tidak mengeluh. "Aku merasakan sesuatu. Dari batu giok. Seolah... ia ingin pergi ke suatu tempat."

Chen Long berhenti tiga langkah dari anak itu. Ia tidak langsung menjawab. Matanya menatap batu-batu yang tersebar di halaman sepuluh batu yang ia kumpulkan selama sepuluh hari, masing-masing dengan karakter berbeda.

Ada yang dingin dan stabil seperti Yin murni. Ada yang hangat dan gemetar seperti Yang yang belum terkendali. Ada yang kosong, hampa, seolah tidak memiliki resonansi apa pun.

Dan sekarang, ia melihat sesuatu yang tidak ia sadari sebelumnya. Batu-batu itu, tanpa ia sengaja, membentuk pola. Bukan lingkaran sempurna. Bukan segitiga simetris. Melainkan... spiral. Seperti dua arus di dalam tubuhnya.

"Turun," kata Chen Long. "Kita perlu berbicara."

Xiao Feng melompat turun dengan gerakan yang masih kasar, masih belum terlatih, namun ada kepercayaan diri yang baru di matanya. Ia mengikuti Chen Long ke sudut halaman, di bawah pohon kecil yang rindangnya tidak cukup untuk menutupi sinar bulan, namun cukup untuk memberi ilusi privasi.

"Batu giok itu," Chen Long mulai, suaranya rendah, hampir tenggelam dalam desiran angin malam. "Bukan hanya kunci. Bukan hanya alat untuk menyeimbangkan Yang di dalam tubuhku. Ia adalah... bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang tertidur di bawah istana ini. Sesuatu yang... menunggu."

Xiao Feng mengernyit. Anak itu masih memegang batu giok hitam di tangannya, dan batu itu berdenyut lebih kencang sekarang, seolah merespons pembicaraan mereka. "Menunggu apa?"

Chen Long menatap ke utara, ke arah aula utama yang terlihat sebagai siluet gelap di balik dinding-dinding penginapan. "Menunggu untuk dibuka. Atau menunggu untuk tetap tertutup. Aku belum tahu mana yang lebih baik." Ia berhenti sejenak, mencari kata yang tepat. "Yang kau rasakan malam ini panggilan dari batu giok itu bukan pertama kalinya. Ada orang lain yang juga merasakannya. Seseorang dengan... kekuatan yang berbeda dari kita. Seseorang yang hanya memiliki satu arus. Yang murni. Kuat. Terlatih."

Xiao Feng membelalak kan mata. "Dia... jahat?"

"Bukan itu masalahnya," jawab Chen Long. "Dia ingin membuka sesuatu. Dan untuk membuka, ia membutuhkan... ini." Ia menunjuk batu giok di tangan Xiao Feng. "Bagian Yin. Bagian yang kau pegang sekarang. Bagian yang... aku pegang selama ini."

Angin berubah arah sejenak, membawa bau asap dari dapur penginapan yang sudah padam. Chen Long menarik napas, merasakan udara masuk ke paru-paru, namun juga merasakan sesuatu yang lain getaran dari jaringan di bawah tanah yang seolah ikut menarik napas bersamanya. Sejak ia mulai menempatkan tangan di tanah setiap pagi, sejak ia mulai "berdialog" dengan jaringan itu, sesuatu berubah dalam cara tubuhnya merasakan dunia. Ia bukan lagi hanya Chen Long, anak yang gagal membuka nadi. Ia adalah... bagian dari sesuatu yang lebih tua dari dirinya.

"Aku harus pergi," kata Chen Long. "Ke bawah. Ke tempat yang tidak ada di peta. Ke tempat yang hanya bisa ditemukan dengan... merasakan."

Xiao Feng menggigit bibir. Anak itu tahu apa yang akan ditanyakan Chen Long berikutnya, dan jawabannya sudah siap sebelum pertanyaan keluar. "Aku ingin ikut."

Chen Long menggeleng. "Terlalu berbahaya. Kau belum bisa"

"Aku bisa merasakan batu giok," potong Xiao Feng, suaranya lebih keras dari biasanya, lalu mereda kembali. "Aku bisa merasakan ketika ia ingin pergi. Aku bisa... menjadi penunjuk. Jika kau tersesat, aku bisa menemukanmu. Dengan ini." Ia mengangkat batu giok.

Chen Long menatap anak itu lama. Matanya setengah terpejam, namun bukan karena lelah. Ia sedang "membaca" bukan getaran batu giok, melainkan getaran dari Xiao Feng sendiri. Ada sesuatu di dalam anak itu. Sesuatu yang belum terbentuk, belut terarah, namun ada. Kekosongan yang sama yang ia miliki. Potensi untuk menjadi... bukan Yin, bukan Yang, melainkan keduanya, atau tidak satu pun, atau sesuatu yang bahkan belum ada namanya.

"Baik," kata Chen Long akhirnya. "Tapi kau tetap di belakangku. Setiap langkah. Jika aku berhenti, kau berhenti. Jika aku mundur, kau mundur. Tanpa pertanyaan."

Xiao Feng mengangguk cepat, matanya berbinar di kegelapan.

Chen Long berdiri dan berjalan ke arah dapur penginapan.

Bukan untuk mengambil makanan, melainkan untuk sebuah pintu kecil di lantai,pintu yang menuju ke ruang penyimpanan yang jarang digunakan, yang berisi sayuran busuk dan peralatan rusak, namun juga sebuah lorong yang tidak tertera di peta manapun.

Lorong yang ia temukan secara tidak sengaja saat mencari tempat untuk menyendiri pada minggu pertamanya di ibu kota.

Xiao Feng mengikuti dengan langkah yang mencoba tenang, namun gemetar sedikit.

Chen Long merasakannya getaran ketakutan yang sangat halus, sangat manusiawi. Ia tidak menenangkan anak itu. Ketakutan adalah bagian dari latihan.

Ketakutan yang bisa dikendalikan adalah fondasi. Ketakutan yang dibiarkan liar adalah kehancuran.

Mereka turun ke bawah. Tangga batu yang licin, sempit, berbau jamur dan sesuatu yang lebih tua. Xiao Feng menahan napas.

Chen Long membiarkan napasnya mengalir normal udara di sini tidak beracun, hanya... berat. Seolah penuh dengan sejarah yang tidak bisa dijelaskan.

Di dasar tangga, lorong membelah dua. Chen Long berhenti. Ia pernah ke arah kiri itu yang membawa ke ruang kuno dengan relief bertuliskan simbol.

Kali ini, ia merasakan sesuatu dari arah kanan. Getaran yang berbeda.

Bukan lebih kuat, tidak pula lebih lemah. Melainkan... lebih muda. Lebih "hidup". Seolah bagian dari jaringan yang masih aktif, masih mengalir, masih... menunggu.

"Ke sana," bisik Xiao Feng, menunjuk ke kanan sebelum Chen Long bisa berbicara. Batu giok di tangannya berdenyut sekali keras, panas, seolah mengkonfirmasi.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Ada kumpul-kumpul iblis dan anomali🤭
さくらゆい
keep up the good work
花より
I like kingdom-themed stories
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Kayu besi Utara dengan kayu Eboni beda kah? 🤔
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: kayu besi atau di kenal dengan temusi atau temusu

berasal dari Eropa Selatan,asia barat daya dan timur, Amerika Tengah dan Utara
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jejak
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
silakan dibaca😄
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!