Bela tidak menyangka masa mudanya kini hancur karena ketahuan Hamidun sama guru dan kedua orang tua, membuat Bela harus terima kenyataan jika Bela harus diasingkan dikampung halaman kakek nya supaya keluarga tidak malu dengan kenyataan pahit yang dialami Bela, mampu kah Bela membesarkan anaknya seorang diri atau justru pacarnya datang untuk ajak nikah dan membuat Bela tidak merasakan hidup diasingkan dari lingkungannya lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Yuyun terpaksa ketemu sama Belva berusaha bujuk kedua orang tuanya Bela supaya batalin hukuman untuk Bastian, merasa kasihan anaknya sudah beberapa hari tidak melanjutkan sekolah nya takut semakin banyak pelajaran yang ketinggalan dan akan sulit untuk Bastian mengejarnya nanti.
"Anda tidak tahu malu iya, anak salah masih saja dibela, jika merasa Bastian tidak salah tunggu saat anak mereka lahir dan kita lakukan tes apa benar anak itu anak Bastian atau bukan, jika bukan iya silahkan kalian bawa Bastian sesuka kalian tapi jika Bastian adalah ayah biologisnya terpaksa Bastian harus menikah sama Bela memangnya anda fikir Bastian kami terima dengan senang hati setelah anak kalian sudah merusak Bela Hah fikir perasaan Bela saat ini sangat hancur, masa depan hancur, dan harus menanggung aib juga harus mengandung disaat masih sekolah jadi jangan egois lah jadi orang tua!" bentak Belva penuh emosi mendengar ucapan orang tuanya Bastian, sama sekali tidak peduli akan perasaannya.
"Saya tidak percaya Bastian senakal itu, nunggu Bela melahirkan kelamaan dong jeng keburu naik kelas sedangkan Bastian tetep kelas satu oh tidak, mau bikin kita malu membuat Bastian tidak melanjutkan sekolah pokoknya saya tidak mau tahu Bastian besok sudah berangkat ke Korea untuk sekolah karena saya tidak mau malu karena Bastian putus sekolah!" tegas Yuyun tidak peduli sama ucapan Belva.
"Ada satu bukti Bastian selalu ajak Bela, untungnya handphone Bela dan handphone Bastian ada di saya jadi ada bukti jika Bastian memang salah besar, kalo kalian berusaha paksa bawa Bastian saya pastikan satu bukti ini akan menghancurkan nama baik kalian keluarga dan saya tidak mau memaafkan kesalahan kalian jika bukti ini saya kasih ke pihak berwajib mengerti!" acam Boby, Boby merasa beruntung karena saat bawa handphone Bastian langsung buka chat yang dikirim Bastian ke Bela dulu dan tidak pernah Bastian hapus sama sekali membuat Boby bisa jadikan bahan untuk ancam orang tuanya Bastian supaya tidak seenaknya.
"Apa, sial-sial kalian curang!" bentak Yuyun kesal.
Yuyun tidak menyangka penyitaan handphone milik Bastian pasti dijadikan bukti kesalahan Bastian, membuat Yeyen tidak bisa belain Bastian bahkan tidak bisa seenaknya bawa Bastian pergi jauh tanpa tanggung jawab sama sekali.
Belva senyum sinis mendengar ucapan Yuyun, Belva tidak peduli apapun perasaan yang dirasakan Yuyuk sekarang toh Belva juga merasakan hal yang sama sedih, kesal, dan kecewa dengan kondisi anaknya sekarang.
**
Nenek nya Bela bingung menolak keinginan tetangga ingin masak-masak bareng nenek nya Bela, selama ini tetangganya sering makan bareng dirumahnya entah bawa sendiri ataupun masak bareng setelah masak baru makan bareng-bareng.
"Maaf Nong, Nenek lagi tidak enak badan jadi tidak bisa masak-masak bareng." ucap Nenek nya Bela terpaksa bohong.
"Iya ampun Nenek sakit apa, apa sama kakek sudah dibawa ke puskesmas Nek?" tanya Tetangganya peduli.
"Sudah Nong, kecapean barang kali mungkin lain waktu saja kita makan-makan bareng iya." lanjut Nenek nya Bela sengaja bilang sudah berobat, supaya tidak dibawa ke puskesmas bisa ketahuan jika bohong.
"Alhamdulillah kalo sudah berobat, besok kita kesini buat bawain makanan buat nenek jadi tidak usah masak-masak sendirian Nek, apa anak dan menantu Nenek tahu kondisi Nenek yang sakit sekarang?" tanya Tetangga semakin peduli.
"Sudah tahu Nong, maaf iya Nenek mau istirahat dulu." lanjut Nenek nya Bela terpaksa usir tetangganya supaya tidak kelamaan ngobrol.
Nenek nya Bela masuk kedalam rumah dan tutup pintu rumah, takut jika keberadaan Bela diketahui sama tetangganya.
Bela yang ada didalam kamar tidak sengaja denger obrolan nenek dan tetangganya, jadi takut jika keberadaannya ketahuan pasti jadi bahan gosip tetangganya karena Bela tidak sekolah-sekolah apa lagi jika ketahuan punya baju bayi dan susu ibu hamil pasti jadi masalah buat nenek dan kakek nya.
**
Bastian kesal sekali jatuh di lumpur karena tidak kuat dorong mesin perata sawah ( maaf ga tau nama mesinnya apa guys ), tapi tidak ada satu pun pengawasnya yang mau bantuin Bastian untuk dorong supaya tidak merasa berat sendirian.
"Kalian tidak ada gunanya disini dua puluh empat jam, awasin gue tapi tidak bisa bantuin gue sama sekali sial sekali kalian!" bentak Bastian kesal.
"Kita akan bantu kamu jika kamu kecelakaan yang bikin kamu darahan hebat, ketabrak kendaraan sampai tidak bisa bangun, atau kondisi fatal lainnya baru kita tolong tapi kalo sakit sedikit ngapain dibantu dasar manja seperti wanita saja kamu Bastian." ledek Pengawas Bastian terus terang, kalo yang jatuh perempuan pasti langsung dibantu ini yang jatuh laki-laki ngapain juga langsung dibantu.
"Pakai rok dulu baru kita langsung bantu kamu Bastian hahahaha." ledek Pengawas lainnya ketawa puas ledek Bastian, seperti tidak berdaya jatuh seperti itu saja marah.
"Sial memang kalian semua!" bentak Bastian kesal, sejujurnya Bastian jatuh selain mesinnya yang berat juga karena Bastian belum makan sama sekali membuat Bastian lemas tidak ada tenaga sama sekali.
Lanjut thor...
Jangan mau ditindas
Lanjut thor ...
Lanjut thor...
Lajut thor...
Lanjut thor....
Lajut thor..
Semangat terus
Lanjutkan Autor....