NovelToon NovelToon
Mawar Berduri: Tahta Untuk Ratu

Mawar Berduri: Tahta Untuk Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anonymous MC

"Mereka mengira aku boneka porselen yang siap pecah. Mereka pikir aku buta, bodoh, dan lemah. Biar aku tunjukkan, dari balik duri-duri ini, ada mahkota yang menungguku."

Alana Wijaya adalah putri tunggal konglomerat yang jatuh miskin. Setelah ayahnya wafat, ia menikah dengan pria yang diam-diam berselingkuh dengan sahabatnya sendiri—tepat di bawah atapnya, selama tiga tahun. Alana memilih diam. Bukan karena takut, tapi karena sedang menyusun takhta.

Di balik gaun mahal dan senyum palsunya, ia diam-diam membangun kembali kerajaan ayahnya. Ia masuk ke klub eksklusif dengan pakaian usang, diremehkan, dicemooh—sampai suatu hari, para investor paling disegani di negeri ini berlutut menawarkan kerja sama.

Saat sang suami dan sahabatnya mulai menyadari bahwa mereka bukan lagi predator, melainkan mangsa... Alana baru benar-benar tersenyum.

"Kau pikir kau yang memainkanku? Sayang sekali. Permainan baru saja dimulai—dan akulah pembuat aturannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonymous MC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Warisan Terakhir Ayah

Dalam hening malam, kusimpan ratap,

Di balik senyum, kususun langkah.

Ayah berbisik di ujung napas,

“Jangan tunjukkan semua, Nak, biar mereka terlena dengan sangka.”

Kuingat darah yang menetes dari duri,

Sebelum mawar ini mekar, mereka kan tahu arti sendiri.

---

Rumah Sakit Pusat, tiga tahun lalu.

Bau antiseptik menusuk hidung, bercampur dengan aroma anyir darah yang samar. Alana duduk di kursi plastik keras di samping ranjang, kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan ayah yang mulai dingin. Monitor di samping berbunyi pelan, irama tak menentu—seperti detak jantung yang tengah berjuang untuk tetap hidup.

“Nak.”

Suara itu serak, nyaris tenggelam oleh deru mesin penopang hidup. Alana menoleh, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh satu per satu. Hendra Wijaya membuka mata, sayup, tapi sorotnya masih tajam seperti elang yang mengintai mangsa.

“Ayah...” Alana berbisik, dagunya bergetar.

Hendra menggerakkan jarinya, memberi isyarat agar Alana mendekat. Dengan hati-hati, Alana menyandarkan wajahnya di dekat dada ayah, mendengar detak yang kian lemah.

“Dengar, Nak. Ayah tak punya banyak waktu.”

“Ayah jangan bicara begitu. Dokter bilang...”

“Dokter bilang omong kosong.” Potongan kalimat itu keluar dengan sisa tenaga. Hendra tersenyum getir. “Ayah tahu tubuh ini. Sudah sampai waktunya.”

Alana menggigit bibir, berusaha tidak meledak. Ia ingin berteriak, meronta, memohon pada Tuhan. Tapi di hadapan ayahnya, ia selalu belajar menjadi kuat.

Hendra memalingkan wajah, menatap langit-langit rumah sakit yang putih pudar. Sejenak hening, hanya suara mesin dan isak tertahan Alana.

“Kau tahu mengapa Ayah bisa membangun Wijaya Group dari nol?” tanya Hendra tiba-tiba.

Alana menggeleng, meski ayahnya tidak melihat.

“Karena Ayah tidak pernah menunjukkan semua kartu.” Hendra menarik napas panjang, berat. “Di dunia ini, Nak, orang hanya menghormati apa yang mereka lihat. Tapi mereka hanya akan takut pada apa yang tidak mereka ketahui.”

Ia menoleh lagi, menatap Alana dengan mata yang berkaca-kaca. Bukan karena sakit, tapi karena cinta.

“Ayah akan pergi. Dan setelah Ayah tiada, kau akan melihat wajah asli orang-orang di sekitarmu. Richard yang kau cintai, Viola yang kau anggap saudara, bahkan para direktur yang selama ini tersenyum manis. Mereka akan datang, berpura-pura peduli, padahal sedang menghitung warisan.”

Alana menggenggam lebih erat. “Ayah, aku tidak butuh harta. Aku butuh Ayah.”

“Kau akan butuh harta itu, Nak. Bukan untuk kau nikmati, tapi untuk kau jadikan senjata.” Hendra terbatuk, darah menyembur di sudut bibir. Alana segera mengusapnya dengan tisu, tapi Hendra menahan tangannya.

“Dengar baik-baik, Alana. Jangan pernah tunjukkan semua kartumu. Biar mereka mengira kau tak punya apa-apa. Biar mereka meremehkanmu. Karena saat mereka lengah, di situlah kau bergerak.”

Hendra merogoh sesuatu dari balik bantal, sebuah amplop cokelat tipis. Ia serahkan pada Alana.

“Ini kunci deposit box di bank swiss. Semua bukti penggelapan, semua rekening bayangan, semua kelemahan mereka ada di sana. Ayah sudah siapkan sejak lama. Untuk jaga-jaga.”

Alana membuka amplop dengan tangan gemetar. Di dalamnya ada sebuah kunci kecil, sebuah flashdisk, dan secarik kertas dengan sederet angka.

“Ayah tahu Richard dan Viola?” Mata Alana membelalak.

“Ayah tahu lebih dari yang kau kira.” Hendra tersenyum lagi, kali ini penuh arti. “Tapi Ayah sengaja diam. Karena Ayah ingin kau belajar. Belajar merasakan sakitnya dikhianati, agar kau tahu bagaimana caranya membalas tanpa meninggalkan jejak.”

Air mata Alana makin deras. Ia baru sadar, ayahnya bukan hanya pebisnis ulung, tapi juga pembaca manusia yang jenius.

“Tapi Ayah... aku tak sanggup.” Alana menggenggam tangan ayahnya, meletakkannya di pipi. “Bagaimana caraku hidup tanpa Ayah?”

Hendra mengangkat tangan lemahnya, mengusap rambut Alana dengan penuh kasih.

“Kau akan hidup, Nak. Bahkan lebih hidup dari sebelumnya. Karena di dalam dirimu mengalir darah Wijaya. Darah pejuang, darah pemenang.” Ia berhenti, mengatur napas. “Ayah hanya titip satu hal.”

“Apa itu, Ayah?”

“Jangan pernah kehilangan hatimu.” Hendra menatapnya lekat-lekat. “Dendam boleh, balas boleh. Tapi jangan biarkan kegelapan memakanmu. Kau adalah mawar Ayah. Cantik, harum, tapi berduri. Gunakan durimu untuk melindungi, bukan untuk membunuh dirimu sendiri.”

Alana menangis tanpa suara. Ia bersandar di dada ayah, mendengar detak jantung yang kian menjauh.

“Janji, Nak?”

“Janji, Ayah.” Alana berbisik, suaranya pecah. “Aku janji.”

Hendra menghela napas panjang. Untuk terakhir kalinya. Dan bunyi monitor berubah menjadi satu garis lurus panjang.

Sekarang.

Alana duduk di kursi direktur, di ruangan yang dulu milik ayahnya. Jendela kaca besar memperlihatkan gemerlap kota di malam hari. Di hadapannya, dokumen-dokumen perusahaan berserakan, dan di laci terkunci rapat, kunci deposit box itu masih tersimpan.

Ia meraih setangkai mawar merah di vas meja. Jarinya menyentuh duri, melukai sedikit. Darah menetes, tapi Alana tersenyum.

Ayah benar. Mereka mengira aku boneka rapuh. Mereka pikir aku buta. Tapi sebentar lagi... mereka akan melihat duri-duri ini.

Ia meletakkan mawar itu kembali, lalu membuka laptop. Di layar, pesan dari Lucas: “Semua siap. Pukulan pertama bisa dimulai kapan pun.”

Alana mengetik balasan: “Mulai sekarang. Perlahan. Biar mereka menikmati tidur nyenyak mereka sebelum badai.”

Di luar, lampu kota berkedip. Dan di langit-langit ruangan, bayangan ayahnya seolah tersenyum bangga.

“Jangan pernah tunjukkan semua kartumu, Nak.”

Dan Alana baru saja mulai menyusun kartu-kartu itu—satu per satu, di balik layar, tanpa seorang pun curiga.

---

[Bersambung...](⁠ノ゚⁠0゚⁠)⁠ノ⁠→

1
gaby
Ayah Alana sama bajingannya seperti Ricard. Istri pertama dia buang sampai depresi & berakhir masuk RSJ. Ada yg percaya jgnlah menjahati org baik, karena karma buruk akan menimpa keturunan kita. Mungkin yg di alami Alana buah karma kebejatan ayahnya. Alana anak kesayangan, jd karma menimpanya agar Wijaya merasakan sakitnya melihat wanita baik2 di khianati. Seperti ibu kandung Alana yg dia buang, bahkan Alana pun ga di kenalkan dgn ibu kandungnya. Seolah2 istri baru ayahnya adalah ibu kandung Alana.
gaby
Jgn2 bapaknya Alana pemain perempuan jg kaya Ricard. Td di bilang istri pertama, kalo ada kata Pertama, artinya ada yg selanjutnya alias bukan istri satu2nya
Zahra Ningtiyas
semakin gregetan
lin sya
sedih klo baca alur Alana, smga Nathan bsa secara perlahan mengobati kekecewaan Krn pengkhianatan suami dan sahabat, alana pntas bahagia cuma gak beruntung aj ktmu org serakah, Nathan tulus orgnya bisa jdi jodoh mski alana tkut buka perasaan lgi👍
Arix Zhufa
mereka ber 2 tidak kah di bui?
terlalu enak klo cuma dimiskin kan
gaby: Betul ka, tindakan mreka kriminal. Merampok, slingkuh, zinah, & suami Kdrt. Ini negara hukum, masa pelaku kriminal ga di penjara. Walau penjara mungkin cuma sebentar, tp seenggaknya penjara bisa menghancurkan mental, karir, & nama baik mreka. Kalo ga dipenjarakan, minimal di viralkan, biar netizen yg menghukum
total 1 replies
Arix Zhufa
Richard ini aneh...

selingkuh di rumah sendiri selama 3th, istrinya dikira tdk tau 😄
gaby: Richad mokondo ka, ga mau modal buat bayar hotel. Kalo drmh mertua kan gratis tuh
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh kok malah antusias
Nurlaila Syahputri
Ceritanya bagus dikhianati dengan balas dendam Sempurna👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Arix Zhufa
cerita nya seru
Aisyah Suyuti
bagus
Arix Zhufa
aq bacanya sambil nahan nafas
Osie
loh diawal kan udah buat janji dgn nathan kok sekarang spti baru kenal lagi
Osie
laahh alana jgn lama lama action nya..kasihan rumah peninggalan ortu mu dijadikan tempat berzina.
Osie
mampir aku nyaaahh..baca sipnosis sptinya seru..moga sesuai ekspektasiku n moga ini cerita sp end🙏🙏
Arix Zhufa
mampir thor...kayak nya seru
JulinMeow20
novel jiplakan karya orang lain
JulinMeow20
kalau nulis itu hasil pemikiran sendiri kak jangan jiplak hasil karya orang lain 🙏 ada hukumnya loh kayak gitu🙏
Ammarcihuy Muhammad: Kok melepem Lempar batu sembunyi Tangan kucur. Adukan aja kak Anonymous sama Noveltoon biar akun nya ke band selamanya. mengotori cerita KK jadi
total 3 replies
gaby
Kayanya seru. Tp aq liat profil othornya, bny bgt novel barunya. Yakin sanggup nulis update beberapa judul skaligus?? Mudah2an ga hiatus di tengah jalan, karena critanya bagus
Ammarcihuy Muhammad: Eh bagudung buktikan Fitnahan mu. Brani berbuat brani tanggung jawab bulan puasa menghasut orang dan memfitnah
total 3 replies
Anonymous MC
ceritanya terlalu manis tuk dikenang
Roma Biskuit
Jadilah Mawar ,Indah dilihat jika salah orang durinya akan menusuk daging mu. mantaaaap👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!