NovelToon NovelToon
Azizah Love Note (S2)

Azizah Love Note (S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:904.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF

Sequel dari Menikahi Mr. Rajendra
_________________________________

"Mencintaimu adalah luka paling hebat dalam hidupku, yang dimana hadirnya tidak bisa aku hindari."
-Azizah Ghaffara Dananjaya-

Zizi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya yaitu melihat secara langsung laki-laki yang ia cintai menyatakan perasaannya pada wanita lain. Apalagi saat mengetahui wanita itu adalah sahabatnya sendiri.

Namun, disaat Zizi ingin memulai kehidupan barunya dengan laki-laki yang dijodohkan oleh orang tuanya. Tristan malah menyadari perasaannya terhadap Zizi.

"Aku terlambat menyadari siapa yang sebenarnya diinginkan oleh hatiku," ucap Tristan dengan frustasi.

Permainan takdir apa yang akan dihadapi oleh Zizi kedepannya ? Dan siapa yang akhirnya akan menjadi pendamping hidup Zizi ?

Jangan lupa ikuti ceritanya ya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRA KHAIRUNNISA JEOMI YUSUF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih Menjaga Jarak

...Dulu, kupikir kedewasaan berjalan berdampingan dengan usia. Ternyata tidak, kedewasaan berjalan berdampingan dengan masalah hidup....

...– Fiersa Besari –...

Happy Reading !!!

Setelah kembali kekamarnya, Zizi tidak tau harus apa. Ia sangat bosan jika harus berada dirumah seperti ini. Tapi jikapun pergi, ia tidak tau harus kemana. Maka jadilah ia duduk diatas tempat tidurnya sembari membaca novel yang bergendre romantis.

Disaat fikirannya mulai terfokus pada bukunya, sebuah telefon pun masuk ke hapenya.

Drrttt…

Drrttt…

Drrtt…

Gadis itu tampak tidak menghiraukan panggilan itu, ia terus saja membaca bukunya hingga saat ini sudah banyak sekali panggilan tidak terjawab. Karena merasa penasaran dengan siapa yang menelfonnya berulang kali, ia pun segera mengambil Hp nya untuk melihat.

“Tristan.” 

“Ngapain dia telfon ?” Tanya Zizi pada dirinya sendiri. “Ah bodo amat, gue ngak mau lagi peduli sama dia,” ujarnya sembari meletakkan kembali Hp-nya. Namun belum sampai ia meletakkan, Hp nya kembali bordering.

Zizi terdiam cukup lama karena tidak tau harus menjawab panggilan ini atau tidak.

“Hallo.” Setelah berfikir cukup lama ia memutuskan untuk menerima panggilan itu.

“Hallo Princess… Udah lama banget ngak dengar suara lo.” ujar Tristan.

“Ada apa ?” Tanya Zizi dengan dingin.

“Gue kangen sama lo,” jawab Tristan. 

Saat ini ia mengatakan apa yang sedang dia rasakan saat ini. Akhir-akhir ini Zizi selalu saja menghindari Tristan setiap kali bertemu. Laki-laki itu tidak tau kenapa sahabatnya menjauhinya. Entah kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga Zizi menjauhinya.

Zizi terdiam, ia tidak tau harus bersikap bagaimana lagi saat ini. Jauh dari lubuk hatinya yang terdalam, ia juga sangat merindukan Tristan tapi ia takut kembali terluka.

“Kalau ngak ada hal penting yang mau dibicarakan lagi, gue matiin telefonnya,” ujar Zizi.

“Tunggu dulu Zi,”

“Ada apa lagi ?”

“Lo kenapa berubah sih Zi ? Memangnya gue salah apa sama lo hingga lo jauhin gue kayak gini !!,” seru Tristan.

Lagi-lagi gadis itu terdiam “Lo ngak salah apa-apa kok. Tapi sepertinya kita tidak bisa kembali seperti dulu,” ucap Zizi kemudian.

“Tapi kenapa ?” Tanya Tristan. “Kasih gue alasan yang masuk akal kenapa lo jauhin gue.” Sambungnya lagi.

“Gue tutup dulu telefonnya. Assalamualaikum.” Zizi langsung mematikan telefonnya tanpa memberikan jawaban apapun pada Tristan. Ia seperti begitu enggan untuk menjawab setiap pertanyaan dari Tristan.

“Maafin gue Tris karena memilih menjauh tanpa menjelaskan apapun.” Gumam Zizi dalam hatinya. Air matanya mengalir begitu saja dari pelupuk matanya. Ini sungguh menyakitkan baginya, tapi ia harus beusaha tetap kuat.

***

Hari telah berganti, pagi ini Zizi telah siap pergi ke Rumah Sakit menunaikan kewajibannya sebagai seorang dokter. Dengan senyuman yang merekah, ia menelusuri koridor Rumah Sakit.

“Selamat pagi dokter.”

“Pagi suster.”

Begitu banyak sapaan pagi itu mengiringi langkahnya menuju ruangan. Hingga suatu suara berhasil menghentikan langkahnya. Gadis itu menoleh kebelakang masih dengan senyuman nya.

“Kenapa lari-lari begitu ? Lo lupa kalau sekarang lo itu lagi hami besar,” omel Zizi yang melihat Nana berlari mengejarnya.

“Hhehe… Maaf, gue sedikit lupa,” jawab nana dengan cengengesan. Melihat itu Zizi hanya memutar bola matanya karena merasa jengah. “Lo udah lama sampainya ?”

“Ngak kok, gue juga baru sampai,” jawab Zizi sembari kembali melangkahkan kembali kakinya yang diikuti oleh wanita hamil itu.

“Zi, nanti makan siang bertiga yuk ? Gue kangen banget kumpul bertiga kayak dulu lagi,” seru Nana.

Zizi terdiam sejenak “Gue kayaknya ngak bisa deh Na. Lain kali aja ya,” Tolak Zizi dengan halus.

“Yah, kenapa ?” Tanya Nana. “Padahal anak gue pengen banget makan bareng aunty dan unclenya.” Nada bicara Nana terdengar agak memelas dengan tangan yang mengelus lembut perut yang sudah buncit itu.

“Tapi-.”

“Please mau ya !! Sekali ini aja, turutin kemauan anak gue.”

Karena tidak tega melihat sahabatnya memohon seperti itu, Zizipun mengiyakan permintaan Nana meskipun sebenarnya ia sangat malas jika harus bertemu dengan Tristan. Tapi mau bagaimana lagi, setidaknya untuk sekali ini saja biar lah ia melawan egonya sendiri.

“Okee, gue mau.” Jawab Zizi.

“Terima kasih aunty Zi,” ucap Nana menirukan suara anak kecil. 

Sebenarnya Nana hanya berusaha mendekatkan kembali Zizi dengan Tristan karena ia melihat akhir-akhir ini kedua sahabatnya seperti makin menjauh. Entah apa alasannya, ia juga tidak tau.

Sementara Zizi hanya terkekeh mendengar suara Nana yang sengaja ia rubah seperti suara anak kecil. Ingin sekali rasanya ia mencubit pipi Nana karena merasa gemas, tapi itu tidak mungkin karena ia tidak mau menyakiti sahabatnya sendirinya.

“Sama-sama sayang nya aunty Zi.” Gadis yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu mengelus lembut perut buncit Nana sembari tersenyum. Ia ikut bahagia melihat kebahagiaan sahabatnya saat ini. Setelah begitu banyak luka yang dialami oleh Nana, akhirnya sekarang ia bahagia bersama suaminya.

Zizi juga berharap suatu saat nanti ia juga akan bahagia bersama orang yang ia cintai dan mencintai dirinya. Memiliki keluarga kecil yang dilengkapi dengan anak-anak seperti impian kebanyakan wanita.

***

Jam telah menunjukan pukul 12.00 Siang, itu tandanya sudah masuk jam istirahat. Dengan semangat Nana langsung membawa Zizi menuju ruangannya Tristan. Sementara Zizi dari tadi hanya cemberut karena harus bertemu kembali dengan orang yang selalu ia hindari selama ini.

Tapi demi Nana, ia berusaha melawan egonya. Meskipun dengan wajah kurang ikhlas ia tetap melangkah mengikuti langkah kaki sahabatnya itu.

Nana membuka pintu ruangan Tristan setelah mengetuknya terlebih dahulu. Meskipun ia sekarang dalam mode bahagia dan semangat tapi itu membuatnya melupakan etikanya. Sementara Zizi hanya diam mengikuti Nana memasuki ruangan Tristan.

“Prince kita keluar yuk. Kan kita udah lama banget ngak ngumpul bertiga,” seru Nana.

Tristan melihat sejenak kearah Zizi yang tampak menatapnya dengan wajah datar. Ia tersenyum pada gadis itu tapi tidak mendapat respon apapun dari si empu. Tristan menghela nafasnya karena ia sungguh bingung dengan kesalahan apa yang telah perbuat hingga Zizi bersikap seperti ini kepadanya.

“Ya udah yuk.” Tristan memilih menerima ajakan Nana karena ia berfikir mana tau nanti ia mendapat kesempatan untuk menanyakan apa kesalahannya pada Zizi.

Mereka bertiga langsung naik pergi kesebuah restoran tempat biasa mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Diperjalanan Zizi hanya diam saja mendengar ocehan ibu hamil yang tiada hentinya itu. Hingga tanpa mereka sadari mereka telah sampai direstoran itu.

Mereka langsung masuk kedalam restoran itu dan memilih tempat yang terletak jauh dari orang-orang. “Lo mau pesan apa Zi ?” Tanya Tristan.

Tapi gadis yang ditanya hanya membisu sembari sibuk membolak-balikan buku menu “Gue pesan steak sama jus jeruk aja” jawab Zizi tanpa menatap lawan bicaranya.

“Kalau lo Na ?” Tristan beralih bertanya pada Nana.

“Samain aja deh, gue lagi bingung mau makan apa,” jawab Nana. “Tapi tambahin salad buah satu ya.”

“Okee.” Tristan langsung memesan makanan yang mereka mau. Sembari menunggu pesanan, mereka memilih mengobrol ringan tentang pekerjaan.

“Princess.” Tristan mencoba untuk berbicara pada sahabatnya itu, tapi ia malah tidak mendapatkan respon apapun.

“Zizi.”

“Hmm.”

“Azizah Ghaffara Dananjaya.” Karena merasa kesal, Tristan memanggil Zizi dengan nama lengkapnya.

Gadis yang dipanggil itu mendongak “Kenapa ?” Tanya Zizi.

“Lo kenapa sih Zi, kok berubah kayak gini ?” Tanya Tristan.

Zizi diam “Berubah ? Ngak kok gue ngak merasa berubah sama sekali.” Elak Zizi. “Memangnya gue berubah ya Na sama lo ?.” Zizi sengaja bertanya seperti itu dengan harapan mendapat pembelaan dari Nana.

Sementara Nana yang dibawa-bawa menjadi  gugup karena tidak tau harus menjawab apa. Zizi memang tidak pernah berubah padanya, tapi pada Tristan ? Kalian tau sendiri jawabannya.

“Ngak kok. Lo ngak berubah kalau sama gue. Tapi-“

“Tuh kan, Nana aja bilang gue ngak berubah.” Potong Zizi sebelum Nana melanjutkan ucapannya.

"Maaf karena telah memilih menjaga jarak dari lo. Bukan karena benci tapi karena gue berusaha menjaga hati agar tidak terluka kembali," gumam Zizi dalam hatinya.

Tristan menghela nafasnya dengan berat karena ia tau kalau Zizi tidak akan mengatakan alasannya menjauh darinya. Tapi ia tidak akan tinggal diam begitu saja, karena ia akan mencari alasan itu sendiri.

Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Suasana seketika menjadi hening, karena mereka sibuk menikmati makanan mereka masing-masing hingga akhirnya mereka selesai dan kembali ke Rumah Sakit.

Hallo Readers !!!

Ketemu lagi di kisah perjalanan cintanya dokter Zizi. Hari ini author double up lagi !! Untuk itu jangan lupa dukung author dengan cara Vote, Like dan Koment. Terima kasih.

Sekali lagi, mulai besok author akan slow update ya karena mau fokus urusan proposal dan skripsi dulu. Doain supaya lancar ya 

With Love,

Author

25.10.2020

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
kavena ayunda
sakit bgt tau thorr moga akirnya nemu bahagia biar tristan nyeselllll
Hamsul Al Faruq
nggak ada ceritanya thooor bukan aku
Hamsul Al Faruq
kenapa tidak bisa buka novel bukan aku
auzi
kok gak ad ya sya cri crta ya bukan aku
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
aku baru mampir tor,tapi udah tamat yg episode 1 ,zayyan Ama Nana🤗👍
Irma Yanti
Mama Jihan mau gak jd Mamaq 😭😭😭😭
Sepasang Sepatu🌱🐛🐍🦛
akhirnya Kavin dan Tiara
Que Siie Pesegk
uda baca novel ini 3 kali tpi gag prna bosen
ajiu jiu
selesai jga 🥺🥺🥺🥺
Juniar Tomawonge
thor mentari dari bumi sakti udah gak lanjut lagii Yaa?
Chacha
Baru baca sinopsisnya aja udah bikin 😢😢 lanjut thor 🥰🥰
Nova Yuliati
seru
Nova Yuliati
buat cerita anak2 mereka kak....siapa tau ada yg berjodoh pasti lmakin seru.....👍👍👍
Nova Yuliati
akhirnya.....👏👏👏
Chacha
Terimakasih banyak " suka banget " sama ceritanya trs mudah"an lanjut k cerita anak"nya 🥰🥰😘😘
ilalang
Terima kasih Thor .. ditunggu karya yang lainnya.... semangat
Ibroatul Hasanah
ternyata Tristan
Vicka Kesu
Terima kasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!