NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resmi menikah

"Halo, ini aku...yang tadi ketemu di pesta," ucap Nila menggigit bibir bawahnya dengan kuat, ucapannya terdengar ragu,

"Aku gak nyangka kamu akan menghubungiku secepat ini." sahut suara pria dibalik telfon,

"Apa kamu berubah pikiran?"

"Iya, tapi bolehkah aku minta pembayarannya di  awal." pintanya berterus terang, 

Meski terbilang gila, hanya ini satu-satunya cara untuk mendapatkan uang dengan cepat dan membayar biaya pengobatan ayahnya.

Kalau demi menyelamatkan orang yang paling disayang, bahkan lautan samudra pun akan dia lewati. Walau harus menjual kehidupannya dan menikahi pria asing,

Bagi Nila itu belum seberapa dibandingkan penderitaan yang sedang ayahnya alami.

"Kenapa dia diam saja?" Nila mengepalkan tangan,

Bagaimana jika pria ini menolak dan berubah pikiran? Bisa saja dia sudah menemukan gadis pengganti untuk dinikahi.

Semua perasangka buruk itu menguasai Nila, dadanya sesak menunggu keputusan pria yang masih bungkam tanpa sahutan.

"Baiklah," tegas Elang singkat.

Satu ucapan yang paling dinanti akhirnya terlontar, menggugah harapan dalam hati Nila.

"Kalau begitu kita bertemu sekarang, akan aku tunggu di kantor agama. Jangan lupa bawa berkas data dirimu," lanjutnya mengakhiri panggilan.

Nila menatap layar ponsel dengan telapak mengenggam erat. Akhirnya benar-benar setuju, dia sudah membulatkan tekad jadi tidak ada waktu lagi untuk merasa bimbang, 

Sedangkan di sisi lain.

Terlihat Elang tengah duduk bersandar pada sofa empuk, terdiam memandang notifikasi pada benda tipis di tangannya. 

"Apa yang membuat gadis itu berubah pikiran?" gumam Elang terheran,

Teringat jelas bagaimana raut Nila yang begitu kekeh menolak tawarannya, tak bergeming meski mendengar nominal besar sebagai imbalan. Jadi wajar saja kalau Elang terkejut mendapati persetujuan yang datang secara tiba-tiba,

"Sepertinya ada hal yang mendesak?"

"Tapi bagus...dengan begini aku bisa melanjutkan rencanaku," menyeringai,

Dia menoleh, melirik pria yang baru saja berjalan masuk. "Bagaimana? Apa kamu mendapatkan sesuatu,"

"Iya, Tuan."

"Ada beberapa informasi menarik yang saya dapatkan. Dan ini pasti akan membuat Tuan senang,"

"Akhirnya, anda bisa membalas keluarga Wijaya yang memperlakukan anda seperti sampah!" lugas Herman sambil tersenyum riang,

Begitu bersemangat berceloteh, "Haha, tunggu saja kalian para orang tidak tahu diri. Karena setelah ini Tuan Elang akan menunjukkan taringnya..."

"Mereka akan tahu siapa yang paling berkuasa!"

"Lalu? Apa informasinya...cepat katakan!" seru Elang memberi penekanan, terlihat muak dengan asistennya yang tak berhenti mengoceh. 

Seketika membuat Herman tersadar, "Ehem---baiklah."

"Saya mendapat info bahwa nona Nirmala atau biasa dipanggil Nila itu, adalah mantan Pak Rangga."

"Mereka berdua pacaran cukup lama tapi putus karena Pak Rangga selingkuh dan menghamili Bu Dewi teman sekelasnya dulu."

"Kelihatannya saat itu Pak Rangga tidak berniat tanggung jawab dan masih mengejar nona Nila."

"Lalu paman anda memarahinya, karena Bu Dewi mengancam akan menyebar berita ini ke media."

"Apalagi Bu Dewi cukup terkenal sebagai influencer, jadi Pak Rangga tidak punya pilihan lain. Mereka menikah lalu putus kontak dari Nona Nila," ujar Herman menjelaskan secara rinci,

"Oh, pantas saja dia kelihatan kesal." gumam Elang tersenyum licik mengingat raut wajah seseorang.

"Gadis itu sangat berguna,"

"Aku bisa memanfaatkan dia untuk menganggu Rangga. Ngelihat reaksinya yang terbakar cemburu, bukankah itu akan sangat menarik?" Mengangkat alis, tak sabar menantikan kesempetan tersebut.

"Anda benar, tapi sepertinya Nona Nila adalah gadis baik. Dia sedikit berbeda...apa tidak apa-apa?" tanya Herman dengan nada rendah,

"Berbeda? Itu ga penting. Dia cuma pion yang kugunakan untuk nambah kekacauan dalam keluarga Wijaya," sahut Elang tak bergeming.

"Aku menikahinya hanya untuk balas dendam."

Pria itu mengangguk nurut, memahami keinginan tuannya. "Terus saya mendapat info tentang Bu Sila, adik Pak Rangga."

"Dia memiliki hubungan dengan pengawalnya sendiri. Lebih tepatnya Bu Sila menikah karena dijodohkan, terus diam-diam selingkuh dengan pengawal."

"Di pesta pernikahannya tadi, dia juga menghilang. Apa kamu tahu sesuatu?" tanya Elang mengernyit penasaran,

"Saya tidak tahu, mungkin dia pergi menemui pengawal itu. Karena selingkuhannya adalah orang yang disuruh mengawal Tuan tadi pagi,"

"Kakak dan adik sama-sama tidak setia. Sungguh keluarga yang harmonis," cibir Elang menerbitkan senyum puas.

"Untunglah mereka berbuat semua itu. Jadi aku tidak ragu lagi untuk mengusik mereka,"

Sejenak dia tersadar dari kegirangan, setidaknya untuk saat ini semua itu harus di kesampingkan karena ada hal yang lebih penting dan harus dilakukan.

Pukul 13.00 

Di hamparan tanah luas berhembus angin yang menyapu dedaunan kering, debu-debu terusir jauh. Cahaya mentari menyilaukan mata mulai menyengat kulit,

Terlihat sepasang pengantin baru saja melangkah keluar dari gedung. Keduanya menggenggam sebuah buku kecil berwarna hijau,

"Kita sudah resmi menikah," ungkap Elang sambil menyimpan buku tadi ke dalam sakunya.

Gadis itu melemparkan senyum singkat dengan raut gugup, memberanikan diri menatap wajah pria yang telah menjadi suaminya.

Elang yang menyadari hal itu hanya bisa mengucap, "Tenang saja, setelah 1 tahun aku akan menceraikanmu. Jadi kamu tidak akan terjebak dengan pria buta selamanya,"

"..." Nila termenung mendengar pernyataan tadi, padahal baginya itu bukanlah hal buruk. Justru kebutaan Elang yang membuatnya berani membuka hati dan merasa lega, 

"Ayo, kita akan mengunjungi kakek." ajaknya bersiap melangkah,

"Baiklah," Nila mengangguk cepat tanpa ragu mengalungkan lengan menggandeng pria disampingnya,

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Elang terkejut, merasakan tubuh yang tiba-tiba menempel padanya.

"Apa lagi? Tentu saja aku menuntunmu," sigap Nila menoleh dengan raut polos,

"Ga perlu, aku bisa jalan sendiri." berusaha melepas rangkulan tangan,

"Jalannya ga rata, nanti kamu bisa tersandung." elak Nila menarik kembali lengan yang nyaris pergi,

"Tongkatku bisa tahu kalau ada jalan ga rata,"

"Udah, jangan menolak! Nanti kita terlambat." serunya bersikeras, memaksa pria itu untuk melangkah maju.

Walau hanya sebatas pernikahan palsu, Nila akan membantu sebaik mungkin. Berkat Elang dia tidak lagi khawatir mengenai biaya pengobatan ayahnya.

Setelah usaha penolakan, akhirnya Elang berhasil masuk ke dalam taksi yang Nila pesan. Keduanya duduk bersampingan mengisi kursi penumpang,

Pandangan Nila teralih ketika mobil yang dikendarainya melaju melewati gedung rumah sakit.

"Ayah," batinnya gelisah.

"Hanya ayah yang aku punya, jadi aku mohon...Bertahanlah!" bergumam dalam hati, meremas erat kain baju di tubuhnya.

Elang diam-diam melirik, melihat kegusaran yang gadis itu rasa namun dia memilih diam tak menanggapi.

Mereka melewati perjalanan yang cukup jauh demi menuju kediaman besar Keluarga Wijaya.

"Wah," lugas Nila dibuat takjub,

"Rumah orang kaya benar-benar berbeda."

Melihat pemandangan memukau, mereka memasuki halaman luas berhias tanaman di sekitar. Begitu asri sampai membuat seluruh udara terasa segar,

"Sampai kapan kamu mau menuntunku?" ucap Elang dengan raut malas, menaiki tangga rumah ditemani lengan yang masih betah menggandengnya.

"Apa yang salah? Aku cuma menuntunmu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!