NovelToon NovelToon
Aku Hanya Ibu Susu Dari Anakmu

Aku Hanya Ibu Susu Dari Anakmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Ibu susu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maufy Izha

"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.

Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.

"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.

Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"

Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"

"Aku akan mempertahankannya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggal Dunia

Tiara mengamati cara dokter itu memeriksa. Judes, tanpa senyum dan seperti asal-asalan.

Apa Dia benar-benar dokter? Kenapa cara memeriksa bayi sekasar itu?

"Cuma demam aja kok ribut banget sih" Gumamnya. Tiara tentu mendengarnya, Dia pun mendelik ke arah dokter wanita itu. Melihat reaksi Tiara, dokter itu hanya berdecak kesal, kemudian berkata lagi,

"Nanti saya resepkan obat, diminumkan setelah makan, kalau demamnya turun, sore ini bisa pulang" Ucapnya sambil menatap Tiara dengan cuek, lalu berjalan menghampiri perawat yang mendampinginya, sepertinya menyebutkan nama-nama obat, lalu pergi begitu saja.

Apa?

Rizal, Anita, Sukma dan Tiara serta Budhe Arni sampai tercengang melihat perilaku dokter itu.

"Kok Iso wong judes ngono kui jadi dokter?" Ucap Budhe Arni, Tiara yang kini menggendong Zayn pun mengangguk setuju.

"Nyogok kali"

"Aku tadi liat namanya, kayaknya Dia anak yang punya rumah sakit ini deh" Sahut Rizal.

Sukma dan Anita pun berdecih. Pantas saja.

Tak lama kemudian, seorang perawat laki-laki datang,.memberikan suntikan pada infus Zayn, lalu menyerahkan obat sambil memberikan instruksi pada Tiara. lagi-lagi, tanpa keramah-tamahan.

Jujur saja, untuk sekelas rumah sakit swasta berbayar, rumah sakit ini sangat buruk dari segi pelayanan dan kecepatan tenaga medisnya.

Sangat mengecewakan.

Beruntungnya, setelah minum obat itu demam Zayn memang turun. Dan itu membuat Tiara sedikit lega,

Zayn juga sempat membuka mata dan bisa diajak berbicara sesaat sebelum tertidur lagi, mungkin efek obatnya sedang bekerja.

Di ruangan itu kini tersisa Tiara, Anita dan juga Budhe Arni. Rizal sedang mengantar Sukma kembali ke tempat hajatan karena memang pekerjaan Mereka belum selesai.

Tiba-tiba, pukul 4 sore, seorang perawat datang dan mengatakan Zayn sudah boleh pulang.

Tiara tentu merasa heran. Zayn bahkan belum terlihat ada kemajuan yang signifikan kecuali tertidur dan demamnya turun sedikit.

"Dokternya bilang bisa rawat jalan Bu, obatnya di minuman secara rutin aja, bikin mpasinya yang lebih lembut, sering di kasih ASI aja, nanti 2 atau 3 hari bakalan sembuh kata Dokternya"

Tiara masih ingin protes, tapi Anita mencegahnya.

"Kita pulang aja, tapi langsung pindah ke RS lain dek"

Tiara dengan cepat mengangguk. Begitu juga dengan Budhe Arni yang memang sangat kesal selama di sini.

Anita pun membantu Tiara mengurus pembayaran dan segala administrasinya, lalu menghubungi Rizal untuk menjemput Mereka dan membawa Zayn ke rumah sakit lain.

Saat menerima tagihannya, Anita hampir berteriak saking kagetnya, untuk pelayanan yang sangat buruk, selama 1 malam, rumah sakit ini bisa di katakan melakukan scaming sih.

Anita menyebutkan nominal dalam tagihan yang sudah di bayarnya seraya menggelengkan kepala,

"9.750.000? Gila! Yang punya rumah sakit mau beli kapal pesiar apa gimana?" Gerutunya, sambil memasukkan nota itu kedalam dompetnya.

Anita tidak ingin memperpanjang masalah karena harus segera membawa Zayn ke rumah sakit lain.

Sesampainya di ruangan, Anita pun melihat Tiara dan Budhe Arni sudah bersiap-siap. Dia kemudian membantu Ibunya membawa barang-barang dan turun ke lantai dasar menuju ke tempat parkir untuk menunggu Rizal.

Sambil menunggu Rizal, Tiara terus mengawasi keadaan Zayn, anak itu masih tertidur, meski begitu, Tiara merasa sangat gelisah entah kenapa. Dia mencoba beberapa kali membangunkan putranya tapi tetap tidak tidak ada respon dari Zayn.

Hingga Rizal pun tiba, dan Mereka berempat langsung naik ke mobil untuk pergi ke rumah sakit XX yang di rekomendasikan oleh keluarga Rizal.

"Gimana Tia, Zayn masih tidur?"

"Iya nih mas, tapi Aku merasa aneh, soalnya Dia diem aja, Huhuhu" Entah kenapa Tiara malah menangis padahal sepertinya Dia tidak ingin menangis barusan.

Rizal mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat, Anita dan Budhe Arni juga ikut tegang. Zayn benar-benar tidak bergerak, bibirnya bahkan mulai membiru.

Tapi histeris bukanlah jalan keluarnya, Mereka semua mencoba untuk tenang dan tetap fokus untuk mengobati Zayn di rumah sakit yang akan dituju.

Sesampainya di sana. Rizal turun lebih dulu, membukakan pintu untuk Tiara, lalu berlari ke arah loket pendaftaran, untuk menginformasikan bahwa ada pasien balita yang dalam kondisi gawat darurat.

Tak lama setelahnya, 2 orang perawat laki-laki membawa brangkar, Tiara dengan cepat membaringkan putranya yang sudah lemas ke atas brangkar.

Dokter muda yang sedang berjaga di sana segera memeriksa dengan stetoskop yang tergantung di lehernya, tiba-tiba dokter muda itu berseru,

"Langsung ke ICU, langsung ke ICU" dokter itu berjalan cepat mengikuti brangkar yang membawa Zayn. Diikuti oleh Anita dan Tiara yang sudah gemetaran.

ICU? Tiba-tiba???

Tak!

Pintu ruang ICU di tutup, Tiara dan yang lainnya berdiri mematung disana dengan kaku. Anita secara refleks memeluk Tiara yang sepertinya akan limbung kapan saja.

"Mbak Nit... Mbak Nit...." Ucap Tiara dengan bibir bergetar. Anita mengeatkan pelukannya, disusul dengan Budhe Arni. Mereka bertiga dilanda ketakutan yang sama.

Zayn tidak baik-baik saja.

Anaknya dalam bahaya... Tiara merasa dunianya hampir runtuh. Anaknya tiba-tiba masuk ICU. sementara di rumah sakit sebelumnya dikatakan bahwa anaknya cukup di beri obat dan dalam 2 atau 3 hari akan sembuh. Apa rumah sakit sebelumnya itu berbohong????

30 menit...

1 jam....

2 jam telah berlalu tapi pintu ruang ICU itu masih tertutup. Semakin lama waktu yang berlalu, semakin kencang debaran jantung Tiara. Namun bibirnya tidak pernah terputus dari do'a. Begitu juga dengan Budhe Arni, Anita dan Rizal yang setia menemani Tiara disana.

"Kenapa lama sekali mbak Nit..." Tanyanya dengan wajah yang mulai pucat pasi.

Anita menggenggam tangan adik sepupunya yang tiba-tiba terasa dingin. Dia juga sangat khawatir, tapi jika Dia juga tampak panik, maka tidak ada ayang akan menguatkan Tiara.

"Insya Allah, Zayn Kita akan baik-baik saja, ya Bu?"

"Iya nduk, insya Allah cah bagus baik-baik saja, Kita berdo'a semoga semuanya baik-baik saja"

Tiara mengangguk, tapi air matanya tetap berlinang. Anita kembali memeluknya, sementara Rizal hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.

Tak!

Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka. Semuanya pun berdiri dan menghampiri dokter yang baru saja keluar ruangan dengan wajah muram.

Tiara dan yang lainnya pun menatap dokter itu dengan penuh harap.

"Maaf, Adek bayinya sudah meninggal"

1
Dew666
☀️☀️
Zainab Ddi
😭😭😭kasian tiara
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍🙏🏻
Bela Viona
semoga tia tdk marah klo rex ikut campur dlm pembalasan ats kematian zayn
Maufy Izha: insyaf kok diaa 😭😭😭 maapin si tirex ya kak Bella 🤣
total 3 replies
strawberry
saking merindingnya sampai bulu ketek yg merinding🤭🤣...
Maufy Izha: soalnya mau bilang bulu yang lain takutnya ada anak remaja yang baca kan aku yang ibu2 ini jadi khawatir 🤣
total 1 replies
Suhainah Haris
setidaknya dengan melakukan itu,Rex mengurangi sedikit rasa bersalahnya,tapi jangan berharap Tiara akan mudah memaafkan ya Rex
strawberry
karena zayn itu cucumu...
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
tiara tenang ngak perlu mengotori tanganmu dan mengeluarkan uang , Rex akan turun tangan bagus semoga kena tuh rumah sakit dan dokter lina
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
bagus
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sip tambah sip kekuatan tunjukin rex, biar orang2 pembunuh anakmu sadar dan tdk semena2
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😘
Zainab Ddi
kalo rex yg menuntut berati sama kuat tu untuk melawan orang2 jahat dr rumah sakit itu
Zainab Ddi
hati siapa yg ngak hancur kalo ditanya masalah anaknyg yg dulu ingin digugurkan
Dew666
🔮🔮💐
Bela Viona
huufffttt ...sukak ati kau lh rex
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😍
Zainab Ddi
emang enak rex cemburu nih ye sama Rizal jàngan2 suka sama tiara
Bela Viona
Author.....
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒
Maufy Izha: janji yaaak 🤣♥️
total 8 replies
Zainab Ddi
author ditungguin updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!