NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: "LATIHAN KHUSUS UNTUK TURNAMEN"

Setelah kejadian dengan Buah Cahaya Putih, suasana akademi semakin semangat karena persiapan turnamen kungfu tahunan semakin dekat. Master Qing Long mengumumkan bahwa tahun ini turnamen akan lebih besar dari biasanya – ada peserta dari berbagai klan besar dan kecil di seluruh benua Wu Xia.

"Turnamen tahun ini akan menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan kungfu kita dan mempererat hubungan antar klan. Semua siswa yang berpartisipasi harus berlatih dengan sungguh-sungguh!" ujar Master Qing Long saat memberi arahan di depan seluruh siswa akademi.

Luan, Zhao Tian, dan Chen Hao langsung mendaftar untuk berpartisipasi. Mereka bahkan mendapatkan jadwal latihan khusus dari Guru Yan dan beberapa guru lainnya untuk meningkatkan kemampuan mereka.

"Kita akan melakukan latihan di tempat yang berbeda setiap hari agar kamu bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi medan." ujar Guru Yan saat membawa mereka ke sebuah lereng bukit yang curam di belakang akademi. "Hari ini kita akan berlatih teknik bertarung di medan yang tidak rata!"

Luan langsung bersemangat. Dia mulai berlatih gerakan Wu Wei Shen Quan nya di atas batu-batu besar dan lereng yang licin. Meskipun awalnya kesulitan, lama kelamaan dia bisa beradaptasi dan bahkan menemukan cara baru untuk menggunakan medan tersebut keuntungannya.

"Hebat sekali Luan! Kamu bisa mengubah medan yang sulit menjadi keuntunganmu!" puji Guru Yan dengan senyum puas.

Sementara itu, Lin Mei tidak hanya sibuk membantu para peserta dengan ramuan kesehatan, tapi juga mulai belajar kungfu dasar agar bisa melindungi diri sendiri. Luan sering membantu dia berlatih di waktu senggang.

"Gerakan ini harus lebih lembut kak Lin Mei, seperti mengikuti aliran air." ujar Luan sambil menunjukkan gerakan dasar Wu Wei Shen Quan kepada Lin Mei.

"Susah banget ya Luan! Aku lebih pandai dengan tumbuhan obat ketimbang kungfu." keluh Lin Mei dengan sedikit tersipu saat kesusahan mengikuti gerakan tersebut.

"Tidak apa-apa kak, kamu sudah cukup baik kok. Cukup bisa melindungi diri sudah cukup." jawab Luan dengan senyum hangat. Saat dia melihat wajah Lin Mei yang sedang fokus berlatih, hati nya terasa hangat dan dia langsung berpaling dengan wajah yang sedikit memerah.

Pada hari berikutnya, mereka berlatih di tepi sungai yang deras. Guru Li yang juga ahli dalam gaya kungfu air menjadi instruktur mereka hari itu.

"Di sini kalian akan belajar bagaimana menggunakan aliran air untuk meningkatkan kekuatan serangan dan pertahanan kalian." ujar Guru Li sambil melompat ke atas permukaan air dan berjalan seperti di atas tanah kering.

Semua peserta terkejut dan langsung mencoba mengikuti nya. Zhao Tian dan Chen Hao kesulitan karena gaya mereka lebih fokus pada kekuatan keras, tapi Luan dengan mudah bisa mengikuti aliran air dan bahkan berjalan beberapa langkah di atas permukaan nya.

"Bagaimana kamu bisa melakukan itu dengan mudah ya Luan?" tanya Chen Hao dengan kagum saat masih berusaha untuk tidak tenggelam.

"Aku hanya mengikuti aliran air saja kak Chen. Tidak perlu berusaha keras melawan nya." jawab Luan dengan senyum sambil membantu Chen Hao keluar dari sungai.

Di malam hari, mereka sering berkumpul di kamar Luan untuk membahas teknik bertarung dan membuat strategi untuk turnamen. Zhao Tian selalu membawa makanan ringan yang dia buat sendiri, sementara Lin Mei selalu menyediakan ramuan hangat untuk mereka.

"Menurutku, peserta dari Klan Phoenix akan menjadi lawan yang sulit. Gaya kungfu mereka sangat cepat dan lincah." ujar Zhao Tian sambil menggodok keripik singkong yang renyah.

"Dan peserta dari Klan Bambu akan sulit dikalahkan karena pertahanan mereka sangat kuat." tambah Chen Hao sambil minum ramuan hangat dari cawan nya.

Luan hanya mendengarkan dengan seksama dan mencatat semua informasi penting. Dia sedang berpikir bagaimana cara menggunakan gaya nya untuk mengalahkan berbagai jenis gaya kungfu yang berbeda.

"Kamu tidak perlu khawatir Luan. Gaya kungfu mu sangat unik dan banyak orang tidak akan tahu bagaimana menghadapinya." ujar Lin Mei dengan tatapan penuh keyakinan.

Beberapa hari sebelum turnamen dimulai, Master Qing Long mengajak Luan bertemu di ruang kerjanya yang penuh dengan buku kuno tentang kungfu.

"Luan, aku ingin memberitahumu sesuatu yang penting." ujar Master Qing Long dengan suara serius. "Gaya Wu Wei Shen Quan yang kamu pelajari sebenarnya berasal dari leluhur akademi ini. Pendiri akademi adalah seorang ahli kungfu hebat yang menguasai gaya tersebut sebelum menghilang ke dalam hutan terlarang."

"Benarkah Tuan Master? Mengapa tidak pernah aku dengar tentang ini sebelumnya?" tanya Luan dengan mata membulat lebar.

"Karena gaya ini sangat sulit dikuasai dan bisa menjadi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Tapi aku melihat bahwa kamu memiliki hati yang baik dan bisa dipercaya. Oleh karena itu, aku akan memberimu buku kuno yang berisi teknik lanjutan dari gaya Wu Wei Shen Quan ini."

Master Qing Long memberikan sebuah buku kulit tua dengan tulisan emas di sampulnya. Luan merasa tangan nya gemetar saat menerima buku itu. "Terima kasih banyak Tuan Master. Aku akan menggunakan ilmu ini dengan baik."

Di malam hari sebelum turnamen, Luan membaca buku kuno itu dengan seksama. Dia menemukan teknik baru yang bisa membuat gaya nya semakin kuat dan efektif. Dia juga menemukan bahwa gaya Wu Wei Shen Quan sebenarnya bisa digunakan untuk menyembuhkan luka orang lain selain untuk bertarung.

"Ini luar biasa! Aku tidak menyangka gaya kungfu ku bisa melakukan hal seperti ini." bisik Luan dengan kagum.

Lin Mei yang sedang memasang obat di tangan Luan yang sedikit lecet melihatnya dengan senyum. "Apa yang kamu baca sana Luan?"

"Ini teknik baru dari gaya kungfu ku kak. Bisa digunakan untuk menyembuhkan orang lain!" ujar Luan dengan penuh semangat sambil menjelaskan isi buku tersebut kepada Lin Mei.

"Itu sangat bagus Luan! Kamu bisa membantu banyak orang dengan kemampuan itu." puji Lin Mei dengan mata yang bersinar.

Saat malam semakin larut, mereka berdua duduk diam menikmati kedamaian sebelum hari besar yang akan datang. Luan merasa sedikit gugup tapi juga sangat bersemangat. Dia tahu bahwa turnamen ini akan menjadi ujian penting baginya dan dia akan memberikan yang terbaiknya.

 

..."MULAINYA TURNAMEN KUNGFU TAHUNAN"...

 

Hari turnamen akhirnya tiba! Lapangan utama akademi diubah menjadi arena besar dengan tribun yang penuh dengan penonton dari berbagai klan. Bendera berbagai warna berkibar tinggi di atas arena, dan suara sorak serta musik tradisional memenuhi udara pagi yang segar.

"Wah padat banget ya!" teriak Luan dengan mata membulat lebar saat melihat ribuan penonton yang sudah berkumpul jauh-jauh hari.

"Iya dong! Ini acara paling besar di tahun ini lho." jawab Zhao Tian dengan semangat, sedang memeriksa pakaian latihannya yang sudah dipersiapkan dengan rapi.

Chen Hao datang membawa tiga botol air yang sudah dicampur ramuan dari Lin Mei. "Minum ini dulu ya sebelum bertanding. Bisa bantu kamu tetap bugar dan fokus."

"Terima kasih kak Chen! Dimana kak Lin Mei ya?" tanya Luan sambil melihat sekeliling mencari sosok gadis putih itu.

"Dia sedang membantu Guru Li merawat peserta yang merasa tidak enak badan. Nanti dia akan datang nonton pertandingan kita kok." jawab Chen Hao dengan tersenyum.

Tepat pukul sembilan pagi, Master Qing Long naik ke atas panggung utama bersama dengan para pemimpin klan tamu. Suara lonceng besar berbunyi, menandakan dimulainya turnamen.

"Selamat datang pada Turnamen Kungfu Tahunan Akademi Qinglong tahun ini!" teriak pengumum dengan suara yang kuat dan jelas melalui alat pembesar suara. "Hari ini akan berlangsung babak penyisihan – setiap peserta akan bertarung satu lawan satu, dan yang menang akan melaju ke babak berikutnya!"

Daftar pertandingan segera diputar di papan besar. Luan akan bertanding sebagai peserta nomor 15, Zhao Tian nomor 8, dan Chen Hao nomor 22.

"Aku duluan ya teman-teman! Doakan aku menang ya!" ujar Zhao Tian dengan penuh semangat sebelum berlari ke atas arena.

Lawan pertama Zhao Tian adalah seorang peserta dari Klan Bambu bernama Wei Dong – pria tinggi dengan tubuh berotot yang sangat kuat. Gaya kungfu nya fokus pada pertahanan yang kokoh seperti batang bambu.

Pertandingan dimulai dengan cepat. Wei Dong langsung membentuk pertahanan yang sulit ditembus, membuat Zhao Tian kesulitan menyerang. Tapi Zhao Tian tidak mudah menyerah – dia menggunakan kecepatan dan kelincahannya untuk mencari celah di pertahanan lawannya. Setelah beberapa menit bertarung, dia berhasil menemukan celah dan memberikan serangan cepat yang membuat Wei Dong terpaksa menyerah.

"Pemenang pertandingan pertama adalah Zhao Tian dari Akademi Qinglong!" teriak pengumum membuat penonton bersorak sorai.

Selanjutnya adalah giliran Chen Hao yang melawan peserta dari Klan Harimau bernama Zhang Li – wanita tangguh dengan gaya kungfu yang ganas dan cepat seperti harimau. Pertandingan mereka sangat sengit dan membuat penonton terpana. Chen Hao menggunakan gaya kungfu naga yang lincah untuk menghadapi serangan ganas Zhang Li. Akhirnya dia berhasil mengalahkan lawannya dengan teknik yang cerdik.

"Pemenang pertandingan kedua adalah Chen Hao dari Akademi Qinglong!" teriak pengumum membuat suasana semakin meriah.

Sekarang giliran Luan. Lawannya adalah seorang peserta dari Klan Phoenix bernama Liu Yan – pemuda tampan dengan gaya kungfu yang sangat cepat dan elegan seperti burung phoenix terbang.

"Halo Zhao Luan. Aku sudah dengar tentang kemampuanmu. Mari kita berikan yang terbaik ya!" ujar Liu Yan dengan senyum yang ramah tapi penuh semangat juang.

"Tentu saja! Semoga kita bisa bertarung dengan adil!" jawab Luan dengan senyum hangat.

Pertandingan dimulai dengan lonceng yang berbunyi. Liu Yan langsung melesat seperti kilat ke arah Luan dengan serangan cepat yang sulit dilihat mata telanjang. Tapi Luan dengan tenang menghindarinya dengan gerakan Wu Wei Shen Quan nya yang lembut dan mengalir seperti air.

Setiap serangan Liu Yan selalu bisa dihindari atau diserap oleh Luan dengan mudah. Hal itu membuat Liu Yan semakin kesal dan menggunakan kekuatan penuhnya. "Serangan Phoenix Terbang!" teriaknya saat tubuhnya melayang di udara dan menyerang dengan kedua tangan yang bersinar dengan warna merah keemasan.

Luan tidak menghindar tapi berdiri dengan tenang dan mengangkat kedua tangannya. Dia menyerap kekuatan serangan Liu Yan dan kemudian mengembalikannya dengan lembut, namun dengan arah yang sedikit berbeda – membuat Liu Yan terjatuh dengan aman di tanah tanpa terluka.

"Aku kalah! Kamu benar-benar kuat Zhao Luan!" ujar Liu Yan dengan senyum puas saat berdiri dan memberikan jempol ke atas untuk Luan.

"Pemenang pertandingan ketiga adalah Zhao Luan dari Akademi Qinglong!" teriak pengumum membuat seluruh tribun bergemuruh dengan sorak sorai.

Lin Mei yang baru saja datang langsung berlari ke atas arena dan memberikan selimut kecil kepada Luan. "Kamu hebat banget Luan! Aku sudah tahu kamu bisa menang!" ujarnya dengan wajah cerah yang membuat hati Luan berdebar kencang.

"Terima kasih kak Lin Mei! Tanpa dukungan kamu aku tidak akan bisa melakukan ini." jawab Luan dengan suara pelan tapi penuh rasa syukur.

Saat mereka berjalan ke luar arena, mereka melihat bahwa peserta lain juga sudah menyelesaikan babak penyisihan. Ada beberapa peserta yang sangat kuat seperti dari Klan Naga Emas, Klan Angsa Putih, dan Klan Singa Kuning. Mereka semua akan menjadi lawan yang menantang di babak berikutnya.

"Kita harus beristirahat dengan baik ya teman-teman. Besok babak berikutnya akan lebih sulit lagi!" ujar Zhao Tian dengan penuh semangat saat mereka berjalan menuju kantin untuk makan siang yang sudah disiapkan khusus untuk para peserta.

Di atas tribun, Master Qing Long sedang berbicara dengan pemimpin Klan Phoenix. "Anak muda itu memang memiliki bakat yang luar biasa. Dia bisa menjadi harapan baru untuk dunia kungfu." ujar Master Qing Long dengan senyum puas.

"Ya benar sekali. Gaya kungfu nya sangat unik dan penuh dengan kebaikan. Aku yakin dia akan mencapai hal-hal besar di masa depan." jawab pemimpin Klan Phoenix dengan penuh hormat.

Di sudut yang jauh, sosok tua yang sering menyaksikan Luan dari kejauhan lagi-lagi ada di sana. Dia tersenyum dan mengangguk-angguk sebelum menghilang tanpa jejak, menyisakan pesan dalam hatinya: "Jalan yang panjang masih menantimu Zhao Luan. Tetaplah jaga hati yang baik dan teruslah belajar."

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!