NovelToon NovelToon
After Moon : Sekutu Di Paleside

After Moon : Sekutu Di Paleside

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Fantasi / Light Novel
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Murdoc H Guydons

*Update tiap hari*

Dia pikir adiknya sudah mati 7 tahun lalu. Dia salah.

Zane Elian Kareem kehilangan segalanya dalam satu malam: Rumah, Orang tua, dan Serra, adiknya.

Namun, sebuah benda di toko berdebu mengubah takdirnya. Serra masih hidup.

Kini, Zane bukan lagi bocah lemah. Dia adalah seorang Tarker—pemeta wilayah liar yang berani menembus zona maut demi uang. Persetan dengan intrik politik kerajaan atau diskriminasi ras. Masa bodoh dengan Hewan Buas Kelas E yang mengintai di hutan.

Zane akan membakar siapapun yang menghalangi pencarian "jalan pulangnya" menuju Serra. Bahkan jika harus melawan satu republik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Murdoc H Guydons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 - "Macan" Hitam dalam Kabut Putih

Memasuki Hutan Palenwood rasanya seperti melangkah ke dunia lain.

Empat jam perjalanan dari Wayford, suasana berubah drastis. Kabut tipis yang dingin menyambutku, membasahi pakaianku dan membuat segalanya tampak abu-abu dan senyap. Pohon-pohon di sini tumbuh sangat rapat, dahan pohon yang lebat nyaris menutupi langit, menciptakan suasana remang-remang yang abadi.

Aku berjalan santai, menikmati kesendirian. Meskipun santai, mataku tak henti memindai tanah lembap, mencari jejak.

Beberapa jejak Rusa Tanduk Perak, dan di sana... jejak seekor Punggung Lumut Mien yang masih baru.

Aku mengikutinya sebentar, tak sampai lima menit, hingga aku melihatnya—seekor primata besar berbulu lebat yang punggungnya ditumbuhi lumut tebal, sedang dengan tenang mengunyah daun muda di atas dahan.

Aku mengeluarkan buku catatanku. Spesimen: Punggung Lumut Mien. Lokasi: Palenwood. Jantan Dewasa. Sehat. Memakan buah pisang. Tidak ada anomali.

Aku menutupnya sambil menghela napas. Hutan yang berbatasan langsung dengan kota perdagangan seperti Wayford pasti sudah dipetakan ribuan kali. Aku yakin bagian sekretariat di markas punya tumpukan laporan setinggi lutut hanya tentang perilaku makan Punggung Lumut di area ini. Laporanku mungkin akan berakhir sebagai pengganjal pintu.

Aku melanjutkan perjalanan, kembali ke jalur utama.

Tak lama kemudian, aku tiba di sebuah persimpangan jalan setapak yang ditandai dengan papan kayu usang. Panah ke kanan menunjuk ke Paleside. Jalurnya tampak tua, tanahnya padat bekas roda gerobak dan langkah kaki para pedagang selama bertahun-tahun. Panah ke kiri menunjuk ke Cragspire. Sebuah jalur baru yang lebih lebar, memotong lurus menembus hutan, menerobos arogan susunan pepohonan hutan Palenwood.

Tujuanku jelas. Cragspire. Aku mengambil jalan ke kiri tanpa ragu.

Namun, baru lima langkah kakiku memijak tanah jalur baru itu, telingaku menangkap sesuatu.

Suara berisik dari arah jalur Paleside di sebelah kanan. Teriakan panik, disusul oleh desisan marah seekor hewan buas, dan suara ledakan Crafting—seseorang terdengar berteriak, "Lontaran Tanah!"—diikuti dentuman Petrocraft yang tumpul.

Langkahku terhenti. Bukan urusanku, pikirku, terus melangkah. Mungkin hanya pedagang terkejut oleh babi hutan lewat. Biasa terjadi.

Aku sudah berjalan sepuluh langkah lagi saat sebuah teriakan kedua, kali ini lebih tajam dan penuh ketakutan, menusuk keheningan hutan.

Teriakan seorang wanita.

Ah! Hutan bodoh!

Hati nuraniku tak bisa membiarkannya. Dengan geraman kesal, aku berbalik. Aku berlari secepat mungkin, menerobos semak belukar yang mencabik pakaianku. Suara pertarungan semakin dekat. Aku semakin mempercepat langkahku.

Angin Bebas. Ringan Melayang. Angkat Tubuhku.

Di langkah terakhir, aku menghentakkan kaki. Dengan bantuan ledakan angin di bawah sol sepatu, aku melambung tinggi melewati dahan pohon yang menutup hutan, melayang di atas arena pertarungan.

Untuk sesaat, di titik tertinggi lompatanku, aku bisa melihat segalanya.

Sebuah gerobak terbalik, muatannya tumpah ruah di atas tanah yang basah. Tiga ekor Mist Panther, siluet hitam pekat yang bergerak lincah di dalam kabut yang semakin menebal di sekitar mereka. Dan di tengahnya, Fiora bersama tiga orang lainnya yang berusaha bertahan. Satu orang lagi sudah tergeletak diam di dekat roda gerobak yang patah.

Aku langsung melesat turun.

Saat di udara, aku merasakan Sigil Air di batonku bergetar saat aku menarik kekuatannya, membentuk sebuah proyektil air yang tajam dan padat.

Di bawahku, seekor panter baru saja berhasil menjatuhkan seorang pedagang gempal. Rahangnya terbuka lebar, siap menerkam.

BUK!!

Proyektil air itu menghantam langsung ke rusuknya. Makhluk itu terlempar ke samping dengan pekikan keras yang marah dan menghilang dalam kabut, memberi waktu bagi si pedagang untuk merangkak mundur ketakutan. Aku mendarat dengan kuda-kuda rendah—lutut menekuk untuk meredam dampak—tepat di samping pedagang itu.

"Apa yang terjadi?" tanyaku cepat sambil bangkit, batonku memanjang dengan bunyi klik logam yang tegas.

"Kami tidak tahu!" jawab si pedagang dengan wajah pucat. "Mereka terus datang dari dalam kabut!"

Aku memindai situasi. Cara pedagang-pedagang ini bertarung membuatku sakit kepala. Mereka melepaskan Crafting membabi buta tak terarah.

"Hydrocraft Dua: Sengat Air!" teriak salah satunya, menembakkan semburan air lemah yang hanya mengenai sebatang pohon Satu lagi, dengan wajah pucat, berteriak, "Petrocraft Lima: Gundukan Tanah!" dan berhasil mengangkat gundukan tanah setinggi pinggang, yang dengan cerdas malah menghalangi pandangannya sendiri.

Fiora jauh lebih efektif. Dia bergerak lincah, kakinya menjejak tanah dengan pola langkah yang dinamis. Tapi ia hanya bisa bereaksi, menciptakan gundukan tanah kecil di sana-sini untuk menghalangi laju para panter, napasnya sudah mulai tersengal.

"Fokus pada satu!" teriakku. "Jangan biarkan mereka memisahkan kita!"

Seekor panter menerjangku dari sisi kiri.

Aku tidak mundur. Alih-alih menjauh, aku merendahkan tubuh, memotong jarak masuk ke dalam jangkauan serangannya. Tangan kiriku menepis cakarnya ke samping, sementara siku kanan-ku menghantam keras ke arah rahang bawahnya.

Bugh!

Serangan jarak dekat yang efisien. Panter itu terhuyung mundur. Sebelum ia sempat memulihkan keseimbangan, aku menyapu kaki belakangnya dengan putaran baton rendah. Ia jatuh berdebum.

Namun anehnya, hewan itu tidak mencoba menyerang balik. Ia bangkit dengan panik dan lari menghilang ke dalam kabut.

Aneh, pikirku sambil kembali memasang kuda-kuda. Ini bukan perilaku Mist Panther. Mereka adalah pemburu penyergap yang sabar. Tapi serangan ini... kacau, agresif, dan penuh kepanikan. Mereka seolah tidak sedang berburu, melainkan sedang lari dari sesuatu.

Di sisi lain, Fiora dan dua pedagang yang tersisa kini terpojok oleh panter ketiga.

"Fiora, serang kakinya!" teriak seorang pedagang.

Tapi Fiora, yang lebih mengerti pertahanan, berteriak, "Petrocraft Tiga, Lontaran Tanah!"

Sebuah tanah padat seukuran kepalan tangan melesat dari bawah dan menghantam bahu panter itu. Hewan itu marah dan melompat menerjang. Fiora tidak punya waktu untuk merapal lagi.

Ia melakukan sesuatu yang mengejutkan para pedagang, tapi tidak bagiku.

Fiora memutar tubuhnya dengan tumpuan satu kaki, lalu melepaskan tendangan tinggi yang akurat. Tumitnya menghantam telak moncong panter itu di udara. Tenaganya cukup besar untuk membuat kepala hewan buas itu tersentak ke belakang, memberinya jarak aman. Gerakan kakinya begitu luwes dan terlatih.

"Sekarang!" teriak Fiora.

Kedua pedagang itu maju dengan baton mereka, menyerang dengan pukulan-pukulan yang tidak terarah namun penuh tenaga. Panter itu meraung dan membalas, mencakar lengan salah satu pedagang, namun akhirnya tumbang oleh pukulan gabungan yang kacau itu.

Melihat kawanannya jatuh, panter terakhir yang pincang—yang tadi kulawan—mengeluarkan desisan frustrasi. Ia berbalik, mencoba kabur menembus kabut.

"Jangan biarkan lolos!" seruku.

"Petrocraft Satu: Getar Pijakan!" Fiora merespons cepat. Ia menghentakkan kakinya ke tanah. Getaran frekuensi tinggi merambat di permukaan tanah yang lembap, membuat pijakan si panter goyah seperti menginjak jeli.

Hewan itu tergelincir. Kesempatan itu sudah lebih dari cukup bagiku untuk melompat maju dan melumpuhkannya dengan satu pukulan keras yang presisi di tengkuk.

Hutan kembali diselimuti diam.

Napas kami terengah-engah di tengah keheningan yang tiba-tiba. Aroma tanah dari sisa Crafting bercampur dengan bau anyir darah dan tanah basah. Dua ekor Mist Panther tergeletak tak sadarkan diri di sekitar kami, satu ekor lagi sepertinya sudah pingsan di balik kabut.

"Kita... kita berhasil," desah seorang pedagang, duduk merosot dekat roda gerobak.

Tapi aku merasakan ada yang salah. Aku menajamkan Daya-ku, mengabaikan rasa lelah yang mulai menjalari otot-ototku. Kabut putih ini seharusnya menipis seiring hilangnya kesadaran mereka. Alih-alih justru terasa semakin menebal dan dingin, berputar perlahan seolah kabut ini hidup.

Ini kabut baru! Ada lebih banyak Mist Panther!

Benar saja. Dari dalam kabut tebal di depan kami, sekitar tiga puluh meter jauhnya, sepasang mata hijau berkilauan muncul. Lalu sepasang lagi di sebelah kiri. Dan satu lagi di kanan. Dan satu lagi. Setidaknya ada empat pasang mata baru yang menatap kami.

Firasatku benar... kami tidak baik-baik saja...

"Fiora" ucapku pelan, tidak melepaskan tatapan dari mata-mata hijau itu.

"Kita tidak melawan hewan liar yang tersesat. Kita sedang dikepung."

1
Blueberry Solenne
Suara siapa itu, dan karena apa ya dia berteriak, jadi penasaran...
Blueberry Solenne
waduh menghambat perjalanan ini, harus bawa sol sepatu kemaa-mana ini bang🤭
Serena Khanza
semakin bagus ceritanya, ayo semangat lanjut terus thor 💪🏻💪🏻💪🏻
Serena Khanza
kek manalah ya biskuit tapi kek batu 😭😭 tuh gigi gak rontok ya 🤣
apa di sana gak ada makanan lain gitu thor misal buah atau cemilan lain atau apa gitu
CACASTAR
ini cerita tentang pemburu hewan sejenis predator, kan ya...
Greta Ela🦋🌺
Mungkin mereka lebih sayang sama peliharaannya kali🤭
Indira Mr
apakah kulit hewan buas dijual belikan
Murdoc H Guydons: Bisa dong Kak.. d olah jadi pakaian biasanya..😬
total 1 replies
Indira Mr
benar lebih baik memikirkan sol sepatu daripada memikirkan hal hal yang beratin pikiran🚀🚀🚀
Murdoc H Guydons: haha.. ga nyampe mikir jauh",, kalo yang urusan yang deket msih bermasalah Kak..😅
total 1 replies
Lukman Mubarok
mirip anime 👍 genre fantasi petualang
Murdoc H Guydons: Ya.. betul Kak.. rata" anime petualangan mirip sih settingny Kak.. 🤭
total 1 replies
Jing_Jing22
ada visualnya pasti lebih seru/Chuckle/
Murdoc H Guydons: Ada sih.. tapi belum rampung.. kalau udah jadi nanti d posting y Kak.. 😬
total 1 replies
Jing_Jing22
apakah tarker itu detektip??
Jing_Jing22: Ooh, jadi lebih ke arah penjelajah dan peneliti ya Kak?
total 2 replies
Serena Khanza
ini tarker macam kek forum atau organisasi atau kelompok gitu ya
Serena Khanza: oh kayak di game gitu ya aliansi gitu ya
total 2 replies
Wida_Ast Jcy
Lah adiknya hilang ya thor
Murdoc H Guydons: Iya Kak.. emang premis utamanya nyari adeknya yang hilang Kak.. slow pace banget ya Kak? hehe.. 😅
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
seram amat sich thor gak kebayang wujudnya giman🤔🤔🤔
Murdoc H Guydons: hehe.. iya.. gitu deh Kak.. 🙏🏻
total 1 replies
studibivalvia
kalo domba harusnya lebih lembut lagi ga sih? apalagi kalo domba muda
Murdoc H Guydons: wah saya juga belum riset tentang tekstur daging dombanya sih Kak.. ntar d riset dulu yak.. habis itu kita buat deskripsi detailny d buki 3.. 🤭😀
total 3 replies
studibivalvia
rendang adalah fav akuu 😭
Murdoc H Guydons: d buku 3 nanti, kita bikin deskripsi yg lebih sedap ya...hahaha..
total 1 replies
studibivalvia
blum dijelasin yaa tarker itu apaan
Murdoc H Guydons: Lanjut Kak.. ada di episode 3.. 😀
total 1 replies
Fra
Yah, begitulah masalah
Pas kita lari, dia datang
Murdoc H Guydons: kaya angkot.. 🤭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Serem banget mereka berdua ini thor
Mau betumbuk kah mereka?😭
Murdoc H Guydons: Ada di episode selanjutnya Kak.. 👍🏻😀
total 1 replies
Murdoc H Guydons
Iya Kak.. Premis utamanya memang Zane mencari adiknya.. 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!