Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gea Salting
Pagi hari karena hari libur gea masih bermalas malasan di dalam kamarnya.
Angga baru turun dari kamarnya...
"Gea mana bik?"
"Di kamarnya tuan" bibik sedang menata sarapan di meja makan.
"Panggil anak itu! suruh sarapan!"
"Baik"
Bibik menuju kamar gea
Tok
Tok
"Non,,, non gea"
Gea menyibakkan selimutnya dan mengambil hijabnya, lalu Gea membuka pintu kamarnya
"Ada apa bik??"
"Itu non, diajak tuan sarapan"
"Bilang sama tuan. Gea gak laper. Suruh makan sendiri".
"Baik non"
Bibik kembali ke ruang makan dan gea menutup kembali pintunya.
"Tuan, kata non gea....."
Angga langsung berdiri saat melihat bibik tak membawa gea ke meja makan. Angga bergegas ke kamar gea
Tok
Tok
"Ada apa lagi sih bik???" Gea membuka pintu dan kaget melihat angga di depan pintu.
"Om Angga!"
Angga langsung menarik tangan gea dan menyeretnya ke ruang makan.
"Duduk dan makan!"
Gea menuruti keinginan Angga, ia duduk dan mengambil piring serta nasi goreng. Kemudian Ia menyantap makanannya.
"Setelah ini, aku mau bicara sama kamu!"
"Iya"
Tak lama suara mobil berhenti didepan rumah Angga.
"Eh nyonya, tuan selamat pagi".
"Pagi bik, dimana angga dan gea?"
"lagi sarapan".
"Ohhhh"
Lalu Papa dan mama angga menuju ruang makan
"Papa, mama" Gea dan angga begitu kaget dengan kedatangan kedua orang tuanya yang tiba tiba.
"Hallo sayang lagi pada sarapan ya??"
"Iya ma" Gea dan angga menyalami mama dan papanya.
"Sarapan bareng yuk ma"
"Mama udah sarapan ge tadi dirumah. Mumpung hari libur, mama dan papa pengen jenguk kalian"
"Ohh gitu"
"Oh iyaa ini mama bawa bahan makanan, nanti kita bikin bakso. Mama dan papamu bentar lagi juga kesini".
"Baik ma".
Mereka pun selesai sarapan, gea membereskan meja makan dan mencuci piring.
"Ge, ini kita buat pentol baksonya dulu ya"
"Iya ma, udah gea rebusin air".
"Ya udah kalau gitu, mama siapkan bahan kuahnya ya".
"Iya"
Angga menghampiri mama dan gea yang tengah mengubrek di dapur
"Lagi ngapain ma??"
"Ini mau nyiapin bahan buat bikin kuah bakso"
Angga hanya ber ooriaa
Lalu Angga melihat gea yang membuat bulatan bulatan bakso, tiba tiba ia memeluk gea dari belakang. Sontak gea menjatuhkan sendoknya ke lantai.
"Astagfirullah".
"Om angga nih ngagetin aja!" Gea menyikut perut angga
"Aduhhh sakit ge"..
"Ya lagian ngapain kayak gitu?!" Gea berusaha melepaskan pelukan Angga. Mama melihat keduanya berantem kecil jadi senyum senyum sendiri.
"Cuma pengen bantuin istri masak!" Angga berbisik ke telinga gea dan membuat gea gugup dan tegang.
"Minggir, gea mau ambil sendok".
Angga mundur 2 langkah kebelakang kemudian gea menunduk untuk mengambil sendok dan tak sengaja menyenggol empunya angga dan membuatnya tegang. Gea mengambil sendok dan merasakan ada ganjalan keras tepat di belakangnya.
"Ngapain om masih disini??"
"Kok manggil suami sendiri om sih ge??".
"Eh itu ma, panggilan sayang hehe" begitu merah pipi gea saat menahan malu, sementara Angga ingin tertawa melihat expressi gea seperti itu.
"ohhh gituuu... Jadi angga panggilnya apa??"
"Ayang" Angga tersenyum menatap gea dan membuat gea langsung membuka lebar matanya.
"Iya kan yang" Angga melingkarkan tangannya di pinggang gea membuat keduanya begitu erat. Gea merasa tidak nyaman saat merasakan gesekan sesuatu mengeras di bawah sana.
Angga mengecup kening gea tiba tiba, gea senyum dengan sangat terpaksa.
"Iya ma"
"Ohhhh so sweet bangett sihh anak anak mama. Mama gak sabar pengen dapet cucu hihihi".
"Yang sabar yaa ma, angga dan gea kan mau pacaran dulu ma. Kami mau puas puasin dulu pacarannya jadi ketika udah punya baby biar gak ngiri perhatiannya kebagi heheh".
"Huh dasar kamu ga, sama aja kayak papamu!"
"Hahaha iya dong ma, kan angga anak papa".
Angga masih terus memeluk pinggang Gea dengan sesekali mencium kening dan pipinya. Jangan ditanya gimana kondisi gea sekarang, pipinya yang merah seperti tomat dengan debaran jantung yang begitu cepat membuat gea semakin salah tingkah. Sepertinya Angga begitu memanfaatkan keberadaan orang tuanya saat itu dirumah.
Papa dan Mama gea baru sampai....
"Hallo jeng".
"Baru sampe yaa?" Angga dan gea menyalami mamanya.
"Iyaa nihh, ini aku bawain oleh oleh dari surabaya".
"Mama bawa apa ma?"
"Banyak banget sayang, nah ini untuk kalian"
"Udah jadi ya baksonya??"
"Belum ma, masih di buat pentolnya".
"Ohh gituu...."
Angga meninggalkan gea dan para mama di dapur, ia menemui papa dan papa mertuanya di depan. Mereka mengobrol hangat bersama.
.
Bakso sudah siap di meja makan, gea disuruh untuk memanggil angga dan para papa .
"Pa, itu baksonya udah jadi, di ajak mama makan".
"Okeee. Mari pak"
"Ayoo".
Para papa berjalan duluan disusul angga, namun angga menarik tangan gea dan membuat mereka berpelukan.
"Lepasin om!"
"Denger ya! Kamu jangan pernah ngomong sama mereka soal kemarin!"
"Iya"
"Bagus!"
Angga melepaskan pelukannya dan Gea langsung berbalik badan menuju meja makan.
"Kenapa aku begitu senang saat menyentuhnya ya?? sedangkan saat bersama mulan, aku tak pernah ada keinginan untuk menyentuhnya??" Batin Angga sambil memegangi dadanya.
Semua keluarga tengah asyik menikmati bakso di meja makan sambil mengobrol. Setelah cukup lama mereka bertamu, para papa dan para mama pun pamitan untuk pulang. Perang dingin kembali dimulai.
.
.
Gea kedapur untuk membantu bibik membereskan dapur sementara Angga ke kamarnya dan bersiap untuk hangout bersama Mulan.
Tak lama Angga pun sudah tampak rapi dan tampan dengan berpenampilan casualnya.
Gea tak menanyakan apapun dia malah langsung masuk ke kamarnya. Ada rasa kecewa didalam hati angga, namun ia mencoba bersikap biasa.
.
Mulan sudah menunggu di parkiran dengan penampilannya yang begitu cantik dan sexy.
Tiiinnnnn
"Haii cantik, udah nunggu lama ya??"
"Hai sayang, gak jugaaaa"
Mulan masuk kedalam mobil dan mereka melaju ke salah satu mall terbesar di kota itu.
.
Sampainya disana Angga langsung memarkirkan mobilnya.
"Hari ini aku mau puas puasin belanja yahh yang??"
"Iya terserah kamu"
"Yeyyyy lets go"
Mereka pun mulai masuk kedalam sebuah butik, Mulan memilih milih pakaian disana, kemudian ia mencoba beberapa pakaian, setelah itu Angga membayar tagihannya. Lanjuttt masuk ke sebuah toko sepatu, masuk ke toko tas, perhiasan dan terakhir ke cafe untuk mengisi perut setelah lama berkeliling belanja. Benar saja dalam sekali jalan dan belanja Mulan menghabiskan 25juta.
"Makasih ya sayang,,,, aku seneng banget hari ini"
"Iyaa,, aku juga seneng bisa jalan sama kamu"
Mulan menggenggam tangan Angga dan bersender di bahunya.
"Malem ini kamu nginep yahh di apartemen kuu... pleaseee".
"Emm gak bisa sayang, aku takut khilaf".
"Uhhh sebel deh, gak papa kali kalau khilaf, nantikan juga kamu bakal nikahin aku"
"Aku gak mau ngerusak kamu. Nanti setelah kita menikah, baru kamu akan habis sama aku" Angga membelai rambut Mulan dengan penuh perhatian.
"Hmmm terserah kamu deh. Aku mau makan".
Setelah selesai makan malam, angga mengantarkan mulan kembali ke apartemennya. Angga ikut masuk kedalam apartemen mulan karena harus membantunya membawa paperbag belanjaannya yang begitu banyak.
"Masuk yuk".
"Iya" Angga masuk kedalam
"Aku tarok dimana ini??"
"Emm di meja itu aja yang".
Angga meletakkan paperbag di atas meja, tak lama Mulan menghampiri Angga dan memeluknya dari belakang.
"Sayang,,,,, yakin kamu gak mau nginep disini??"
"Iyaa... ini kan sudah malam, gak enak di lihat tetangga".
Mulan menghadapkan dirinya di depan angga, tampak sekali mulan menggodanya.
Didudukannya Angga di pinggir ranjangnya kemudian tangan Mulan mulai nakal,.
Angga terus saja menatap mata mulan seolah tersihir dengan kecantikan wajahnya...
Perlahan Mulan merebahkan Angga di ranjang dan ia akan mendekat kepadanya. Angga tersadar saat melihat dirinya yang hampir saja terjerumus kedalam rayuan Mulan.
"Please jangan seperti ini. Aku pulang sekarang"
Angga mendorong mulan sampai berbaring di ranjang, kemudian dengan cepat Angga beranjak dari sana.
"Jangan lupa kunci pintunya"
Angga meninggalkan apartemen Mulan dan langsung ke rumahnya.
.
.
.
.