NovelToon NovelToon
Pesona Pengasuh Anak Dokter Duda Nyebelin

Pesona Pengasuh Anak Dokter Duda Nyebelin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Pengasuh
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

Krisna Wijaya, seorang dokter berusia 32 tahun, pulang ke kampung halaman setelah perceraian yang menghancurkan hidupnya. Ia membawa luka, kesepian, dan seorang bayi enam bulan yang kini menjadi pusat dunianya. Di desa kecil Yogyakarta itu, Krisna berniat membuka klinik—membangun hidup baru dengan jarak aman dari perasaan.

Raisa, gadis 19 tahun yang keras dan apa adanya, berjuang membantu keluarganya demi bertahan hidup. Ia tidak bermimpi besar, hanya ingin bekerja dan tidak merepotkan orang tuanya. Takdir mempertemukan mereka dalam sebuah insiden di jalan—penuh amarah dan salah paham.

Namun perlahan, bayi kecil bernama Ezio menjadi jembatan yang tak mereka rencanakan. Dalam pelukan Raisa, Ezio menemukan ketenangan. Dalam kehadiran Raisa, Krisna dipaksa menghadapi egonya sendiri.

Ketika kelas sosial, usia, dan luka masa lalu menjadi penghalang, mampukah dua hati yang sama-sama lelah ini menemukan rumah … satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Perhatian Lena

Usai menghubungi Raisa, Bu Lita keluar dari kamar tamu dengan langkah pelan. Pintu kamar sengaja tidak ia tutup. Di dadanya, degup jantung terasa lebih cepat dari biasanya. Ia sudah melakukan bagiannya—menghubungi Raisa. Sekarang tinggal menunggu.

Ia melangkah menuju ruang tamu, duduk di sofa dekat jendela yang menghadap ke halaman depan. Tangannya saling bertaut, lalu terlepas lagi. Ia berdiri, berjalan dua langkah, lalu duduk kembali. Penantian memang selalu terasa lebih panjang dari waktu yang sebenarnya.

Sementara itu, Bu Rika memilih kembali bekerja. Ia tidak ingin suasana rumah dipenuhi kecanggungan. Dapur dibereskannya dengan cekatan. Botol yang tadi digunakan untuk membuat susu Ezio dicuci bersih, dikeringkan, lalu disimpan rapi. Lantai yang sedikit basah dilap sampai benar-benar kering. Sesekali ia mengintip ke arah lorong kamar tamu, lalu menghela napas panjang.

“Semoga cepat selesai urusannya,” gumamnya pelan.

Di dalam kamar tamu, udara terasa lebih berat.

Ezio masih rewel. Tangisnya tidak lagi meledak-ledak, tapi rengekannya konstan, seperti alunan nada yang tak mau berhenti. Wajahnya memerah, hidungnya sedikit tersumbat karena terlalu lama menangis.

Krisna berdiri di sisi ranjang sambil menggendong putranya. Kaosnya sudah kusut, bagian bahu sedikit basah oleh keringat dan air mata Ezio. Rambutnya acak, jelas ia tidak benar-benar beristirahat sejak pagi.

Lena berdiri tak jauh darinya. Sejak tadi ia berusaha menunjukkan kepedulian, tapi setiap kali mendekat, selalu ada jarak tak terlihat yang membuatnya sulit masuk.

“Kasih ke saya saja, Pak,” ucap Lena lagi, kali ini lebih lembut. Nada suaranya dibuat selembut kapas. “Biar Ezio saya yang urus. Pak Krisna sebaiknya beristirahat. Saya lihat Bapak kayaknya kurang tidur.”

Ia melangkah satu langkah, tangannya terulur pelan.

Namun sebelum ia benar-benar menyentuh Ezio, Krisna sudah memutar sedikit tubuhnya. Gerakannya tidak kasar, tidak juga tergesa. Hanya tegas.

“Enggak,” jawabnya singkat.

Satu kata.

Tanpa tambahan penjelasan.

Lena menarik tangannya kembali. Ia tersenyum tipis, mencoba tidak terlihat tersinggung.

“Saya cuma mau bantu,” katanya lagi, kali ini nyaris berbisik.

Krisna tidak menjawab. Ia fokus pada Ezio. Tangannya menepuk punggung kecil itu perlahan, ritmis. Gerakan yang terlatih. Tangan kirinya menopang kepala Ezio dengan hati-hati, ibu jarinya sesekali mengusap pipi anaknya yang masih basah.

“Sudah … Papa di sini, Nak,” gumamnya lirih.

Ezio masih merengek. Tangisnya seperti tertahan di tenggorokan. Ia menggeliat kecil, seolah tidak nyaman.

Lena memperhatikan dengan saksama.

“Anak kecil itu kadang rewel kalau yang gendongnya tegang,” ucapnya hati-hati. “Coba duduk, Pak. Atau … mungkin memang dia lagi cari ibunya.”

Kalimat terakhir itu meluncur begitu saja. Ruangan mendadak terasa lebih sunyi.

Krisna terdiam.

Ia tahu Lena tidak mengucapkannya dengan nada menyerang. Tapi tetap saja, kata ibunya seperti menekan sesuatu di dalam dadanya.

Bayangan Raisa muncul tanpa diminta, bukan bayangan mantan istrinya.

Raisa dengan rambut panjang yang selalu dikuncir tinggi, beberapa helai sering terlepas saat ia terburu-buru. Raisa dengan celana bahan yang nyaman dipakai di rumah, lebih memilih praktis daripada bergaya. Raisa yang selalu sigap saat Ezio mulai merengek—cukup satu sentuhan lembut di kepala, satu bisikan kecil, dan entah bagaimana tangis itu perlahan mereda.

Krisna menelan ludah.

Tangannya tanpa sadar meniru cara Raisa dulu menenangkan Ezio. Mengusap pelipis kecil itu. Menggeser tubuhnya sedikit, menggoyang perlahan.

Ezio masih rewel.

Lena mencoba lagi mendekat.

“Pak Krisna, benar deh ... biar saya saja. Bapak istirahat. Nanti kalau sudah tenang, saya panggil. Kasihan, kalau Bapak kurang istirahat, nanti bisa sakit." Lena berusaha mungkin menunjukkan perhatian pada sang Duda.

Krisna menggeleng pelan. “Saya bisa.” Nada suaranya tetap tenang, tapi ada garis keras di rahangnya.

Ia tidak ingin Ezio kembali menangis lebih keras karena berpindah gendongan. Atau mungkin … ia tidak ingin memberikan ruang lebih pada Lena untuk mengambil peran yang seharusnya milik Raisa.

Pemikiran itu membuatnya tertegun sendiri.

Kenapa aku mikir begitu?

Ezio kembali merengek lebih keras. Tubuh kecilnya menggeliat, tangannya mencengkeram kerah kemeja Krisna.

Krisna mengangkat wajahnya, menatap kosong ke dinding di depan.

Apakah aku harus memanggilnya?

Pertanyaan itu muncul untuk pertama kalinya dengan jelas.

Tadi Bu Lita memang keluar kamar sambil membawa ponsel. Krisna sempat menangkap gerak-geriknya. Ia tahu ibunya mungkin akan menghubungi Raisa. Tapi ia tidak menghentikannya. Ia juga tidak memintanya.

Ia hanya diam.

Apakah itu artinya aku memang ingin dia datang?

Lena kembali berbicara, kali ini lebih pelan, hampir seperti membujuk.

“Pak ... kalau memang Ezio lagi butuh ibunya, enggak ada salahnya dihubungi. Asal jangan minta bantuan orang lain. Saya enggak masalah, kok. Namanya anak, pasti butuh sosok ibunya." Sepertinya Lena cari perkara, sudah jelas-jelas Krisna sudah bercerai dengan istrinya.

Krisna menoleh pelan ke arah Lena. Tatapannya datar. Sulit dibaca.

Bukan karena ia ingin mempertahankan gengsi. Bukan pula karena ia ingin menolak bantuan. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam—rasa campur aduk yang bahkan ia sendiri belum sanggup uraikan.

Ia menatap wajah Ezio yang mulai lelah karena menangis. Napas kecil itu tersengal. Kelopak matanya setengah terbuka, setengah terpejam.

Tangannya kembali mengusap rambut halus anaknya.

“Tenang Nak, Papa di sini, tidak akan ke mana-mana,” gumamnya lagi.

Namun di dalam hatinya, suara lain berbicara lebih keras.

Apa aku egois kalau tetap diam?

Apa aku terlalu keras kepala untuk sekadar mengakui kalau Ezio mungkin lebih tenang kalau Raisa yang menggendongnya? Tidak ada hubungan dengan ibunya!

Lena memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Krisna. Ia tahu pria itu sedang bergulat dengan sesuatu.

Ia melangkah mundur satu langkah, memberi ruang.

“Kalau Bapak butuh apa-apa, bilang saja,” ucapnya akhirnya.

Krisna tidak menjawab.

Ruangan kembali dipenuhi suara rengekan Ezio dan napas berat Krisna.

Di luar kamar, Bu Lita masih duduk menunggu, sementara Bu Rika tetap menyibukkan diri di dapur.

Dan di dalam kamar tamu itu, Krisna berdiri memeluk putranya, pikirannya terombang-ambing.

Apakah aku harus memanggil Raisa?

Pertanyaan itu terus berputar, semakin keras, semakin mendesak. Namun sampai detik itu, ia belum mengambil keputusan.

Bersambung ... ✍️

1
Herman Lim
akhir nya ezio py ibu asuh yg tulus
Sugiharti Rusli
beruntung bu Lita mengambil langkah tegas mau si Krisna protes atau tidak, toh kenyataannya sang cucu langsung anteng saat di tangan Raisa,,,
Sugiharti Rusli
sudah jelas saat bersama Raisa selama dua hari, anaknya tenang dan happy dalam pengasuhannya dan tidak rewel,,,
Sugiharti Rusli
ini mah hanya langsung si bapak yang putuskan hanya berdasarkan pengalaman yang belum pernah dia lihat,,,
Sugiharti Rusli
di mana" yah kalo cari buat pengasuh anak tuh seharusnya diperkenalkan kepada bayi nya si objek yang akan diasuh,,,
Sugiharti Rusli
kamu tuh sebenarnya cari pengasuh buat putra kamu atau buat siapa sih Kris sedari awal juga,,,
K4RL4
pawang dede ezio dtng 👍👍👍.
kepo sm bibir lena, kira² meledaknya sprti ap y ???
mommy bab selanjutnya ditnggu 💪💪💪💪💪😊
mama
abis sholat terawih tak tengok kok blm up thor🤭..
Teh Euis Tea
alhamdulilah ezio udah tensng di tangan raisa dan untuk lena tdnya aku kasian sm km tp ternyata sikap polosmu hanya bohong belaka
astr.id_est 🌻
diam distuuuuu 😅😅😅
astr.id_est 🌻
raisa seperti ibu peri sungguh ajaib, seketika ezio lngsg tenang
astr.id_est 🌻
kocak lena 🤣🤣
Elizabeth Zulfa
udah kebuka blm kris mata kamu... zg br pengalaman blm tentu memberikan rasa nyaman tpi klo rasa aman sudah didapat pengalaman akan ikut menyertainya... sampai sini paham kan ya abang duda... 😜😜😜klo msih mentingin ego brrti fix kamu tega sama dedek Ezio
astr.id_est 🌻
👍👍👍👍
kaylla salsabella
alhamdulillah dedek udah tenang
@Arliey🌪️🌪️
pawang nya ezio nich senggol dong🤣🤣🤣
kaylla salsabella
semoga habis ini dedek sembuh
RiriChiew🌺
nahkan pada akhirnya kalau pawang ezio hadirr dari tdi pasti udh sunyii gak akan nangis sepanjang hari . bapaknye ngeyell si pengasuh juga bermuka dua mana mau bayi nempel
@alfaton🤴
jangan nangis lagi ya de Zio..... momy Raisa udah dipelukanmu.... sekarang istirahat...... dan kamu Lena......masih mau berdebat tentang Ezio..... pengalaman jadi baby sitter mu mengalahkan Raisa yang suka dengan anak kecil..... karena tugasmu itu memang kewajiban dan tanggung jawab sebagai ibu dari anakmu ... paham lena😅😅😅😅
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
coba dr awal begini ga cape bayangin bayi sekecil ezio nangis2 sampe demam 🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!