Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 Ziarah ke makam bapak dan ibu
Tidak Samapai satu jam kami Sampai si kembar tidur di mobil jadi akan di gendong gantian masuk pertama mas Adit mengambil Bianca dari pangkuan bi endang kemudian di bawa masuk dan bi endang pun keluar dari mobil mas Adit kembali lagi mengambil Barra di pangkuan Ku dan dia mencuri ciuman lagi kan modus lagi dia aku hanya cemberut karena takut anak di pangkuan ku terganggu tidurnya
Aku segera turun dari mobil dan masuk rumah rasanya gerah pakai baju formal seperti ini ingin segera ganti baju setelah menidurkan anak anak mas Adit duduk di sofa aku ganti baju dan keluar
" Bun bikinin kopi dong" kata dia
Aku berjalan ke dapur dan bikin kopi untuk tiga orang kami minum kopi di ruang tengah
" Alhamdulilah acara sudah selesai kita besok jadi pulang jam berapa" Tanya bi endang
" Pagi kita ziarah dulu ke makam bapak dan ibu kalau kita pulang jam berapa terserah nggak ngantar" jawabku
" Kita pulang sore karena mama akan ngomong sesuatu sama kamu bund" jawab mas Adit
Aku segara mandi dan sholat ashar kemudian aku bersih bersih dan mencuci baju kami nanti tinggal aku angin angin kan besok segera di jemur lumayan banyak sih bajunya semua baju si kembar juga bajuku dan baju bi endang mas Adit tak suruh pulang ke rumahnya karena si kembar tidur nanti kalau mencari akan aku antar katanya nanti malam mau ajak si kembar main ke taman si kembar bangun aku suruh mandi selesai mandi aku bikinkan susu mereka nonton tv sambil makan camilan yang tadi di belikan ayah nya mereka bermain dan berlarian di dalam rumah Sampai magrib tiba mas Adit menjemput anak anak
" Bunda tidak ikut ya bunda capek mau. bobok" kata ku kepada Meraka
" Ayo Bun nanti ayah traktir" kata mas Adit
" Bunda sudah kenyang tadi makan di resepsi" jawabku
" Iya sudah nggak papa Bun kita sama ayah saja" kata Barra mas Adit pun setuju aku sama bi endang di rumah saja tapi aku sudah ngantuk dan aku tertidur di sofa ruang tengah sekitar jam sembilan malam anak anak datang dan membangunkan aku kemudian anak anak. Aku suruh sikat gigi dan pipis dulu dan cuci kaki kemudian aku ajak tidur di kamar
" kenapa nggak tidur sama ayah" tanya ku
" Gantian Bun sekarang ingin tidur sama bunda" jawab Barra kami pun segera tidur bersama
Pagi aku bangun sholat subuh kemudian aku menjemur pakaian yang semalam aku cuci kemudian aku masukan lagi perhiasan pinjaman dari mama dan aku tata kembali di tempatnya anak anak masih tidur aku bikin kopi juga aku bikinkan bi endang makan camilan yang tadi malam di bawakan mas Adit ada roti bakar dan juga kue lapis aku minum berdua di Meja makan sama bi endang anak anak bangun kemudian aku suruh mandi sekalian sementara aku bikin susu buat anak anak mas Adit datang bawa sarapan untuk kami
" Bunda aku bawa Sarapan untuk anak anak" kata dia kemudian dia memberikan rantang yang di bawa dan aku menerimanya ada nasi ada sup ayam dan juga omelette juga kerupuk
" Tadi pagi ayah masak sendiri semoga kalian suka" kata dia
" Pasti masakan ayah enak nggak seperti masakan bunda" kata Bianca
" Nggak boleh gitu biar masakan bunda juga enak apalagi kopi buatan bunda ayah selalu menyukainya" kata dia
" kami juga menyukai susu buatan bunda" kata Barra aku ambilkan nasi buat anak anak sangat juga ayahnya
" Panggil Mbah ajak makan" kata ku kepada Bianca dan Bianca pun memangil bi endang di ajak makan bersama anak anak juga ayahnya makan berjejer aku dan bi endang di hadapan mereka
" Enak banget sup buatan ayah omelette sangat enak apalagi di tambah kerupuk" kata Barra mereka makan sendiri dan tidak rewel ataupun manja
" kalian sekarang sudah pintar makan sendiri" kata ku memberi semangat
" Tapi kalau bunda yang masak aku minta si suapi kalau nggak di suapi nggak enak" kata Bianca manja
" Anak gadis bunda nggak boleh manja nanti kalau sudah besar harus pintar masak" kata ku
" nggak ah aku akan selalu minta ayah masakin saja aku nggak mau masak" jawab dia dengan polosnya
Kami semua tertawa terbahak bahak mendengar celotehan Bianca bi endang sampai mengeluarkan air mata
" kalau jawabnya seperti itu sudah tidak di ragukan lagi pasti anak Tiara" kata bi Endang sambil tersenyum
" Anak anak habis ini siap siap ya kita mau ziarah makam nenek dan kakek kalian" kata mas Adit menjelaskan
Setalah mas Adit memanaskan dan menyiapkan mobil kami berangkat tidak jauh sih tapi aku tidak punya motor untuk kesini sendiri kami beli bunga di dekat pemakaman kemudian kami ke sana mas Adit menyewa juru kunci untuk membersihkan makam bapak dan ibu kemudian kami baca Yasin yang di pimpin mas Adit Samapi selesai
" Bapak ibu kenalkan ini anak anak Tiara dan Adit mereka cantik dan lucu maaf Adit baru saja menemukan sekarang dan baru bisa menjenguk bapak ibu hari ini" kata mas Adit
" Ayo anak anak sapa Kakek dan nenek kalian" kata mas Adit
" Kakek nenek kenalkan aka Barra dan ini adeku Bianca salam kenal dari kami anak ayah Adit dan bunda Tiara" kata Barra
" Maaf kan aku mas dan mbak aku mendukung Tiara untuk kabur dan terima kasih aku di beri kesempatan ikut Tiara di masa tuaku" kata bi endang
" Sekarang kalian ikut Mbah Endang tunggu di mobil ya bunda mu mau doa yang tidak ingin di dengar kalian" kata mas Adit mereka menuju mobil
"Bapak dan ibu maaf kan Adit yang telah menyakiti Tiara sehingga Tiara menyembunyikan kehamilan nya juga anak anaknya semua salah Adit sekarang Adit ingin menebus kesalahan Adit tapi Tiara belum bersedia tapi Adit janji akan terus berusaha bertanggung jawab dalam merawat anak anak Adit" kata dia
" Bapak dan ibu di hadapan kalian sekarang ini aku lamar Tiara bagaimana Tiara maukah kamu menerima aku lagi sebagai suami mu ?" kata mas Adit. Memang aneh dia masak melamar di depan makam orang tua ku
" Bapak ibuk maafkan Tiara selama ini belum mengunjungi kalian karena Tiara sibuk mencari nafkah untuk mencukupi anak anak Tiara yang membutuhkan biaya tidak sedikit" kata ku
" Gimana jawaban lamaranku bunda" kata mas Adit
" Maaf mas Tiara masih ingin sholat istikharah dulu sebelum menjawab lamaran kamu dan kamu jangan tersinggung" jawabku
Selesai aku menjawab lamaran mas Adit aku tak lupa membacakan surat Al Fatihah untuk mereka kemudian kami pulang bersama dan Sampai rumah kami istirahat dulu makan jajan yang mas Adit belikan aku siap siap kerena sebentar lagi ke rumah mama mau pamit pulang karena anak nakal besok sekolah lagi
Bersambung .......