NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewi Dosa

Reinkarnasi Dewi Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre: Fantasi-Wanita, Reinkarnasi, Petualangan, Aksi, Supernatural, Misteri, Kultivasi, Sihir.

[On Going]

Terbangun di hutan asing tanpa ingatan, Lin Xinyi hanya membawa satu hal bersamanya—suara misterius yang menanamkan pengetahuan sihir ke dalam pikirannya.

Di dunia di mana monster berkeliaran dan hukum kekuatan menentukan siapa yang hidup dan mati, ia dipaksa belajar bertahan sejak langkah pertama.

Siapakah sebenarnya Lin Xinyi?

Dan kenapa harus dia? Apakah dia adalah pembawa keberuntungan, atau pembawa bencana?

Ini adalah kisah reinkarnasi wanita yang tak sengaja menjadi dewi.

2 hari, 1 bab! Jum'at libur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 — Puncak Petir

Xinyi membuka matanya perlahan, merasakan angin dingin menerpa wajahnya.

Langit kembali bergerak. Lingkaran sihir bukan hanya satu, melainkan lima, terbentuk seketika di bawah hamparan awan gelap. Cahaya merah menyala di tepi-tepinya, dipenuhi tulisan aneh yang berputar tanpa henti.

Di tengah kelima lingkaran itu, satu lingkaran lain terbentuk lagi. Kali ini jauh lebih besar dari yang lain. Kilatan petir berdenyut di dalamnya, memancarkan tekanan yang membuat udara terasa berat.

Xinyi mengangkat tangannya perlahan, menepuk bahu kanannya yang terbuka tanpa penutup kain. Ia memutar lehernya, meregangkan tubuh sejenak, memaksa otot-ototnya kembali siaga.

Napasnya tenang. Tidak seperti sebelumnya, kepanikan tidak menguasainya. Kali ini Mana di dalam tubuhnya mengalir lebih stabil, lebih patuh pada kehendaknya.

Petaka masih belum menurunkan petirnya. Itu berarti ia masih memiliki waktu. Kesempatan langka untuk berpikir sebelum segalanya berubah menjadi kekacauan.

"Menggunakan sihir seperti sebelumnya... apakah bisa menahannya lagi?" gumamnya.

Pada petir kedua, ia hampir tidak memiliki kesadaran. Setelah menerima sambaran pertama, pikirannya kacau, emosinya meledak, membuatnya bertindak seperti orang yang menantang langit dengan amarah buta.

Namun sekarang berbeda. Kepalanya terasa jernih, pikirannya lebih tenang.

"Tidak... itu adalah cara yang salah. Sekali lagi mencobanya mungkin aku akan mati."

Ia tidak membawa senjata. Yang ia miliki hanyalah sihir yang dipelajarinya dari ingatan yang diberikan sosok misterius itu.

Xinyi seharusnya tidak terlibat dalam semua ini. Namun karena sudah berdiri di sini, karena sudah menerima beban ini, ia tidak boleh mundur.

Satu lagi.

Hanya satu.

"Menerima petaka akan membunuhku, melawannya juga menimbulkan serangan balik yang berbahaya. Petir kedua mungkin bisa, tapi yang sekarang..." Xinyi mengangkat pandangannya ke arah lingkaran sihir di langit. "Sangat jauh berbeda."

Harapan orang-orang yang tertumpu padanya terasa begitu berat. Beban itu menekan dadanya, membuat langkah berikutnya terasa sulit. Ia tidak ingin mengecewakan mereka.

Tepat ketika angin kembali berhembus kencang.

"Patahkan..." suara lembut itu terdengar.

Xinyi tersentak. Ia segera menoleh ke belakang. Tidak ada siapa pun di sana. Namun suara tadi jelas bergema langsung di dalam kepalanya.

"Apa itu kau?"

Seperti sebelumnya, tidak ada jawaban.

Perasaan kecewa muncul sesaat. Ia ingin mengetahui lebih banyak tentang sosok itu. Tentang ingatan yang hilang. Tentang suatu hal yang tidak ia ketahui.

Namun ia mengerti. Sekarang bukan waktunya.

Meski hanya satu kata, itu sudah cukup menjadi dorongan baginya.

Xinyi menepuk kedua pipinya, mengusir keraguan yang masih tersisa.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Xinyi! Jangan mati!"

Teriakan keras itu memecah udara. Xinyi terkejut dan menoleh ke arah suara. Di tempat yang lebih tinggi, banyak orang berdiri, menatapnya dengan ekspresi penuh harap.

Di antara mereka, Xun'er terlihat berteriak sekuat tenaga.

"Kau harus bisa melakukannya, kau akan menerobos 'kan?!"

Xinyi mengingat janjinya.

Ia tidak akan mati oleh petaka petir. Ia akan menerobos batasnya. Ia akan kembali pada Xun'er.

Satu per satu, orang-orang yang sebelumnya hanya diam mulai mengangkat tangan dan berseru.

"Lakukan! Jangan kalah!"

"Kalahkan petaka! Bebaskan desa ini!"

"Berjuanglah!"

Xinyi hanya membalasnya dengan senyum kecil.

Angin semakin menggila. Langit berputar lebih cepat. Awan gelap membentuk pusaran raksasa, sementara lingkaran sihir di atas mulai bersinar semakin terang.

Perlahan, bebatuan arena yang telah retak terangkat dari tanah, terseret arus angin yang turun dari langit.

Pemandangan itu tampak mengerikan.

Seperti dunia yang sedang menuju akhir.

Xinyi menatap langit. Tidak ada kebencian, tidak ada ketakutan di matanya.

"Jalan hidup manusia sangat panjang."

Ia menoleh ke arah Xun'er dari kejauhan.

"Penderitaan dan kesedihan di dalamnya, hanya diketahui oleh yang menjalaninya."

Wajah orang-orang yang pernah membantunya terlintas satu per satu dalam benaknya.

"Sedangkan aku di dunia ini... sudah berhutang pada banyak orang."

Ia kembali mengangkat pandangannya ke langit. Tangannya terangkat perlahan, seolah hendak meraih sesuatu yang tak terlihat.

"Bagaimana bisa, semuanya dilupakannya begitu saja..."

Mana di sekeliling tubuhnya mulai berputar, membentuk pusaran kecil yang terus membesar.

"Meski harus menerima hukuman yang menyakitkan ini."

Dengan dorongan kuat dari kaki kanannya, Xinyi melompat ke sebuah batu besar pecahan arena yang melayang menuju langit.

"Walau petaka bisa meruntuhkan seluruh kekuatanku, menghancurkan tubuhku."

Mana hitam mengalir dan membelit kaki kanannya. Ia menekuk lututnya, bersiap untuk loncatan berikutnya.

"Tapi ia tidak akan pernah bisa menghapus mereka dari hatiku!"

Dengan akselerasi terakhir, tubuh Xinyi meluncur bagai anak panah yang terlepas dari busurnya. Ia mendarat ringan di batu-batu besar yang melayang, hanya menyentuh permukaannya sesaat, seperti burung yang berpijak sebentar sebelum kembali terbang.

Setiap pijakan tidak meninggalkan jejak, hanya getaran halus yang menyebar di udara. Hingga akhirnya ia berhenti di batu terakhir yang melayang paling dekat dengan langit.

Pada saat yang sama, petir dari langit turun.

Ledakan mengguncang udara ketika petir merah itu menerjang keluar dari lingkaran sihir. Suaranya bukan sekadar guntur, melainkan jeritan amarah langit yang menggetarkan jiwa.

Petir itu mengarah lurus pada Xinyi.

Petir terakhir. Petir yang belum pernah ditahan siapa pun. Petir yang belum pernah ada yang selamat darinya. Dan sekarang, Xinyi berdiri sebagai orang pertama yang menghadapinya.

"Huh..." Xinyi menyatukan kedua tangannya tepat sebelum petir itu menyentuh tubuhnya.

Mana hitam meledak keluar dari tubuhnya, membentuk penghalang di hadapannya. Kedua tangannya terulur ke depan, mengendalikan aliran Mana untuk menahan serangan itu.

Lalu, petir dan penghalang tersebut bertabrakan.

BOMB—!

"Ughh..."

Ia belum mati. Meski tubuhnya terdorong oleh kekuatan petir, ia tetap berdiri, menolak untuk tunduk.

Batu tempat ia berpijak mulai retak perlahan karena tak mampu menahan tekanan yang begitu dahsyat. Tubuh Xinyi pun mulai terseret mundur, didorong oleh kekuatan langit yang terus menekan.

"Haa!"

Dug! Dug!

Semua orang yang menyaksikannya terdiam. Tubuh mereka gemetar, tenggorokan mereka tercekat. Di hadapan mereka, seorang wanita tengah melawan petaka. Dan bukan sembarang petaka, melainkan petir ketiga.

"Masih belum."

Mana Xinyi mengalir semakin banyak, menyelimuti tubuhnya. Hitam pekat seperti kegelapan yang siap menelan segalanya, namun justru melindunginya dengan kokoh.

"Sedikit."

Di tangan kanannya yang terbuka, pada kulitnya yang seputih susu dan mulus, perlahan muncul tiga lingkaran sihir kecil yang berputar.

"Sihir Peningkatan Kekuatan: Physical Boost, Gravity, Emphasize!"

Xinyi menarik tangan kanannya ke belakang, memutar bahunya, bersiap melepaskan serangan terakhir.

"Sudah saatnya ini berakhir."

KRANK—!

Penghalang Mana miliknya pecah. Petir menembus pertahanan itu dan melesat ke depan.

Namun di balik pecahan Mana yang berhamburan, mata merah Xinyi bersinar tajam. Energi hitam pekat kembali meledak keluar dari tubuhnya, menyelimuti lengannya.

Tangan kanannya terulur ke depan, diarahkan tepat ke pusat petir langit.

"HIAGHHHHHHHH!"

BOMB—!

Ledakan dahsyat mengguncang arena. Tanah bergetar hebat, membuat banyak orang terhuyung. Semua mata terangkat ke langit, menatap satu batu besar yang perlahan jatuh, masih tertutup debu tebal dari sisa ledakan.

Sedikit demi sedikit, debu itu menghilang.

Di sana terlihat sosok seorang wanita masih berdiri.

Ia tidak mati.

Ia berhasil.

Langit mulai menutup kembali. Awan gelap memudar perlahan, lingkaran sihir pecah satu per satu hingga menghilang tanpa sisa.

Sementara itu, Xinyi yang telah kehabisan tenaga perlahan menutup matanya. Batu besar tempatnya berpijak akhirnya hancur dan terpecah, membuat tubuhnya yang tak sadarkan diri jatuh bebas di udara.

Namun pada saat itu juga, Xun'er bergerak.

Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, ia melesat ke tengah arena yang telah hancur.

WUSSHH—!

Ia menangkap tubuh Xinyi di udara, lalu perlahan menurunkannya.

Xun'er menggendongnya dalam posisi tuan putri. Dari jarak sedekat itu, ia bisa merasakan panas yang tersisa di tangan kanan Xinyi saat kulit mereka bersentuhan.

"Kau sudah berjuang begitu keras... tidurlah. Sisanya serahkan padaku."

1
Kabuki
turut lega thor. akhirnya Xinyi berhasil ngalahin petaka petir ketiga 😭
Kabuki
aww co cwitt
Kabuki
ini klo di anime, lagu opening udh di stel nih🤭
Anindita Annazwa: bwahahaha😭 iya lagi
total 1 replies
Kabuki
ahh souka? agak kejam juga tetua Yuan xi. menyuruh orang luar yang tak tahu apa², untuk membebaskan kaum darah berdosa dari kutukan dengan ritual petaka petir/Frown/
Anindita Annazwa: karena dia di anggap sebagai 'orang itu' yg entah siapa🗿
total 1 replies
Kabuki
kecewa? buat apa penduduk asli kecewa terhadap orang luar? bukannya mereka cuma penasaran aja sama xinyi?😌
Anindita Annazwa: udh nyentuh petir ke 3 soalnya, satu2nya yg berhasil kesitu
total 1 replies
Kabuki
biasa gundule. dia imo jir
Kabuki
slurrppp ak jga mw😋
ユリ
sadis
ユリ
mengejutkan😱
ユリ
entah kenapa dia terlalu percaya diri
ユリ
terlalu op😱
元元
Masterpiece, dah gtu aj
元元
KOK BISA GINIII!
元元
bjirr, apa-apaan iniii
Panda
aku penasaran sama nama malingsheng ini deh kak

apa ada sejarah dengan nama itu?
Jing_Jing22
dia tangguh dan kuat kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan xinyi, sementara takdir dia tidak bisa mati
Jing_Jing22
xinyi masih bisa bertahan saja itu sudah keajaiban untukmu
CACASTAR
petaka petir apa itu
CACASTAR: iya dah, apa kata Thor deh, saya nyimak baca cerita aja
total 3 replies
putri bungsu
seperti nya dia terlalu bersemangat untuk menguji kekuatan nya sendiri
Kabuki
ganbatte Xinyi! teruslah bertahan. karena tinggal satu Sambaran petir lagi/Determined//Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!