NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:953
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10 mulai muncul masalah di desa

" apa ...!"

Kedua gadis muda yang awalnya tenang menjadi cemas dan bingung, mata mereka berdua saling pandang satu sama lain.

" mas , apakah percaya kalau tari dan imah sudah memiliki hubungan dengan anak kepala desa itu ?"

Yasir menggelengkan kepala, ia tahu benar dengan karakter dua gadis muda yang ada di hadapannya, dan ia juga cukup mengagumi karakter pemilik tubuh sebelumnya yang selalu setiap saat mengawasi keberadan dua gadis muda itu , dan akhirnya ia mengerti mengapa kepala kampung dan warga menikahkan dirinya dengan dua gadis muda di depannya, karena sebenarnya kepala kampung sudah mengetahui tentang hal tersebut .

" aku tidak percaya , karena setiap hari aku ,sebelum masuk ke keluarga, aku mengawasi kalian berdua, melihat karakter dan juga sifat kalian berdua " ucapnya tersenyum tipis, matanya yang dalam tampak melihat ke arah dada ideal gadis muda yang masih berkembang.

" jadi selama ini ?"

" umhh maafkan aku , tapi sekarang sudah terjadi, dan kita bertiga sudah menjadi suami istri yang sah " ujar Yasir berdiri menuju ke arah dapur sekedar untuk minum .

" ini sudah malam , segera kalian berdua tidur, besok aku akan menemui kepala kampung !" Dengan sigap Yasir menarik kedua tangan masing masing kedua gadis muda yang tampak sudah malu malu , tanpa merasa canggung lagi , ketiganya tidur bersama, tapi belum melakukan hal hal dewasa , karena Yasir berfikir bahwa kedua gadis masih terlalu muda .

Malam itu kadang ada suara rintihan pelan , ada pula suara desahan yang membuat siapa saja tergoda.

Hingga tengah malam, pemuda yang tidak bisa menahan kehendak dirinya ,segera membuka pintu dan keluar halaman ,lalu mengeluarkannya dengan cepat .

" uhh memang sangat meresahkan , tapi aku sudah mengeluarkannya " gumamnya dengan wajah panas .

Kemudian ia kembali lagi masuk dan tidur dengan pulas di sertai mimpi mimpi yang absurd.

Keesokan harinya, pemuda yang tergeletak di ranjang bambu perlahan terbangun , matanya terasa berat ,dan melihat kedua gadis tampak sibuk sedang mengerjakan sesuatu di tungku.

" uhh sekarang pukul berapa ?" Tanyanya dengan mata setengah tersadar.

Lestari yang ada di dekatnya mendengar dan buru buru mengambil gelas bambu, setelah itu mengisinya dengan air hangat dengan disertai gula merah yang baru saja di beli .

" mas minumnya ." Katanya dengan wajah memerah , keringat segar membasahi wajah kuning langsat gadis muda itu ,membuat Yasir terpana sejenak.

" ohh oke ..terimakasih, kamu memang perhatian ..!" Yasir meneguk langsung air gula merah hangat yang baru saja di berikan oleh gadis muda di dekatnya.

" kakak tari , nasinya sudah matang , " kata Halimah menatap cemberut ke arah kakaknya yang tersenyum gembira .

" oke adik , aku akan panggil umi dulu..." katanya keluar dari dalam dapur ,menuju ke arah belakang halaman.

Yasir yang tidak memiliki kegiatan di pagi itu , membuat garis garis di sekitar halaman samping kiri yang terlihat kosong, ia berfikir untuk segera membangun rumah bambu yang baru , guna untuk keluarga besarnya di masa depan.

" mas ayo makan , umi sudah ada !" Halimah dari dalam rumah berseru ke arah pemuda yang tampak sedang mengukur tanah .

" iya...!"

Yasir segera datang dan masuk ke dalam rumah , di mana diatas meja bambu sudah ada makanan yang tersedia di tengah meja.

Uap nasi yang hangat menyebar ke sekelilingnya, menambah semangat untuk makan sarapan pagi yang dingin itu.

" nak kamu jangan terlalu lelah bekerja, semampunya saja , lagipula kita semua hanya empat orang ,jadi tidak ada tanggungan yang berat "

Yasir yang mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala " tidak umi , aku sebagai lelaki perlu bekerja , siapa tahu nanti ada masalah yang tidak bisa diselesaikan di masa depan, untuk kebutuhan anak atau bila saya sakit dan sebagainya " kata Yasir membersihkan piring kayunya yang tampak masih ada beberapa butir nasi hangat .

" umhh iya juga, kalau begitu hati hati saja nak , jangan terlalu dipaksakan " kata wanita paruh mulai menyadari kesalahan dalam ucapannya itu.

" baik umi tenang saja .."

Setelah sarapan pagi yang hangat selesai, semuanya mulai mengerjakan kesibukan masing masing, di mana ketiga wanita tua muda berencana untuk bekerja di sawah , sedangkan untuk Yasir sendiri akan pergi ke rumah kepala kampung di bawah .

" mas kami berdua berangkat dulu, " kata Lestari mencium telapak tangan Yasir , diikuti oleh sang adik Halimah yang juga mencium tangannya.

" umhh ,kalau sudah selesai atau lelah, istirahat...!"

" iya mas .!" Jawab mereka berdua serempak.

Pemuda itu menatap sejenak ke arah kepergian kedua wanitanya , matanya tampak puas dan ia juga mulai berjalan menuruni bukit .

Tak membutuhkan waktu yang lama, ia sampai di perkampungan yang cukup ramai, di mana banyak rumah rumah kayu , bambu, bahkan tembok bata juga sudah banyak berdiri .

Langkah kakinya terhenti saat melihat orang yang dicarinya berada di kantor pos polisi desa , segera ia menghampiri kepala kampung yang tampak berbicara serius dengan beberapa anggota polisi desa .

( biasanya polisi desa diambil dari lulusan pamong desa yang memiliki pendidikan kelas dua , atau setara smp , dan setiap anggota di pilih melalui seleksi desa , diangkat dan diawasi oleh kepala polisi kecamatan, tugasnya sebagai pengatur ketertiban desa , CATATAN, JANGAN PERCAYA DENGAN PENJELASAN INI ).

" assalamualaikum pak Haji Kasyim , " sapa Yasir setelah mendekat ke arah beberapa orang yang berbicara itu .

Yang di sapanya menoleh dan melihat pemuda berusia tujuh belas tahunan tersenyum kepadanya.

" walaikum salam... ! Jang Yasir ada keperluan apa ?" Kepala kampung yang berusia lima puluh tahun itu tampak berwibawa di mata Yasir.

" ini , bisakah saya berbicara hanya empat mata " kata Yasir tersenyum tipis.

" ohh pasti keperluan penting , tunggu dulu , saya masih ada beberapa hal untuk di bicarakan dengan ketua polisi desa " katanya dengan meminta pemuda tanggung itu untuk menunggu .

Yasir yang merasa hanya ada keperluan dengan kepala kampung, bersedia menunggu, ia mendengar percakapan yang cukup ramai di dekatnya.

" pak Kasyim pemerintah kecamatan telah menghentikan bantuan pangan dan juga beberapa peralatan ke desa " ucap salah satu pria dengan nada sedih dan tertekan.

Kepala kampung yang mendengarnya juga ikut sedih , matanya menatap ke arah sawah sawah desa yang baru saja di panen beberapa minggu yang lalu .

" padahal kami ,warga desa telah membayar pajak beras dan juga tanah , apakah ada masalah..?"

" ya pemerintah pusat telah mengeluarkan selembaran informasi ke pemerintah daerah untuk tidak menarik pajak dan juga uang rumah ,dengan mereka juga tidak memberikan bantuan pangan jadi ke desa desa tertinggal " kata ketua polisi desa dengan bersungguh sungguh.

" kalau begitu, kami sampai ke tahun berikutnya bisa menyimpan hasil panen sendiri?"

" benar, tapi itu masalahnya, sekarang mulai muncul kerusuhan di desa desa , mulai datang bandit hutan yang merampok hasil panen dan juga kemungkinan bisa membuat beberapa kehilangan nyawa "

Yasir yang di dekatnya tanpa sadar menyeletuk " kenapa tidak dibasmi saja bandit hutan itu ?" Tanyanya serius.

" tidak semudah itu nak ..!"

1
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!