Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehadiran Chythia
Pulang kerja, seperti biasa Nathan menjemput istrinya. Mobil Sofi masih digunakan oleh mami dan papinya. Sofi langsung masuk kedalam mobil.
"Vid makasih ya buat dapur setnya sudah terpasang dirumah dinas."
"Oke mas. Sampai ketemu di apartemen mami Ester dan papi Julius." Nathan tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Sophia begitu bahagia, ternyata suaminya sudah mengatur rumah dinas mereka dengan baik ada tiga kamar dan dari tiga kamar ada satu kamar utama yang besar lengkap dengan kamar mandi di kamar itu.
"Terima kasih suamiku sayang."
"Sama - sama sayang."
"Weekend ini kita bisa mengundang kedua orangtua kita dan orangtua David serta David makan malam disini."
"Mas weekend ini ada acara kantor, ade mau mas temani ade. Kan mas libur." Nathan tersenyum melihat sifat manja istrinya.
"Iya sayang, pasti mas temani." Nathan memeluk istrinya dan kembali menciumnya.
Malam hari pukul enam lewat tiga puluh menit Nathan dan Sofi sudah berada di apartemen Sofi. Dia membawa buah dan makanan penutup berupa Chase Cake kesukaannya. Makanan sudah disiapkan maminya. Sisa dihidangkan saja pas tamunya datang.
Sofi dikamarnya sedang memilih baju - baju yang mau dia bawa ke rumah dinas mereka Sofi berencana pakaian di rumah mama dibiarkan saja, biar kalau bermalam di sana ngak repot bawa baju.
"Mas, sepertinya lemariku perlu baju pelindungku deh." Nathan tersenyum.
"Kenapa perlu sayang??"
"Kalau kita bermalam disini ada baju kamu mas."
"Iya sayang. Nanti kita bawa baju mas ke sini lagi." Nathan mulai mencium istrinya, ciumannya berbeda seperti menginginkan sesuatu. "Mas mau sayang."
"Sebentar mami Olive dan Papi Marten sudah ada mas."
"Lima menit aja." Dan dikamar ini, perna dia hanya bisa memeluk istrinya, kini dia bisa melakukan apa yang biasa dilakukan suami dan istri. Permainan begitu intim dan dipenuhi dengan sentuhan - sentuhan kenikmatan. Nathan mengunakan waktu singkat ini untuk mencapai kenikmatan bersama.
"Mas ade mau...."
"Iya sayang sama - sama."
Pelepasan pun terjadi. Nathan dan Sofi mencapai puncak dari suatu kenikmatan ketika mereka sudah sah. Nathan mencium dan mengendong istrinya. Mereka membersihkan diri sebelum tahu datang.
"Bisa kan sayang. Are you happy?" Sofi tersenyum dan mencium bibir suaminya.
"Aku bahagia mas."
Makan malam pun terjadi. Bukan David namanya kalau tidak mengodai adiknya ini.
"Capek bangat kamu, habis olahraga ya. Berapa ronde di ajar suamimu."
"Kepo." Nathan hanya tersenyum. Dia mulai terbiasa dengan kedekatan David dan Sofi istrinya.
"Berapa?? Aku mau tahu pak dokter kamu mampu berapa ronde."
"Selama istriku kuat aku tetap kuat menggempurnya." Nathan membisikan jawaban yang ditunggu David. Dan dia tersenyum. Nathan langsung memeluk istrinya. Dan seperti biasa David akan diledeki oleh Sofi.
"Kita salah Julius, kenapa harus menjodohkan mereka??"
"Iya ya, lihat mereka lebih akrab seperti dulu mereka kecil Martin."
Hari ini, Nathan menemani istrinya dalam peresmian proyek perumahaan yang bekerja sama dengan investor dari China. Nathan menggunakan kemeja berwarna biru yang di pilih oleh istrinya. Senada dengan baju yang dia gunakan saat ini. Nathan berada ditamu undangan VVIP bersama mertuanya dan orangtua David. Sedangkan David dan Sofi bersama Tuan Chan sebagai pemilik dari proyek ini. Banyak undangan yang ada baik dari kalangan politik, pengusaha, sampai aktris.
Chythia yang merupakan aktris yang lagi sukses juga hadir. Dia begitu kaget disitu ada Nathan teman sekolahnya. Orang yang perna dia cintai, namun dia lebih memilih kariernya. Karena jebakan yang sampai sekarang Nathan tidak tahu hadirlah Briel. Briel Abigail Benjamin adalah anak yang dilahirkan oleh Chytia yang ditinggalkan olehnya.
Dalam pidato yang dibacakan oleh Sophia Abigail Stevanus dia mengucapkan terima kasih kepada keluarga, kedua orangtuanya serta papi dan mami David serta suaminya tercinta Mayor dokter Jonathan Benjamin. Chyntia begitu kaget mendengarkan hal itu. Begitu juga dengan Marlen asistennya.
"Cari tahu informasi tentang istri Nathan??" Marlen yang tahu semua kehidupan Chynthia kaget dengan keinginan aktrisnya ini.
"Buat apa??"
"Bawel. Selidiki dulu aku mau tahu." Akhirnya dalam waktu lima menit informasi tentang Sophia Abigail Stevanus bisa diolehnya. Dan Chyntia pun mengetahuinya. Waktu jamuan makan, Chyntia sengaja mendekati Nathan.
"Selamat ya atas pernikahannya." Tentu Nathan sangat kaget kehadiran Chynthia disini. Tetapi dia tetap profesional menempatkan dirinya sebagai suami dari COO Xander Company.
"Terima kasih atas ucapannya."
"Mas, mau makan apa??"
"Sayang kenalan dulu, ini teman sekolah mas dia aktris." Sofi langsung mengulurkan tangannya, menyebut namanya. Sofi tidak tahu siapa saja tamu undangan yang hadir. Dia tahu bahwa ada dari kelangan pengusaha, politikus maupun aktris.
"Chynthia Roger." Sofi sadar bahwa ini adalah mam dari Briel yang sudah diceritakan oleh Nathan suaminya. Dari umur Briel satu bulan sampai umur satu tahun, Nathan berusaha mencari dan membujuknya agar mereka bisa menikah menghidupi dan merawat Briel anak mereka namun ditolak oleh Chyntia karena kariernya bagus, sedang naik - naiknya dengan banyaknya tawaran film dan sinetron. Bahkan dia sempat bermain di korea bersama aktris - aktris korea dan dramanya banyak penggemar.
"Sophia Abigail Stevanus, istrinya Mas Nathan." Seketika raut wajah Chynthia berubah. Ada sedikit perasaan tidak suka.
"Apakah saya bisa bertemu dengan Briel???" Nathan dan Sofi melihat kearah Chyntia.
"Tia!!!" Managernya sekalian asisten menegur. Marlen tidak menyangka bahwa sangat berani Chynthia berkata begitu. Sofi dengan lembut mengandeng tangan suaminya dan dibalas dengan Nathan menggenggam tangan Sofi mereka meninggalkan Chynthia dan Marlen asistennya. "Dasar, kamu gila??"
"Iya aku gila sekaligus cemburu."
"Kamu yang ninggalin mereka. Setelah apa yang kamu lakukan malam itu buat dia."
"Aku menyesal Len, aku menyesal."
"Sudah terlambat, enam tahun Tia, enam tahun."
"Aku mencintai dia Len, aku cinta padanya." Marlen langsung membawa aktrisnya keluar dari acara itu. Karena banyak sekali wartawan yang hadir. Mereka kembali ke apartemen mewah mereka yang dibangun juga oleh Xander Company.
"Mas, gimana kalau Chynthia mendekati Briel??"
"Jelas dia akan melihat sifat harimau mamaku."
Nathan dan Sofi sudah berada dirumah dinas mereka. Sekarang mereka sedang mengistirahatkan badan mereka setelah beraktivitas sehari penuh. Nathan yang melihat istrinya melamun disampingnya. Langsung meletakan buku yang dia baca, dan memeluk serta mencium istrinya.
"Kenapa sayang, kok melamun???"
"Apa Chynthia bukan ancaman bagi hubungan rumah tangga kita mas??" Dibawa tubuh seksi istrinya di dalam pelukan dia. Nathan menyalurkan perasaan cintanya kepada Sofi istrinya.
"I love you. Kita sudah berjanji untuk bersama, sampai hanya maut yang memisahkan." Sofi langsung tersenyum dan mencium suaminya.
"I love you more mas." Nathan membalas ciuman itu.
"Waktu asistennya datang membawa bayi Briel. Mama dan papa sudah membuat pernyataan yang ditanda tangani oleh dia waktu berdasarkan surat kuasa yang Chynthia berikan. Bahwa mereka tidak akan mengganggu tumbuh kembang Briel dan tidak datang mengambil Briel yang menjadi anak dari mama dan papa."
"Makanya Briel di daftar masuk dalam anggota keluarga mas."
"Iya sayang. Awalnya mas sangat berat, karena harus menyusahkan orangtua lagi. Mas waktu itu sudah berdinas sudah menjadi dokter. Mas mau bertanggung jawab atas perbuatan mas. Namun mama dan papa tidak mau mereka yang akan mengurus dia. Briel itu hiburan bagi mereka. Ketika dia usia enam tahun baru mas jelaskan kepada Briel yang memang tumbuh pintar, dia berbeda dengan anak usianya tentang siapa dia."
"Iya, dia sangat pintar menempatkan dirinya menjadi adik kamu dan anak kamu mas." Nathan mencium istrinya.
"Tetapi kamu tidak mencintai Chynthia kan mas??"
"Istri mas cemburu ya. Kok mas gemas ya??"
"Jawab mas??? Kalau mas diam - diam ketemu dengannya ade akan tinggalin mas."
"Mas akan buat ade ngak bisa jalan sayang. Jangan coba - coba meninggalkan mas mu ini. Istri kecilku." Nathan yang sudah terpacu adrenalin langsung mengurung istrinya dengan tatapan napsu.
"Mas mau ngapain??"
"Mau buat istri mas punya anak."