Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratu Hamil
"Pelaku sudah di amankan, apa kita bisa bicara dengan pikiran tenang?" tanya Kenan, ia mengajak Anggun duduk di salah satu kursi kafe. Anggun yang merasa sudah aga tenang, ia menurut saat Kenan menarik tangannya
"Apa kita pernah bertemu? Rasanya wajahmu tak asing, seperti seseorang yang pernah...
DEG
Anggun langsung menegakkan tubuh dan kepalanya, ia menatap lama wajah Kenan. Terlihat lebih dewasa memang, tapi wajah rupawan itu.
BLUSH
Anggun langsung menundukkan kepalanya, saat ia ingat siapa pria di depannya. Kenan tertawa pelan, ia merasa gemas dengan ekspresi yang di tunjukkan Anggun saat ini.
Kenan semakin yakin, dengan apa yang ia yakini. Bila gadis yang ia temui di gunung, adalah jodoh masa depannya. Karena saat ini, ia tak bisa mendengar isi hati gadis pilihannya.
"L-lo...a ah, maksudku.. k-kamu.. mm.. waktu itu, terima kasih. Terima kasih karena sudah menolongku, saat di gunung beberapa tahun yang lalu." ucap Anggun, ia ingat pria di depannya. Adalah pria, yang selalu menghantui pikirannya selama ini.
Siapa juga yang bisa lupa, dengan wajah tampan rupawan seperti Kenan. Anjaayyy... Anggun, terKenan-Kenan.
Kenan tersenyum, karena gadisnya ternyata masih ingat padanya.
"Apa wajahku sudah berpindah di lantai?? Kamu mengatakan terima kasih, tapi selalu menundukkan kepala. Memang wajahku sedatar itu ya?" ucap Kenan menggoda Anggun, membuat Anggun mau tak mau menegakkan kepalanya
"Maaf" ucap Anggun lirih, tetapi ia tak berani menatap kedua mata Kenan. Karena kesalahannya saat ini, wajahnya semakin memerah. Karena pikirannya mendadak traveling, saat menatap bibir sexi milik Kenan.
'Ya Allah... Ampun ampun, tapi kalo di kissing sama itu bibir. Gimana ya?? Astaghfirullah... Eling Nggun, eling.' gumamnya dalam hati, ia memejamkan kedua matanya. Tanpa sadar, ia menggigit bibir bawahnya.
Hal itu malah membuat Kenan, semakin gemas. Cipok juga lama-lama, eaaaa...
"Jangan di gigit, nanti luka. Buar gue nanti yang gigit, kalo hubungan kita udah halal." ucap Kenan, dengan lanjutan kalimatnya. Hanya berani ia ucapkan di dalam hati, tapi membuat dua saudarinya menatap datar Kenan.
'JANGAN MESUM LO!!' ucap Inaya dan Ilmi serentak, membuat Kenan refleks menoleh ke belakang
'Apa sih lu pada, ganggu aja.' balas Kenan, membuat keduanya menatap malas padanya
"Kamu mau balas pria itu sekarang, atau nanti?" tanya Kenan, seraya kembali menatap Anggun
"Sekarang" jawab Anggun cepat, ia menghembuskan nafasnya pelan.
.
.
Sedangkan di rumah sakit, Maheer saat ini duduk di kursi samping sang istri. Yang sampai saat ini, masih belum sadarkan diri.
Air mata mengalir di kedua pipinya, ia sangat bersyukur dengan kabar yang di sampaikan oleh dokter.
"Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah mau mengandung anak kita." gumam Maheer, ia mengecup berkali-kali punggung tangan Ratu.
"Mmmm" terdengar gumaman, dari bibir tipis Ratu. Namun terlihat, bila ia sulit untuk membuka matanya.
Terasa begitu berat, kepalanya pun terasa berdenyut nyeri. Saat akan membuka mata, ia merasakan sakit luar biasa di kepalanya.
"Bang" lirih Ratu
"Kamu sudah bangun sayang, apa yang kamu rasakan?" tanya Maheer cemas, karena melihat ketidak nyamanan di wajah sang istri.
"Kepalaku sakit bang, rasanya begitu nyeri. Terasa sampai telinga dan juga mata, hiks." jawab Ratu pelan, untuk berbicara pun. Ia merasakan sakit luar biasa, kepalanya terasa di hantan keras oleh sesuatu
"Kamu tunggu di sini, abang panggil dokter." Maheer menekan tombol, menunggu dokter darang
"Dokter, kepala istriku sakit." ucap Maheer, begitu dokter masuk
"Ini salah satu hal wajar, yang di rasakan oleh ibu hamil di trimester pertama. Karena gejala setiap calon ibu, tidaklah sama. Saya akan menyuntikan obat penghilang rasa nyeri, yang aman untuk ibu hamil. Usahakan nyonya muda, tidak turun dari ranjang. Dia harus benar-benar bed rest, tak boleh turun sama sekali. Apalagi tensinya tadi, cukup tinggi. Dan itu sangat berbahaya, untuk ibu hamil." jawab dokter menjelaskan
"Tunggu... Hamil??" tanya Ratu, dengan suara terputus-putus
"Iya sayang, kamu hamil. Kita akan jadi orang tua, kamu menurut ya. Sampai semuanya baik-baik saja, sampai kamu calon anak kita kuat " jawab Maheer, membuat Ratu menitikkan air mata dan mengangguk pelan.
Namun ia tak bisa lanjut menangis, karena rasa sakit kepal kembali menekannya. Maheer
"Tensi darah tinggi, apa itu berbahaya dok?" tanya Maheer
"Hipertensi dapat menimbulkan dampak buruk bagi ibu hamil dan janin. Peningkatan tekanan darah menggambarkan peningkatan tahanan pembuluh darah, yang menyebabkan terganggunya aliran darah pada beberapa organ. Gangguan aliran darah ini juga bisa terjadi pada otak, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal ibu hamil." jelas sang dokter
"Selain itu, hipertensi saat hamil juga berpotensi mengganggu aliran darah ke plasenta, yang kemudian akan menyebabkan janin kekurangan oksigen. Adanya gangguan aliran darah karena tensi tinggi saat hamil dapat menyebabkan perkembangan janin terhambat, bahkan kematian janin. Karena itu, penting bagi nyonya muda. Untuk selalu menjaga emosi, agar tidak sampai marah berlebihan dan tertekan. Tentunya hal ini, membutuhkan bantuan tuan muda. Tolong jaga mood nyonya muda, jangan sampai emosinya tak terkendali seperti hari ini." sambung dokter
"Apa ada cara untuk pencegahan dok?" tanya Maheer, dengan dirinya yang dilanda ketakutan.
"Konsumsi Makanan Sehat dan Seimbang... Makan makanan yang sehat dan seimbang, sangat penting untuk mencegah hipertensi saat hamil. Pilih makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula berlebihan, karena ini dapat meningkatkan tekanan darah." Maheer mengangguk paham
"Karena nyonya muda sudah siuman, kita akan lanjut untuk memeriksa kandungan nyonya muda. Kita akan lihat melalui USG, perkiraan usia dan juga perkembangan janin." Maheer mengangguk
Ia pun memberikan ruang, pada dokter tersebut. Karena alat ada di sebelahnya, Maheer memilih untuk pindah ke sisi lain istrinya.
Dia terus menggenggam tangan Ratu, menatap layar yang ada di sebrang sana.
Perlahan dokter menggerakkan transducer, di atas perut yang ternyata sudah terlihat sedikit menonjol. Maheer takjub melihatnya, kenapa ia tak sadar dengan tonjolan itu?
"Perkiraan usia kandungan, sudah menginjak 7 minggu 3 hari. Apa kalian tidak menyadari, bila sudah ada kehidupan lain di sini?" Maheer dan Ratu menggelengkan kepalanya
Mereka justru sedang terkejut, dengan ucapan dokter mengenai usia kandungan Ratu. Dokter tersenyum, hal ini banyak di alami pasangan suami istri.
"Waahh... Baby twin" dokter tersebut, sudah tak aneh lagi dengan keluarga pemilik rumah sakit. Wajah Ratu terlihat berbinar, meski ia tak bis membuka matanya. Tetapi ia bahagia, mendengar ucapan dokter.
"Apa kalian mau dengar, suara detak jantung mereka?" tentu saja jawabannya iya
Deg deg
Terdengar seperti suara kaki kuda, yang berlarian. Terdengar cepat, seolah tengah saling mengejar.
Tetesan air mata, kembali membasahi pipi sepasang calon ayah dan ibu tersebut.
"Anak kita, bang...
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
ganbate kak