kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Di pagi hari mereka sudah berkemas untuk liburan ke pantai. azam sudah tidak sabar lagi untuk segera bermain di pantai. sang ayah sudah memasukan barang barang ke mobil dan sang ibu sudah menyiapkan bekal makanan untuk nantinya akan makan di sana.
" ayokk ayah, ibu,,,buruan jangan lama lama " desak azam yang sudah tidak sabar lagi
" iya nak,,,sabar kenapa,,ini ibu juga udah siap,,mau cek lagi barang barang jangan sampai ada yang ketinggalan " ucap Wati
" kalau udah siap semua,,,mari kita berangkat " kata ayah
mereka kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai jalan menuju ke tujuan. dari perkampungan menuju ke pantai memerlukan waktu satu jam lebih, kalau biasanya hari libur begini akan memakan waktu lebih karena pasti akan ada kemacetan.
di dalam mobil, azam sangat antusias sambil melihat ke jalan yang mereka lalui. sang ayah dan ibu mengobrol singkat biar tidak ada kejenuhan di dalam mobil.
" ayah nanti kalau udah di sana,,,azam mau berenang yah " pinta sang anak
" iya boleh,,,namanya juga ke pantai ya mesti main air dong " kata Fathir
" berenangnya di pinggir aja,,,jangan sampai jauh jauh " sang ibu memperingati
" iya bu,,,azam di pinggir aja,,," ucap Azam
" harus hati hati,,,apa lagi kalau ada ombak besar kamu harus menghindar ya nak,,,bahaya kalau sampe terseret ombak " Wati memperingati lagi
selang beberapa lama akhirnya mereka tiba di pantai Selo yang tempatnya ada di kota baya.
konon ada hari hari tertentu di pantai tersebut terdapat ombak yang sangat besar. fenomena tersebut di yakini para warga sekitar bahwa pantai tersebut ada kerajaan jinnya.
mereka langsung memasuki tempat wisata itu dengan sangat banyak pengunjung yang berlibur di tempat itu.
" yah liatt,,,pantainya bagus,,,azam mau berenang yah " ucap Azam
" iya nak,,,kita cari tempat dulu ya,,,untuk taruh barang barang kita " kata Fathir
" yah cari di tempat yang teduh ya,,,biar gak panas kulit " pinta Wati
kebetulan ada tempat yang teduh dengan pohon rimbun. pohon yang khas ada di pantai. mereka menggelar tikar yang sudah di bawa dan menaruh segala barang yang di bawa tadi.
" nahh beres,,,pas tempatnya. Azam kamu buka baju trus ganti celana pendek,,biar enak berenangnya " ucap Fathir
" oke yah,,,Azam udah gak sabar nihh,," kata Azam semangat
" ingat pesan ibu tadi nak,,,jangan terlalu jauh mainnya,,ayah temenin azam berenangnya " sahut Wati
" iya bu,,,ayah bakal mengawasi azam kok " kata Fathir
setelah berganti pakaian azam dan sang ayah berlari menuju ke bibir pantai, sedangkan sang ibu hanya menunggu di tempat sambil menyiapkan bekal makanan yang di bawa.
sang ayah dan anaknya bermain di air laut,,berenang di bibir pantai. puas bermain air laut, azam mengajak ayahnya main pasir pantai untuk membuat rumah rumahan.
" azam kamu ambil pasirnya ya sekalian sama kerang biar kita buat rumah yang bagus " ucap Fathir
" iya yah,,,azam cari ya " kata Azam
Azam mengambil ember kecil lalu mengambil pasir dan memberikan ke ayah setelah itu azam melanjutkan mencari kerang.
Azam mencari kerang dan sudah mendapat banyak kerang, namun azam menemukan kerang yang lain dari yang ia temukan yaitu kerang yang berlapis emas.
" wihh bagus banget kerangnya,,,warnanya juga indah " sambil mengambil kerang emas lalu menyimpannya di saku celana azam dan tidak di campurkan ke kerang yang ia kumpulkan tadi.
Azam datang menghampiri ayahnya sambil membawa ember berisi kerang. " ayah,,,azam dapat banyak kerangnya "
" wihh,,,pinter anak ayah,,,bisa banyak sekali kamu dapatnya nak " ucap Fathir
sambil mengambil kerang dan mendekorasi rumah pasir yang di buat sang ayah. rumah pasir tampak bagus dengan di hiasi beberapa kerang. mereka senang karena berhasil membuat rumah pasir yang sangat indah.
di sisi lain ada beberapa orang yang berjumlah tiga orang. orang tersebut berpakaian layaknya seperti dukun dan orang tersebut adalah mbah Pono, tandil dan Juber. mereka seperti mencari sesuatu di seputaran bibir pantai.
" gimana apa ada ketemu gak benda spritual itu " ucap Mbah Pono
" belum mbah,,,susah di cari itu barang " jawab Tandil
" mbah yakin benda itu ada di seputaran sini ? " tanya Juber
" iya aku yakin,,,karena aku bermimpi tiga hari berturut turut, dari mimpi itu aku di suruh kemari untuk mengambil benda tersebut " jelas Mbah Pono
" emang benda apa sih mbah,,,perasaan gak ada benda yang nampak mencolok, yang ada pasir sama sampah aja " kata Juber
" benda itu adalah kerang yang berwarna emas, itu benda bukan sembarang benda " Ucap Mbah Pono
" ya elah mbah,,,kerang mah banyak disini. mana warnanya emas lagi yang kita cari, encok kalo gini ceritanya mana luas lagi nih pantai " keluh si juber
" sssttt,,,udah diam ! ngeluh aja kalian, udah buruan cari, kalau udah ketemu nanti ku kasih bonus kalian " ucap Mbah Pono
juber dan tandil lanjut mencari benda yang di jelaskan Mbah Pono, walaupun dengan muka masam dan berat hati. apalah daya bonus gak sebanding dengan susahnya cari benda yang notabennya banyak di pantai tapi dengan ciri ciri seperti itu.
" ngasih kerjaan gak kira kira tu mbah. kasih yang lain kek, yang gampang buat di kerjain " keluh juber dalam hati. sama halnya dengan tandil walaupun tidak mengeluh tapi dalam hati juga merutuk.
Azam dan ayahnya yang menikmati hasil buatan mereka pun senang. sang ayah lalu menyadari hari sudah melewati siang dan perut juga keroncongan. sang ayah menyuruh azam untuk kembali ke tempat dimana mereka tadi duduk.
" zammm,,,ayok kita balik udah lewat kita untuk makan siang,,,ayah udah laper nihh " ucap Fathir
" terus ini rumahannya gimana yah,,,kita tinggal gitu ? kan sayang yah udah bagus masa di tinggal " kata Azam
" udah gak apa apa zam tinggalin aja, lagian kalo kita bawa juga kan gak bisa " ucap Fathir
" hmmm,,,y uda lah yah,,,tapi azam tetap senang liatnya yah,," kata Azam tersenyum
mereka lalu kembali ke tempat dimana sang ibu yang sudah menunggu di sana. sesampainya di sana sang ibu sudah masam mukanya karena yang di tunggu tunggu sudah kembali.
" bagusss yaa,,,kenapa gak nginap aja kalian disana,,,gak tau pulang lagi ya ?" nyerocos Wati
" hehehe,,,iya maaf Bu,,,gak sadar udah lama mainnya,,,karna tadi lagi seru serunya " kata Fathir
" iya bu kami tadi habis bikin rumah pasir,,,bagus banget bu kami bikinnya " timpal Azam
" ibu gak mau tahu alasan kalian,,,liat udah jam berapa sekarang, gak lapar apa ?,ibu udah bosan tau gak di sini nungguin kalian " ucap Wati
sang ayah dan anaknya di marahi akibat telat, mereka kemudian mulai makan karena sang ayah dan anaknya udah kelaparan dari tadi sambil menikmati pemandangan laut emang pas buat makan.