Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Serius...
"kenapa menangis. "tanya Diana pada adiknya Vera.
Vera mengusap air matanya, matanya sebab karena sejak tadi ia menangis.
"kak, tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan om dan tante. "ucapnya.
"pembicaraan apa? "tanya Diana yang semakin penasaran.
" mereka di undang ke acara pesta ulang tahun Eka, yang ke tujuh belas tahun. Kenapa mereka di undang sedang kan kita ana kandungnya tidak"
Diana menghela napas panjang, tersentil hatinya mendengar aduan adiknya. Sebagai seorang kakak, Diana merasa sakit hati akan sikap ayahnya yang sama sekali tidak perduli pada mereka berdua.
" Biarlah mereka di undang, kita ini miskin mana mau Ayah mengundang kita" ucap Diana yang benar-benar merasa sakit hati.
" Ayah tidak pernah datang melihat kita, Ayah tidak pernah datang memberi kita uang, padahal kita ini adalah tanggung jawab ayah. Ayah justru membiarkan hidup kita menderita menjadi pembantu di rumah adiknya"
Sakit hati Vera, andai ibunya tidak sakit mungkin saja kehidupan mereka tidak akan seperti ini. Diana menarik adiknya ke dalam pelukannya, keduanya menangis pilu tanpa bisa melakukan sesuatu. selain bersabar menunggu waktu.
sampai pada akhirnya acara ulangtahun anak tiri indra, berlangsung dengan sangat mewah di salah satu hotel. yang ada di kota T,. Hendra dan Sera juga ada di sana bersama anak semata wayang mereka.
Indra dan Yuni, memiliki anak yang baru berusia lima tahun. Seorang anak laki-laki. Sampai hari indra, yang sama sekali yang tidak mengingat kedua anak perempuannya. yang hidup kental dengan penderitaan.
" apa kau ingin menitipkan sesuatu untuk kedua anak perempuanmu" tanya Hendra. Yang sebenarnya baik,hanya ia takut pada istrinya.
"Menitipkan apa?"Indra balik bertanya
" apa kau tidak kasihan kepada Diana dan Vera, cobalah ambil mereka dari rumahku, Aku tidak berani melawan Sera."
" biarkan di rumahmu, lagian tenaganya bisa kamu gunakan. aku tidak mungkin membawa mereka, kau tahu sendiri Yuni tidak menerima mereka."
" kelak, mereka sukses jangan pernah datang mengakui mereka sebagai anak" ucap Hendra mengingatkan kakaknya.
Indra mengangkat kedua bahunya, seolah meremehkan apa yang dikatakan Hendra. pria itu kembali ke pesta, berbaur dengan bos besar yang ada di sana. Yang sengaja di undang dalam pesta anaknya.
Menjelang tengah malam, Hendra dan keluarganya, memutuskan untuk pulang butuh waktu setengah jam untuk sampai di rumah mereka, karena rumah mereka berada jauh di perbatasan kota, di saat ana dan istrinya langsung pergi istirahat, Hendra pergi ke kamar Diana.
Di bangunkannya Diana, dan di beri uang seratus ribu untuk jajan Vera di sekolah. Sudah dua bulan ini Hendra memberi uang pada Diana. Secara diam-diam Tampa sepengetahuan istrinya.
" ada apa kak? " tanya Vera yang terbangun dari tidurnya.
" di beri uang sama om indra. Kita tabung ya"ujar Diana pada adiknya .
Vera mengiyakan, jika di totalkan sudah ada enam ratus ribu tabungan mereka. Sengaja tidak di belanjakan, agar kelak jika mereka keluar dari rumah ini, membawa sedikit uang.
Vera adik yang pengertian, setiap hari ia lebih rela membawa bekal dari rumah. Sudah mereka rencanakan,jika Vera lulus sekolah nanti, akan pergi secara diam-diam. Bertahan di rumah ini hanya karena Diana belum mampu membiayai sekolah adiknya.
" uang yang ada jangan sembarang di simpan, kalau ketahuan Tante Sera, pasti kita akan di tuduh mencuri." ucap Diana kepada adiknya.
" lalu kita taruh di mana?" tanya Vera yang bingung. Karena kamar ini hanya memiliki satu lemari kecil dan tempat tidur.
" di bawah lemari saja." jawab Diana.
lemari yang berat mereka miringkan, demi menyimpan uang pemberian Hendra, meskipun nilainya tidak seberapa tapi setidaknya akan membantu mereka di masa depan.
********
malam telah berganti pagi, seperti biasa Rehan pergi kuliah bersama kedua sahabatnya. duduk santai di coffe shop yang ada di dalam kampus mereka, sekali lagi Aulia menemui Rehan lalu memberikan undangan ulang tahunnya kepada pria ini.
"apa kau tidak mengerti bahasa manusia?"tanya Rehan dengan raut wajah dingin.
sudah berulang kali Rehan menegaskan, kepada gadis ini untuk tidak mengganggunya, tetapi Aulia selalu berusaha merayu Rehan.
"aku tidak punya waktu, dan aku tidak tertarik. ayam saja mengerti bila diusir, kenapa kau tidak?"singgung Rehan bagai tamparan keras untuk Aulia.
malu sudah pasti apalagi di sana ramai mahasiswa. yang sedang menikmati kopi. Aulia yang merasa malu memutuskan untuk pergi dari sana.
"Dia anak orang kaya kenapa kau menolak dia?" tanya Kevin yang merasa heran.
"sekalipun kekayaannya tujuh turunan, jika aku tidak mau apa aku harus paksakan?"
"jangan bilang kau menyukai Diana?" tebak Kevin karena sampai saat ini, Rehan tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun.
"tidak salah juga, dia cantik, salahnya dia karena miskin. tapi apa dia mau padamu? yang sudah membuat hidupnya hancur.!"
Rehan diam tidak menjawab, begitu juga Arjuna yang sejak tadi hanya mendengarkan.
" dan kau akan menyiksanya jika kau menikahinya" ucap Arjuna tiba-tiba
"kenapa kau mengambil kesimpulan seperti itu?" protes Rehan yang tidak terima.
" aku hanya melihat caramu memperlakukannya seperti apa, Rehan. jangan pernah lupakan jika ibunya Diana meninggal dunia setelah mendapatkan surat pernyataan jika Diana dikeluarkan dari sekolah. seharusnya kau sadar diri seberapa besarnya dia membencimu."
Rehan hanya diam, ia masih ingat betul bagaimana wajah Diana terakhir kali yang ia lihat.
"tidak mungkin aku berjodoh dengan Diana" ucap Rehan
" kenapa tidak mungkin, jika Tuhan menghendaki bagaimana?" ujar Kevin lalu tertawa mengejek.
"kedua orang tuaku sudah sepakat, ingin menjodohkan ku dengan anak temannya." ucap Rehan memberitahu.
pernyataan Rehan membuat Arjuna dan Kevin merasa kaget mendengarnya.
" sejak kapan seorang Rehan, menerima perjodohan?"tanya Kevin yang merasa heran.
"anak sahabatnya mamaku, untuk sekarang aku malas untuk melawan." ucap Rehan
padahal selama ini yang ada di dalam pikiran Rehan hanyalah Diana, kesalahan yang ia buat entah akan dimaafkan atau tidak oleh Diana.
" apa dia cantik?"tanya Kevin Yang penasaran.
" Aku tidak tahu karena aku belum pernah melihat dan bertemu dengan gadis itu."jawabannya membuat kedua sahabatnya kembali terkejut.
" Di luar nalar, bisa-bisanya kau menerima perjodohan, tanpa kau tahu siapa perempuannya. Apa kau sudah gila."
Rehan hanya menanggapi dengan tertawa, sebenarnya ia ingin menolak, tapi bukan sekarang waktunya.
" Bantu aku menemukan keberadaan Diana."pinta Rehan sekali lagi membuat Arjuna dan Kevin terkejut.
" Kau yang berbuat, seharusnya kau yang mencari sendiri."sahut Arjuna.
" Sialan..!" umpat Rehan
Arjuna menanggapi dengan tertawa.
" Sekalipun aku tahu, tidak akan mungkin aku akan memberitahu karena kau adalah luka dalam kehidupan Diana." ucap Juna dalam hati.
" Aku serius." seru Rehan
" Bantu aku mencari Diana."
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.