NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10

Tian Feng berjalan maju. Setiap langkahnya yang tenang menggema di alun-alun yang sunyi. Ia melewati Li Shen, yang memberinya tatapan penuh kemenangan dan kebencian. Ia melewati Li Jin, yang menatapnya dengan senyum dingin seorang pemenang. Ia berhenti tepat di depan pilar batu hitam itu.

Ia menatap bayangannya sendiri di permukaan batu yang halus. Bayangan seorang anak kurus berusia delapan tahun. Namun di matanya, ia melihat Bayangan dari seorang dewa yang pernah memerintah langit.

"Apa yang kau tunggu, Nak?" tegur Kakak Senior Guo dengan tidak sabar. "Pukul batunya."

Tian Feng tidak memedulikannya. Ia menoleh ke belakang, ke arah kerumunan, dan matanya bertemu dengan tatapan cemas kedua orang tuanya. Ia memberi mereka senyuman tipis yang menenangkan, sebuah janji tanpa kata.

Lalu, ia berbalik.

Ia tidak mengambil kuda-kuda yang berlebihan atau berteriak untuk mengumpulkan energi. Ia hanya berdiri tegak, mengambil posisi paling dasar yang diajarkan ayahnya untuk berburu. Kaki menapak bumi, pinggang sebagai poros, bahu sebagai busur.

Ia menarik napas. Seluruh Dou Zhi Qi Tingkat 9 di dalam tubuhnya padat, murni, dan ditempa oleh rasa sakit berkumpul di dalam kepalan tangan kanannya.

Kemudian, ia memukul.

Pukulannya lurus, sederhana, dan cepat. Tidak ada suara angin, tidak ada cahaya yang menyilaukan. Terlihat biasa saja, bahkan lemah.

DUG.

Suara yang dihasilkan saat tinjunya bertemu batu sangatlah tumpul dan mengecewakan.

Untuk sesaat, tidak ada yang terjadi.

Batu itu tetap hitam. Tidak ada satu pun cincin cahaya yang muncul.

Alun-alun yang tadinya tegang kini dipenuhi bisikan kebingungan. Wajah Li Jin berubah dari tegang menjadi lega, lalu menjadi seringai mengejek. Li Shen tertawa tertahan. "Hah! Jadi hanya itu kekuatanmu? Hanya Gertakan!"

Mei Li menutup mulutnya dengan cemas. Hati Jian mencelos.

Kakak Senior Guo mengerutkan kening, tampak kecewa. "Hanya kekuatan fisik? Sepertinya kita telah membuang-buang wa—"

Tepat saat ia hendak menyatakan kegagalan Tian Feng, sesuatu terjadi.

BZZZZZZZZZZT!

Sebuah cahaya putih yang menyilaukan meledak dari dalam batu. Bukan satu per satu, tapi SEMBILAN cincin cahaya muncul serentak dalam sekejap, begitu terang hingga menyilaukan semua orang.

"Sembilan... Sembilan Cincin!" teriak Kakak Senior Chen yang lebih muda, matanya melotot tak percaya.

"Puncak Dou Zhi Qi!" gemuruh suara terdengar di kerumunan yang terkejut. Wajah Li Shen yang tadinya menyeringai kini membeku, digantikan oleh kepucatan.

Namun, itu barulah permulaan.

Setelah sembilan cincin cahaya mencapai puncaknya, sebuah suara halus terdengar, suara yang seharusnya tidak mungkin ada.

Kriiiik...

Sebuah retakan setipis rambut muncul di permukaan Batu Penguji Dou.

Mata Kakak Senior Guo yang tadinya hanya terkejut kini melebar ngeri. "Tidak mungkin...!"

Getaran dari Tinju Getar Dalam milik Tian Feng, yang telah ia latih dengan sempurna untuk menghancurkan dari dalam, kini melepaskan energi destruktifnya di inti artefak itu.

Kriiiik... KRAK!

Retakan itu menyebar seperti jaring laba-laba dengan kecepatan kilat. Sembilan cincin cahaya yang menyilaukan berkedip liar.

"Mundur!" raung Kakak Senior Guo.

BOOOOOOM!

Batu Penguji Dou, sebuah artefak tingkat rendah yang seharusnya bisa menahan pukulan seorang Dou Zhe sekalipun, meledak menjadi ribuan kepingan hitam yang tajam.

Gelombang kejut kecil mendorong semua orang mundur. Saat debu mulai mereda, hanya ada satu sosok yang masih berdiri di tengah alun-alun, di tempat pilar batu itu tadinya berada.

Dan dari tubuh sosok itu, sebuah aura yang sama sekali berbeda meledak keluar.

Angin puyuh energi yang terlihat mata telanjang berputar di sekitar Tian Feng. Energi di dalam tubuhnya, yang telah mencapai batasnya, kini mengalami perubahan mengejutkan. Dou Qi yang seperti gas dikompres dan dipadatkan, berubah menjadi tetesan-tetesan cair pertama yang mengalir deras di dalam tubuhnya yang telah ditempa.

Ranah Dou Zhi Qi telah ditembus. Hari ini, ia melangkah ke ranah seorang petarung sejati.

Dou Zhe.

Keheningan total menyelimuti alun-alun. Keheningan yang disebabkan oleh keterkejutan absolut. Semua orang menatap pemandangan itu dengan mulut ternganga. Mereka baru saja menyaksikan runtuhnya semua logika yang mereka kenal. Si sampah. Jenius. Batasan itu telah dihancurkan bersama dengan batu penguji.

Jian dan Mei Li menangis tanpa suara, air mata kebahagiaan dan kebanggaan mengalir di pipi mereka.

Li Jin jatuh terduduk di tanah, wajahnya seputih kertas. Ia tidak lagi melihat seorang anak. Ia melihat seorang monster yang telah ia bodohnya provokasi.

Dan Li Shen... dunianya telah hancur. Cermin kejeniusannya tidak lagi retak, melainkan telah menjadi debu. Di matanya hanya ada kekosongan.

Kakak Senior Guo adalah yang pertama sadar dari keterkejutannya. Wajahnya yang dingin dan arogan telah lenyap, digantikan oleh ekspresi fanatik dan penuh semangat. Ia bergegas maju, hampir tersandung.

"Kau...! Kau!" ia tergagap, tidak bisa membentuk kalimat yang utuh. Menghancurkan Batu Penguji Dou pada saat menerobos ke ranah Dou Zhe? Potensi macam apa ini? Ini bukan lagi jenius, ini adalah monster yang hanya muncul sekali dalam seratus tahun! Ia telah menemukan harta karun!

"Tuan... Tuan Muda!" Sikapnya berubah 180 derajat. "Bolehkah saya tahu nama Anda? Bakat Anda... Sekte Angin Pegunungan kami akan merasa sangat terhormat jika Anda bersedia bergabung!"

Tian Feng menarik napas dalam-dalam, merasakan kekuatan baru yang mengalir di tubuhnya. Ia menatap kekacauan yang telah ia ciptakan, lalu menatap orang tuanya dan mengangguk untuk terakhir kalinya.

Perpisahan.

Ia kemudian berbalik menghadap utusan sekte yang tampak gelisah itu. Wajahnya tenang, seolah apa yang baru saja terjadi adalah hal yang paling wajar di dunia.

"Namaku Tian Feng," katanya, suaranya membawa resonansi kekuatan yang baru.

"Aku akan ikut dengan kalian."

1
Anonymous
Memburu apanya. Ujung-ujungnya kalian yg lemah ini diburu lagi
Anonymous
Saat mochen jd orng baik lemah. Tp saat jd jahat,jd kuat dan berbahaya🤣🤣🤣
Roni Gunawan
pedangnya.. cuma hiasan
Albar Yusuf
menarik seh tingkat kultivasi kayak BTTH, pake batu kayak WDKK
Albar Yusuf
sampai du capter 4 saya kayaknya suka 👍
Anonymous
Terlahir kembali beberapa kalipun tetap lemahhh🤣🤣🤣
Anonymous
Mengerikanpun untuk apa. Gak guna juga
Anonymous
Lemah x mc. Pasif. Gak ada inisiatif menyerang
Putu Gunastra
ternyata Author dan MC nya sampai bab ini..SAMPAAAHhh...👎👎👎
Putu Gunastra
Author iotaknya konslet makanya MC nya ..makin hari makin lemah..rugi punya tulang naga tingkat 9 apa namanya....gini dah kalo Hasil Karya Jiplakan..😄
Hoda Jattan
reinkarnasi dewa lagit tapi kog nggak ada harga dirinya kulihat ya
Anonymous
Di belahan bumi manapun usia 8 tahun itu masih anak-anak bahkan blm remaja. Menyebutnya anak muda kurang cocok di imajinasi pembaca
Anonymous
Walaupun ini fiktif, tp Terlalu lebay dan tidak relevan untuk ukuran murid yg baru berusia 8 tahun
purwono aji
bagus
Putu Gunastra
author Gblok...dah bintang 4. knp kembali lg ke bintang 3..gini kalo jadi author PENJIPLAK...👎👎👎
Kris Santo
maap... kapan dia dapet si pedang naga langit yak?? 😄
Kris Santo
Tian Feng kan masih bentuk bocah 8 apa 9 taun yah... orang2 sekitar udah dewasa dooong. Gak ada percakapan dari Sekte lawan ; ngapain ada bocil disinih?? (biar gak gantung aja, masa disamaratakan seumuran semuah!)
😪😪
Over all sejauh ini kisahnya OK banget. 👍
Kris Santo
krn saya br baca,,jangan melulu soal ambisi,kekuatan,persaingan... (mungkin sdh ada di chapter2 selanjutnya...) Diinfo jg perbedaan usia masing2 Jenius sama Tian Feng. biar berasa lebih idup jenjangnya...
👍👍👍
Kurniawan
Jadi rambut bendera indonesia dong
Agus Wahyudi
seperti misi B29 waktu mau menjatuhkan Bom Atom diHiroshima
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!