Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curiga
#Widya pov
Hari sudah menjelang siang, Widya baru terbangun dari tidur nyenyak nya. seeprti itulah keseharian Widya.
Bangun siang setelah suaminya pergi kantor.
Widya berjalan menuju meja makan , disana sudah ada sarapan tersedia.
Sebelum berangkat kerja Satria selalu menyempatkan diri menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri dan juga istri tercintanya, Satria sungguh suami yang luar biasa.
Widya sedang menikmati sarapan paginya walau belum mandi, hari ini ia hanya mau berada kasur bermalas-malasan seharian
Walau setiap hari pekerjaan Widya hanya bermalas-malasan di kasur , nongkrong cantik di cafe atau shopping dan malam harinya ngedugem tapi sudah seminggu sejak kejadian tempo hari Widya lebih suka diam di rumah.
Ia membunuh kebosanannya dengan menonton televisi atau bermain game di ponselnya.
Widya sangat berharap suaminya akan pulang untuk makan siang bersama, ia juga banyak menonton masakan di YouTube dan belajar memasak, walau bisa di katakan masakannya hancur tak sesuai ekspektasinya, namun ia tak menyerah dan terus memasak.
Siang itu Widya sudah sibuk dengan peralatan masaknya, dapur seperti kapal pecah di buatnya, wajah dan pakaiannya pun tak luput dari kekacauan, kotor.
Setelah beberapa kali mencoba ia selalu gagal, hasil masakan yang ia masak gagal pun sudah memenuhi tempat sampah, hingga ia kesal dan membanting spatula kayu yang di pegang nya ke dalam wastafel
"Arrrggghhh gue benci masak, sial.
Astaga apa gue sudah gila? bisa-bisanya gue berharap dia pulang dan makan masakan gue yang ancur itu, apa gue udah gila ya pengen makan siang berduaan sama mas Satria????
sadar Widya sadaaaaaaaarrrr...
loe punya Bobby, loe cinta nya cuma bobby"
Widya mengusap wajahnya kasar, ia menggelengkan kepalanya menghalau semua pikiran kusut dalam otaknya
”Gue cuma takut, ok??? gue gak jatuh cinta sama doi kan??? ya takut kehilangan sumber pendapatan gue, ini bukan karena cinta" gumam Widya menyangkal
Akhirnya Widya menyerah, ia menghempaskan celemeknya, mencuci wajahnya dan langsung menuju kamar tidur.
Widya menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, ia meraih ponselnya dan mulai memainkannya.
Lama-lama ia bosan juga, entah apa yang membawa pikirannya hingga tanpa ia sadari, ia membuka pesan singkat Satria dan mengetikkan sesuatu dan mengirimnya
"Mas lagi apa ? udah makan belum?" Widya
Widya lalu menghapusnya dan menulis lagi
”Mas jangan lupa makan ya” Widya
Widya kemudian menghapusnya lagi, ia merasa seperti ornag bodoh menanyakan itu.
”Mas jangan telat makan ya, selamat bekerja ❤️”Widya
Widya langsung melempar ponselnya kesembarang tempat, ia tak pernah mengirim pesan se intim itu pada suaminya sendiri, namun kini ia seperti ABG sedang jatuh cinta sampai mau mengirimi Satria pesan singkat dengan tambahan hati di ujung kalimatnya.
Widya menutupi wajahnya dengan bantal
Triiing
Ternyata ia lupa menghapus pesan yang ia tulis dan karena kebodohannya, pesan itu terkirim
Widya menyadari kebodohannya, ia berniat menghapus pesannya, namun Satria sudah membacanya terlihat dia tanda centang di sana
"Aih mati gue kenapa lupa juga gue sampai lupa hapus pesannya, main lempar pesannya ke kirim kan jadinya” gerutu Widya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi
Triiiing
Sebuah pesan masuk dari Satria
"Lagi istirahat sayang. udah makan.
Kamu udah makan belum?? tumben whatsapp mas ada apa? Kangen ya???Atau kamu mau di belikan apa?" Satria
”Begini nih harus nya laki-laki, pengertian, baik hati, penyayang.Andai saja Bobby seperti ini pasti gue makin cinta. Sayangnya manusia satu itu kaku dan cuek.
Mas Satria kamu sempurna banget sih???
Bisa jatuh cinta aku lama-lama kalau begini"gerutu Widya dalam hati
"Udah mas , gak usah. Aku cuma mau tanya aja " Widya
Triiiiing
pesan masuk
"Mas kira kamu kangen sama mas hehehe,
I love u istriku tercinta " Satria
Widya senyum- senyum sendiri membaca pesan dari Satria, ia sangat bahagia hingga pipinya merona merah.
Satria sosok yang sangat romantis dan lembut membuat siapapun pasti akan jatuh hati padanya
”Eh sebentar, kenapa gue jadi suka dia ya? gak boleh main hati Widya, loe udah punya Bobby!!.
gak beres emang nih otak mending gue keluar rumah daripada di rumah kepikiran mas Satria terus”
Widya bangkit dari tempat tidur lalu melangkah ke mandi setelah itu berganti pakaian.
Widya memoleskan make up tipis-tipis dan bercermin, setelah itu ia langsung meraih kontak motornya dan pergi, Widya langsung melajukan kendaraannya ke sebuah restoran Japanese dimana ia sudah membuat janji terlebih dahulu dengan Erna untuk makan siang.
Widya sampai di parkiran basemen sebuah mal besar di bilangan Jakarta, karena restoran Japanese langganan mereka berada di mall tersebut.
Sebelumnya ia harus menjemput Erna dulu yang sedang perawatan rambut dan menicure, pedicure di sebuah salon dalam mall tersebut.
Dari kejauhan erna yang melihat kedatangan Widya melambai kan tangannya
"Udah kelar loe? ayok ah gue udah lapar nih” ajak Widya
"Sebentar cinta, rambut gue masih di blow nih. duduk dulu deh lima menitan lagi
Limaemit kemudian mereka langsung menuju resto yang erna maksud
"Wid pesen dah duluan, Bobby dkk masih lama sampe nya" ucap Erna menyerahkan buku menu
”Di traktir nih ceritanya?"tanya Widya menatap Erna
"Iye cepet deh pesen sebelum gue berubah pikiran" jawab Erna menggoda Widya.
Widya langsung menarik buku menu dari tangan Erna dan mulai memesan makanan yang ia mau
”Satu orang satu menu ya, gak boleh lebih” ucap Erna menahan senyum karena mendapat pelototan mata dari Widya
"Eits ga niat banget loh traktirnya" saut Widya sewot yang di jawab tawa keras Erna
"Gini nih punya temen sensi nya kaya bisul kesenggol" ucap Erna masih cekikikan tertawa
"Gue pesen beef teppanyaki trus minum nya cold ocha.
uhmmm desertnya gue mau goiza sama spicy edamame" ucap Widya menyebutkan pesananya pada waiters
"Gokil kecil sih badannya tapi perut loe isinya gembel semua. Yakin abis tuh makanan semua??? tanya Erna menggenggam kepalanya
"Tenang gak abis gue take way gampang kan.
Dah ah gue mau ke toilet dulu, kebelet pipis"ucap Widya lalu meninggalkan Erna
Ekor matanya menangkap seseorang yang familiar baginya, ia memfokuskan pandangannya dan matanya terbelalak melihat Satria di sana dengan seorang wanita, Wanita yang sama waktu terakhir kali mereka ketemu, Wanita itu adalah mantan Satria.
Ada urusan apa Satria bertemu mantannya di luaran tanpa memberi kabar padanya??
pertemuan mantan dengan suaminya, sungguh bukan sesuatu yang baik menurut Widya, ia khawatir benih-benih cinta itu akan tumbuh kembali diantara mereka.
Widya merasakan darahnya mendidih, ia enggan menghampiri Satria, tangannya mengepal kuat hingga kuku jari tangannya menembus telapak tangannya dan ia menatap dingin ke arah mereka, membalikkan badan dan segera pergi
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥