NovelToon NovelToon
Pangeran Tidur

Pangeran Tidur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Elora tak pernah percaya dongeng. Hingga suatu malam, ia membacakan kisah Pangeran Tidur dan terbangun di dunia lain.
Sebuah taman cahaya tanpa matahari,tempat seorang laki-laki bernama Arelion.
Arelion bukan sekadar penghuni mimpi. Di dunia nyata, ia adalah pewaris keluarga besar yang terbaring koma, terjebak di antara hidup dan mati. Setiap pertemuan mereka membuat sunyi berubah menjadi harapan, namun juga menghadirkan dilema yang menyakitkan.
Jika Arelion terbangun,ia akan kehilangan semua ingatannya bersama Elora ,
Jika Arelion tetap tertidur, dunia nyata perlahan kehilangannya.

" Bangunlah Arelion..meski dalam ingatanmu, aku tak akan ada.." ~ Elora ~


"Aku terjebak dalam tidur panjang
sampai dia datang
dan membuat sunyiku bernama" ~Arelion~

Ini bukan kisah putri tidur.
Ini adalah kisah tentang dua hati
yang dipertemukan dalam mimpi.
Tentang cinta yang tumbuh diantara dua dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa kau mengingatku ?

" Anda salah orang." Kata-kata Elora terdengar datar.

Arelion mengernyit. Hatinya berontak menolak jawaban itu.

Belum sempat Arelion menjawab, pintu utama kembali terbuka. Seorang perempuan melangkah masuk dengan gaun elegan berwarna lembut. Rambutnya tertata sempurna, senyumnya anggun.

Althea.

Tatapan mereka bertemu.

Althea tersenyum, matanya berbinar penuh harap. “Lion…”

Arelion mengangguk sopan. “Thea.”

Hanya itu.

Nyonya Arkaven segera menggandeng tangan Althea. “Ayo, Sayang. Semua orang sudah menunggu.”

Menunggu apa?

Pertanyaan itu terjawab ketika Tuan Arkaven mengangkat gelas, meminta perhatian para tamu.

“Hadirin sekalian,” suaranya lantang dan berwibawa, “malam ini bukan hanya tentang kesembuhan putra kami. Ini juga tentang masa depan keluarga Arkaven.”

Jantung Arelion berdegup lebih cepat.

“Dengan bahagia,” lanjut Arkaven, “kami ingin memperkenalkan Althea Thomas sebagai calon menantu keluarga Arkaven."

Ruangan dipenuhi tepuk tangan.

Althea menunduk malu, jemarinya gemetar menahan emosi.

Sementara itu, Arelion berdiri kaku.

Di tengah riuh sorak dan senyum, dadanya justru terasa kosong. Tak ada bahagia. Tak ada keyakinan. Hanya satu bayangan yang muncul di benaknya—gadis bergaun sederhana.

Sedangkan Elora .. ia masih berdiri di tengah gemerlap lampu kristal dan percakapan para elite, Elora merasa dirinya seperti serpihan yang tersesat di tempat yang terlalu besar.

Wajah tenangnya berhasil menyembunyikan batinnya yang sejak tadi bergetar hebat .

Ia masih terkejut menyadari bahwa pesta yang dihadiri Maria malam ini adalah pesta keluarga Arkaven.

Pesta pengenalan calon menantu keluarga Arkaven .

Sudut mata Elora mengembun tiba -tiba .Ia tak faham dengan dadanya yang berkecamuk .Tubuhnya bergetar .

Takdir seakan sengaja merekayasa pertemuannya .

Kenapa hatiku terasa sakit ?..memangnya aku ini siapa ?..

 Pangeran mimpi itu sudah kembali kedunianya ..ia sudah kembali pada orang -orang yang mencintainya.

 Elora sedikit menjauh .Ia berjalan mendekati meja minuman. Elora menarik napas pelan, berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup tak karuan. Tangannya sedikit gemetar saat mengambil gelas.

Dari kejauhan, Arelion masih berdiri mematung. Pandangannya mengikuti sosok Elora yang menjauh.

Gadis itu adalah perempuan yang ia tolong di toko buku tua.Ia yakin.. tatapan mata itu, cara ia menunduk saat gugup, bahkan getaran halus di bahunya..semuanya sama.

“Dia berbohong…” gumam Arelion pelan.

Di saat bersamaan, Althea melangkah mendekat, menggenggam lengannya dengan lembut.

“Arelion? Ayah memanggil kita.”

Arelion menoleh. Senyum Althea terlihat tulus, seperti dulu. Namun entah mengapa, hatinya terasa kosong..tak ada getaran, tak ada desiran yang pernah ia kenal.

“Sebentar,” ucapnya singkat. “Aku harus mengangkat telepon dulu.”

“Baik,” jawab Althea lembut. “Kalau sudah, langsung menyusul ya.”

Ia pun berbalik dan kembali ke dalam aula.

Arelion melangkah keluar, menjauh dari hiruk-pikuk pesta. Ia mengeluarkan ponselnya.

“Tuan, saya sudah mendapatkan informasi mengenai gadis bernama Elora,” suara asistennya terdengar di seberang.

“Kirim datanya padaku,” jawab Arelion dingin, tanpa ragu.

Panggilan berakhir. Ia hendak melangkah masuk kembali ke aula, ketika ekor matanya menangkap sosok yang tak asing.

Elora.

Gadis itu berjalan sempoyongan ke arah kolam, langkahnya tak seimbang, seolah setiap detik bisa terjatuh.

Jantung Arelion berdetak keras.

Tanpa berpikir panjang, ia segera mempercepat langkahnya, bergegas menghampiri Elora.

Arelion menghentikan langkahnya seketika.

“Elora…?” gumamnya nyaris tak terdengar.

Langkah gadis itu tak stabil. Sepatunya sudah tak dikenakan, tangannya sedikit terangkat seolah berusaha menjaga keseimbangan, namun tubuhnya justru condong ke arah kolam yang gelap dan sunyi.

Jantung Arelion berdegup keras.

Tanpa berpikir panjang, ia berlari.

" Elora! Berhenti!” serunya lagi, kali ini lebih keras.

Namun suara itu seolah teredam oleh sesuatu yang tak kasatmata. Elora hanya menoleh setengah badan. Matanya sayu, wajahnya pucat, langkahnya limbung,seperti berdiri di batas tipis antara sadar dan tenggelam dalam dunia lain.

“Arelion…” ucapnya lirih, nyaris seperti bisikan angin. “Kau ingat namaku?”

Arelion tercekat. Ia mendekat satu langkah.

“Di toko buku… kau memintaku memanggilmu Elora,” jawabnya perlahan, seolah takut memecah sesuatu. “Itu namamu, bukan?”

Elora tersenyum tipis..senyum yang membuat dadanya terasa sesak.

“Aku pikir… kau sudah ingat,” gumamnya, suaranya semakin melemah. “Pergilah… datang padaku jika kau sudah benar-benar mengingatku…”

Kata-kata itu meluncur seperti racauan, namun terasa terlalu dalam untuk disebut sekadar mabuk. Ada kesedihan lama yang tertinggal di setiap suku katanya.

Arelion hendak meraih tangannya, namun terlambat.

Langkah Elora goyah. Tumitnya terpeleset di tepi kolam yang licin. Dalam sepersekian detik, dunia seakan membeku..lampu, musik, dan hiruk-pikuk pesta menghilang.

Arelion menerjang ke depan, refleks memeluk tubuhnya dari belakang.

“Elora—!”

Keseimbangan mereka tak bertahan.

Byuuurrr—

Air memercik tinggi. Mereka jatuh ke kolam bersamaan.

Dan di saat tubuh mereka terbenam, cahaya samar memancar di permukaan air..seperti kilasan dunia lain yang terbuka sekejap. Dalam dingin air dan sunyi yang mendadak, hanya sepasang mata yang saling menatap.

Gaun Elora mengembang, rambutnya terurai di dalam air. Arelion refleks memeluknya, lengannya mengunci tubuh rapuh itu agar tak tenggelam. Namun pada detik yang sama,sesuatu yang ganjil terjadi.

Di tempat lain.

Jauh dari gemerlap pesta.

Di kamar Elora, sebuah buku dongeng tua yang selama ini terdiam di rak, tiba-tiba terbuka dengan sendirinya. Lembar-lembar halamannya bergetar, seolah tertiup angin yang tak kasatmata. Dari celah buku itu, cahaya lembut berwarna keemasan memancar, memenuhi ruangan.

Kupu-kupu cahaya terlukis di halaman terakhir..kini bergerak.

Kembali ke area kolam.

Air yang semula beriak mendadak diam.

Suara pesta lenyap.

Waktu seperti berhenti sepersekian detik.

Dari dasar kolam, sinar yang sama memancar, menembus air, membungkus dua tubuh itu dalam lingkaran cahaya hangat. Gaun Elora dan jas Arelion berkilau samar, seperti disentuh dunia lain.

Mereka saling menatap.

Tak ada kata.

Tak ada ingatan yang utuh.

Namun ada sesuatu yang bangkit.

Mata Elora berkaca-kaca. Bibirnya bergetar, seolah ingin menyebut nama yang telah lama ia simpan dalam diam.

“A… Relion…” suaranya nyaris tak terdengar, larut bersama air.

Jantung Arelion menghantam dadanya keras..terlalu keras untuk sekadar kebetulan. Potongan-potongan bayangan menyerbu kepalanya:

taman bercahaya,

kupu-kupu bersayap perak,

sebuah suara yang memanggilnya dengan penuh ketulusan.

Pangeran Lion…

Nama itu bergema di benaknya.

Tangannya mengencang memeluk Elora, seolah jika ia melepaskannya sekarang, sesuatu yang jauh lebih besar akan hilang untuk selamanya.

Cahaya itu perlahan memudar.

Air kembali beriak.

Suara pesta menyusup kembali ke dunia.

Waktu berjalan lagi.

Arelion segera mengangkat Elora ke permukaan, napasnya memburu. Elora terbatuk pelan, dadanya naik turun, namun matanya masih terkunci pada Arelion..seolah takut jika ia berpaling, keajaiban tadi akan lenyap.

“Apa… yang barusan terjadi?” bisik Arelion, lebih kepada dirinya sendiri.

Elora tak menjawab.

Ia hanya tersenyum samar, dengan air mata yang luruh perlahan.

Karena ia tahu..

Takdir baru saja mengingatkan mereka.

Penuh keterkejutan.

Arelion berenang ke tepi kolam, mengangkat Elora dengan segenap tenaga, lalu naik lebih dulu dan menarik tubuh gadis itu keluar.

Basah kuyup. Gemetar.

Elora terduduk lemas, dadanya naik turun tak beraturan. Matanya menatap Arelion, kabur namun penuh sesuatu yang sulit dijelaskan..rindu, lega, dan kesedihan yang dalam.

" Kau tak apa-apa?" tanya laki-laki itu cemas sambil. mendekat ke Elora.

Elora mengangkat tangannya, menyentuh sisi wajah Arelion dengan ujung jari yang dingin. Sentuhan itu membuat dada Arelion terasa sesak.. aneh.

“Pangeran Lion…” bisiknya lagi dan setelah itu ia tak sadarkan diri dipelukan Arelion.

Saat Arelion menggendongnya, suara pesta masih terdengar dari kejauhan..tawa, musik, dunia yang seolah tak terganggu.

Namun bagi Arelion, malam itu telah berubah.

Di ambang pintu menuju dalam rumah, ponselnya kembali bergetar di saku.

Sebuah pesan masuk.

Data Elora — terkirim.

Arelion menatap layar sekilas, lalu kembali memandang wajah Elora yang terpejam di pelukannya.

1
Azumi Senja
Ashiapppp
Ziya Bandung
Lanjuuuut
Sybilla Naura
lanjuuuuttt 😍😍
Sybilla Naura
Semoga Arelion tak amnesia
Azumi Senja: Semoga 🤭🤭
total 1 replies
Sybilla Naura
lanjuuuuuttttt
Sybilla Naura
Tiap bab nya bikin pinisirin 👍
Azumi Senja
Kereenn
Ziya Bandung
Seruuuuu👍
Ziya Bandung
Suka bangett cerita fantasi kaya gini..🫰🏻🫰🏻
Ziya Bandung
seruuuu😍😍
Sybilla Naura
Sukaa banget cerita dua dunia kaya gini..😍😍
Sybilla Naura
Wahhh..karya baru nih Thor..lanjuuuuuuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!