Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.
Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.
Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.
》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?
》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."
Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. PWB
...~•Happy Reading•~...
Ceska merasa senang dengan respon pengacara Elwan. Dia yakin Rina akan didampingi pengacara yang baik. Sekarang tugasnya untuk meyakinkan dan menyemangati Rina hadapi babak baru dalam hidupnya yang menentukan masa depannya.
'Rina, mari kita pulang. Jangan sampai pengacara Elwan tiba lebih dulu dari kita.' Ceska mengajak Rina yang sedang diam.
'Iya, Mba. Terima kasih.' Rina jadi berdiri. 'Mungkin aku bisa buat cemilan atau minuman untuk Pak pengacara.' Rina tertular semangat Ceska dan tergerak hati untuk membalas kebaikan pengacara Elwan yang bersedia membantunya.
'Ok. Nanti keluar rumah lagi untuk lakukan sesuatu yang lain. Sekarang utamakan yang penting, harus berbicara dengan Pak pengacara.' Ceska merespon baik rencana Rina.
...~▪︎▪︎~...
Tidak lama kemudian, Rina tiba di rumah. Ketika hendak membuka pintu rumah, sebuah mobil berhenti di depan rumah. Rina jadi berdiri dan melihat siapa yang datang dengan jantung berdegup kuat.
'Semoga pengacara Elwan yang datang.' Ceska berharap sambil terus melihat dan menunggu.
'Iya, Mba. Kalau beliau, berarti benar Mba Ceska. Walau kita sudah naik ojol, hampir terlambat.' Rina mengakui.
Kemudian seorang pria muda turun dari mobil dan berjalan cepat mendekati Rina. "Selamat siang. Apa benar ini rumah Ibu Rina?" Tanyanya kepada Rina yang tidak jadi masuk ke dalam rumah.
"Iya, Pak. Saya Rina." Rina menyentuh dadanya dengan tangan.
"Kenalkan, saya Elwan." Ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk menyalami Rina.
"Terima kasih Pak Elwan. Silahkan masuk." Rina mempersilahkan Elwan masuk. Ceska hanya diam mendengar interaksi Rina dan Elwan.
"Pak Elwan mau minum panas atau dingin?" Tanya Rina setelah Elwan duduk.
"Maaf, Bu Rina. Tidak usah. Saya hanya mau mewawancarai dan meminta tanda tangan Ibu." Elwan mencegah, karena dia dikejar waktu.
Setelah bossnya memenangkan perkara rudapaksa Enni di pengadilan, firma hukum mereka jadi terkenal. Banyak wanita yang mengalami kekerasan seksual minta pendampingan mereka. Sehingga pengacara dari Mathias Law & Firm kebanjiran kasus.
"Baik, Pak. Silahkan." Ceska berkata cepat, karena melihat Elwan sangat serius.
"Mari kita mulai." Elwan mengeluarkan alat perekam dan note untuk mencatat.
Elwan : "Mengapa anda menuntut mertua dan ipar anda?" Elwan bertanya demikian, karena Ceska sudah memberitahukan kasus yang dihadapi Rina lewat email.
Ceska : "Saya tidak melapor, Pak. Pihak rumah sakit yang lapor saat saya dirawat...." Ceska ambil alih untuk memberi keterangan.
Elwan : "Kalau begitu, tolong jelaskan. Mengapa anda dirawat."
Rina : "Saya dikurung dan disiksa. Kadang diperkosa oleh...." Rina mengatakan semua yang dia alami.
Elwan : "Jadi anda mengalami kekerasan, diperkosa hingga hamil dan keguguran?" Elwan bertanya setelah mendengar penjelasan Ceska.
Ceska : "Seperti itu, Pak..." Ceska menceritakan yang terjadi.
Elwan : "Apa saat itu anda tahu sedang hamil?"
Ceska : "Tidak, Pak. Setelah perawat rumah sakit bilang saya keguguran, baru saya tahu sedang hamil." Ceska menjelaskan.
Elwan : "Apa ada orang yang bisa menjadi saksi atas kejadian itu selain pihak rumah sakit?"
Ceska : "Mungkin Pak Surya, tetangga saya. Beliau yang mengantar saya ke rumah sakit."
Elwan : "Bagaimana anda bisa meloloskan diri dari mereka?"
Ceska : "Entah, Pak. Hari itu timbul keberanian, karena saya merasa terlalu sakit..." Ceska menjelaskan, agar Rina tidak salah bicara dan menceritakan tentang dia. Sehingga Rina akan dikira alami gangguan jiwa.
Elwan : "Ok. Tolong berikan nama panti asuhan dan alamatnya. Kami akan menyelidiki kebenaran lamaran dan pernikahan anda."
Rina : "Iya, Pak. Ini..." Rina menyebut nama panti asuhan dan alamatnya.
Ceska : "Pak, saya akan diusir dari rumah ini. Apakah saya harus bertahan atau keluar dari sini kalau diusir sama Boby? Karena saya bukan istrinya...." Ceska menanyakan, agar bisa bertindak sesuai hukum.
Elwan : "Sementara, bertahan di sini. Silahkan tanda tangan di sini, bahwa anda telah menunjuk kami sebagai pengacara anda. Supaya kami bisa bertindak atas nama dan mewakili anda." Elwan memberikan lembaran bermetrai dan pena kepada Rina.
Elwan : "Kalau ada yang datang minta tanda tangan sesuatu, atau ajak keluar dari rumah ini, jangan lakukan. Mau lakukan sesuatu, konsultasi dengan kami." Ucap Elwan serius.
Rina : "Iya, Pak. Terima kasih."
Elwan : "Saya minta tanda pengenal anda."
Rina : "Saya hanya punya tanda pengenal saat di panti asuhan. Setelah tinggal di sini, tidak ada yang ...." Rina menjelaskan kondisinya, lalu mengambil kartu identitas lama.
Elwan : "Baik. Nanti diperbaiki setelah kasus ini selesai." Elwan mencatat semua kondisi Rina yang cacat hukum dan mengambil gambar Rina sebelum berdiri.
Rina segera mengambil tanda pengenal. Sedangkan Elwan serius memperhatikan rumah yang ditempati, hingga Rina kembali membawa tanda pengenalnya.
Elwan : "Baik. Minta tolong seseorang untuk pasang kunci ganda. Kalau mau pergi, kunci pintu dari luar..." Elwan menjelaskan banyak hal yang harus dilakukan Rina, setelah tahu Rina tinggal sendiri dan kunci dipegang juga oleh mertuanya.
Ceska : "Saya berencana akan ganti kunci, Pak." Ceska cepat menanggapi maksud Elwan.
Elwan : "Begitu lebih baik. Saya langsung pamit." Elwan berdiri dan menyalami Rina.
Elwan segera menuju kantor pusat untuk melapor kasus yang akan ditangani. Mendampingi Rina yang mengalami kekerasan seksual dan eksploitasi.
Setelah berdiskusi dan memaparkan kondisi Rina, bossnya memberikan petunjuk untuk hadapi pihak yang dituntut dan segera ajukan tuntutan. Sehingga Elwan segera ke kantor polisi untuk menyerahkan surat tuntutan dan menuju rumah sakit.
...~▪︎▪︎~...
Di sisi lain ; Boby bersama pengacara menuju kantor polisi untuk berbicara dengan polisi dan orang tuanya.
Ketika tiba di kantor polisi, mereka terkejut mengetahui Rina sudah mengajukan tuntutan secara resmi. Namun lebih terkejut adalah pengacara Boby.
"Pak Boby, siapa lawan anda? Bukannya anda bilang hanya seorang wanita dari panti asuhan?" Pengacara Boby bertanya serius setelah membaca surat tuntutan yang diajukan oleh pengacara dari Mathias Law & Firm.
"Benar, Pak. Ada apa?" Boby heran dengar pertanyaan pengacaranya.
"Anda tidak tahu siapa pengacaranya?"
"Tidak, Pak. Mungkin yang disediakan negara." Boby menebak.
"Ini baca tentang mereka. Jika keluarga anda melakukan tindak kekerasan seksual, silahkan cari pengacara lain. Saya tidak mau membuang waktu di pengadilan." Pengacara Boby berkata serius setelah mengetahui pengacara lawan.
Pengacara Boby yakin, jika kasus rudapaksa ditangani oleh pengacara dari Mathias Law & Firm, berarti lawannya telah melakukan tindak kekerasan. Hal itu sudah jadi isu yang tidak tertulis dan tersebar di masyarakat.
Sehingga sebelum adanya persidangan, terdakwa sudah dihukum oleh stigma negatif yang telah dibangun dan dimiliki oleh Firma Hukum pengacara korban.
"Jadi apa yang harus saya lakukan?" Hati Boby menciut. Beberapa pengacara berintegritas tidak bersedia menjadi pengacara orang tua dan kakaknya yang dituduh melakukan tindak kekerasan seksual.
"Begini, tadi anda sudah membaca tuntutan pihak korban. Yaitu, ganti rugi 1 M dan juga rumah yang ditempatinya."
"Saya ingatkan lagi, jika di pengadilan keluarga anda dinyatakan bersalah, korban akan peroleh tuntutannya, bahkan mungkin lebih dari pada itu."
...~▪︎▪︎▪︎~...
...~•○¤○•~...