NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. Meningkatkan Kekuatan 2

Lia Zen belajar mengendalikan napasnya, menyeimbangkan emosi, dan menyelaraskan tubuhnya dengan hukum kehidupan. Walaupun usianya belum genap 12 tahun, tetapi dengan bakat dan kerja kerasnya ia mampu melakukan itu semua. Setiap kali ia jatuh kelelahan, Auralis hanya mengangguk kecil. “Bangkit. Sekali lagi.” Dan Lia Zen bangkit—lagi dan lagi.

Berill, sang Jendral Kematian Ke-12, menempa Han Yu, Tiger dan Trile dengan cara yang jauh dari kata lembut. Aura kematiannya menekan seperti malam tanpa bintang. Han Yu belajar mengendalikan sihir apinya, yang kini telah berwarna hitam pekat. Tiger belajar menyerang dengan cakar harimaunya sekaligus bertahan menggunakan perisainya. Dan Trile mengasah kelincahan, kecepatan dan presisi hingga gerakannya nyaris tak terlihat.

Kaliff, sang Jendral Kematian Ke-11 juga sama, menempa Bear, Virdrax dan Navhara dengan cara yang tidak biasa. Bear yang kekuatannya brutal, diajarkan menahan—mengendalikan—agar satu pukulannya tak sekadar menghancurkan, melainkan mematikan dengan efisiensi. Virdrax dan Navhara diajarkan untuk memperkuat serangan, pertahanan tubuh serta sisik-sisik mereka. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk bertarung bersama sebagai pasangan, dengan teknik gabungan yang mematikan.

Nerion, sang Jendral Kehidupan ke-12 mengajarkan Bai Hu banyak hal, membuat Bai Hu memantapkan pijakan Half-Saint-nya, menyelaraskan pedang dan kehendak hingga keduanya tak lagi terpisah.

Disisi lain, Raja Gorilla Hitam, bernama Gorblac juga ikut berlatih. Hanya saja ia tidak dilatih oleh para Jendral Ray Zen. Ia memiliki jalan latihan sendiri, yaitu berlatih bersama pasukan bayangan Ray Zen, Fan Duo dan Wu Tang.

Para pasukan Ray Zen yang lain tidak terkejut dengan bergabungnya Gorblac, karena mereka sudah tahu jika Ray Zen yang telah memilihnya, maka dia bukanlah musuh yang harus diwaspadai. Mereka bahkan sudah mulai akrab dan terbiasa dengannya. Termasuk Bear yang suka menjahilinya.

Mereka semua terus berlatih, berlatih dan berlatih. Semua luka yang terjadi di dunia luar akan berakibat fatal, sementara di sini, dimensi Ray Zen akan menjadi pelajaran—dibuka, dipahami, lalu disembuhkan.

Dan di pusat dari semuanya, Ray Zen mengamati.

Ia jarang ikut campur, namun kehadirannya terasa di setiap sudut dimensi. Hukum-hukum dunia itu tunduk pada kehendaknya, mengalir sesuai arah yang ia inginkan. Sesekali, ia melangkah masuk ke latihan—menunjukkan satu gerak sederhana yang meruntuhkan pemahaman lama—lalu pergi, meninggalkan keheningan dan kesadaran baru di belakangnya.

Pada akhirnya, hari itu tiba.

Ray Zen berdiri di hadapan mereka semua, tatapannya tenang namun tegas. “Cukup.”

Satu kata itu menghentikan segalanya.

Mereka berkumpul di jalan setapak emas, di bawah langit bercahaya yang menjadi saksi perjalanan panjang mereka di dimensi itu.

Lia Zen berdiri di sisi kakaknya, wajahnya tenang, matanya jernih—tidak lagi sekadar ceria polos, melainkan mantap dan percaya diri. Aura yang memancar darinya halus, terkendali, namun dalam—seperti danau yang menyimpan badai. Tingkat kultivasinya juga sudah meningkat, yaitu ranah Ekspert *1, sesuatu yang sangat mustahil untuk dicapai oleh anak-anak seusianya.

Bai Hu, Han Yu, Bear, Tiger, Trile, Virdrax dan Navhara berbaris sejajar didepan Ray Zen, sementara keempat jendralnya berbaris di belakang Ray Zen.

Mereka semua mengalami peningkatan kekuatan yang signifikan.

Bai Hu telah menembus ranah Saint *1. Virdrax setara dengan kultivator ranah Half-Saint *7. Bear dan Navhara setara dengan kultivator ranah Half-Saint *5. Han Yu, Tiger dan Trile berada atau setara dengan kultivator ranah Half-Saint *4. Sementara Gorblac, masih setara dengan kultivator ranah Legend *3.

“Sudah saatnya kita kembali,” ujar Ray Zen.

Mereka semua mengangguk. Keempat Jendral Ray Zen membungkuk memberi hormat, sebagai salam perpisahan terakhir.

Cahaya keemasan kembali menyelimuti Ray Zen, Lia Zen dan semua pasukannya—kecuali Gorblac—karena jika ia ikut, maka kehadirannya dapat menggangu keadaan Istana Kekaisaran nantinya. Untuk itu, ia tetap tinggal didalam dimensi, sampai Ray Zen membawanya keluar.

Dunia melipat diri, ruang menyatu, dan dalam satu tarikan napas—

Mereka menghilang.

Lalu mereka membuka mata.

Kamar itu sunyi.

Kamar pribadi Ray Zen di istana kekaisaran berdiri persis seperti terakhir kali mereka tinggalkan. Meja kayu di sudut ruangan, tirai yang sedikit terbuka, dan sinar matahari pagi khas Kekaisaran Awan Putih. Tidak ada debu yang menumpuk, tidak ada tanda waktu berlalu. Seolah mereka tidak pernah pergi meninggalkan tempat itu.

Bai Hu berdiri tegak, melirik sekeliling dengan ekspresi biasa. Han Yu, Tiger, Trile, dan Bear juga tenang—mereka sudah memahami keanehan ini sejak lama.

Namun—

“Apa…?” Lia Zen berbisik, matanya membelalak. Ia berputar perlahan, menatap setiap sudut kamar. “Tidak mungkin… kamar ini… sama persis…”

Virdrax menghela napas panjang, sisiknya berkilau samar. “Hukum waktu… tidak bergerak?”

Navhara menyentuh dinding, seolah memastikan kenyataan. “Ini mustahil. Kita berlatih selama—”

“—waktu yang sangat lama,” sambung Ray Zen tenang. “Namun di dunia luar, hampir tidak ada yang berlalu.”

Lia Zen menatap kakaknya dengan campuran kagum dan kebingungan. “Kakak… berapa lama kita sebenarnya di dalam sana?”

Ray Zen tersenyum tipis. “Cukup lama untuk mengubah segalanya, adik kecil.”

Bear terkekeh. “Bagi kami, ini bukan pertama kali. Tapi melihat reaksi kalian… tetap saja menyenangkan.”

Virdrax menggeleng pelan, tawa kecil keluar dari bibirnya. “Dimensi itu… benar-benar menentang akal.”

Ray Zen melangkah maju. “Waktu adalah hukum. Dan hukum bisa diatur.”

(Sama seperti hukum di KONOHA yang selalu diatur seenaknya oleh mereka yang berkuasa.., HAHAHA.., WKWKWK.., HMPH).

Ia membuka pintu kamar. Koridor istana di luar dijaga oleh para prajurit yang sibuk berpatroli. Penjagaan yang ketat seperti biasanya di Istana Kekaisaran.

“Sekarang,” lanjut Ray Zen, “kalian akan melihat hasilnya.”

Mereka berjalan keluar ke halaman latihan kecil, yang letaknya tidak jauh dari kamar Ray Zen. Saat berjalan menyusuri koridor, setiap prajurit yang melihat mereka segera menunduk memberi hormat.

Sesampainya di halaman itu, Ray Zen memberi isyarat pada Lia Zen. “Tunjukkan perkembangan mu adik kecil,”

Lia Zen menarik napas, lalu melangkah maju. Ia mengangkat tangan—gerakannya sederhana—namun udara bergetar. Energi yang terkendali memancar, membentuk pola hukum kehidupan yang halus. Tidak ada ledakan, tidak ada kekacauan. Hanya kekuatan yang matang dan patuh.

Han Yu menatapnya, terdiam.

Tiger tersenyum lebar.

Trile bertepuk tangan pelan. “Luar biasa.”

Bai Hu mengangguk. “Stabil dan bersih.”

Ray Zen menoleh pada yang lain. “Kalian juga.”

Bear dengan semangat menghentakkan kakinya. Tanah retak tipis, bukan karena kekuatan yang liar, melainkan karena fokus yang tepat.

Tiger memotong udara dengan cakarnya—energi cakarnya sunyi, dan mematikan.

Trile bergerak, dan dalam satu kedipan mata, ia sudah berdiri di belakang Ray Zen—lalu tersenyum malu karena sadar itu hanya demonstrasi.

Virdrax menghembuskan napas. Angin hijau berputar, terkontrol, dan seperti menari didepannya.

Navhara melangkah, dan bayangannya menghilang sejenak sebelum kembali—seolah ruang memberinya jalan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!