NovelToon NovelToon
Sayap Patah Milik Melodi

Sayap Patah Milik Melodi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Persahabatan / Angst / Penyesalan Suami
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Apa ... jangan-jangan, Mas Aldrick selingkuh?!”

Melodi, seorang istri yang selalu merasa kesepian, menerka-nerka kenapa sang suami kini berubah.

Meskipun di dalam kepalanya di kelilingi bermacam-macam tuduhan, tetapi, Melodi berharap, Tuhan sudi mengabulkan doa-doanya. Ia berharap suaminya akan kembali memperlakukan dirinya seperti dulu, penuh cinta dan penuh akan kehangatan.

Namun, siapa sangka? Ombak tinggi kini menerjang biduk rumah tangganya. Malang tak dapat di tolak dan mujur tak dapat di raih. Untuk pertama kalinya Melodi membuka mata di rumah sakit, dan disuguhkan dengan kenyataan pahit.

Meskipun dirundung kesedihan, tetapi, setitik cahaya dititipkan untuknya. Dan Melodi berjuang agar cahaya itu tak redup.

Melewati semua derai air mata, dapatkah Melodi meraih kebahagiaan? Atau justru ... sayap indah milik Melodi harus patah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPMM7

Hujan masih jatuh deras di luar sana, menciptakan simfoni sendu di atas atap. Nadia sudah terlelap di dalam mimpinya. Sedangkan Melodi, wanita cantik itu berdiri di depan cermin kamar, memandangi bayangannya sendiri. Lebih tepatnya, ia menatap lurus pada perutnya yang datar. Matanya sembab dan masih terus menyiratkan kesedihan, bibirnya tertutup rapat.

Koper kecil berwarna cokelat tua tergeletak di tempat tidur, setengah terisi dengan pakaian miliknya. Melodi menatap nanar pada 3 lembar foto USG yang diletak paling atas.

Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguatkan dirinya. Melodi duduk di sisi ranjang, meraih 3 lembar foto USG calon bayi-bayinya dulu. Ya, hanya calon. Sudah 3 kali Melodi mengandung, dan ... 3 kali juga Melodi keguguran.

“Kalau diingat-ingat, berubahnya sikap Mas Aldrick terjadi semenjak aku mengalami keguguran yang ke-tiga kalinya,” gumamnya pelan. Melodi termenung, hujan di luar seakan menggema di dalam pikirannya. Membawanya terbang jauh ke masa lalu. Masa kehamilan pertamanya.

“Sekarang lagi nge-trend konten mukbang, Nad. Lo cobain deh, apalagi ... lo kan pecinta kuliner tuh. —Manfaatkan trend, dapatin followers, nyambil mikir ide-ide konten lainnya.” Via video call, Melodi menyarankan ide kepada Nadia.

Di layar, Nadia tampak manggut-manggut. “Bagus juga ide lo, Mel. —By the way, lo lagi di mana ini, Mel?” Nadia penasaran dengan pepohonan kecil beserta bunga-bunga yang menjadi latar video call mereka.

“Taman keluarganya Aldrick, Nad. Sore ini jadwal arisan keluarga besar. Jadi, pada ngumpul di rumah orang tuanya Aldrick,” jawab Melodi.

“Ooo, pantes. Gue kira lo udah di taman surgawi, adem bener itu latar.” Nadia menyengir bagai kuda. “Lo kagak ikutan, Mel?”

“Ikut, udah selesai acaranya. Sekarang lagi acara bergosip. Males gue ikutan, mending gue vi—”

“Melodi, awaaaaaas!” Jerit Nadia saat melihat seorang bocah mengayuh sepeda dan melaju kencang ke arah Melodi.

Melodi berbalik badan dan hendak menghindar, akan tetapi, semuanya sudah terlambat.

BRUGH!

“Ugh ....” Melodi terjatuh dan meringis kesakitan setelah area pahanya dihantam dengan sepeda yang dibawa oleh keponakan Aldrick.

“Huwaaaaaaaaa!” Bocah kecil yang menabraknya menangis dan menjerit kencang. “Mamaaaaa ...!”

Suara ribut-ribut di taman berhasil mengundang penghuni rumah. Vina selaku ibu sang bocah, berlari ke arah putranya dan menjerit histeris.

“Budi ...!” Vina mengalihkan pandangannya ke arah Melodi. “Kamu apain anak aku, Mel?!” Teriak Vina keras setelah melihat darah segar mengalir di kepala sang putra. Ia tak peduli dengan wajah Melodi yang juga meringis kesakitan.

Dari kejauhan, tampak Aldrick berlari kencang. Pria itu menghampiri Melodi dengan napas terengah-engah.

“Kamu nggak kenapa-kenapa kan, Sayang?!” tanyanya panik, napasnya tersengal.

“Aku nggak apa-apa, Mas. Cuma per—”

“Jelas dia nggak kenapa-kenapa! Yang kenapa-kenapa itu putra ku, Drick! Kamu nggak bisa lihat, hah?!” teriak Vina murka.

Aldrick menatap keponakannya yang berusia lima tahun itu. Keningnya mengeluarkan darah, kedua lututnya pun tampak terluka.

“Ayo bawa Budi ke rumah sakit! Kamu harus tanggungjawab atas perbuatan istrimu itu!” bentak Vina.

Aldrick memandang Melodi. Sang istri hanya tersenyum tipis.

“Kamu antar Budi aja ke rumah sakit, Mas. Aku nggak apa-apa.” Ucap Melodi seakan mengerti kecemasan sang suami.

Dan, seperti biasa. Pria yang hanya selalu menuruti perkataan sang istrinya itu, hanya bisa mengangguk patuh.

JDERRR!

Suara petir yang menggelegar menarik paksa Melodi kembali ke masa kini, masa yang membuat dadanya kembali sesak.

---

Di ruang tamu, Aldrick menatap lurus ke arah pintu kamar yang masih sedikit terbuka. Dadanya terasa sesak mengingat Melodi tak lagi ada di dalam sana. Aldrick mengalihkan pandangannya, ia mendongak ke langit-langit ruang tamu. Pria itu kembali terbayang-bayang foto USG yang ia lihat dua jam lalu. Foto yang membawanya kembali masuk ke dalam ingatan masa lalu.

“Aku nggak mau tau ya, Drick. Kalau sampai Budi kenapa-napa, istrimu harus tanggungjawab!” bentak Vina di dalam kamar inap. Ujung jarinya mengacung tepat di depan wajah Aldrick.

Bola mata Aldrick memutar jengah, ia menyingkirkan tangan Vina dengan raut datar. Kemudian, mengalihkan pandangannya ke arah Budi yang tertidur lelap di atas ranjang, dengan kening di tutup perban. Benaknya mengucap syukur, Budi hanya cidera ringan.

“Kenapa Melodi yang harus tanggungjawab? Budi kan yang menabrak?” Aldrick menaikan satu alisnya.

“Cih!” Vina berdecih. “Namanya juga masih anak-anak, wajarlah. Budi kan masih belajar naik sepeda, kamu mau nyalahin anak-anak? Pengecut kamu, Drick!”

Aldrick tertawa pelan. Ia besyukur Melodi tak ikut dengannya ke rumah sakit, jika Melodi ikut, sudah pasti istrinya itu akan melerai perdebatan ini.

“Aku nggak nyalahin anakmu, Vin, untuk apa juga? Yang aku salahin disini, orang tua yang gagal mengawasi anaknya sampai-sampai kelalaiannya itu mengancam keselamatan orang lain,” sindir Aldrick. Suaranya pelan tapi tegas dan tajam.

Vina melotot, ia tak terima dijadikan sebagai penyebab tragedi ini. “Apa katamu? Berani-beraninya kamu ngelempar semua masalah ini ke aku? Hey! Anak aku hampir mati!” teriaknya keras.

“Hampir mati?” Aldrick tertawa dongkol. “Budi hanya cidera ringan, jangan berlebihan. —Dan, bukan kamu aja yang punya anak, Vin. Di dalam perut Melodi ada anak kami, anak yang sudah kami tunggu-tunggu. Gara-gara kelalaian mu, hampir saja anak dan istriku celaka!”

“Celaka? Hahaha!” Vina tertawa sinis, “buktinya? Melodi aman-aman aja tuh!”

Tepat setelah berkata demikian, ponsel Aldrick berdering. Nama sang ibu tertera di layar.

“Assalamu'alaikum, Bu. Ada apa?” tanya Aldrick.

“Drick! Melodi ... istrimu pendarahan!”

TING!

Suara ponsel yang berdenting menarik Aldrick kembali ke masa kini. Aldrick meraup kasar wajahnya, ia menatap jam di dinding. Sudah hampir pukul 5 pagi.

Aldrick meraih ponselnya, membuka pesan masuk yang ia kira pesan dari Melodi. Namun ternyata pesan masuk itu dari Karin.

Karin : Drick, besok berangkat kerja jam berapa?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Nadia membuka pintu kamar dengan wajah setengah mengantuk. Rambutnya berantakan, dan piyama kelincinya membuatnya terlihat seperti anak kecil. Tapi, begitu ia melihat wajah sembab Melodi, kantuknya langsung hilang.

“Lo abis nangis?” tanya Nadia, tanpa basa-basi.

Melodi hanya mengangguk kecil. “Gue ... gue kayaknya mau cerai aja, Nad.”

Nadia langsung meraih bahu sahabatnya, menariknya masuk ke dalam. Dapat ia rasakan tubuh Melodi yang bergetar. “Mel, itu bukan keputusan main-main. Jangan gegabah, apalagi ... lo belum bener-bener nyelidikin kecurigaan lo itu.”

Tubuh Melodi semakin bergetar hebat. Nadia pun semakin memeluknya erat, membiarkan sahabatnya menangis di bahunya.

“Gue nggak kuat, Nad,” isak Melodi. "Gue harus gimana lagi?"

Nadia mengusap punggung Melodi dengan lembut. “Gue tau, Mel. Gue ngerti perasaan lo. Lo udah cukup kuat selama ini. Tapi, menurut gue ... kalau lo ngambil keputusan sebesar ini sebelum bener-bener nyelidikin masalah ini, lo beneran salah ngambil langkah.”

Nadia melepas pelukan nya, kemudian menatap mata Melodi yang basah. “Mel, ayo kita selidikin.”

Melodi menggigit ujung bibirnya. “Caranya? Gue nggak ngerti yang gitu-gitu.”

Nadia menggeplak lengan Melodi. “Tenang aja! Serahin semuanya sama gue. Lo tinggal terima beres!”

*

*

*

1
vj'z tri
bener bener Vina lampir satu ini biang Lala nya 😤😤😤😤
Cookies
up
Riaaimutt
gampang meninggal ini kamsud nya apa sih nad.. q kok gagal memahami kata-kata mu..
💕Bunda Iin💕
😭😭😭😭😭😭
kaylla salsabella
ya Alloh Thor semoga ibu Ajeng dan melody selamat .....awas aja klu di buat sad ending.....aku mutung pokok nya 😭😭😭🏃
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thorrrr novel ini kamu buat dengan campuran bawang merah berapa ton 😭😭😭😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧
istianah istianah
kadang seorang suami tidak merasa kalau sang istri lg kesepian ,apa lg blm pnya anak ,dan seorang suami akan sadar apa bila istri tak ada di sampingnya , kalau sudah tak ada baru terasa 😭😭😭
Baek chanhun
,, menunggu,, membuat emosi.
,, penyesalan,, membuat sesak di
di dada, dalam penyesalan hanya
dua kata sering di ucapkan,
,, andaikan dan misalkan,, dua
kata ini tambah penyesalan.

thanks mbak 💪 💪
Raa
Semoga tidak seperti yang ada dalam benakku 🥹
Dae_Hwa💎: Semoga 🙃
total 1 replies
Raa
Nggak ada kata ampun sih untuk Vina & Karin. Jahat banget.
Dae_Hwa💎: Pake bangeeeet
total 1 replies
Raa
Kan ... bener dugaan ku, wajib dimasukkan bui dah dua titisan Dajjal ini🔥
Dae_Hwa💎: Wajib 🥺🥺🥺
total 1 replies
Raa
Kalau nggak ada si Setan Vani, pasti hubungan mertua dan menantu ini manis banget ❤️
Dae_Hwa💎: Manis banget, kalah gulali
total 1 replies
Raa
Nggak tahu mesti komen gimana, yang pasti melow, ikutan deg"an🥹
Raa
Bakalan nyesek banget kalau sampai diriku kehilangan Melodi ya Nad 🥹
Raa
Mel ... teruslah berjuang sampai titik darah penghabisan 🥹
Dae_Hwa💎: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Raa
Bisa jadi ulah si Vina.
💕Bunda Iin💕
thor jgn di gantung ngapa ga enak tau😢🥺🥺
Dae_Hwa💎: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
ku tunggu azab kau berdua ya karin n vina😡😡😡
Dae_Hwa💎: awas aja mereka berdua.
nggak masuk bui pun, semoga ada karma yg lain.
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
mertua'y melodi ini sangat lah baik karna ada ular di sisi dia jdi berubah sikap'y ke melodi
Dae_Hwa💎: betul, di hasut mulu tiap hari
total 1 replies
kaylla salsabella
apakah melodi koma
Dae_Hwa💎: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!