NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:479.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 - Menyelamatkan Astrid

Astrid berusaha melepaskan dirinya dari kekangan pria misterius itu. Dia menggerakkan seluruh tubuhnya, termasuk kedua kaki.

Buk!

Astrid berhasil menendang organ intim pria tersebut. Hingga pria itu kesakitan dan refleks memegangi alat vitalnya. Saat itulah Astrid menggunakan kesempatan masuk ke kamar.

Melihat itu, si pria sontak mengejar Astrid. Namun dia tidak sempat menangkap karena Astrid terlanjur menutup pintu.

Buru-buru Astrid mengambil ponsel dan menelepon Rangga.

Di waktu yang sama, Rangga baru sampai parkiran. Dia mendapat telepon dari Astrid.

"Kenapa?" jawab Rangga.

"Dia di sini, Ga! Dia di sini!" seru Astrid dari seberang telepon.

"Siapa? Penguntitnya?"

"Iya! Cepat ke sini! Dia nyaris saja memperkosaku!"

Tanpa pikir panjang, Rangga bergegas kembali ke unit apartemen Astrid. Dia berlari secepat mungkin karena takut hal buruk menimpa Astrid.

"Kau dimana sekarang?" tanya Rangga. Panggilannya masih tersambung dengan Astrid.

"Aku di kamar. Cepat! Dia mencoba mendobrak pintunya!" Astrid terdengar ketakutan. Terdengar juga suara misterius yang dibuat oleh penguntit itu.

Sesampainya di unit apartemen Astrid, Rangga langsung membuka pintu. Namun jelas pintunya terkunci dari dalam.

"Sial!" umpatnya. Lalu Rangga kembali menelepon Astrid.

"Password pintunya!" pinta Rangga.

"070803!"

Rangga sempat terkejut mendengar nomor itu. Sebab itu adalah tanggal lahirnya. Namun Rangga harus mengabaikannya sekarang dan memilih fokus untuk menyelamatkan Astrid.

Saat berhasil masuk, Rangga sukses memergoki pria penguntit yang terlihat sudah berhasil mendobrak pintu kamar Astrid. Rangga pun bergegas menghentikan pria tersebut.

"Berhenti! Angkat tanganmu!" pekik Rangga sembari menodongkan pistol. Dia sangat prihatin saat melihat keadaan Astrid yang terlihat nyaris telanjang bulat. Perempuan itu menangis sambil menutupi buah dadanya yang terekspos.

Sosok pria itu mematung dan perlahan berbalik ke arah Rangga.

"Aku bilang tangan di atas!" perintah Rangga.

Pria itu sontak menurut. Perlahan Rangga menurunkan pistol dan mendekat. Namun belum sempat menangkap, pria itu tiba-tiba mencoba menyerang dengan pisau.

Pisau itu melesat cepat ke arah perut Rangga.

Refleks, Rangga memiringkan tubuhnya. Ujung pisau hanya menyambar udara, nyaris menyentuh kausnya. Dalam satu gerakan sigap, Rangga menepis pergelangan tangan pria misterius itu. Namun pria tersebut ternyata bukan lawan sembarangan. Dengan tenaga kasar, ia menyikut lengan Rangga hingga pistol yang tadi digenggamnya terlepas dan terjatuh menggelinding ke bawah meja.

Bunyi logam beradu lantai terdengar nyaring.

Rangga mundur selangkah, menjaga jarak. Matanya tajam mengawasi gerakan lawan.

Tanpa menunggu jawaban, pria itu kembali menyerang. Kali ini tusukannya lebih cepat, lebih brutal. Rangga bergerak lincah, menghindar ke kanan, lalu ke kiri. Pisau itu beberapa kali nyaris mengenai lengannya, tapi dia selalu berhasil mengelak di detik terakhir.

Rangga memanfaatkan momen saat lawannya kehilangan keseimbangan. Ia menendang pergelangan tangan pria itu. Pisau sempat terlepas, namun pria misterius tersebut dengan cepat menjatuhkan tubuhnya dan berguling, kembali meraih senjata tajam itu sebelum Rangga sempat mendekat.

Pria itu bangkit dan langsung menerjang dengan gerakan membabi buta. Rangga tidak lagi hanya bertahan. Ia menahan lengan bersenjata itu dengan kedua tangannya, berusaha mengunci pergelangan lawan. Otot-otot keduanya menegang, saling menekan dengan kekuatan penuh.

Pisau itu perlahan bergerak turun, mendekati bahu Rangga.

Rangga menggeram. Dengan cepat dia memutar tubuhnya, menarik lengan pria itu dan membantingnya ke arah lemari. Benturan keras membuat isi lemari berjatuhan. Namun pria tersebut masih belum menyerah. Ia menendang perut Rangga hingga pria itu terhuyung beberapa langkah ke belakang.

Pria misterius itu kembali menyerang, kali ini lebih terarah. Ia menusuk ke arah dada Rangga. Rangga memutar tubuh, meraih pergelangan tangan lawan dengan satu tangan dan menghantamkan siku ke wajah pria tersebut. Serangan itu cukup membuatnya goyah.

Memanfaatkan kesempatan, Rangga memutar tangan pria itu ke belakang dengan teknik kuncian. Pisau akhirnya terlepas dan jatuh jauh dari jangkauan. Namun pria itu masih berusaha memberontak, menghantamkan kepalanya ke belakang hingga mengenai dagu Rangga.

Rangga tersentak, kuncian sedikit longgar.

Pria itu mencoba melepaskan diri, tapi Rangga sudah bersiap. Dengan satu gerakan cepat, ia menyapu kaki lawan hingga pria itu jatuh terlentang. Rangga langsung menindihnya dan memukul tangannya ke lantai, memastikan ia tak bisa meraih apapun.

“Sudah cukup!” bentak Rangga, napasnya memburu.

Pria misterius itu masih berusaha meronta, namun tenaga Rangga lebih unggul kali ini. Dengan sigap, Rangga menarik kedua tangan pria itu ke belakang dan menekannya kuat-kuat, melumpuhkannya sepenuhnya. Selanjutnya dia borgol tangan pria tersebut.

"Kita lihat siapa kau sebenarnya." Rangga membuka topi dan masker pria itu.

1
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
Ning Suswati
jgn2 yg membubuh pak alun adalah selingkuhan isterinya pak alun
Ning Suswati
baguskah, dibalas dg hukun rimba,
Ning Suswati
dasar wanita gk punya moral, main sosor aja
Ning Suswati
kak dita lagi jalan2 kemana y🤔, jgn2 kak dita menjadi isteri kelima t4 nya meminjam uang utk melancarkan rangga lolos diterima jadi polisi, cinta dan pengorbanan
Oppo
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!