NovelToon NovelToon
ISTRI UNTUK SUAMIKU

ISTRI UNTUK SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Wanita perkasa / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Mencintai bukan hanya soal memiliki, tapi soal memastikan duniamu tetap berputar saat kamu tak lagi ada di sana."

Canida punya segalanya: karir cemerlang sebagai penulis best-seller, suami suportif seperti Alfandy, dan dua anak yang menjadi pusat semestanya. Namun, sebuah amplop putih mengubah hidupnya menjadi nightmare dalam semalam. Vonis kanker serviks stadium lanjut datang tanpa permintaan maaf, merenggut semua rencana masa depannya.

Di tengah rasa sakit yang mulai menggerogoti tubuhnya, Nida tidak takut mati. Ia hanya takut akan satu hal: Kekosongan. Ia takut anak-anaknya kehilangan arah, dan suaminya kehilangan pegangan akidah.

Maka, Nida mengambil keputusan paling gila dan paling menyakitkan yang pernah dipikirkan seorang istri: Mencarikan calon istri untuk suaminya sendiri.

Di satu sisi, ada Anita, ipar ambisius dan manipulatif siap mengambil alih posisinya demi harta. Di sisi lain, ada Hana, wanita tulus yang Nida harap bisa jadi "pelindung surga" bagi keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Konfrontasi di Dermaga

Angin laut di Pelabuhan Sunda Kelapa malam itu terasa seperti ribuan jarum es yang menusuk kulit. Bau garam yang pekat beradu dengan aroma solar dari deretan kapal pinisi yang bersandar kaku seperti raksasa tidur. Di bawah lampu remang-remang sebuah gudang tua bernomor 12, ketegangan memuncak hingga ke titik didih.

Fandy melangkah keluar dari mobil dengan napas yang memburu. Di sampingnya, Hana berdiri dengan tegak, meskipun matanya menunjukkan luka yang dalam. Hana tidak lagi mengenakan gamis sutra yang biasa ia pakai di rumah; ia mengenakan jaket *jeans* lusuh dan celana kain gelap—pakaian yang entah bagaimana membangkitkan aura "Hana yang dulu", Hana yang pernah bertarung dengan kerasnya aspal jalanan.

"Lepaskan Syabila, Anita!" teriak Fandy, suaranya menggema di antara kontainer-kontainer besi.

Dari balik kegelapan gudang, Anita muncul dengan langkah anggun yang mengerikan. Di belakangnya, dua pria berjas hitam memegangi Syabila yang tampak lemas, matanya tertutup rapat—tanda bahwa ia telah diberikan obat penenang. Dan di sisi lain, Riko si preman bertato berdiri sambil memainkan pisau lipatnya, menyeringai menatap Hana.

"Selamat datang di reuni kecil kita," ujar Anita, bibirnya merah menyala di bawah sorot lampu neon yang berkedip. "Mas Fandy, kamu terlihat sangat menyedihkan. Sepuluh tahun bersama guru mengaji ini ternyata tidak membuatmu lebih cerdas. Kamu tetap saja jatuh ke lubang yang sama: percaya pada wanita yang penuh rahasia."

"Cukup, Anita!" Hana melangkah maju, melewati Fandy. Suaranya tidak lagi lembut; ada getaran frekuensi yang tajam dan berwibawa. "Kamu boleh menghinaku, kamu boleh membuka masa laluku. Tapi jangan sekali-kali menyentuh Syabila. Dia adalah amanah suci yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh hati sepertimu."

Riko tertawa serak, melangkah mendekati Hana. "Wah, wah... dengar si kecil ini bicara. Masih berani ya kamu, Han? Apa perlu aku ingatkan Mas CEO ini bagaimana caramu memegang pisau dulu saat kita merampok gudang di pelabuhan ini?"

Fandy menatap Riko, lalu menatap Hana. Namun, sebelum Fandy sempat bicara, Hana melakukan sesuatu yang tak terduga. Ia mendekati Riko hingga ujung pisau pria itu nyaris menyentuh lehernya.

"Bang Riko," bisik Hana dengan nada yang sangat dingin namun penuh tekanan. "Kamu pikir aku masih Hana yang dulu? Hana yang ketakutan dan tidak punya tujuan? Kamu salah. Selama sepuluh tahun ini, aku tidak hanya belajar mengaji. Aku belajar bahwa kekuatan sejati bukan pada tato atau pisau, tapi pada apa yang kita lindungi. Kamu di sini hanya karena uang Anita, kan? Tapi tahukah kamu siapa Anita sebenarnya?"

Anita mulai tampak tidak nyaman. "Riko, jangan dengarkan dia! Selesaikan tugasmu dan ambil uangmu!"

Hana tidak berhenti. "Anita ini sedang dicari oleh kepolisian internasional karena kasus pencucian uang di Singapura, Bang. Jika kamu terlibat dalam penculikan ini, kamu tidak akan kembali ke penjara dengan hukuman ringan. Kamu akan membusuk di sana selamanya. Anita tidak akan menolongmu; dia akan membuangmu seperti sampah, persis seperti dia mencoba membuang keluarga kami sepuluh tahun lalu."

Riko tertegun. Matanya melirik ke arah Anita yang mulai panik.

"Jangan percaya padanya, Riko! Dia berbohong!" pekik Anita.

Di tengah kebingungan itu, sebuah suara baru muncul dari kegelapan di atas tumpukan kontainer. "Dia tidak bohong, Riko."

Seorang pria muda berpakaian serba hitam, dengan alat komunikasi di telinganya, melompat turun dengan sangat gesit. Dia adalah **Zaky**, seorang detektif swasta sekaligus mantan anak didik Nida di penerbitan yang selama ini bekerja secara rahasia di bawah perintah Hana. Ternyata, selama setahun terakhir, Hana diam-diam telah mengantisipasi kembalinya Anita. Ia tidak senasif yang dikira semua orang.

"Polisi sudah mengepung area ini dari jalur laut, Anita," ujar Zaky sambil menunjukkan lencana dan tablet yang menampilkan pergerakan pasukan keamanan. "Semua transaksi modal venturamu sudah kami retas. Kamu sudah tamat."

Anita berteriak histeris, "TIDAK! Ini tidak mungkin! Aku punya segalanya!" Ia mencoba berlari menuju Syabila, hendak menjadikannya sandera terakhir, namun Riko—yang merasa dikhianati dan tidak ingin kembali masuk lubang hitam—justru menghalangi jalan Anita.

"Minggir, pelacur kelas atas!" bentak Riko sambil mendorong Anita hingga tersungkur di tanah yang becek.

Fandy segera berlari menuju Syabila, melepaskan ikatannya dan mendekap putrinya yang mulai sadar. "Syabila... bangun, Nak. Ayah di sini."

Syabila membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah Hana yang berdiri membelakangi lampu, tampak seperti siluet penjaga yang kokoh. Syabila melihat bagaimana Hana tidak gentar menghadapi Riko dan Anita. Luka di hati Syabila tentang "masa lalu kriminal" Hana mendadak sirna, berganti dengan kekaguman. Baginya, Hana bukan lagi sekadar pengganti ibunya; Hana adalah pahlawan yang memiliki keberanian yang murni.

Polisi merangsek masuk, memborgol Anita yang terus meracau, dan membawa Riko yang kali ini tidak melawan. Sebelum dibawa pergi, Riko menatap Hana cukup lama. "Kamu memang sudah berubah, Han. Nida... dia benar-benar hebat bisa mengubah macan jalanan jadi seperti ini."

Hana hanya mengangguk pelan. Setelah area itu aman, Fandy menghampiri Hana. Ia memeluk istrinya dengan sangat erat, sebuah pelukan yang penuh dengan permintaan maaf karena sempat ragu.

"Hana... maafkan aku. Aku tidak tahu kamu menanggung semua ini sendirian," bisik Fandy.

Hana tersenyum lemah, air matanya akhirnya jatuh. "Aku melakukannya untuk Mbak Nida, Mas. Dan untuk kalian. Masa laluku mungkin kotor, tapi masa depanku adalah kalian."

Syabila mendekat, ia memegang tangan Hana. "Ibu Hana... maafkan Syabila karena sudah meragukan Ibu. Ibu benar, masa lalu tidak menentukan siapa kita sekarang. Terima kasih sudah menyelamatkanku."

Namun, di tengah kelegaan itu, Zaky mendekati Hana dengan wajah serius. "Mbak Hana, ada satu hal lagi. Saat meretas dokumen Anita, saya menemukan sesuatu yang aneh. Ada pihak ketiga yang mendanai Anita selama ini. Seseorang yang sangat membenci keluarga ini, dan dia bukan orang jauh."

Hana dan Fandy saling berpandangan. Ternyata, tertangkapnya Anita bukanlah akhir dari segalanya. Ada dalang lain yang lebih besar, yang menggunakan Anita sebagai pion untuk menghancurkan mereka. Alur cerita baru saja mengambil tikungan yang lebih tajam. Mobil polisi membawa Anita. Di atas dermaga, Hana menatap laut lepas. Ia tahu, babak baru perjuangannya untuk menjaga amanah Nida baru saja dimulai. Sosok bertato itu hanyalah permulaan, dan dalang sebenarnya masih bersembunyi di balik tirai kekayaan dan kekuasaan yang lebih megah.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!