NovelToon NovelToon
Rhaella : Kuat Dalam Sakit

Rhaella : Kuat Dalam Sakit

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Rhaella Delyth adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian dingin dan ekspresi wajah yang selalu datar. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, kehidupan yang ia jalani jauh dari kata bahagia. Kehadirannya di dunia tidak pernah diharapkan, membuatnya tumbuh dengan hati yang keras dan kesulitan untuk mempercayai orang lain.

Sementara itu, Gabriel adalah seorang pemuda tampan dan berkarisma yang lahir di lingkungan keluarga kaya dan berpengaruh. Di balik pesonanya, ia memiliki sifat dingin, tak mudah didekati, serta sisi kejam yang tidak banyak diketahui orang.

Bagaimana kisah pertemuan mereka bermula? Ikuti perjalanan mereka dalam cerita ini, yang penuh dengan intrik dan adegan penuh ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Gabriel saat ini sedang berada dalam kamarnya yang ada di markas. Yah di markas ini para inti memiliki kamar masing-masing, dan masih banyak juga kamar kosong lainnya jika ada anggotanya yang memang ingin menginap di sana. Markas mereka sangat besar karena ayah Gabriel membelikan sebuah mansion untuk Gabriel saat itu tapi Gabriel malah menjadikannya sebuah markas jadi tidak heran jika banyak kamar yang tersedia.

Gabriel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat serta bercak darah dari lawannya tadi. Setelah 20 menit membersihkan diri dan memakai pakaiannya yang memang tersedia di markas tersebut, dia pun keluar dari kamarnya dan turun.

"Mau Kemana El?" Tanya Hans yang melihat Gabriel sudah kembali bersih dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya.

"Gue balik duluan" ucapnya kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.

Mereka yang berada di sana hanya melihat dan mengangguk saja. Tapi berbeda dengan para inti, mereka merasa ada yang aneh dengan ketua mereka.

"Lo ngga ngerasa ada yang aneh dari El pas begitu sampai tadi" tanya Rufus memulai obrolan.

"Lebih tepatnya pas Regi nyebut kalau queen jalang" sambung Calix

"Ya terus kenapa sampe dia begitu lepas kendali. Ya emang sih dia kalau udah berhadapan sama musuh ya pasti kejadiannya kaya tadi. Tapi tadi Lo liat sedari auranya beda gue aja ampe merinding anjir padahal tadi lagi panas-panasnya" ucap Rufus kembali sambil mengelus lengannya.

" He is falling in love, maybe" Merrit ikut nimbrung tapi tetap dengan nada datarnya sambil menyeringai dan tangan memegang minuman.

"WHAT!!!" Pekik Hans dan Rufus bersamaan.

"Bangsatt gue kaget anjing" umpat Calix pada dua curut tersebut karena betulan kaget. Sedangkan pelakunya malah cengengesan saja.

"But, with whom he fell in love ?" Tanya Hans menatap Merrit yang di tatap malah balik bertanya.

"Menurut lo?"

"Apa jangan-jangan queen?"

Tebak Rufus "iya pasti queen tadi auranya emang langsung beda pas Regi ngejelekin nama queen kan" sambungnya kembali membuat Hans dan Rufus menoleh kemudian diam seperti berfikir.

"Emangnya El tahu siapa itu queen?" Tanya Hans menatap temannya dan menggerakkan alisnya ke atas pada Merrit seolah bertanya dan yang ditanya hanya mengedikkan bahunya seolah menjawab tidak tahu.

"Kok gue jadi penasaran yah sama tuh si queen" gumam Hans sambil mengelus dagunya dan di angguki pula oleh Rufus dan Calix.

Gabriel saat ini sedang dalam perjalanan menuju mansion, tapi di perjalanan dia melihat seseorang yang di kenalnya sedang mendorong motornya tanpa pikir panjang dia langsung menghampirinya.

Brum

Brum

Rhaella yang mendengar suara motor tepat di belakangnya pun menengok, dia melihat ternyata itu adalah Gabriel.

"Kenapa?" Tanya Gabriel

"Kempes, kayanya pecah"

"Naik" ucap Gabriel menyuruh Rhaella naik ke motornya.

"Nggak papa gue dorong aja mungkin di depan ada bengkel" tolaknya datar tapi masih sopan.

"Bengkel jauh banget dari sini"

Rhaella yang mendengar ucapan Gabriel pun diam berfikir' apa gue nebeng aja kali yah bisa-bisa pegel badan gue kalau dorong nih motor kalau emang jauh banget bengkelnya dari sini' dalam hati dia berfikir sambil melihat ke arah Gabriel.

"Nggak papa gue nebeng?" Tanya Rhaella pada Gabriel.

"Hmm naik "

"Terus motor gue gimana nanti" tanya Rhaella sebelum naik ke motor Gabriel.

"Nanti ada yang urus jawabnya datar."

"Oke" kemudian naik ke motor Gabriel tapi memegang pundak Gabriel sebagai penyangga saat naik, Gabriel hanya diam dia tidak keberatan saat di sentuh oleh Rhaella padahal dia adalah laki-laki yang tak mau di sentuh oleh perempuan manapun kecuali sang bunda.

Selama perjalanan tidak ada yang membuka obrolan keduanya hanya diam, Gabriel fokus ke jalanan dan Rhaella melihat pemandangan jalan. Rhaella bisa melihat bahwa jarak antar bengkel dengan lokasinya tadi memang sangat jauh. Untung saja tadi dia menerima tawaran dari Gabriel.

"Kemana?" Tanya Gabriel sedikit teriak dengan menoleh ke belakang karna sambil berkendara.

"Ke apartemen di jalan Adipura raya" Jawab Rhaella sedikit maju agar Gabriel dengar.

"Apartemen apa?"

"Apartemen xxx"

Gabriel tidak kembali menyahut dia melajukan motornya menuju alamat yang elsa berita tahu, hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit mereka telah sampai di apartemen. Rhaella pun segera turun dengan tetap memegang pundak Gabriel sebagai penyangga sama seperti dia saat naik tadi.

"Thanks" ucap Rhaella setelah membuka helmnya.

"Hmm"

"Motor gue gimana El?"

"Nanti gue suruh bawa ke sini setelah dari bengkel" jawab El dan diangguki oleh Rhaella

"Nggak mau masuk dulu"

tanya elsa.

"Boleh" kemudian membuka helm dan turun dari motornya

"Ayo"

Mereka pun berjalan ke arah lift dengan Gabriel mengekor di belakang, setelah pintu lift terbuka mereka pun masuk, Gabriel pun melihat nomor lantai berapa yang di tekan Rhaella, tak ada pembicaraan diantara mereka hanya ada keheningan. Setelah sampai di depan unit kamar Rhaella pun membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Gabriel untuk masuk.

Gabriel masuk berjalan menuju ruang tamu sambil sesekali melihat keadaan apartemen Rhaella yang dirasanya cukup luas dan rapi. Dia bahkan tidak melihat ada satu pun foto yang terpajang entah itu di meja maupun di dinding hanya ada jam di dinding dan vas bunga di meja.

"Mau minum apa?" Rhaella bertanya

" Air putih aja"

"Lo udah makan" dan di jawab gelengan oleh Gabriel.

"Mau nunggu gue masak dulu atau gue pesen?"

"Terserah Lo aja"

"Oke kalau gitu tunggu gue masak dulu" dan di angguki oleh Gabriel.

Sepeninggalnya Rhaella menuju dapur, Gabriel membaringkan tubuhnya di atas sofa dia merasa lelah karena setelah war tadi dia tidak langsung istirahat tapi langsung ke kamar pribadinya untuk membersihkan diri lalu pergi, jadi saat melihat ada sofa sekarang dia tanpa pikir panjang membaringkan tubuhnya sampai tanpa sadar malah tertidur dengan sangat lelap.

Rhaella yang sudah menyelesaikan masaknya pun berniat memanggil Gabriel untuk makan di meja pantry, tapi saat sampai di ruang tamu untuk memanggil Gabriel dia melihat Gabriel sudah tertidur, dia ingin membangunkan tapi tidak tega juga. Dia mencoba menggerakkan tangannya di depan wajah Gabriel tapi tidak ada respon sepertinya dia kelelahan sampai tertidur di tempat orang asing. Rhaella pun kemudian kembali ke meja pantry untuk makan duluan karena dia sudah sangat lapar, biarlah Gabriel makan saja sendiri saat bangun nanti fikirnya, tapi ternyata Gabriel malah tertidur sampai malam.

Sekarang sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, dan Gabriel baru saja bangun dari tidurnya dia pun melihat jam di dinding apartemen Rhaella ternyata sudah hampir jam 8.

Bertepatan dengan Rhaella yang baru masuk ke apartemen setelah membuang sampah, Dia melihat Gabriel ternyata sudah bangun.

"Sorry gue ketiduran"

"Hmm ayo makan" di angguki Gabriel

Sampai di meja pantry Rhaella pun memberikan makanan kepada Gabriel dia tadi memasak tambah makanan sekaligus untuk makan malam. Gabriel yang melihat banyak makanan seperti capcai sayur, ayam goreng bawang putih dan sup daging mengerutkan keningnya pasalnya makanan yang ada di mejanya ini adalah makanan favoritnya semua.

"Lo masak sendiri?" Di angguki oleh Rhaella

"Kenapa Lo nggak suka?" Tanya Rhaella.

"Enggak. Masakan Lo enak" jawab Gabriel tapi tidak menatap Rhaella melainkan menatap kearah makanannya. Dan Rhaella pun hanya mengangguk saja. Setelah itu tidak ada lagi suara, mereka makan dengan tenang sampai selesai, Gabriel bahkan sudah menghabiskan capcay sayur buatan Rhaella saking sukanya, dan Rhaella pun tidak keberatan tentang itu.

Setelah makan Gabriel pun langsung pamit karena sudah di hubungi oleh bundanya.

"Besok gue jemput ke sekolah bareng" ucap Gabriel berjalan ke arah pintu di ikuti oleh Rhaella.

"Ngga perlu kata Lo tadi motor gue nanti di bawa ke sini"

"Besok jadinya "

"Ya udah gue bisa pake taxi"

"Gue jemput besok" ucapnya mutlak lalu pergi meninggalkan Rhaella. Rhaella yang melihat itu mengerutkan keningnya tapi beberapa saat kemudian dia mengedikkan bahunya dan masuk kembali ke dalam' terserah lah' ucapnya dalam hati.

Matahari Pagi telah terbit Rhaella pun sudah siap dengan seragamnya dan segera ke dapur tidak untuk masak dia hanya sarapan dengan roti yang diberi selai dan segelas susu, Setelah menyelesaikan sarapannya terdengar suara bel.

Tingtong

Ceklek

Rhaella sebenarnya sedikit terkejut melihat siapa yang datang, Yah yang memencet bel dan menjemput Rhaella sekarang adalah Gabriel sesuai dengan perkataannya semalam bahwa dia akan menjemputnya besok untuk berangkat bersama, karena kemarin Rhaella sudah menolak tawaran Gabriel untuk di jemput, jadi Rhaella pikir Gabriel tidak datang dan dia akan memesan taxi saja untuk ke sekolah tapi sepertinya Gabriel adalah tipe pemaksa dan Rhaella adalah spesies yang malas berdebat. Jadilah dia ikut saja karena Gabriel sudah ada disini.

"Udah?"

"Hmm gue ambil tas dulu" ucap Rhaella kembali masuk mengambil tasnya. Rhaella keluar dengan tas dah helmnya.

"Ayo" ajak Rhaella, Gabriel pun mengangguk. Mereka pun turun dan pergi

Tak butuh waktu lama 15 menit berkendara Gabriel sudah sampai di gerbang depan sekolah. Saat akan masuk banyak pasang mata yang melihat Gabriel datang dengan membonceng seseorang, lebih kagetnya lagi yang di bonceng adalah seorang perempuan. Sontak saja mereka jadi bertanya-tanya siapa perempuan beruntung itu yang bisa duduk berboncengan dengan si kulkas 10 pintu itu.

"OMG OMG OMG guys itu siapa yang dibonceng sama El"

"Ya tuhaan potek hati gue huhuhu"

"Ih mau juga gue di bonceng si kulkas El"

"Astaga si El kenapa bisa ganteng banget si ya tuhaan"

"Gue pengen juga di posisi tuh cewe"

"Norak banget dah ni cewek-cewek" ucap teman laki-lakinya

"Sirik Lo ya karena nggak ada yang ngefans sama lo iya kan"

"Tau sirik aja Lo makanya ganteng dong"

"Dih sorry fans gue nggak norak kek lo pada"

"Sana sana ganggu aja"

"Eh dari postur badannya sama tasnya itu bukannya dia murid baru yah" tebak si A

"Eh iya dia emang murid baru itu yang namanya Elsa kalau nggak salah" jawab si B

"Astagaaa kenapa mereka malah keliatan cocok sih" ucap si C

"Iya sama-sama dingin datar" jawab si B

Dan masih banyak lagi gosip serta hujatan dari mereka untuk Rhaella.

Para inti Desmond yang masih berada di parkiran pun lumayan terkejut pasalnya mereka kenal betul kalau ketua mereka sangat anti berdekatan, bersentuhan dengan perempuan. Tapi apa ini mereka melihat Gabriel membonceng seorang perempuan dan melihat jelas bahwa Rhaella memegang pundaknya bahkan Gabriel terlihat biasa-biasa saja saat Rhaella menyentuhnya. Hans dan Rufus pun saling pandang seolah sedang bertelepati.

Kemudian mereka pun menghampiri Gabriel dan Rhaella yang baru turun dari motornya, Rhaella yang melihat teman-teman Gabriel datang pun memilih pergi duluan.

"Thanks gue duluan" ucapnya pada Gabriel kemudian pergi, Gabriel sendiri hanya diam melihat dia tidak merespon apapun.

"Lo kenapa bisa Dateng barengan sama Rhaella El?" Tanya Rufus

"Ban motornya kempes" jawabnya datar. Mereka pun mengangguk, meskipun sebenarnya mereka ingin sekali bertanya lagi tapi melihat ketuanya sudah jalan ya tidak jadi, mungkin mereka akan bertanya saja nanti.

"Cabut" ucap Gabriel jalan mendahului kemudian di susul teman-temannya.

...

"Sayang kamu masih lama mandinya" tanya sang istri kepada sang suami yang sedang berada dalam kamar mandi.

Ceklek

Sang istri pun melihat ke arah pintu kamar mandi yang di buka melihat sang suami baru keluar.

"Kenapa? Kamu ikut mandi lagi sayang ayo nggak apa-apa aku mandi lagi" ucap sang suami menggoda istrinya.

"Ish kamu tuh yah nanti kita bisa telat loh, kita ada penerbangan pagi kan" ucap sang istri.

"Astaga aku hampir lupa sayang" ucap sang suami sambil menepuk keningnya.

"Dasar, ya udah kamu pakaian gih udah aku sediaiin terus turun sarapan"

"Iya sayang"

Suami istri itu kini sedang berada di ruang makan untuk sarapan, mereka hanya hidup berdua tanpa seorang anak, bukan tak punya melainkan dahulu anaknya hilang karena kelalaian pengasuhnya, 2 tahun setelah itu istrinya pun kembali hamil tapi sayang karna suatu insiden dan mengharuskannya untuk mengangkat rahimnya sehingga sang istri tidak bisa lagi hamil.

Mereka tinggal bersama dengan beberapa maid serta banyak bodyguard di sekeliling mansion mereka. Keluarga yang terbilang sangat terpandang di negara tersebut.

Mereka adalah Lorenz Daltondan istrinya Ashley Dalton. Mereka adalah sepasang suami istri kaya raya serta terpandang di negara yang terkenal dengan makanan pizza tersebut. Mereka hidup harmonis meskipun tidak hidup bersama buah hati mereka. Sang suami yang begitu mencintai istrinya tidak merasa bahwa itu adalah sebuah kesalahan melainkan takdir.

Mereka percaya bahwa anak-anak mereka yang telah tiada pun akan bahagia melihat kedua orang tuanya hidup bahagia, bukan berarti mereka melupakan anak-anak mereka yang telah tiada, melainkan menerima ketetapan yang diberikan oleh sang pencipta.

"Sayang nanti kita berapa lama di Indonesia?" Tanya sang istri Ashley.

"Cukup lama sayang, kenapa? kamu ngga jadi mau ikut?" Tanya kembali sang suami Lorenz.

"Nggak gitu! Ceritanya nanti aku mau ke tempatnya Shaera kamu masih inget kan sahabatnya Idylla dulu?"

"Inget sayang hubungan ku sama suaminya juga masih baik sampai sekarang" jawab suaminya.

"Nanti aku ke tempatnya yah sayang" ucap sang istri.

"Iyah. Ya udah yuk kita berangkat sekarang" ajak Lorenz setelah mereka menyelesaikan sarapannya.

...

Di Indonesia, tepatnya di Duchess's Internasional High school. Yups sekolah tempat para inti Desmond dan Rhaella berada. Saat ini mereka sedang jam istirahat seperti pada umumnya para siswa siswi lain saat jam istirahat akan menuju kantin untuk mengisi perutnya begitu pula dengan elsa yang saat ini sedang berada di kantin untuk makan siang.

"Ekhm" Rhaella pun mendongak

"Emm gue boleh duduk di sini soalnya yang lain penuh" tanya seseorang itu sedikit gugup, diangguki saja oleh Rhaella karena dia melihat memang tidak ada tempat kosong lagi. Kemudian seseorang itu pun segera duduk dan meletakkan makanannya.

"Rhaella Lo mau coba makanan gue. Gue bawa bekal dari rumah masakan nyokap gue" ucap Alora.

Yah seseorang yang meminta izin duduk di meja yang sama dengan Rhaella adalah Alora teman sekelas dan sebangkunya saat pertama kali masuk. Tanpa mendengar jawaban dari Rhaella, asya langsung membagi lauk bekalnya kepada Rhaella, Alora bahkan sudah tidak terlalu gugup bersama Rhaella sekarang. Melihat Alora sudah menaruh lauk bekal di piring makannya Rhaella pun hanya diam tapi tidak menolak.

"Makasih" dan di angguki dengan senyuman oleh asya. Mereka pun makan dengan hening tanpa ada percakapan lagi.

Dari kejauhan ada sekelompok perempuan melihat elsa sedang makan bersama temannya yang baru bergabung.

1
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Lnjtkn, De, dtunggu Up Slnjtx ❤️🤗😘
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱: Siap, De, Dtunggu 🙏👍🥳
Varia Irene Patola: ditunggu yah Up nya
total 2 replies
Nda_Zlnt
luar biasa
Nda_Zlnt
lanjut thor
Varia Irene Patola: Siap dehhhh aku lanjut yah ini...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!